Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 12 [QS. 71:12]

وَّ یُمۡدِدۡکُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّ بَنِیۡنَ وَ یَجۡعَلۡ لَّکُمۡ جَنّٰتٍ وَّ یَجۡعَلۡ لَّکُمۡ اَنۡہٰرًا
Wayumdidkum biamwaalin wabaniina wayaj’al lakum jannaatin wayaj’al lakum anhaaran;
dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

―QS. Nuh [71]: 12

Daftar isi

And give you increase in wealth and children and provide for you gardens and provide for you rivers.
― Chapter 71. Surah Nuh [verse 12]

وَيُمْدِدْكُم dan Dia memanjangkan/memberimu

And provide you
بِأَمْوَٰلٍ dengan harta

with wealth
وَبَنِينَ dan anak-anak

and children,
وَيَجْعَل dan dia menjadikan

and make
لَّكُمْ bagi kalian

for you
جَنَّٰتٍ kebun-kebun

gardens
وَيَجْعَل dan Dia menjadikan

and make
لَّكُمْ bagi kalian

for you
أَنْهَٰرًا sungai-sungai

rivers.

Tafsir Quran

Surah Nuh
71:12

Tafsir QS. Nuh (71) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Nuh menyampaikan kepada kaumnya janji Allah bila mereka beriman kepada-Nya, yaitu:

1. Allah akan menurunkan hujan lebat yang akan menyuburkan tanah mereka dan memberikan hasil yang berlimpah sehingga mereka akan makmur.

2. Allah akan menganugerahkan kepada mereka kekayaan yang berlimpah.

3. Allah akan menganugerahkan anak-anak yang banyak untuk melanjutkan keturunan mereka, sehingga tidak punah.

4. Allah akan menyuburkan kebun-kebun mereka, sehingga memberi hasil yang berlimpah.

5. Allah akan memberi mereka sungai-sungai dan irigasi untuk mengairi kebun-kebun mereka, sehingga subur dan hijau.

Janji Allah kepada umat Nuh sangat cocok dengan masyarakat waktu itu.
Umat Nabi Nuh adalah nenek moyang umat manusia sekarang.

Kebudayaan mereka masih dalam taraf permulaan kebudayaan manusia.
Akan tetapi, janji Allah itu tidak menarik hati mereka sedikit pun.
Hal ini menunjukkan keingkaran mereka yang sangat hebat.



Janji Allah itu mengandung isyarat bahwa Ia menyuruh mereka mempergunakan akal pikiran.
Mereka seakan-akan disuruh memikirkan kegunaan hujan bagi mereka.
Hujan akan menyuburkan bumi tempat mereka berdiam, menghasilkan tanam-tanaman dan buah-buahan yang mereka perlukan.
Sebagian hasil pertanian itu bisa mereka makan dan sebagian lainnya dijual, sehingga menambah kekayaan mereka.
Hujan akan mengalirkan air menjadi sungai-sungai yang bermanfaat bagi mereka.
Jika mereka mau menggunakan pikiran seperti itu, mereka tentu akan sampai kepada kesimpulan tentang siapa yang menurunkan hujan dan menyuburkan bumi sehingga menghasilkan keperluan-keperluan hidup mereka.
Akhirnya, mereka tentu akan sampai kepada suatu kesimpulan sebagaimana seruan yang disampaikan Nuh kepada mereka, yaitu beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan yang menciptakan semua keperluan mereka.

Tafsir QS. Nuh (71) : 12. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku katakan kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan atas kemaksiatan dan kekafiran kalian kepada Tuhan.
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat.


Dia akan mengirim kepada kalian hujan yang lebat, memberikan kalian harta dan anak yang merupakan hiasan dunia, kebun- kebun yang dapat kalian nikmati keindahan dan buah-buahannya serta sungai-sungai yang dapat kalian gunakan untuk mengairi tanaman dan memberi minum ternak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jika kalian bertobat dan memohon ampunan, niscaya Allah akan menurukan hujan lebat dan terus-menerus kepada kalian.
Dia akan memperbanyak harta dan keturunan kalian, dan menjadikan untuk kalian kebun-kebun yang dapat dinikmati buah dan keindahannya, dan menjadikan sungai-sungai untuk kalian agar kalian dapat mengairi sawah serta hewan ternak kalian.


