QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 14 [QS. 50:14]

وَّ اَصۡحٰبُ الۡاَیۡکَۃِ وَ قَوۡمُ تُبَّعٍ ؕ کُلٌّ کَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِیۡدِ
Wa-ashhaabul aikati waqaumu tubba’in kullun kadz-dzabarrusula fahaqqa wa’iid(i);

dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.
―QS. 50:14
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Ayat yang dinaskh
50:14, 50 14, 50-14, Qaaf 14, Qaaf 14, Qaf 14

Tafsir surah Qaaf (50) ayat 14

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Qaaf (50) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad ﷺ.
Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.
Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya.
Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan banjir topan.
Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya.
Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa.
Kaum ‘Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin.
Fir’aun ditenggelamkan Allah dalam laut.
Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan.
Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah.
Kaum Tubba’ al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah.
Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebelum mereka, telah banyak umat yang mendustakan para rasul, seperti kaum Nabi Nuh, penduduk Rass, kaum Tsamud, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Nabi Luth, penduduk Aykah, dan kaum Tubba’.
Mereka semua telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka.
Maka, mereka berhak mendapat siksa kehancuran yang Aku janjikan kepada mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan penduduk Aikah) yakni penduduk Ghaidhah kaum Nabi Syuaib (serta kaum Tubba’) Tubba’ adalah nama raja di negeri Yaman, ia masuk Islam lalu menyeru kaumnya untuk masuk Islam, tetapi mereka mendustakannya (masing-masing) dari kaum-kaum yang telah disebutkan tadi (mendustakan rasul-rasul) sebagaimana yang dilakukan oleh kabilah Quraisy (maka sudah semestinya mereka mendapat ancaman-Ku) artinya sudah semestinya semuanya menerima azab-Ku, maka janganlah kamu susah dengan kekafiran orang-orang Quraisy terhadap dirimu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan penduduk Aikah.
(Q.S. Qaaf [50]: 14)

mereka adalah kaumnya Nabi Syu’aib ‘alaihis salam

serta kaum Tubba’.
(Q.S. Qaaf [50]: 14)

Yaitu di negeri Yaman, yang kisahnya telah kami sebutkan di dalam surat Ad-Dukhan sehingga tidak perlu diulangi lagi.

semuanya telah mendustakan rasul-rasul.
(Q.S. Qaaf [50]: 14)

Yakni semua umat yang telah disebutkan di atas adalah generasi-generasi yang mendustakan rasul mereka masing-masing; dan barang siapa yang mendustakan seorang rasul, maka seakan-akan sama saja dengan mendustakan semua rasul, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 105)

Padahal sesungguhnya yang datang kepada mereka hanyalah seorang rasul.
Tetapi seandainya datang semua rasul kepada mereka, maka mereka akan bersikap sama, yaitu mendustakan semuanya.

maka sudah semestinya mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.
(Q.S. Qaaf [50]: 14)

Yakni sudah seharusnya mereka tertimpa apa yang telah diancamkan oleh Allah kepada mereka akibat kedustaan mereka, yaitu berupa azab dan pembalasan-Nya.
Karena itu, berhati-hatilah orang-orang yang diajak bicara oleh ayat ini, janganlah mereka sampai tertimpa azab yang telah menimpa kaum-kaum terdahulu; sebab mereka sama dengan umat-umat terdahulu, yakni mendustakan rasul-rasul mereka.


Informasi Surah Qaaf (ق)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai “QAAF” karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah “Qaaf”.

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan ni’mat­ni’mat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga “Al Baasiqaat”,
diambil dari perkataan “Al Baasiqaat” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Qur’an kepada orang yang beriman
anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
Al Qur’an adalah sebagai peringatan bagi orang­ orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Qaaf (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Qaaf (50) ayat 14 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Qaaf (50) ayat 14 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Qaaf (50) ayat 14 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Qaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 50:14
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
4.9
Ratingmu: 4.5 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta