Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 6 [QS. 71:6]

فَلَمۡ یَزِدۡہُمۡ دُعَآءِیۡۤ اِلَّا فِرَارًا
Falam yazidhum du’aa-ii ilaa firaaran;
tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).
―QS. Nuh [71]: 6

But my invitation increased them not except in flight.
― Chapter 71. Surah Nuh [verse 6]

فَلَمْ maka tidak

But not
يَزِدْهُمْ menambah mereka

increased them
دُعَآءِىٓ seruanku

my invitation
إِلَّا kecuali

except
فِرَارًا lari

(in) flight.

Tafsir

Alquran

Surah Nuh
71:6

Tafsir QS. Nuh (71) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Nabi Nuh mengeluhkan sikap kaumnya kepada Allah bahwa sekalipun ia sudah menyeru umatnya siang dan malam, tetapi mereka tetap tidak menghiraukannya.
Bahkan, mereka semakin diseru, semakin menjauh dan lari dari seruan itu.

Tafsir QS. Nuh (71) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Nuh juga berkata,
"Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman siang dan malam tanpa henti.
Tetapi ajakanku itu malah semakin membuat mereka tidak taat kepadaku.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Nuh berkata,
"Wahai Tuhan, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku untuk beriman dan taat kepada-Mu di waktu malam dan siang hari.
Tetapi seruanku itu tidak menambah apa-apa selain mereka semakin lari dan berpaling.


Sesungguhnya setiap kali aku mengajak mereka untuk beriman agar mendapat ampunan-Mu atas dosa-dosa mereka.
Mereka memasukkan jari ke dalam telinga agar tidak mendengar ajakan kebenaran itu.


Bahkan, mereka menutupkan bajunya agar tidak melihatku.
Mereka tetap berada dalam kekafiran dan menyombongkan diri untuk menerima keimanan.


Kemudian, sesungguhnya aku telah menyeru beriman dengan cara terang-terangan, tidak sembunyi-sembunyi.
Aku nyatakan seruan kepada mereka dengan suara yang tinggi dan terkadang aku bisikkan seruanku kepada mereka.


Aku berkata kepada kaumku,
"Mohonlah kepada Tuhan kalian agar dosa-dosa kalian diampuni dan bertobatlah kepada-Nya dari kekafiran kalian.
Sesungguhnya, Dia Maha Pengampun dan Penerima Tobat hamba-hamba-Nya dan menerima tobat orang yang kembali pada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari) dari iman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang Nuhazab Allah sebelum azab itu menimpa mereka.
Maka jika mereka mau bertobat dan kembali ke jalan Allah, niscaya azab itu diangkat (dilenyapkan) dari mereka.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

”Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."
Nuh berkata,
"Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepadamu."(QS. Nuh [71]: 1-2)

Yakni yang jelas peringatannya lagi gamblang duduk perkaranya.

(yaitu) sembahlah Allah olehmu, bertakwalah kepada-Nya.
("Nuh:
3)

Artinya, tinggalkanlah hal-hal yang diharamkan oleh-Nya dan jauhilah perbuatan-perbuatan dosa.

Dan taatlah kepadaku.
(QS. Nuh [71]: 3)

dengan mengerjakan apa yang kuperintahkan dan meninggalkan apa yang kularang kamu mengerjakannya.

niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu.
(QS. Nuh [71]: 4)

Yaitu apabila kamu mengerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dan membenarkan risalah yang kusampaikan kepadamu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu.
Huruf min dalam ayat ini menurut suatu pendapat disebut zaidah (tambahan), tetapi kedudukan min sebagai tambahan dalam kalimat yang isbat (tidak dinafikan) jarang terjadi.
Dan termasuk ke dalam pengertian ini ucapan sebagian orang Arab,
"Qad kana min matarin
"
(Tadi hujan telah turun).

Menurut pendapat yang lainnya, min di sini bermakna ‘an, artinya niscaya Allah akan mengampuni kalian dari dosa-dosa kalian.
Pendapat inilah yangdipilih oleh Ibnu Jarir.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, min di sini bermakna sebagian, yakni niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa besar yang Allah telah mengancam kalian karena melakukannya, bahwa kalian akan ditimpa azab-Nya:

dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan.
(QS. Nuh [71]: 4)

Maksudnya, memperpanjang usiamu dan menolak darimu azab yang bila kamu tidak menjauhi apa yang dilarang-Nya, niscaya azab itu akan menimpamu.
Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya amal ketaatan dan kebajikan serta silaturahmi dapat menambah usia pelakunya secara hakiki, sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis yang mengatakan:

Silaturahmi dapat menambah usia.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui.
(QS. Nuh [71]: 4)

Yakni bersegeralah kamu mengerjakan amal ketaatan sebelum datang azab menimpamu.
Karena sesungguhnya apabila Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan turunnya azab, maka hal ini tidak dapat ditolak dan tidak dapat dicegah, sebab Allah Mahabesar Yang Mengalahkan segala sesuatu, lagi Mahaperkasa yang semua makhluk tunduk kepada keperkasaan-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah Nuh (71) Ayat 6

FIRAAR
فِرَار

Arti kata firaar adalah lari dan sembunyi dari peperangan, sedangkan kata mafarr berarti tempat atau masa berlari.

Kata firaar diulang empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Al Ahzab (33), ayat 13, 16;
Al Kahfi (18), ayat 18;
Nuh (71), ayat 6.

Sedangkan kata mafarr diulang sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Al Qiyamah (75), ayat 10.
Pada surah Al Kahfi (18), ayat 18 diterangkan bagaimana tubuh Ashabul Kahfi dilindungi Allah dari kerusakan, -baik kerusakan akibat proses alamiah maupun akibat perbuatan manusia-.
Meskipun mereka tidur di atas tanah selama tiga ratus tahun Syamsiyyah atau tiga ratus sembilan tahun Qamariyah, tubuh mereka tetap terlindungi.
Hal ini karena Allah membolak-balikkan tubuh mereka ke kanan dan ke kiri sepanjang tidur mereka, sehingga bahagian tubuh mereka tidak terkena tanah secara terus- menerus yang dapat menyebabkan tubuhnya rusak.
Selain itu Allah juga melindungi mereka dari jamahan tangan manusia, sehingga setiap kali ada orang yang melihat keberadaan mereka, Allah memunculkan rasa takut di hati orang tersebut dan akhirnya orang itu akan lari dan pergi (firaara) menjauh dari gua tempat tidur mereka.
Dengan itu maka mereka selamat berada dalam gua selama bertahun-tahun karena tidak ada seorang pun yang sanggup mendekati mereka.
Inilah bukti kekuasaan Allah dalam menjaga tubuh Ashabul Kahfi dan sekaligus dalam menjaga kelestarian ajaran keimanan hingga beberapa generasi.

Diceritakan bahawa Nabi Nuh telah berdakwah kepada kaumnya bertahun-tahun, namun kaumnya menentang beliau dan tidak mau mengikuti kebenaran.
Oleh karena itu Nabi Nuh mengeluhkan kedegilan dan kekafiran kaumnya tersebut kepada Allah, diantara keluhan beliau adalah yang disebutkan dalam surah Nuh (71), ayat 5 dan 6, yaitu, "Ya Tuhanku sesungguhnya Aku telah berdakwah kepada kaumku malam dan siang, namun dakwahku itu hanyalah menambah mereka lari (firaara) dari kebenaran

Pada surah Al Ahzab (33), ayat 13 dan 16, kata (firaar) dikaitkan dengan sikap orang munafik semasa terjadi perang Ahzab (Khandaq), di mana orang-orang munafik pada masa itu minta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk pulang ke rumah dengan alasan rumah mereka berada dalam ancaman bahaya, padahal ucapan mereka itu hanyalah sebagai alasan untuk lari (firaara) dari peperangan, sebab sebenarnya mereka adalah penakut, pengecut dan tidak mempunyai keimanan.
Namun kemudian Rasulullah ﷺ mencela mereka dengan mengatakan bahawa lari (firaara) dari peperangan tidak akan memberi manfaat apa pun, meskipun mereka jauh dari medan perang tapi kalau takdir Allah menetapkan kematiannya maka mereka juga pasti akan mati, dan meskipun masa itu mereka berjaya selamat dari kematian namun kenikmatan di dunia yang mereka rasakan hanyalah sebentar saja dan setelah itu mereka tidak akan dapat lari dari siksa di dalam neraka, sebagaimana yang digambarkan pada surah Al Qiyaamah (75), ayat 10, di mana ketika hari kiamat datang dan dunia mengalami kehancuran, manusia terkejut dan bingung hingga bertanya-tanya, "Ke manakah tempat berlari, untuk menghindari kiamat yang menimpa kita ini?"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 436-437

Unsur Pokok Surah Nuh (نوح)

Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat "Nuh" karena surat ini seluruhnya menjelaskan dakwah dan do’a Nabi NuhNuh `alaihis salam kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala serta bertobat kepada-Nya.
▪ Perintah memperhatikan kejadian alam semesta.
▪ Dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah.
▪ Siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir.
▪ Do’a Nabi Nuh `alaihis salam.

Audio

QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia

QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Nuh ayat 6 - Gambar 1 Surah Nuh ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 71:6
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, “Nuh”) adalah surah ke-71 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah71
Nama SurahNuh
Arabنوح
ArtiNabi Nuh
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu71
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat28
Jumlah kata227
Jumlah huruf965
Surah sebelumnyaSurah Al-Ma’arij
Surah selanjutnyaSurah Al-Jinn
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:

71:6, 71 6, 71-6, Surah Nuh 6, Tafsir surat Nuh 6, Quran Nuh 6, Surah Nuh ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 121 [QS. 20:121]

121. Bujuk rayu iblis berhasil melenakan Adam dan Hawa. Lalu keduanya memakan buah-nya. Begitu mereka memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan ketika itu muncullah rasa malu sehingga … 20:121, 20 121, 20-121, Surah Thaa Haa 121, Tafsir surat ThaaHaa 121, Quran Thoha 121, Thaha 121, Ta Ha 121, Surah Toha ayat 121

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 18 [QS. 55:18]

17-18. Allah Yang Maha Pencipta itu adalah Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua timur, yaitu dua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin, dan Dia pula Tuhan yang memelihara dan … 55:18, 55 18, 55-18, Surah Ar Rahmaan 18, Tafsir surat ArRahmaan 18, Quran Ar-Rahman 18, ArRahman 18, Ar Rahman 18, Surah Ar Rahman ayat 18

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … Al-Baqarah An-Nisa’ Ali Imran Yasin Al-Maidah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Pendidikan Agama Islam #21

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … hajar aswad lauh aswad riyadus shalihin

Pendidikan Agama Islam #7

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah .. menjelaskan melengkapi menyelesaikan menterjemahkan mengkabarkan Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Arti mubayyin

Instagram