Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 23 [QS. 71:23]

وَ قَالُوۡا لَا تَذَرُنَّ اٰلِہَتَکُمۡ وَ لَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّ لَا سُوَاعًا ۬ۙ وَّ لَا یَغُوۡثَ وَ یَعُوۡقَ وَ نَسۡرًا
Waqaaluuu laa tadzarunna aalihatakum walaa tadzarunna waddan walaa suwaa’an walaa yaghuutsa waya’uuqa wanasran;
Dan mereka berkata,
“Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa‘, Yagus, Ya‘uq dan Nasr.”

―QS. Nuh [71]: 23

Daftar isi

And said, ‘Never leave your gods and never leave Wadd or Suwa’ or Yaghuth and Ya’uq and Nasr.
― Chapter 71. Surah Nuh [verse 23]

وَقَالُوا۟ dan mereka berkata

And they said,
لَا jangan sekali-kali

"(Do) not
تَذَرُنَّ kamu meninggalkan

leave
ءَالِهَتَكُمْ tuhan-tuhan kamu

your gods,
وَلَا dan janganlah sekali-kali

and (do) not
تَذَرُنَّ kamu tinggalkan

leave
وَدًّا wadd

Wadd
وَلَا dan jangan

and not
سُوَاعًا suwa’

Suwa
وَلَا dan jangan

and not
يَغُوثَ yagus

Yaguth
وَيَعُوقَ dan ya’uq

and Yauq
وَنَسْرًا dan nasr

and Nasr."

Tafsir Quran

Surah Nuh
71:23

Tafsir QS. Nuh (71) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Pembesar-pembesar umat Nabi Nuh meminta kaumnya agar tidak meninggalkan tuhan-tuhan yang telah disembah nenek moyang mereka dahulu.
Mereka disuruh untuk tetap menyembah berhala-berhala mereka yaitu, wadd, suwa’, yuguts, ya’uq dAn-Nasr.

Kelima berhala tersebut merupakan berhala yang paling dihormati di antara sekian banyak berhala kabilah-kabilah kaum Nuh.
Masing-masing kabilah juga mempunyai berhala-berhala sendiri yang berbeda-beda satu sama lain.

Dari sinilah para ulama berpendapat bahwa agama syirik mulai berkembang pada zaman Nabi Nuh.
Sebelumnya, yaitu pada masa Nabi Adam dan Idris, belum ada keyakinan syirik ataupun penyembahan berhala.

Penyembahan kepada banyak berhala itu kemudian turun kepada bangsa Arab.
Oleh karena itu, bangsa Arab juga memiliki berhala-berhala yang dinamai dengan nama-nama yang pernah dipakai oleh umat Nuh.

Menurut riwayat Bukhari, Ibnu Al-Mundhir, dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu ‘Abbas bahwa ia berkata,
"Kemudian berhala-berhala itu pindah kepada bangsa Arab, maka Wadd menjadi berhala kabilah Kalb, Suwa’ menjadi berhala kabilah Hudhail, Yaguts menjadi berhala kabilah Murad yang kemudian berpindah kepada kabilah Guthaif;
Ya’uq menjadi berhala kabilah Hamdan, dAn-Nasr menjadi adalah nama berhala kabilah Himyar."

Di samping itu, juga terdapat berhala-berhala selain tersebut dalam ayat di atas yang disembah oleh umat Nuh, yang kemudian berpindah pula kepada bangsa Arab, seperti Al-Lat, berhala kaum tsaqif di tha’if;
Al-‘Uzza, berhala kabilah Sulaim, Gathfan, dan Jusyam;
Manah, berhala kabilah Khuza’ah di Qudaid;
Asaf, Na’ilah, dan Hubal, berhala-berhala yang disembah penduduk Mekah.

Hubal adalah berhala yang terbesar dan teragung, menurut mereka, yang diletakkan di atas Ka’bah.
Berhala-berhala itu mereka buat sendiri untuk disembah.

Perpindahan berhala-berhala itu dari bangsa-bangsa lain ke bangsa Arab seperti diisyaratkan oleh riwayat di atas menunjukkan bahwa ajaran monoteisme yang dibawa oleh Nabi Muhammad berlaku atau bersifat universal.
Ajaran itu tidak hanya untuk bangsa Arab, tetapi juga untuk bangsa-bangsa lain.

Tafsir QS. Nuh (71) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kepada orang-orang lemah itu mereka mengatakan, ‘Jangan kalian tinggalkan menyembah tuhan- tuhan kalian.
Dan jangan tinggalkan Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr’. "
Sembahan itu adalah patung- patung yang dipahat dalam bentuk binatang yang bermacam-macam.
Orang-orang yang diikuti itu sungguh telah menyesatkan banyak orang.


Kekafiran dan kekukuhan orang-orang yang zalim itu hanya menambah mereka jauh dari kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Nuh berkata,
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendurhakai dan mendustakanku.
Orang-orang yang lemah di antara mereka telah mengikuti para pemimpin mereka yang sesat.


Harta dan anak-anak mereka hanya menambah kesesatan mereka di dunia, dan siksa pedih di akhirat.
Para pemimpin sesat dan para pengikutnya yang lemah itu melakukan tipu daya yang amat besar."
Mereka berkata,
"Janganlah kalian sekali-kali meninggalkan penyembahan tuhan-tuhan kalian dengan beralih kepada penyembahan Allah semata.
Jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan penyembahan Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr."
Ini adalah nama-nama berhala mereka yang biasa disembah selain dari Allah.
Ini adalah nama-nama orang-orang saleh dari kalangan mereka.


Ketika mereka telah meninggal, setan membisiki kaumnya untuk membuat patung dan rupa mereka dengan harapan kaumnya semakin taat setiap kali melihat patung-patung itu.
Ketika kaum itu sudah berlalu, datanglah generasi penerusnya, lalu setan membisikkan kembali bahwa para pendahulu mereka telah menyembah patung-patung itu.


Nuh berkata,
"Wahai Tuhanku, tidaklah bertambah pada mereka yang menzalimi diri mereka dengan kekafiran dan kedurhakaan kecuali kesesatan yang jauh dari kebenaran."
Karena dosa-dosa, kekufuran, dan kedurhakaan mereka yang terus-menerus, mereka pun ditenggelamkan oleh badai topan.


Setelah ditenggelamkan, mereka kemudian dimasukkan ke neraka dengan api yang melahap dan membakar.
Maka mereka tidak mendapat seorang pun yang mampu menolong dan menghindarkan mereka dari azab kecuali Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata) kepada orang-orang yang menjadi bawahan mereka


("Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan sesembahan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan wadd) dapat dibaca waddan dan wuddan


(dan jangan pula suwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr") nama-nama tersebut adalah nama-nama berhala-berhala mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan melakukan tipu daya yang amat besar.
(QS. Nuh [71]: 22)

Mujahid mengatakan bahwa kubbar artinya amat besar, menurut Ibnu Zaid artinya besar.
Orang-orang Arab mengatakan amrun ‘ajibun, ujaban, dan ‘ujjabun (perkara yang mengagumkan).
Dikatakan pula rajulun husanun dan hussanun (lelaki yang tampan), atau jumalun dan jummalun, mempunyai makna yang sama.


Makna firman-Nya:

Dan melakukan tipu daya yang amat besar.
(QS. Nuh [71]: 22)

Yakni dengan para pengikutnya melalui hasutan mereka terhadap para pengikutnya yang mengelabui mereka bahwa jalan yang mereka tempuh adalah benar dan berada pada petunjuk, sebagaimana yang dikatakan oleh para pengikut mereka terhadap pemimpin mereka di hari kiamat, yang hal ini disitir oleh firman-Nya:

(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya.
(QS. Saba’ [34]: 33)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

Dan melakukan tipu daya yang amat besar.
Dan mereka berkata,
"Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwa’, yagus, ya’uq dan nasr."
(QS. Nuh [71]: 22-23)

Ini adalah nama berhala-berhala sesembahan mereka selain Allah.
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari ibnu Juraij dan Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa berhala-berhala yang ada pada kaum Nuh itu kemudian menjadi sembahan orang-orang Arab di kemudian harinya.
Wadd sembahan Bani Kalb yang terletak di Daumatul Jandal, suwa’ sembahan Huzail, yagus sembahan Murad, kemudian Bani Gatif di Al-Jirf di negeri Saba, sedangkan ya’uq adalah berhala sembahan Hamdan, dan nasr sembahan Himyar dan keluarga Zul Kala’.

Pada mulanya nama-nama tersebut merupakan nama orang-orang saleh dari kalangan kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaum mereka,
"Buatkanlah tugu-tugu pada bekas tempat-tempat duduk mereka berupa patung-patung, lalu namailah dengan nama-nama mereka."
Maka mereka melakukannya, dan pada mulanya tidak disembah.
Tetapi lama-kelamaan setelah ilmu diangkat dari mereka, maka mulailah patung-patung itu disembah dan dipuja.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Ishaq.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa berhala-berhala tersebut merupakan sembahan-sembahan di masaNabi Nuh ‘alaihis salam

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Mahran, dari Musa, dari Muhammad ibnu Qais sehubungan dengan makna firman-Nya:
yagus, ya ‘uq dan nasr.
(QS. Nuh [71]: 23)
Bahwa mereka adalah orang-orang yang saleh yang hidup di masa antara Adam dan Nuh ‘alaihis salam;
mereka mempunyai banyak pengikut yang mengikuti jejak mereka.
Dan ketika mereka telah meninggal dunia, para muridnya yang setia mengikuti jejaknya mengatakan,
"Sebaiknya kita buatkan patung-patung mereka sebagai peringatan buat kita yang akan mendorong kepada kita untuk tetap giat beribadah."
Lalu mereka membuat patung-patungnya, dan ketika generasi itu telah meninggal dunia, lalu datang generasi berikutnya iblis membisikkan kepada mereka dan mengatakan,
"Sesungguhnya generasi terdahulu hanyalah menyembah berhala-berhala ini, dan karena berhala-berhala inilah mereka dahulu diberi hujan, maka kalian pun sebaiknya menyembahnya."

Al-Hafiz ibnu Asakir di dalam biografi Syis ‘alaihis salam telah meriwayatkan melalui jalur Ishaq ibnu Bisyr yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Juwaibir dan Muqatil, dari Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Adam ‘alaihis salam mempunyai empat puluh orang putra;
dua puluh orang laki-laki dan dua puluh orang perempuan.-Di antara mereka yang hidup ialah Habil, Qabil,Saleh, Abdur Rahman yang juga dinamai Abdul Haris, dan Wadd.
Nama lain dari Wadd ialah Syis, juga disebut dengan nama Hibatullah, dan saudara-saudaranya telah membuatnya menjadi hitam.
Lalu Adam beranak lagi, yaitu Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa Wadd adalah putra Adam yang paling besar dan paling berbakti kepadanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Amr Ad-Dauri, telah menceritakan kepadaku Abu Ismail Al-Mu’addib, dari Abdullah ibnu Muslim ibnu Hurmuz, dari Abu Hirzah, dari Urwah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa Adam ‘alaihis salam jatuh sakit, sedangkan di hadapannya terdapat semua anaknya, Wadd, Yagus, Ya’uq, Suwa’, dan Nasr.
Ibnuz Zubair mengatakan bahwa Wadd adalah yang paling besar dari mereka, dan dialah yang paling berbakti kepada ayahnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ya’qub, dari Abul Mutahhiryang telah mengatakan bahwa orang-orang memperbincangkan perihal Yazid ibnul Muhallab di tempat Abu Ja’far yang saat itu Abu Ja’far sedang mengerjakan salat.
Setelah selesai dari salatnya, Abu Ja’far berkata,
"Kalian telah membicarakan perihal Yazid ibnul Muhallab.
Ketahuilah bahwa dia telah terbunuh di suatu tempat yang padanya mula-mula disembah selain Allah."

Kemudian ia menyebutkan perihal seorang lelaki muslim yang dicintai di kalangan kaumnya.
Ketika ia mati, mereka mendiami sekitar kuburnya.
Hal ini terjadi di suatu tempat di negeri Babil, sikap demikian itu karena kedukaan mereka atas kepergiannya.
Ketika iblis melihat kedukaan mereka atas meninggalnya lelaki itu, maka ia mengubah dirinya menjadi seorang manusia, lalu berkata kepada mereka,
"Sesungguhnya aku melihat duka cita kalian atas kepergian laki-laki ini, maka bolehkah aku membuat patung untuk kalian yang serupa dengan bentuk laki-laki ini di tempat perkumpulan kalian, sehingga kalian dapat mengingatnya?"

Mereka menjawab,
"Baiklah."
Lalu iblis membuat patung lelaki itu, kemudian mereka meletakkan patung itu di tempat perkumpulan mereka, dan karenanya mereka selalu mengingatnya.
Ketika iblis melihat kerinduan mereka kepada laki-laki itu, ia berkata,
"Bolehkah aku buat sebuah patung untuk tiap-tiap rumah seseorang dari kamu, sehingga di dalam rumahnya terdapat patungnya, dan ia dapat selalu mengingatnya?"
Mereka menjawab,
"Boleh."
Maka setan membuat bagi tiap-tiap ahli bait sebuah patung yang mirip dengan lelaki muslim yang mereka cintai itu.
Mereka menerimanya dan selalu mengingatnya dengan adanya patung itu di tiap-tiap rumah mereka.

Kemudian anak-anak mereka menjumpai apa yang diperbuat oleh orang tua-orang tua mereka, lalu mereka mengikuti jejaknya, kemudian mereka berkembang biak dan telah punah kisah mereka tentang patung lelaki muslim itu, pada akhirnya generasi-generasi berikutnya menjadikan patung itu sebagai sesembahan mereka selain Allah.
Maka patung yang mula-mula disembah selain Allah adalah berhala yang mereka namai Wadd.

Unsur Pokok Surah Nuh (نوح)

Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat "Nuh" karena surat ini seluruhnya menjelaskan dakwah dan do’a Nabi Nuh ‘alaihis salam

Keimanan:

▪ Ajakan Nabi Nuh `alaihis salam kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala serta bertobat kepada-Nya.
▪ Perintah memperhatikan kejadian alam semesta.
▪ Dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah.
▪ Siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir.
▪ Do’a Nabi Nuh `alaihis salam.

Ayat-ayat dalam Surah Nuh (28 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Nuh ayat 23 - Gambar 1 Surah Nuh ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 71:23
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, “Nuh”) adalah surah ke-71 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah 71
Nama Surah Nuh
Arab نوح
Arti Nabi Nuh
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 71
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 227
Jumlah huruf 965
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’arij
Surah selanjutnya Surah Al-Jinn
Sending
User Review
4.3 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

71:23, 71 23, 71-23, Surah Nuh 23, Tafsir surat Nuh 23, Quran Nuh 23, Surah Nuh ayat 23

Video Surah

71:23


Load More

Kandungan Surah Nuh

۞ QS. 71:1 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 71:3 • Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 71:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 71:5 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 71:10 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 71:18 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 71:21 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 71:26 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:28 • Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Dan barang siapa yang menukar iman dengan kekafiran,
maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus.
QS. Al-Baqarah [2]: 108

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu & tiada (pula) benci kepadamu

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)
QS. Ad-Duha [93]: 3-4

Dia Pencipta langit & bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.
Dia menciptakan segala sesuatu,
dan Dia mengetahui segala sesuatu.
QS. Al-An’am [6]: 101

Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu & ibumu waktu Aku kuatkanmu dengan ruhul qudus.
dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian & sesudah dewasa,
ingatlah waktu Aku mengajarimu menulis, hikmah, Taurat & Injil.
QS. Al-Ma’idah [5]: 110

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus Istilah Islam

Amar makruf nahi mungkar

Apa itu Amar makruf nahi mungkar? Amar makruf nahi mungkar adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang berisi perintah menegakkan yang benar dan melarang yang salah. Dalam ilmu fikih klasik, perintah ...

Habasyah

Di mana itu Habasyah? Republik Demokratik Federal Etiopia atau Etiopia adalah sebuah negara yang terletak di Afrika. Etiopia mempunyai salah satu sejarah terlengkap sebagai negara merdeka di benua te...

Piagam Madinah

Apa itu Piagam Madinah? Piagam Madinah juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang merupakan suatu perja...