Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 1 [QS. 50:1]

قٓ ۟ۚ وَ الۡقُرۡاٰنِ الۡمَجِیۡدِ ۚ
Qaaf wal quraanil majiid(i);
Qaf.
Demi Alquran yang mulia.

―QS. Qaaf [50]: 1

Tafsir

Alquran

Surah Qaaf
50:1

Tafsir QS. Qaaf (50) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Telah diungkapkan sebelum ini bahwa huruf-huruf abjad yang ada pada permulaan surah biasanya memperingatkan betapa pentingnya perkara yang disebut kemudian, dan sering sekali yang disebut itu ialah sifat Alquran seperti yang disebutkan di sini.


Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan kitab-Nya, yang mengandung banyak berkah dan kebajikan (Alquran) yang sangat mulia bahwa Nabi Muhamammad benar-benar seorang utusan-Nya yang memberi peringatan kepada kaumnya tentang adanya hari kebangkitan.

Senada dengan pernyataan ini, dalam permulaan Surah Yasin juga telah diterangkan bahwa Nabi Muhammad sungguh-sungguh adalah salah seorang rasul yang diutus agar memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan.
Oleh karena itu, mereka lalai dan disebut zaman Jahiliah.

Tafsir QS. Qaaf (50) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Arab.
Surat ini diawali dengan menyebut huruf tersebut, sebagaimana beberapa surat Alquran juga diawali dengan huruf-huruf eja, untuk tujuan menantang dan menarik perhatian.


Aku bersumpah demi Alquran yang mempunyai kemuliaan dan kehormatan bahwa sesungguhnya Kami telah mengutusmu, wahai Muhammad, untuk memberi peringatan kepada manusia dengan Alquran.
Tetapi penduduk Mekah tidak mau mempercayainya, bahkan mereka merasa heran bahwa akan datang seorang rasul dari kalangan mereka sendiri untuk memberi peringatan akan datangnya hari kebangkitan.


Lalu orang-orang kafir berkata,
"Ini adalah suatu keajaiban!

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal telah hadir di awal surat Al-Baqarah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Alquran yang sangat agung) artinya, yang sangat mulia, tiadalah orang-orang kafir Mekah beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Alquran, sama halnya dengan Qatadah dan lain-lainnya yang keterangannya telah kami kemukakan dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah sehingga tidak perlu diulangi lagi.

Menurut apa yang diriwayatkan dari sebagian ulama Salaf, Bani Israil, lalu diambil oleh sebagian orang karena adanya pembolehan mengambil riwayat dari mereka menyangkut hal-hal yang tidak dapat dibenarkan dan tidak dapat pula didustakan.

Menurut hemat saya, hal ini dan yang semisal dengannya termasuk salah satu dari buatan kaum zindiq mereka (Bani Israil) yang sengaja mereka sisipkan dalam agama mereka untuk mengelabul urusan agama mereka.
Sebagaimana telah dilakukan buatan-buatan seperti ini di kalangan umat ini, padahal banyak memiliki ulama yang agung, para ahli hafal hadis, dan para Imam mujtahidin, yaitu hadishadis buatan yang disandarkan kepada Nabi ﷺ Padahal masa umat ini dengan nabinya masih belum begitu jauh.
Maka terlebih lagi dengan umat Bani Israil yang masanya begitu jauh, sedangkan para ahli hafal kitab yang kritis sangat minim di kalangan mereka.
Dan lagi kebiasaan mereka dalam meminum Khamr dan para ulamanya yang berani mengubah kalimat­-kalimat Al-Kitab dari tempat-tempat yang sebenarnya serta berani pula mengganti kitab Allah dan ayat-ayat-Nya.

Sesungguhnya syariat kita memperbolehkan pengambilan riwayat dari mereka (Ahli Kitab) hanyalah sebatas apa yang telah digariskan oleh Nabi ﷺ melalui sabdanya:

Berceritalah dari Bani Israil tidak ada dosa.

Yaitu sebatas apa yang diperbolehkan oleh kaidah rasio.
Adapun mengenai hal-hal yang irasional dan jelas batil serta dicurigai dusta, maka hal tersebut bukanlah termasuk ke dalam apa yang diperbolehkan oleh hadis di atas.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Banyak dari kalangan ahli tafsir ulama Salaf dan juga sejumlah besar ulama Khalaf yang meriwayatkan kisah-kisah dari kitabkitab Ahli Kitab dalam jumlah yang boleh dikata cukup banyak sehubungan dengan tafsir Alquranul Karim, padahal yang sebenarnya mereka tidak memerlukan berita-berita dari mereka.


Dan ironisnya Imam Abu Muhammad Abdur Rahman ibnu Abu Hatim Ar-Razi sendiri rahimahullah sehubungan dengan tafsir ayat ini telah mengetengahkan sebuah atsar yang garib.
yang sanadnya tidak sahih sampai pada Ibnu Abbas r.a.

Dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku yang mengatakan bahwa ia pernah mendapat cerita dari Muhammad ibnu Ismail Al-Makhzumi, bahwa telah menceritakan kepada kami Lais ibnu Abu Salim, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan lautan di balik bumi ini yang mengelilinginya, kemudian di balik lautan itu Allah menciptakan sebuah gunung yang diberi nama Gunung Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa itulah yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:
dan laut itu ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudahnya.
(QS. Luqman [31]: 27)

Sanad atsar ini munqati (ada mata rantai yang terputus).