Wahai kaumku, mengapa kalian tidak takut akan keagungan dan kekuasaan Allah?
Padahal, Dia telah menciptakan kalian dalam beberapa tahapan kejadian, yaitu dari setetes air mani, kemudian menjadi segumpal darah, kemudian menjadi segumpal daging, kemudian terbentuk tulang dan daging.
Tidakkah kalian memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat satu sama lain?
Dan menjadikan bulan di langit itu bercahaya, dan menjadikan matahari sebagai lentera yang bersinar menyinari penduduk bumi?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun) ladang-ladang


(dan mengadakan pula bagi kalian sungai-sungai) yang mengalir di dalamnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
(QS. Nuh [71]: 12)

Semuanya itu dengan syarat apabila kamu bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya serta taat kepada-Nya, maka Dia akan memperbanyak rezeki kalian dan menyirami kalian dengan keberkahan dari langit dan menumbuhkan bagi kalian keberkatan bumi sehingga bumi menjadi subur menumbuhkan tetanamannya, dan menyuburkan bagi kalian air susu ternak kalian dan memberimu banyak harta dan anak-anak dan menjadikan bagi kalian kebun-kebun yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan dan di tengah-tengah (celah-celah)nya dibelahkan bagi kalian sungai-sungai yang mengalir.
Ini merupakan seruan dengan memakai metode targib.
Kemudian beralih dengan cara tarhib dalam seruannya kepada mereka.
Untuk itu Nuh berkata:

Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?
(QS. Nuh [71]: 13)

Yakni kebesaran-Nya, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ad-Dahhak.


Ibnu Abbas mengatakan bahwa kalian tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang sebenar-benarnya.
Dengan kata lain, mengapa kamu tidak takut kepada pembalasan dan azab-Nya.

Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian?
(QS. Nuh [71]: 14)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah dari nutfah, kemudian menjadi ‘alaqah, kemudian menjadi segumpal daging.
Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Qatadah, Yahya ibnu Rafi’, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.

Kata Pilihan Dalam Surah Nuh (71) Ayat 12

AMWAAL
أَمْوَٰل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah mal yang berarti apa yang dimiliki dari segala barangan.
Menurut Arab Badwi mencakup hewan ternak seperti unta dan kambing.

Dalam Kamus Al Mu’jam Al Wasit dijelaskan, ia bermakna setiap apa yang dimiliki individu atau kumpulan berupa harta benda, perniagaan, uang, atau harta benda yang tidak bergerak seperti perabot rumah, tanah, rumah dan sebagainya.

Lafaz mal digunakan bagi mudzakkar dan mu’annats sehingga dapat dikatakan huwal mal dan hiyaal mal ia (L) harta dan ia (P) harta.
Dikatakan rajul maal artinya dzuu maal (lelaki yang banyak harta).
Lafaz ini disebut 61 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 155, 188, 188, 261, 262, 265, 274, 279;
• Ali Imran (3), ayat 10, 116, 186;
An Nisaa (4), ayat 2, 2, 2, 5, 6, 6, 10, 24, 29, 34, 38, 95, 95, 161;
• Al Anfaal (8), ayat 28, 36, 72;
• At Taubah (9), ayat 20, 24, 34, 41, 44, 55, 69, 81, 85, 88, 103, 111;
Yunus (10), ayat 88;
Hud (11), ayat 87;
Al Israa (17), ayat 6, 64;
• Ar Rum (30), ayat 39;
• Al Ahzab (33), ayat 27;
• Saba (34), ayat 35, 37;
Muhammad (47), ayat 36;
• Al Fath (48), ayat 11;
• Al Hujurat (49), ayat 15;
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 19;
• Al Hadid (57), ayat 20;
• Al Mujaadalah (58), ayat 17;
• Al Hasyr (59), ayat 8;
Ash Shaff (61), ayat 11;
• Al Munaafiquun (63), ayat 9;
• At Taghaabun (64), ayat 15;
• Al Ma’aarij (70), ayat 24
Nuh (71), ayat 12.

Az Zamakhsyari berpendapat, amwaal mencakup harta yang bisa dikeluarkan zakatnya atau dikeluarkan darinya sedekah.

Dalam Kamus Al Mu’jam Al Wasit menyebutkan, maksud amwaal ialah apa yang engkau miliki dari segala sesuatu.

Dalam Kamus Dewan dijelaskan, harta ialah barang-barang berharga seperti rumah, tanah, barang-barang kemas dan sebagainya yang dimiliki oleh seseorang, syarikat atau pertubuhan dan harta benda bermaksud barang-barang kepunyaan atau berbagai barang yang berharga sebagai kekayaan.

Ibnu Al Atsir berkata,
"Al-mal pada asalnya adalah apa yang dimiliki berupa harta, perak kemudian disandarkan ke atas setiap sesuatu yang diperoleh dan dimiliki dari harta benda.
Menurut orang Arab, lafaz mal lebih banyak disandarkan ke atas unta karena ia adalah harta yang paling banyak mereka miliki."

Kesimpulannya, amwaal bermaksud harta benda yang dimiliki oleh seseorang dari emas, perak dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:50

Unsur Pokok Surah Nuh (نوح)

Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat "Nuh" karena surat ini seluruhnya menjelaskan dakwah dan do’a Nabi Nuh ‘alaihis salam

Keimanan:

▪ Ajakan Nabi Nuh `alaihis salam kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala serta bertobat kepada-Nya.
▪ Perintah memperhatikan kejadian alam semesta.
▪ Dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah.
▪ Siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir.
▪ Do’a Nabi Nuh `alaihis salam.

Ayat-ayat dalam Surah Nuh (28 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Nuh (71) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Nuh ayat 12 - Gambar 1 Surah Nuh ayat 12 - Gambar 2
Statistik QS. 71:12
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, “Nuh”) adalah surah ke-71 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah 71
Nama Surah Nuh
Arab نوح
Arti Nabi Nuh
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 71
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 227
Jumlah huruf 965
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’arij
Surah selanjutnya Surah Al-Jinn
Sending
User Review
4.8 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

71:12, 71 12, 71-12, Surah Nuh 12, Tafsir surat Nuh 12, Quran Nuh 12, Surah Nuh ayat 12

Video Surah

71:12


Load More

Kandungan Surah Nuh

۞ QS. 71:1 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 71:3 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 71:4 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 71:5 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:6 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:7 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat

۞ QS. 71:10 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 71:18 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 71:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:23 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:24 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 71:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 71:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 71:28 Ar Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar.
QS. Al-Baqarah [2]: 12

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran,
maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 280

Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya.
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit & di bumi?
QS. Al-Hajj [22]: 69-70

Mereka menjawab:
“Maha Suci Engkau,
tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami,
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
QS. Al-Baqarah [2]: 32

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Correct! Wrong!

Lawan kata dari jujur adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Correct! Wrong!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

iktikaf

Apa itu iktikaf? ik.ti.kaf diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu … •

Al Mu’iid

Apa itu Al Mu’iid? Allah itu Al-Mu’id ◀ Artinya adalah Allah itu adalah yang Maha Mengembalikan. Yaitu Allah adalah berkuasa untuk mengembalikan segala sesuatu atas kehendak-Nya. Misal ada seseorang yang awalnya miskin tapi karena Allah pertolongan Allah, dia menjadi orang yang kaya. Setelah Allah Ta’ala memisahkan antara orang-orang yang baik dan orang-orang … • Al-Mu’iid, Al-Mu’id

Ad-Darimi

Siapa itu Ad-Darimi? Ad-Darimi ialah salah satu Imam Ahli Hadis Sunni, Nama lengkapnya Abdullah bin Abdurrahman bin al Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad. Ad Darimi adalah nisbah kepada Darim bin Malik dari kalangan at-Tamimi. Dan dengan nisbah ini dia terkenal. Ia di lahirkan pada taun 181 H dan wafat pada tahun 255 H, dalam usia 75 tahun. Karya-karyanya ● Suna … • Imam al-Darimi, Al-Darimi, Darimi