Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Nuh (Nabi Nuh) - surah 71 ayat 14 [QS. 71:14]

وَ قَدۡ خَلَقَکُمۡ اَطۡوَارًا
Waqad khalaqakum athwaaran;
Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian).

―QS. Nuh [71]: 14

Daftar isi

While He has created you in stages?
― Chapter 71. Surah Nuh [verse 14]

وَقَدْ dan sesungguhnya

And indeed,
خَلَقَكُمْ menciptakan kalian

He created you
أَطْوَارًا beberapa tingkatan

(in) stages.

Tafsir Quran

Surah Nuh
71:14

Tafsir QS. Nuh (71) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Nuh mengingatkan lagi kebesaran dan kekuasaan Allah yang terdapat di dalam diri mereka, yaitu bahwa mereka diciptakan-Nya secara bertahap.
Dari setetes air mani, kemudian menjadi zigot, darah, seberkas lempeng daging dan tulang, janin, dan kemudian dilahirkan.

Dari bayi yang tidak tahu suatu apa pun, mereka menjadi manusia dewasa, berketurunan, dan akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan kekuasaan Allah itu, mereka seharusnya beriman kepada-Nya.

Tahap-tahap kejadian manusia yang menunjukkan kekuasaan Allah itu dinyatakan pula dalam ayat-ayat lain:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْٓا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua.
Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu.
(Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.
(Al-Mu’min [40]: 67)

Dalam ayat lain, Allah ﷻ berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ .

ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ .
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging.

Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain.
Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
(Al-Mu’minun [23]: 12-14)

Secara ilmiah, tahapan penciptaan manusia itu dapat dijelaskan sebagai berikut:



1. Tingkat sari pati tanah, ketika manusia belum bisa disebut sebagai apa-apa.
Mohon dilihat kembali penjelasan tentang
"sari pati tanah pada telaah ilmiah Surah Al-Hijr [15]: 26, 28, dan 33.
2. Tingkat nuthfah.
Ketika semua sari pati tanah, masuk ke dalam tubuh kita, kemudian digunakan oleh tubuh sebagai ‘starting materials dalam proses metabolisme pembentukan nuthfah di dalam sel-sel reproduksi.
Nuthfah diterjemahkan sebagai air mani atau setetes mani.
Pengertian harfiahnya adalah tetes atau bagian kecil dari fluida (cairan kental, konsentrat).
Dalam dunia sains, merupakan konsentrasi fluida yang mengandung sperma.
Disebut pula sebagai nuthfatun amsyaj atau setetes mani yang bercampur.
Ini mengandung arti percampuran dua nuthfah atau benih, yaitu dari pihak laki-laki (sperma) dan dari pihak wanita (sel telur, ovarium).
Dalam Surah Al-Insan [76]: 2, tampak sekali bahwa hanya satu tetes mani (satu sperma) yang bercampur (membuahi) ovarium.
Ini sangat bersesuaian dengan ilmu embryology.
Nuthfah disebut pula sebagai air yang hina (ma’in mahin, Al-Mursalat [77]: 20) atau air yang terpancar (ma’in dafiq, At-Tariq [86]: 6).
Yang pertama, menyiratkan tentang hakikat keluarnya air mani melalui alat genetalia, yang kesehariannya untuk membuang kotoran (urine).
Yang terakhir ini menunjukkan proses masuknya nutfah (sperma) ke dalam rahim.

3. Tingkat ‘alaqah.
‘Alaqah merupakan bentuk perkembangan pra-embrionik, yang terjadi setelah percampuran sel mani (sperma) dan sel telur.
Moore dan Azzindani (1982) menjelaskan bahwa ‘alaqah dalam Bahasa Arab berarti lintah (leech) atau suatu suspensi (suspended thing) atau segumpal darah (a clot of blood).
Lintah merupakan binatang tingkat rendah, berbentuk seperti buah pir, dan hidup dengan cara menghisap darah.
Jadi ‘alaqah merupakan tingkatan (stadium) embrionik, yang berbentuk seperti buah pir, di mana sistem kardiovaskuler (sistem pembuluh-jantung) sudah mulai tampak, dan hidupnya tergantung dari darah ibunya, mirip dengan lintah.
‘Alaqah terbentuk sekitar 24-25 hari sejak pembuahan.
Jika jaringan pra-embrionik ‘alaqah ini diambil keluar (digugurkan), memang tampak seperti segumpal darah (a blood clot like).

4. Tingkat Mudhgah.
‘Alaqah yang terbentuk sekitar 24-25 hari setelah pembuahan, kemudian berkembang menjadi mudhgah pada hari ke 26-27, dan berakhir sebelum hari ke-42. Cepatnya perubahan dari ‘alaqah ke mudhgah terlihat dalam penggunaan kata fa pada surah 23:14. Dalam bahasa Arab kata fa menunjukkan rangkaian perubahan yang cepat.
Secara umum, mudhgah diterjemahkan sebagai ‘segumpal daging.
Mudhgah merupakan tingkatan embrionik yang berbentuk seperti ‘kunyahan permen karet, yang menunjukkan permukaan yang tidak teratur.
Mudhgah atau ‘segumpal daging terdiri dari sel-sel atau jaringan-jaringan yang telah mengalami diferensiasi maupun yang belum mengalami diferensiasi.
sebagaimana dapat dilihat pada penjelasan pada Surah Al-Hajj [22]: 5 di atas oleh Moore dan Azzadani.
Pada ayat 5, surah Al-Hajj [22], dijelaskan:
"….,kemudian dari segumpal daging (mudhgah) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,…"
Moore dan Azzindani (1982), menerjemahkan dengan kalimat
"….,kemudian dari segumpal daging (mudhgah) yang telah terdiferensiasi dan yang belum terdiferensiasi, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim,…"
.
Memang hakikat dari mudhgah, terdiri dari sel-sel atau jaringan/organ yang telah mengalami diferensiasi maupun yang belum.

5. Tingkat pembentukkan tulang.
Setelah tingkat mudhgah inilah, mulai dibentuk tulang.
Ini sangat bersesuaian sekali dengan embryology modern dewasa ini.

6. Tingkat pembungkusan tulang oleh daging, Janin mulai terbentuk.

7. Tingkat bayi dalam kandungan, merupakan perkembangan lanjutan dari Tingkat ke-6 di atas.
Kemudian dilanjutkan dengan penyempurnaan pembentukan manusia.
Wallahu a’lam bi as-sawab

Demikianlah perjalanan hidup manusia yang menunjukkan bahwa kejadian manusia itu melalui proses yang rumit dan rentan.
Oleh karena itu, terwujudnya mereka di alam ini hendaknya disyukuri dengan beriman kepada Allah.

Tafsir QS. Nuh (71) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mengapa kalian tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya–sehingga kalian dapat berharap mendapat kemuliaan diselamatkan dari azab–padahal Dia telah menciptakan kalian dengan beberapa tahapan, mulai dari air mani, segumpal darah, segumpal daging kemudian menjadi tulang dan daging?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jika kalian bertobat dan memohon ampunan, niscaya Allah akan menurukan hujan lebat dan terus-menerus kepada kalian.
Dia akan memperbanyak harta dan keturunan kalian, dan menjadikan untuk kalian kebun-kebun yang dapat dinikmati buah dan keindahannya, dan menjadikan sungai-sungai untuk kalian agar kalian dapat mengairi sawah serta hewan ternak kalian.


Wahai kaumku, mengapa kalian tidak takut akan keagungan dan kekuasaan Allah?
Padahal, Dia telah menciptakan kalian dalam beberapa tahapan kejadian, yaitu dari setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian terbentuk tulang dan daging.
Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain?
Dan menjadikan bulan di langit itu bercahaya, dan menjadikan matahari sebagai lentera yang bersinar menyinari penduduk bumi?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Padahal sesungguhnya Dia telah menciptakan kalian dalam beberapa tingkatan kejadian) lafal athwaaran bentuk jamak dari lafal thaurun, artinya tahap, yakni mulai dari tahap air mani terus menjadi darah kental atau alaqah, hingga menjadi manusia yang sempurna bentuknya.
Dan memperhatikan kejadian makhluk-Nya seharusnya menuntun mereka iman kepada yang telah menciptakannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
(QS. Nuh [71]: 12)

Semuanya itu dengan syarat apabila kamu bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya serta taat kepada-Nya, maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menyirami kalian dengan keberkahan dari langit dan menumbuhkan bagi kalian keberkatan bumi sehingga bumi menjadi subur menumbuhkan tetanamannya, dan menyuburkan bagi kalian air susu ternak kalian dan memberimu banyak harta dan anak-anak dan menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan dan di tengah-tengah (celah-celah)nya dibelahkan bagi kalian sungai-sungai yang mengalir.
Ini merupakan seruan dengan memakai metode targib.
Kemudian beralih dengan cara tarhib dalam seruannya kepada mereka.
Untuk itu Nuh berkata:

Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
(QS. Nuh [71]: 13)

Yakni kebesaran-Nya, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ad-Dahhak.


Ibnu Abbas mengatakan bahwa kalian tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya.
Dengan kata lain, mengapa kamu tidak takut kepada pembalasan dan azab-Nya.

Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian?
(QS. Nuh [71]: 14)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah dari nutfah, kemudian menjadi ‘alaqah, kemudian menjadi segumpal daging.
Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadah, Yahya ibnu Rafi’, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.

Kata Pilihan Dalam Surah Nuh (71) Ayat 14

ATHWAAR
أَطْوَار

Lafaz ini adalah jamak bagi ath thawr atau ath thur.
Ath thawr
artinya suatu keadaan, sekali, batas sesuatu, kondisi, bentuk dan kadar.

Ungkapan an naas athwaar bermakna manusia itu bermacam macam ragam dan situasi.

Ungkapan ataituhuu thuuran ba’dan thuur bermakna "Aku mendatanginya berkali-kali"

Al Akhfasy berkata,
"thuuran ‘alaqatun thuuran mudhghatun" artinya, "Satu keadaan segumpal darah dan satu keadaan segumpal daging." Sedangkan ath thur artinya bukit yang tumbuh di atasnya pepohonan, batas sesuatu atau tepinya dan halaman rumah.

Kata athwaar disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Nuh (71), ayat 14.
Ibnu Faris berkata,
"Asal kata ini menunjukkan makna panjang atau batas sesuatu baik itu tempat atau zaman, adaa thawrah bermakna melewati batas yang dimilikinya dari rumahnya dan "ba’ala dzaalik tawran ba’da thawr" bermakna dia berbuat demikian perlahan-lahan.

Az Zamakhsyari berkata,
"Ia bermakna dalam keadaan yaitu dia menjadikan kamu dalam beberapa keadaan dan kondisi, dari satu keadaan kepada keadaan lain, menciptakan kamu pertama sekali dari tanah, kemudian menciptakan kamu dari nutfah (air mani), lalu menciptakan kamu menjadi segumpal darah, lalu segumpal daging, kemudian menciptakan kamu menjadi tulang belulang dan daging dan menjadikan kamu satu makhluk’"

Sa’id Hawwa menafsirkannya dengan beberapa tempoh dan keadaan, maknanya, "Tidakkah kamu beriman kepada Allah.
Padahal ini adalah perkara yang perlu diyakini karena dia menciptakan kamu dalam beberapa keadaan dan tempoh yaitu menciptakan kamu pertama sekali dari tanah, lalu menjadi segumpal darah.
Kemudian berubah menjadi segumpal daging dan dibalutinya dengan daging?"

Ibnu Qutaibah menafsirkannya dengan berbagai macam atau keadaan, perubahan keadaan "dari nutfah kemudian menjadi ‘alaqah, lalu menjadi mudghah dan dibalutinya dengan daglng"

Kesimpulannya, lafaz ahtwaar dalam ayat di atas bermaksud beberapa tahap dan keadaan penciptaan manusia.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:85-86

Unsur Pokok Surah Nuh (نوح)

Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat "Nuh" karena surat ini seluruhnya menjelaskan dakwah dan do’a Nabi Nuhalaihis salam

Keimanan:

▪ Ajakan Nabi Nuh `alaihis salam kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala serta bertobat kepada-Nya.
▪ Perintah memperhatikan kejadian alam semesta.
▪ Dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah.
▪ Siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir.
▪ Do’a Nabi Nuh `alaihis salam.

Ayat-ayat dalam Surah Nuh (28 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Nuh ayat 14 - Gambar 1 Surah Nuh ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 71:14
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, “Nuh”) adalah surah ke-71 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah 71
Nama Surah Nuh
Arab نوح
Arti Nabi Nuh
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 71
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 227
Jumlah huruf 965
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’arij
Surah selanjutnya Surah Al-Jinn
Sending
User Review
4.2 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

71:14, 71 14, 71-14, Surah Nuh 14, Tafsir surat Nuh 14, Quran Nuh 14, Surah Nuh ayat 14

Video Surah

71:14


More Videos

Kandungan Surah Nuh

۞ QS. 71:1 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 71:3 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 71:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 71:5 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 71:10 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 71:18 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 71:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 71:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:28 Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan & menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir),

sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya & karunia.
Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 268

Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
(sungguh kita adalah milik Allah & hanya kepada Allah lah kita kembali)
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya & ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
QS. Al-Baqarah [2]: 286

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

+

Array

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

musaadah

Apa itu musaadah? mu.sa.a.dah sokongan; tunjangan; sumbangan; bantuan … •

munafik

Apa itu munafik? Munāfiq atau Munafik adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. Terminol...