QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 12 [QS. 50:12]

کَذَّبَتۡ قَبۡلَہُمۡ قَوۡمُ نُوۡحٍ وَّ اَصۡحٰبُ الرَّسِّ وَ ثَمُوۡدُ
Kadz-dzabat qablahum qaumu nuuhin wa-ashhaaburrassi watsamuud(u);

Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,
―QS. 50:12
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Kekuasaan Allah
50:12, 50 12, 50-12, Qaaf 12, Qaaf 12, Qaf 12

Tafsir surah Qaaf (50) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Qaaf (50) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad ﷺ.
Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.
Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya.
Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan banjir topan.
Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya.
Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa.
Kaum ‘Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin.
Fir’aun ditenggelamkan Allah dalam laut.
Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan.
Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah.
Kaum Tubba’ al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah.
Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebelum mereka, telah banyak umat yang mendustakan para rasul, seperti kaum Nabi Nuh, penduduk Rass, kaum Tsamud, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Nabi Luth, penduduk Aykah, dan kaum Tubba’.
Mereka semua telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka.
Maka, mereka berhak mendapat siksa kehancuran yang Aku janjikan kepada mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sebelum mereka telah mendustakan pula kaum Nuh) di-ta`nits-kannya dhamir yang ada pada lafal Kadzdzabat karena memandang makna yang terkandung dalam lafal Qaumun (dan penduduk Rass) Rass adalah nama sebuah sumur yang di sekitarnya tinggal suatu kaum berikut ternak mereka, mereka menyembah berhala, menurut suatu pendapat nabi mereka bernama Hanzhalah bin Shafwan, menurut pendapat lainnya bukanlah dia, (dan Tsamud) yaitu kaum Nabi Shaleh.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengancam orang-orang kafir Quraisy melalui apa yang telah Dia timpakan kepada orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan para rasul sebelum mereka, bahwa Dia telah menimpakan azab yang pedih di dunia atas mereka seperti kaum Nuh.
Bukan hanya mereka saja yang tertimpa azab Allah, bahkan seluruh penduduk bumi terkena ulah mereka, karena Allah menenggelamkan semuanya.
Juga azab yang ditimpakan oleh Allah atas penduduk Rass yang kisahnya telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Furqan.

dan kaum Samud, kaum ‘Ad, kaum Fir’aun dan kaum Lut.
(Q.S. Qaaf [50]: 12-13)

Yang dimaksud dengan ikhwan lut ialah umat Nabi Lut yang dia diutus kepada mereka dari kalangan penduduk Sodom dan Al-Gur (Gomorah), bagaimanakah Allah membenamkan mereka ke dalam bumi dan mengubah tempat tinggal mereka menjadi laut mati yang berbau disebabkan kekafiran dan perbuatan mereka yang melampaui batas serta selalu menentang perkara yang hak.


Kata Pilihan Dalam Surah Qaaf (50) Ayat 12

RASS
لرَّسّ

Lafaz ini berbentuk mufrad, jamaknya risaas berasal dari rassa-yarussu.

Rassa fi bermakna masuk dan menetap.

Rassa baina al qaum artinya mengislahkan antara dua kaum.

Rassa al bi’r maksudnya menggali sumur dan sebagainya.

Asal makna ar rass adalah kesan atau bekas kecil yang terdapat pada sesuatu.

Lafaz rass al khabar fi an nafs yaitu kesan kecil berita di dalam diri, rass al mayyit yaitu mayat yang dikubur dan dijadikan peninggal­an dan rass min sl humma ialah tanda kecil sakit demam. Ar rass mengandung beberapa makna yaitu galian, sumur yang belum dibatu dan permulaan sesuatu.

Ar Razi berkata,
ar rass adalah sentuhan pertama, sumur yang dibuat dengan batu-batu dan nama sumur serta peninggalan kaum Tsamud.’

Sedangkan dalam Mu’jam Al ‘Arabi Al­ Al Asasi, lafaz ar rass bermakna sumur lama yang musnah sekelilingnya. Lebih di­ sandarkan ke atas sumur peninggalan kaum Tsamud.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Furqaan (25), ayat 38 dan surah Qaf (50), ayat 12. Allah berkata dalam surah Qaf:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ

Lafaz ar rass dihubungkan dengan lafaz ashaab yaitu kelompok dan golongan atau ashaabur rass. Terdapat perbeda­an ulama mengenai maksud ashabur rass

– Ibn Juraij menceritakan dari Ibnu ‘Abbas, ashabur rass adalah penduduk Tsamud.

– ‘Ikrimah berkata,
ashabur rass be­rada di Falj dan menurut pendapat Qatadah adalah bahagian dari negeri Al Yamamah.’

– At Tawri meriwayatkan dari Abi Bakr dan dari ‘Ikrimah, ar rass adalah sumur di mana mereka me­masukkan dan mengubur nabi mereka didalamnya.

– Wahab bin Munabbih berkata,
mereka adalah penduduk sumur ar rass, ter­ golong dalam penternak-penternak yang menyembah berhala, lalu Allah mengutus Syuaib kepada mereka dan mengajak untuk beriman. Namun, mereka ingkar dan kufur serta me­ nyakiti Syuaib. Apabila berada di sekeliling sumur di rumah- rumah mereka, tiba-tiba sumur itu runtuh dan menelan mereka semuanya.

Menurut Al Baidawi, ketika mereka berada di sekeliling ar rass yaitu sumur yang tidak berbatu itu, ia runtuh dan me­ nelan mereka berserta rumah-rumah mereka.”

– Al Suddi berpendapat, ar rass adalah sumur di Antaqiah di mana penduduk­nya membunuh Habib An Najjar. Ia adalah shaahib Yasin yang terdapat dalam ayat

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا ٱلْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱتَّبِعُوا۟ ٱلْمُرْسَلِينَ

– Ibn Jarir menyimpulkan, ashabur rass adalah Ashabul Ukhdud yang di­ceritakan dalam surah Al Buruuj.”

Kesimpulannya, ar rass bermakna sumur yang tidak berbatu atau sumur lama peninggalan kaum terdahulu yang tembok­nya runtuh.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:250-252

Informasi Surah Qaaf (ق)
Surat Qaaf terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai “QAAF” karena surat ini dirnulai dengan huruf Hijaiyyah “Qaaf”.

Menurut hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqy dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat QAAF, sering dibaca Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan ni’mat­ni’mat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga “Al Baasiqaat”,
diambil dari perkataan “Al Baasiqaat” yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali
Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri
tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Al Qur’an kepada orang yang beriman
anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit
hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasul-rasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing
Al Qur’an adalah sebagai peringatan bagi orang­ orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Qaaf (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Qaaf (50) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Qaaf (50) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Qaaf (50) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Qaaf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 50:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah 50
Nama Surah Qaaf
Arab ق
Arti Qaaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 34
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 373
Jumlah huruf 1507
Surah sebelumnya Surah Al-Hujurat
Surah selanjutnya Surah Az-Zariyat
4.7
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim