QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 44 [QS. 50:44]

یَوۡمَ تَشَقَّقُ الۡاَرۡضُ عَنۡہُمۡ سِرَاعًا ؕ ذٰلِکَ حَشۡرٌ عَلَیۡنَا یَسِیۡرٌ
Yauma tasyaqqaqul ardhu ‘anhum siraa’an dzalika hasyrun ‘alainaa yasiirun;

(Yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat.
Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.
―QS. 50:44
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Sifat ahli surga
50:44, 50 44, 50-44, Qaaf 44, Qaaf 44, Qaf 44

Tafsir surah Qaaf (50) ayat 44

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Qaaf (50) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengungkapkan hari-hari ketika bumi terbelah sehingga tampak keluar semua isi kubur dengan cepat dari celahcelahnya sebagaimana yang diinformasikan Surah az-Zalzalah ayat 1-2:

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.
(Az-Zalzalah: 1-2)

Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Allah tanpa kesulitan sedikit pun.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu pada hari ketika bumi terbelah-belah mengeluarkan mereka menuju padang mahsyar dengan cepat.
Peristiwa itu adalah pengumpulan yang sangat mudah bagi Kami.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu pada hari) lafal Yauma pada ayat ini menjadi Badal atau pengganti dari lafal Yauma sebelumnya, sedangkan kalimat-kalimat yang menengah-nengahi di antara keduanya merupakan jumlah I’tiradh atau kalimat sisipan (terbelah-belah) dapat dibaca Tasyaqqaqu atau Tasysyaqqaqu, pada asalnya adalah Tatasyaqqaqu, lalu huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Syin sehingga menjadi Tasysyaqqaqu (bumi menampakkan mereka dengan cepat) lafal Siraa’an adalah bentuk jamak dari lafal Sarii’un yang artinya cepat, berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal yang diperkirakan keberadaannya.

Lengkapnya, mereka keluar dengan cepat dari kuburnya masing-masing.

(Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami) pada ayat ini terdapat Fashl atau pemisah yang memisahkan antara Maushuf dan Shifatnya, yang menjadi pemisah adalah Muta’alliqnya, hal ini mengandung makna Ikhtishash, dan hal seperti ini tidak mengapa.

Demikian ini mengisyaratkan kepada pengertian pengumpulan yang dimaksud, yaitu menghidupkan kembali makhluk yang telah mati, dan pengumpulan ini dimaksud untuk menghadapkan semua makhluk ke hadapan-Nya guna menjalani hisab.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(yaitu) pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka (lalu mereka keluar) dengan cepat.
(Q.S. Qaaf [50]: 44)

Demikian itu terjadi setelah Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan (nutfah) dari langit yang karenanya semua tubuh makhluk bangun dari kuburnya masing-masing seperti tumbuhnya bebijian dari dalam tanah karena disirami air.
Apabila semua jasad telah sempurna, maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Malaikat Israfil (untuk meniup sangkakala), lalu ia meniup sangkakala yang di dalamnya telah disimpan semua roh pada tiap-tiap lubang yang ada di dalamnya.
Manakala Malaikat Israfil meniup sangkakala itu, maka keluarlah semua roh yang berhamburan di antara langit dan bumi, lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.”Demi Keagungan dan Kemuliaan-Ku, setiap roh benar-benar harus kembali ke tubuh yang pernah dihuninya.” Maka kembalilah setiap roh kepada tubuhnya masing-masing dan merasuk ke dalamnya seperti halnya racun yang menyebar pada tubuh manusia yang dipatuknya.
Bumi pun terbelah mengeluarkan mereka, lalu mereka bangkit menuju tempat penghisaban dengan cepat dan bersegera menghadap kepada Allah subhanahu wa ta’ala

mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu.
Orang-orang kafir berkata.”Ini adalah hari yang berat.” (Q.S. Al-Qamar [54]: 8)

Dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya:

yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
(Q.S. Al Israa [17]: 52)

Di dalam hadis sahih disebutkan melalui riwayat Imam Muslim bersumber dari Anas r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

adalah orang yang mula-mula bumi terbelah mengeluar­kannya.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.
(Q.S. Qaaf [50]: 44)

Menghimpunkan semua makhluk itu setelah menghidupkan mereka kembali amat mudah bagi Kami.

Juga seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(Q.S. Al-Qamar [54]: 50)

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(Q.S. Luqman [31]: 28)


Informasi Surah Qaaf (ق)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai “QAAF” karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah “Qaaf”.

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan ni’mat­ni’mat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga “Al Baasiqaat”,
diambil dari perkataan “Al Baasiqaat” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Qur’an kepada orang yang beriman
anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
Al Qur’an adalah sebagai peringatan bagi orang­ orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Qaaf (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Qaaf (50) ayat 44 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Qaaf (50) ayat 44 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Qaaf (50) ayat 44 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Qaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 50:44
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
4.9
Ratingmu: 4.3 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta