QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 30 [QS. 50:30]

یَوۡمَ نَقُوۡلُ لِجَہَنَّمَ ہَلِ امۡتَلَاۡتِ وَ تَقُوۡلُ ہَلۡ مِنۡ مَّزِیۡدٍ
Yauma naquulu lijahannama haliimtal-ati wataquulu hal min maziidin;

(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam:
“Apakah kamu sudah penuh?”
Dia menjawab:
“Masih ada tambahan?”
―QS. 50:30
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Kekuasaan Allah
50:30, 50 30, 50-30, Qaaf 30, Qaaf 30, Qaf 30

Tafsir surah Qaaf (50) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Qaaf (50) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Muhammad diperintahkan Allah untuk memberi peringatan kepada kaumnya pada hari Allah akan berfirman kepada neraka Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?”
Neraka Jahanam menjawab bahwa ia penuh dan boleh ditambah lagi.
Ayat 30 ini menunjukkan betapa luas dan dalamnya neraka Jahanam.
Jin dan manusia dilemparkan ke dalamnya sekelompok demi sekelompok sehingga penuh sesak.
Percakapan dan tanya jawab ini dikemukakan secara tamsil agar lebih mudah ditanggapi dan supaya lebih jelas gambaran peristiwanya.

Ibnu ‘Abbas dalam menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa Allah telah bersumpah dalam ayat:

Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 18)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari ketika Kami bertanya kepada neraka jahanam, sebagai celaan bagi orang-orang kafir, “Apakah kamu sudah penuh?”
Lalu jahanam menjawab dengan marah kepada mereka, “Masih adakah tambahan yang lain dari orang-orang yang zalim itu?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pada hari) lafal ini dinashabkan oleh lafal Zhallaamin (Kami bertanya) dapat dibaca Naquulu atau Yaquulu, kalau dibaca Yaquulu artinya, Allah bertanya (kepada neraka Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?”) kata tanya di sini dimaksud mengecek ancaman-Nya yang menyatakan akan memenuhinya.

(Dan dia menjawab, “Masih adakah tambahan?”) maksudnya, kami tidak memuat melainkan hanya apa yang telah Engkau penuhkan kepada kami.

Artinya kami telah penuh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada neraka Jahanam (kelak di hari kiamat), “Apakah engkau telah penuh?”
Demikian itu karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berjanji kepadanya bahwa Dia akan memenuhinya dengan jin dan manusia.

Dia memerintahkan (para malaikat-Nya) untuk mencampakkan ke dalam neraka orang-orang yang dikehendaki-Nya, sedangkan neraka itu mengatakan, “Masih adakah tambahannya?”
Demikianlah menurut makna lahiriah dan konteks ayat ini dan juga seperti apa yang ditunjukkan oleh banyak hadis.

Imam Bukhari pada tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kam, Abdullah ibnu Abul Aswad, telah menceritakan kepada kami Haram, ,bnu [marah, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dan Qatadah, dari Anas ibnu Malik r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Neraka diisi, sedangkan neraka mengatakan, “Apakah masih ada tambahan?”
Hingga akhirnya Tuhan Yang Mahamulia meletakkan telapak kaki-Nya ke dalam neraka maka barulah neraka mengatakan, “Cukup, cukup.”

Imam Ahmad mengatakan’ telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab dan Sa’id, dari Qatadah, dari Anas r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Neraka Jahanam masih terus diisi, sedangkan ia mengatakan Masih adakah tambahannya?”
Hingga Tuhan Yang Mahamulia meletakkan telapak kaki-Nya ke dalamnya, maka sebagian dari neraka Jahanam terpisah dari sebagian lainnya seraya mengatakan, “Cukup, cukup, demi Keagungan dan Kemuliaan-Mu.” Dan di dalam surga masih terus menerus diadakan tambahan, hingga Allah menciptakan baginya ciptaan yang lain, maka Dia menempatkan mereka (ciptaan yang lain itu) di tempat-tempat yang ditambahkan di dalam surga.

Kemudian Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Qatadah dengan lafaz yang semisal.
Aban Al-Attardan Sulaiman At-Taimi meriwayatkan hadis ini dari Qatadah dengan lafaz yang semisal.

Hadis lain.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Musa Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Abu Sufyan Al-Himyari alias Sa’id ibnu Yahya ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Auf, dari Muhammad, dari Abu Hurairah r.a.
yang me-rafa’-kan hadis ini (sampai kepada Rasulullah ﷺ), tetapi menurut kebanyakannya di-mauquf-kan oleh Abu Sufyan.
Bunyi hadisnya adalah seperti berikut: Dikatakan kepada neraka Jahanam, “Apakah engkau telah penuh?”
Jahanam balik bertanya, “Masih adakah tambahannya (bagiku)?”
Maka Tuhan Yang Mahasuci lagi Mahatinggi meletakkan telapak kaki-Nya ke dalamnya, akhirnya neraka mengatakan, “Cukup, cukup.” (yakni berdetak-detak karena kepenuhan).

Abu Ayyub dan Hisyam ibnu Hassan telah meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Sirin dengan sanad yang sama.

Jalur lain.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Hamman ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Surga dan neraka berdebat.
Neraka mengatakan, “Aku dipilih untuk menjadi tempat bagi orang-orang yang sombong dan berlaku sewenang-wenang.” Surga berkata, “Mengapa tiada yang memasukiku kecuali hanya orang-orang yang lemah dan yang tidak terpandang?” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku, dengan melalui engkau Aku rnerahmati siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku.” Dan berfirman kepada neraka, “Sesungguhnya engkau hanyalah azab-Ku yang dengan melaluimu Aku mengazab siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku, dan bagi masing-masing dari kamu berdua Akulah yang akan memenuhinya.” Adapun neraka, maka ia masih belum merasa penuh hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala meletakkan telapak kaki-Nya ke dalamnya, maka barulah neraka mengatakan, “Cukup, cukup.” Dan saat itulah neraka merasa penuh dan sebagian darinya terpisah dengan sebagian yang lain.
Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan berbuat aniaya terhadap seorang pun dari makhluk-Nya.
Dan adapun mengenai surga, maka Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menciptakan makhluk yang lain baginya.

Hadis lain.

Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa’id r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Surga dan neraka berdebat.
Neraka berkata, “Di dalamku terdapat orang-orang yang sewenang-wenang dan orang-orang yang sombong.” Surga mengatakan, “Di dalamku terdapat orang-orang yang lemah dan orang-orang yang miskin.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala memutuskan di antara keduanya, untuk itu Dia berfirman kepada surga, “Sesungguhnya engkau adalah rahmat-Ku, dengan melaluimu Aku rnerahmati siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku.” Dan berfirman kepada neraka, “Sesungguhnya Engkau adalah azab-Ku yang dengan melaluimu Aku mengazab siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku, dan bagi masing­ masing dari kamu berdua Akulah yang akan memenuhinya.”

Imam Muslim meriwayatkan hadis secara tunggal tanpa Imam Bukhari melalui jalur ini; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Ahmad meriwayatkannya melalui jalur lain dari Abu Sa’id r.a.
dengan konteks yang lebih panjang daripada ini.
Dia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Rauh dan Hasan, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ata ibnus Sa’ib, dari Ubaidillah ibnu Atabah, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Surga dan neraka saling membanggakan diri.
Neraka berkata, “Ya Tuhanku, dimasukkan kepadaku orang-orang yang berlaku sewenang-wenang, orang-orang yang sombong, para raja, dan orang-orang yang terhormat.” Surga mengatakan, “Ya Tuhanku, dimasukkan kepadaku orang-orang yang lemah, orang-orang fakir, dan orang-orang miskin.” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada neraka, “Engkau adalah azab-Ku, dengan melaluimu Aku menimpakannya kepada siapa yang Kukehendaki.” Dan berfirman kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku yang memuat segala sesuatu,dan bagi masing-masing darimu berdua Akulah yang akan memenuhinya.” Lalu dilemparkan ke dalam neraka para penghuninya, dan neraka bertanya, “Masih adakah tambahannya?” Lalu dilemparkan lagi ke dalamnya (penghuni-penghuninya), dan neraka mengatakan, “Masih adakah tambahannya?” Lalu dilemparkan lagi ke dalamnya dan neraka masih bertanya, “Masih adakah tambahannya?” Pada akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala mendatanginya dan meletakkan telapak kaki-Nya, maka menyurutlah neraka dan mengatakan, “Cukup, cukup.” Adapun surga, maka ditetapkan di dalamnya segala sesuatu yang dikehendaki oleh­Nya untuk ditetapkan, dan Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan baginya makhluk-makhluk (lain) menurut apa yang dikehendaki-Nya.

