Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 16 [QS. 50:16]

وَ لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَ نَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِہٖ نَفۡسُہٗ ۚۖ وَ نَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَیۡہِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِیۡدِ
Walaqad khalaqnaa-insaana wana’lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhu wanahnu aqrabu ilaihi min hablil wariid(i);
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

―QS. Qaaf [50]: 16

Daftar isi

And We have already created man and know what his soul whispers to him, and We are closer to him than (his) jugular vein
― Chapter 50. Surah Qaaf [verse 16]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly
خَلَقْنَا Kami telah menciptakan

We created
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

man
وَنَعْلَمُ dan Kami mengetahui

and We know
مَا apa yang

what
تُوَسْوِسُ membisik-bisikkan

whispers
بِهِۦ dengannya

to him
نَفْسُهُۥ jiwanya/hatinya

his soul,
وَنَحْنُ dan Kami

and We
أَقْرَبُ lebih dekat

(are) nearer
إِلَيْهِ kepadanya

to him
مِنْ dari

than
حَبْلِ tali/urat

(his) jugular vein. *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْوَرِيدِ urat leher

(his) jugular vein. *[meaning includes next or prev. word]

Tafsir

Alquran

Surah Qaaf
50:16

Tafsir QS. Qaaf (50) : 16. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dan berkuasa penuh untuk menghidupkannya kembali pada hari Kiamat dan Ia tahu pula apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan.
Bisikan hati ini (dalam bahasa Arab) dinamakan hadisun nafsi.

Bisikan hati tidak dimintai pertanggungjawaban kecuali jika dikatakan atau dilakukan.
Allah ﷻ lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri.

Ibnu Mardawaih telah meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Sa’id bahwa Nabi ﷺ bersabda:
Allah dekat kepada manusia (putra Adam) dalam empat keadaan;
Ia lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya.
Ia seolah-olah dinding antara manusia dengan hatinya.

Ia memegang setiap binatang pada ubun-ubunnya, dan Ia bersama dengan manusia dimana saja ia berada.
(Riwayat Ibnu Mardawaih)

Tafsir QS. Qaaf (50) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah,
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, dan Kami selalu mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati mereka.
Kami–dengan pengetahuan Kami terhadap semua keadaan manusia–lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri yang paling dekat dengannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia bahkan Kami pun tahu apa yang dibisikkan di dalam hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia sedangkan Kami mengetahui) lafal Na’lamu ini berkedudukan menjadi Hal atau kata keterangan keadaan dan sebelumnya diperkirakan adanya lafal Nahnu


(apa) huruf Maa di sini adalah Mashdariyah


(yang dibisikkan) dibicarakan


(oleh dia) yakni oleh manusia, huruf Ba di sini adalah Zaidah, atau untuk Ta’diyah


(dalam hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya) maksudnya ilmu Kami


(daripada urat lehernya) Idhafah di sini mengandung makna Bayan atau untuk menjelaskan, dan pengertian yang dimaksud dari lafal Al-Wariid adalah dua urat vital yang terdapat pada bagian belakang leher.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang kekuasaan-Nya atas manusia, bahwa Dialah yang menciptakannya, dan pengetahuan-Nya meliputi semua urusannya.
Hingga Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui apa yang dibisikkan oleh hati manusia kebaikan dan keburukannya.
Di dalam hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memaafkan terhadap umatku apa yang dibisikkan oleh hatinya selama dia tidak mengucapkannya atau mengerjakannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(QS. Qaaf [50]: 16)

Yakni malaikatmalaikat Allah subhanahu wa ta’ala lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya.
Dan menurut pendapat ulama yang menakwilkannya dengan pengertian ilmu Allah, sesungguhnya yang dimaksud hanyalah untuk menghapuskan pengertian dugaan adanya bertempat atau ke­manunggalan, karena kedua sifat tersebut merupakan hal yang mustahil bagi Allah subhanahu wa ta’ala menurut kesepakatan semua ulama, Mahasuci Allah dari keduanya.
Akan tetapi bila ditinjau dari segi teks, ayat tidak menunjukkan ke arah pengertian pengetahuan Allah, karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengatakan,
"Aku lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
Dan yang Dia katakan hanyalah:
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
(QS. Qaaf [50]: 16)

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain sehubungan dengan orang yang sedang meregang nyawanya:

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu.
Tetapi kamu tidak melihat.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 85)

Yaitu malaikatmalaikat-Nya.
Dan sebagaimana pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
(QS. Al-Hijr [15]: 9)

Para malaikatlah yang turun membawa wahyu Alquran dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala Demikian pula para malaikatlah yang lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya berkat kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang diberikan kepada mereka untuk hal tersebut.
Maka malaikat itu mempunyai jalan masuk ke dalam manusia sebagaimana setan pun mempunyai jalan masuk ke dalam manusia melalui aliran darahnya, seperti yang telah diberitakan oleh Nabi ﷺ Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

(yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya (QS. Qaaf [50]: 17)

Kata Pilihan Dalam Surah Qaaf (50) Ayat 16

HABL
حَبْل

Arti asal lafaz habl ialah tali yang digunakan untuk mengikat, bentuk jamaknya adalah hibaal.

Di dalam Al Qur’an, lafaz ini dalam bentuk tunggal habl disebut lima kali yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 103 dan 112 (diulang dua kali);
Qaf (50), ayat 16;
Al Lahab (111), ayat 5.

Sedangkan dalam bentuk jamak (hibaal) di sebut dua kali saja yaitu dalam surah Tha Ha (20), ayat 66 dan surah Asy Syu’araa (26), ayat 44 hanya digunakan di dalam Al Qur’an pada tiga tempat yaitu dalam surah Tha Ha (20), ayat 66; surah Asy Syu’araa (26), ayat 44 dan surah Al Lahab (111), ayat 5.

Dalam surah Tha Ha dan Asy Syu’araa, hibaal digunakan untuk menunjukkan tali-tali yang digunakan oleh tukang sihir Fir’aun dan tali-tali itu dilihat oleh Nabi Musa berubah menjadi ular.
Sedangkan dalam surah Al Lahab, lafaz habl berarti tali yang diikat pada leher isteri Abu Lahab di neraka.

Selain tiga tempat itu, lafaz ini ada kalanya dipinjam (isti’arah) untuk menyebut sesuatu yang dapat mengikat atau menyatukan secara maknawi.
Contohnya dalam surah Ali Imran (3), ayat 103, dimana lafaz hablullah diartikan oleh Ibnu Mas’ud dengan Al Qur’an.
Lafaz hablum minallah dalam surah Ali Imran ayat 112 diartikan dengan Islam dan lafaz hablum minan naas pada ayat yang sama diartikan janji yang mengikat di antara sesama manusia.

Selain itu, lafaz habl di dalam Al Qur’an juga digunakan untuk menyebut sesuatu yang bentuknya serupa atau hampir sama dengan tali (tasybih). Hal ini dapat dilihat dalam surah Qaf (50), ayat 16, di mana lafaz hablil wariid digunakan untuk menyebut urat leher yang dalam bahasa Arab biasanya disebut dengan irqul wariid. Hal ini karena bentuk urat leher hampir sama dengan bentuk tali.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:175

Unsur Pokok Surah Qaaf (ق)

Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai "Qaaf" karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah "Qaaf".

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqi dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat­nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga "Al Baasiqaat",
diambil dari perkataan "Al Baasiqaat" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

▪ Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
▪ Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali.
▪ Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri.
▪ Tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

▪ Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
▪ Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Alquran kepada orang yang beriman.
▪ Anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

▪ Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit.
▪ Hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasulrasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing.
Alquran adalah sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.

Audio

QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia

QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Qaaf ayat 16 - Gambar 1 Surah Qaaf ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 50:16
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , “Qaf”) adalah surah ke-50 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka’at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah50
Nama SurahQaaf
Arabق
ArtiQaaf
Nama lainal-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu34
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat45
Jumlah kata373
Jumlah huruf1507
Surah sebelumnyaSurah Al-Hujurat
Surah selanjutnyaSurah Az-Zariyat
Sending
User Review
4.7 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

50:16, 50 16, 50-16, Surah Qaaf 16, Tafsir surat Qaaf 16, Quran Qaf 16, Surah Qof ayat 16

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Qaaf

۞ QS. 50:2 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:3 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 50:4 • Keluasan ilmu Allah • Cobaan kubur • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 50:5 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:6 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:7 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 50:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 50:11 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 50:12 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 50:14 • Allah menepati janji • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 50:15 • Kekuasaan Allah • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 50:16 • Keluasan ilmu Allah • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:17 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:18 • Tugas-tugas malaikat • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:19 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 50:20 • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Peniupan sangkakala

۞ QS. 50:21 • Tugas-tugas malaikat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 50:22 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:23 • Tugas-tugas malaikat • Sifat hari penghitungan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 50:24 • Tugas-tugas malaikat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 50:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 50:26 • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 50:27 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat iblis dan pembantunya • Jin yang berteman dengan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 50:28 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 50:29 • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 50:30 • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Sifat neraka

۞ QS. 50:31 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:32 • Allah menepati janji • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:33 Al Rahman (Maha Pengasih) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 50:34 • Keabadian surga • Memasuki surga

۞ QS. 50:35 • Sifat surga dan kenikmatannya

۞ QS. 50:36 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 50:38 • Sifat Kamal (sempurna) • Kekuasaan Allah

۞ QS. 50:39 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 50:41 • Tugas-tugas malaikat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:42 • Peniupan sangkakala • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:43 • Kekuasaan Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 50:44 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 50:45 • Keluasan ilmu Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sifat hari penghitungan • Allah menggerakkan hati manusia •

Ayat Pilihan

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan & menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.
Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
QS. Luqman [31]: 6

Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu.
Hanya kepada Kami-lah mereka kembali,
lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
QS. Luqman [31]: 23

Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan),
maka siapa berat timbangan kebaikannya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. Al-A’raf [7]: 8

Telah nampak kerusakan di darat & di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia,
Allah menghendaki mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,
agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
QS. Ar-Rum [30]: 41

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus

hakikat

Apa itu hakikat? ha.ki.kat (1) intisari atau dasar; dia yang menanamkan hakikat ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya); pada hakikat nya mereka orang baik-baik … ...

fi’il madhi

Apa itu fi’il madhi? Fi’il Madhi – Kata kerja Bentuk Lampau: Kata kerja menunjukkan kejadian bentuk lampau, yang telah terjadi sebelum masa berbicara. Seperti : قَرَأَ “Telah membaca”....

insya Allah

Apa itu insya Allah? in.sya Allah ungkapan yang digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yang belum tentu dipenuhi (maknanya ‘jika Allah mengizinkan’) … •