Yang jelas menurut apa yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah dan Ibnu Abbas ra sehubungan dengan Mujahid, firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya yang mengawal, banyak surat, seperti Ibnu Abbas r.a. di atas.

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala ini menunjukkan adanya kalimat yang terbuang yang berkaitan dengannya, semisal dengan apa yang dikatakan oleh seorang penyair:

Kukatakan kepadanya."Berhentilah!"
Maka dia berkata."Stop!"

Tetapi tafsir seperti ini masih diragukan, karena adanya kalimat yang terbuang hanya dapat ditunjukkan melalui konteks yang menunjuk ke arahnya.
Lalu darimanakah pengertian seperti itu dalam huruf Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Demi Alquran yang sangat mulia.
(QS. Alquran yang sangat mulia lagi sangat agung.

yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
(QS. Fushshilat [41]: 42)

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan jawaban dari sumpah yang disebutkan dalam ayat ini.


Menurut Ibnu Jarir dan sebagian ulama Nahwu, jawab qasam-nya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kami pun ada kitab yang memelihara (mencatat).
(QS. Alquran, seperti pada pembahasan yang terdahulu dalam firman-Nya:

Alquran yang mempunyai keagungan.
Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit.
(QS. firman-Nya:

Alquran yang sangat mulia.
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir,
"Ini adalah suatu yang amat ajaib."
(QS. rasul dari kalangan manusia yang diutus kepada mereka.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka,
"Berilah peringatan kepada manusia."
(QS. Yunus [10]: 2)

Yaitu hal ini bukanlah merupakan peristiwa yang mengherankan, karena sesungguhnya Allah memilih dari kalangan malaikat dan manusia menjadi utusan-Nya.

Unsur Pokok Surah Qaaf (ق)

Surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mursalaat.

Dinamai "hadits yang diriwayatkan Iman Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ senang membaca surat ini pada rakaat pertama shalat subuh dan pada shalat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al Baihaqi dan lbnu Majah bahwa Rasulullah ﷺ membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Khutbah pada hari Jum’at.

Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surat Nabi Muhammad ﷺ di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat­nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa dan sebagainya.

Surat ini dinamai juga "Al Baasiqaat",
diambil dari perkataan "Al Baasiqaat" yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Keimanan:

▪ Setiap manusia pada hari kiamat akan hadir di padang mahsyar diiringkan oleh dua orang malaikat, yang seorang sebagai pengiringnya dan yang seorang lagi sebagai saksi atas segala perbuatannya di dunia.
▪ Kebangkitan manusia dari kubur digambarkan sebagai tanah yang kering, setelah disirami hujan hidup kembali.
▪ Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri.
▪ Tiap-tiap manusia didampingi oleh malaikat yang selalu mencatat segala perbuatannya.
▪ Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa.

Hukum:

▪ Anjuran bertasbih dan bertahmid kepada Tuhan pada waktu-waktu malam sebelum terbit dan terbenam matahari dan sesudah mengerjakan shalat.
▪ Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memberi peringatan dengan ayat-ayat Alquran kepada orang yang beriman.
▪ Anjuran memperhatikan kejadian langit dan bumi.

Lain-lain:

▪ Keingkaran orang-orang musyrik terhadap kenabian dan hari berbangkit.
▪ Hiburan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar jangan berputus asa dalam menghadapi keingkaran orang-orang kafir Mekah, karena rasulrasul dahulu juga menghadapi keingkaran kaumnya masing-masing.
Alquran adalah sebagai peringatan bagi orang-orang yang takut kepada ancaman Allah.

Ayat-ayat dalam Surah

QS. Qaaf (50) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Qaaf ayat 1 - Gambar 1 Surah Qaaf ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 50:1
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Qaaf.

Surah Qaf (Arab: ق , “Qaf”) adalah surah ke-50 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf.
Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka’at pertama salat subuh dan pada salat hari raya.
Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat.
Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb.
Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Nomor Surah50
Nama SurahQaaf
Arabق
ArtiQaaf
Nama lainal-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu34
JuzJuz 26
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat45
Jumlah kata373
Jumlah huruf1507
Surah sebelumnyaSurah Al-Hujurat
Surah selanjutnyaSurah Az-Zariyat
Sending
User Review
4.8 (28 votes)
Tags:

50:1, 50 1, 50-1, Surah Qaaf 1, Tafsir surat Qaaf 1, Quran Qaf 1, Surah Qof ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 175 [QS. 7:175]

Ayat yang lalu mengisyaratkan bahwa keesaan Allah melekat pada diri manusia, sehingga seharusnya secara fitrah mereka beriman. Tetapi ternyata ada yang durhaka. Di sini Allah mengumpamakan orang-orang … 7:175, 7 175, 7-175, Surah Al A’raaf 175, Tafsir surat AlAraaf 175, Quran Al Araf 175, Al-A’raf 175, Surah Al Araf ayat 175

QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 33 [QS. 47:33]

33. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dengan cara melaksanakan perintah yang tercantum di dalam Al-Qur’an dan Sunnah dan janganla … 47:33, 47 33, 47-33, Surah Muhammad 33, Tafsir surat Muhammad 33, Quran Muhamad 33, Surah Muhammad ayat 33

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

+

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … rembulan mahsyar pasir ilalang savanna Benar! Kurang tepat! Hari kiamat di

Pendidikan Agama Islam #10

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada

Instagram