Hadis lain.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Abdul Gaffar ibnul Qasim, dari Addi ibnu Sabit, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka’b r.a.
yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Allah subhanahu wa ta’ala memperkenalkan diri-Nya kepadaku pada hari kiamat, maka aku bersujud kepada-Nya dengan sujud yang membuat-Nya rida kepadaku, kemudian aku memuji-Nya dengan pujian yang menyebabkan Dia rida kepadaku.
Kemudian diizinkan bagiku untuk berbicara.
Lalu umatku melewati sirat (jembatan) yang dipasang di antara ke dua sisi neraka Jahanam.
Maka mereka melaluinya (ada yang cepatnya) melebihi kedipan mata, ada yang cepatnya seperti anak panah, dan ada yang cepatnya seperti kuda balap yang terbaik, hingga keluarlah darinya seseorang dengan merangkak; hal itu menurut amal perbuatan (masing-masing).
Dan Jahanam meminta tambahan (isi), hingga akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala meletakkan telapak kaki -Nya di dalamnya, maka menyisihlah sebagian darinya dengan sebagian yang lain seraya berkata, “Cukup, cukup.” Sedangkan saat itu aku berada di haud (telaga)ku.
Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah haud itu?”
Beliau ﷺ menjawab: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya air telaga itu lebih putih daripada susu warnanya, rasanya lebih manis daripada madu dan lebih sejuk daripada air es serta baunya lebih harum daripada minyak kesturi.
Sedangkan wadah-wadabnya lebih banyak daripada bilangan bintang-bintang.
Seseorang yang telah minum darinya tidak akan merasa haus untuk selama-lamanya, dan tidaklah ia selesai dari meminumnya melainkan merasa segar selama-lamanya.

Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya Al-Hammami, dari Nasr Al-Jazzar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a.
sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?”
Dia menjawab, “Masih adakah tambahan?” (Qaf: 30) Ibnu Abbas mengatakan bahwa neraka Jahanam masih belum merasa penuh.
Ia mengatakan, “Masih adakah tempat yang akan ditambahkan kepadaku?”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, Dia menjawab, “Masih adakah tambahan?”
(Qaf: 30) Yakni masih adakah padaku suatu tempat yang kini semuanya telah penuh?

Al-Walid ibnu Muslim telah meriwayatkan dari Yazid ibnu Abu Maryam, ia pernah mendengar Mujahid mengatakan bahwa masih terus-menerus dimasukkan ke dalam neraka (para penghuninya), hingga neraka neagatakan, “Aku telah penuh,” dan mengatakan, “Masih adakah tempat tambahan bagiku?”

Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.
Menurut mereka, makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Apakah kamu sudah penuh?
(Qaf: 30) hanyalah dikatakan kepadanya sesudah Allah subhanahu wa ta’ala meletakkan telapak kaki-Nya di dalamnya, maka menjadi surutlah neraka dan saat itu ia mengatakan, “Masih adakah bagiku suatu tempat untuk ditambahkan kepadaku?”

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
bahwa yang demikian itu dikatakan manakala tiada suatu tempat pun di dalam neraka yang dapat memuat sebatang jarum (karena semuanya telah penuh terisi), hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Qaaf (ق)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai “QAAF” karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah “Qaaf”.

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan ni’mat­ni’mat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga “Al Baasiqaat”,
diambil dari perkataan “Al Baasiqaat” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Qur’an kepada orang yang beriman
anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
Al Qur’an adalah sebagai peringatan bagi orang­ orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Qaaf (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Qaaf (50) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Qaaf (50) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Qaaf (50) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Qaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 50:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
4.7
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta