Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Quraisy (Suku Quraisy) – surah 106 ayat 2 [QS. 106:2]

اٖلٰفِہِمۡ رِحۡلَۃَ الشِّتَآءِ وَ الصَّیۡفِ ۚ
Iilaafihim rihlatasy-syitaa-i wash-shaif(i);
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
―QS. Quraisy [106]: 2

Daftar isi

Their accustomed security (in) the caravan of winter and summer –
― Chapter 106. Surah Quraisy [verse 2]

إِۦلَٰفِهِمْ kebiasaan mereka

Their familiarity
رِحْلَةَ perjalanan/bepergian

(with the) journey
ٱلشِّتَآءِ dimusim dingin

(of) winter
وَٱلصَّيْفِ dan musim panas

and summer,

Tafsir Quran

Surah Quraisy
106:2

Tafsir QS. Quraisy (106) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Syarat pertama ini diambil dari kalimat li ilaf yang artinya karena kebiasaan.

2. Memelihara nama baik, yang diambil dari kalimat Quraisy sebab suku atau kabilah Quraisy itu termasuk kabilah yang paling mulia yang nantinya melahirkan Nabi Muhammad.
Maka seorang pedagang pun harus selalu memelihara nama baiknya sehingga dapat kepercayaan yang penuh dari sekalian langganannya, karena tidak pernah dusta atau menipu, tidak pernah menyalahi janji atau menimbun barang-barang yang dibutuhkan oleh rakyat dan lain-lain.

3. Mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya, bahkan ke luar negeri untuk melebarluaskan daerah lingkungan perniagaannya dan syarat ini diambil dari kalimat rihlah yang artinya bepergian.

Seorang pedagang tidak akan maju jika tidak mengadakan misi perniagaan ke luar daerahnya.

4. Memperhatikan situasi keadaan yang menguntungkan.
Ia harus memperhatikan iklim, situasi, dan kondisi tempat di sekitarnya.

Syarat ini diambil dari kalimat asy-syita’i wa as-saif yang artinya:
pada musim dingin dan musim panas.
Orang-orang Quraisy pun mengatur arah perniagaannya yaitu di musim dingin mereka pergi ke sebelah selatan yaitu negeri Yaman, dan di musim panas ke utara yaitu negeri Syam.



Jika keempat syarat ini diperhatikan dengan seksama niscaya akan mendatangkan kemakmuran yang merata dan kemakmuran itu jangan sekali-kali hanya untuk memuaskan hawa nafsu.
Akan tetapi, harus dijadikan bekal untuk beribadah kepada Allah yang mempunyai Baitullah dan digunakan untuk menyukuri segala nikmat pemberian-Nya, agar menghasilkan kesejahteraan, cukup sandang-pangan dan keamanan dari ketakutan seperti diisyaratkan dalam kalimat:
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan."

Jadi yang harus disembah dan disyukuri itu ialah Allah Pemilik Ka’bah sebab di dekat Ka’bah itu ada satu macam ibadah yang tidak terdapat di luar kota Mekah yaitu tawaf di Baitullah.

Jika diperhatikan cara tawaf itu memang aneh sekali, sebab menurut hukum alam setiap benda yang mengelilingi benda lain, lama-lama akan bertambah jauh dari markasnya atau titik putarnya sesuai dengan daya sentrivical atau daya lompatan ke luar.
Jika sebuah batu diikat dengan tali lalu diputarkan maka bila batu itu terlepas mesti terlempar jauh ke luar.
Demikian pula dalam bidang kerohanian, seorang pedagang yang tadinya rajin salat berjamaah dan menghadiri pengajian pada ulama di kampungnya setelah sering bepergian ke luar daerah maka ia bertambah jauh dari masjid dan ulamanya.

Jika ia bepergian ke luar negeri tentu akan bertambah jauh lagi dari sumber agamanya.
Tidak demikian keadaan orang yang sedang tawaf di Baitullah.
Walaupun ia berkeliling sampai tujuh kali, tetapi ia tetap berada di samping Baitullah.
Demikian pula hendaknya setiap pedagang yang telah menjadi hartawan atau jutawan tetap saja tekun melaksanakan ibadahnya kepada Allah secara terus-menerus (istikamah).

Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan profesi suku Quraisy sebagai kaum pedagang di negara yang tandus dan mempunyai dua jurusan perdagangan.
Pada musim dingin ke arah Yaman untuk membeli rempah-rempah yang datang dari Timur Jauh melalui Teluk Persia dan yang kedua ke arah Syam pada musim panas untuk membeli hasil pertanian yang akan dibawa pulang ke negeri mereka yang tandus lagi kering itu.

Orang-orang penghuni padang pasir (Badui) menghormati suku Quraisy karena mereka dipandang sebagai jiran (tetangga) Baitullah, penduduk tanah suci dan berkhidmat untuk memelihara Ka’bah, dan penjaga-penjaga Ka’bah.
Oleh karena itu, suku Quraisy berada dalam aman dan sentosa, baik ketika mereka pergi maupun ketika mereka pulang walaupun banyak terjadi perampokan dalam perjalanan.

Karena rasa hormat kepada Baitullah itu merupakan suatu kekuatan jiwa dan berwibawa untuk memelihara keselamatan mereka dalam misi-misi perdagangannya ke utara atau ke selatan;
sehingga timbullah suatu kebiasaan dan kegemaran untuk berniaga yang menghasilkan banyak rezeki.
Rasa hormat terhadap Baitullah yang memenuhi jiwa orang Arab itu adalah kehendak Allah semata, lebih-lebih lagi ketika mereka melihat bagaimana Allah menghancurkan tentara gajah yang ingin meruntuhkan Ka’bah, sebelum mereka sampai mendekatinya.

Sekiranya penghormatan terhadap Baitullah kurang mempengaruhi jiwa orang-orang Arab atau tidak ada sama sekali pengaruhnya niscaya orang-orang Quraisy tentu tidak mau mengadakan perjalanan-perjalanan perdagangan tersebut.
Maka dengan demikian akan berkuranglah sumber-sumber rezeki mereka sebab negeri mereka bukanlah tanah yang subur.

Tafsir QS. Quraisy (106) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Merasa herankah orang-orang suku Quraisy itu dengan kemudahan yang Aku berikan kepada mereka dalam melakukan perjalanan musim dingin ke Yaman dan musim panas ke Syam, penuh rasa tenang dan aman, untuk berdagang dan mencari rezeki?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kagumilah orang-orang Quraisy dan rasa aman mereka, ketetapan kemaslahatan mereka, dan aturan kebiasaan mereka untuk bepergian di musim dingin ke negeri Yaman, dan di musim panas ke negeri Syam, dan dimudahkannnya hal itu untuk mendatangkan apa yang mereka butuhkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yaitu kebiasaan mereka) lafal ini mengukuhkan makna lafal sebelumnya


(bepergian pada musim dingin) ke negeri Yaman


(dan musim panas) ke negeri Syam dalam setiap tahunnya, mereka bepergian dengan tujuan untuk berniaga yang keuntungannya mereka gunakan untuk keperluan hidup mereka di Mekah dan untuk berkhidmat kepada Baitullah yang merupakan kebanggaan mereka, mereka yang melakukan demikian adalah anak-anak An-Nadhr bin Kinanah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Surat ini menurut Mushaf Induk terpisah dari surat yang sebelumnya, mereka menuliskan di antara keduanya baris pemisah, yaitu Bismillahir Rahmanir Rahim, sekalipun bila dipandang dari segi maknanya dengan surat yang sebelumnya mempunyai kaitan yang erat.
Hal ini dijelaskan oleh Muhammad ibnu Ishaq dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.
Dengan alasan karena makna yang dimaksud ialah Kami menahan pasukan bergajah dari Mekah dan Kami binasakan pula para pemiliknya, demi kebiasaan orang-orang Quraisy.
Yakni untuk memelihara kelestarian kebiasaan dan terhimpunnya mereka di negerinya dalam keadaan aman.

Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud dengan Ilaf ialah tradisi mereka dalam melakukan perjalanan di musim dingin ke negeri Yaman dan di musim panas ke negeri Syam untuk tujuan berniaga dan lain-lainnya.
Kemudian mereka kembali ke negerinya dalam keadaan aman tanpa ada gangguan di perjalanan mereka.
Demikian itu karena mereka dihormati dan disegani oleh orang lain, mengingat mereka adalah penduduk kota suci Allah.
Maka siapa yang mengenal mereka, pasti menghormati mereka.
Bahkan barang siapa yang dipilih oleh mereka untuk menjadi teman perjalanan mereka, maka ia ikut aman berkat keberadaan mereka.

Demikianlah keadaan mereka dalam perjalanan dan misi mereka di musim dingin dan musim panas.
Adapun mengenai keadaan mereka bila menetap di kota mereka, maka disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya rampok-merampok.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 67)

Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Karena kebiasaan orang-orang Quraisy.
(QS. Quraisy [106]: 1-2)

Ilaf yang kedua menjadi badal dan tafsir dari yang pertama, untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
(QS. Quraisy [106]: 2)

Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang benar ialah bahwa lam dalam permulaan ayat surat ini menunjukkan makna ta’ajjub, seakan-akan disebutkan bahwa kagumlah kamu kepada kebiasaan orang-orang Quraisy dan nikmat-Ku yang telah Kulimpahkan kepada mereka dalam hal tersebut.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa menurut kesepakatan kaum muslim, kedua surat ini merupakan surat yang masing-masing berdiri sendiri dan terpisah dari yang lainnya.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberi mereka petunjuk untuk bersyukur atas semua hikmat yang besar ini, melalui firman-Nya:

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).
(QS. Quraisy [106]: 3)

Yakni hendaklah mereka mengesakan-Nya dalam menyembah-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan bagi mereka kota yang suci lagi aman dan Ka’bah yang disucikan.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
(QS. An-Naml [27]: 91)

Unsur Pokok Surah Quraisy (قريش)

Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat At Tiin.

Nama Al Quraisy diambil dari kata "Quraisy" yang terdapat pada ayat pertama, artinya suku Quraisy.
Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka’bah.

Keimanan:

▪ Peringatan kepada orang Quraisy tentang nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada mereka, karena itu mereka diperintahkan untuk menyembah Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Quraisy (4 ayat)

1 2 3 4

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Quraisy (106) : 1-4 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 4 + Terjemahan Indonesia



QS. Quraisy (106) : 1-4 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 4

Gambar Kutipan Ayat

Surah Quraisy ayat 2 - Gambar 1 Surah Quraisy ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 106:2
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Quraisy.

Surah Quraisy (bahasa Arab:قُرَيْشٍ, “Bani Quraisy”) adalah surah ke-106 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 4 ayat dan tergolong surah Makkiyah.
Kata Quraisy sendiri merujuk pada kaum Quraisy yakni kaum (suku) yang mendapat kepercayaan menjaga Ka’bah.
Pokok isinya surat ini menerangkan kehidupan orang Quraisy serta kewajiban yang seharusnya mereka penuhi.

Nomor Surah 106
Nama Surah Quraisy
Arab قريش
Arti Suku Quraisy
Nama lain Ilaf (Solidaritas)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 29
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 4
Jumlah kata 17
Jumlah huruf 76
Surah sebelumnya Surah Al-Fil
Surah selanjutnya Surah Al-Ma’un
Sending
User Review
4.4 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

106:2, 106 2, 106-2, Surah Quraisy 2, Tafsir surat Quraisy 2, Quran Al Quraisy 2, Surah Quraish ayat 2

Video Surah

106:2


Load More

Ayat Pilihan

Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat,
muka orang-orang kafir itu menjadi muram.
Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
QS. Al-Mulk [67]: 27

Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka & mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
QS. Al-Ahqaf [46]: 6

Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa & bersabar,
maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
QS. Yusuf [12]: 90

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

+

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Yahya `alaihis salam

Siapa itu Yahya `alaihis salam? Yahya bin Zakariyya adalah salah satu Nabi Islam yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang berarti hidup. Diyakini bahwa Yahya hidup selama 30 tahun.. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 28 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 4 kali di dalam Al-Quran dan dimakamkan di Dama … • Yahya

salat Idulfitri

Apa itu salat Idulfitri? salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri tanggal 1 Syawal … •

Riba

Apa itu Riba? Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna ziyadah . Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar. Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti penga … •