QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 10 [QS. 71:10]

فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّکُمۡ ؕ اِنَّہٗ کَانَ غَفَّارًا
Faqultuustaghfiruu rabbakum innahu kaana ghaffaaran;

maka aku katakan kepada mereka:
‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
―QS. 71:10
Topik ▪ Taubat ▪ Tidak putus asa untuk mendapatkan ampunan ▪ Nafs muthmainnah (jiwa yang tenang)
71:10, 71 10, 71-10, Nuh 10, Nuh 10, Nuh 10

Tafsir surah Nuh (71) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Nuh (71) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Nuh menyeru kaumnya agar memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa mereka menyembah berhala.
Bila mereka memohon ampunan, maka Allah pasti akan mengabulkannya, karena Ia Maha Pengampun.
Keimanan mereka akan menghapus dosa-dosa syirik yang telah mereka lakukan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku katakan kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan atas kemaksiatan dan kekafiran kalian kepada Tuhan.
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat.
Dia akan mengirim kepada kalian hujan yang lebat, memberikan kalian harta dan anak yang merupakan hiasan dunia, kebun- kebun yang dapat kalian nikmati keindahan dan buah-buahannya serta sungai-sungai yang dapat kalian gunakan untuk mengairi tanaman dan memberi minum ternak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka aku katakan, “Mohonlah ampun kepada Rabb kalian) dari kemusyrikan kalian (sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan menutupkan bajunya (ke mukanya).
(Q.S. Nuh [71]: 7)

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mereka menyembunyikan jati dirinya agar Nuh tidak mengenal mereka.
Sa’id ibnu Jubair dan As-Saddi mengatakan bahwa mereka menutupi kepalanya agar tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh Nuh.

dan mereka tetap (mengingkari).
(Q.S. Nuh [71]: 7)

Yakni mereka terus-menerus dalam kemusyrikan dan kekafirannya yang berat lagi sangat parah.

dan menyombongkan diri dengan sangat.
(Q.S. Nuh [71]: 7)

Mereka menolak, tidak mau mengikuti perkara yang hak dan tidak mau tunduk kepadanya.

Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan.
(Q.S. Nuh [71]: 8)

Maksudnya, dengan terang-terangan di kalangan mereka tanpa tedeng aling-aling.

kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) secara terbuka.
(Q.S. Nuh [71]: 9)

Yaitu dengan pembicaraan yang jelas dan suara yang keras.

dan dengan diam-diam, (Q.S. Nuh [71]: 9)

antara aku dan mereka saja.
Nuh dalam seruannya memakai cara yang beragam dengan maksud agar seruannya lebih berkesan pada mereka.

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Q.S. Nuh [71]: 10)

Yakni kembalilah kamu ke jalan-Nya dan tinggalkanlah apa yang kamu biasa lakukan itu dan bertobatlah kamu kepadanya dari dekat.
Karena sesungguhnya barang siapa yang bertobat kepada-Nya, niscaya Dia menerima tobatnya, sekalipun dosa-dosanya besar dalam kekafiran dan kemusyrikannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

maka aku berkata (kepada mereka),’ Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (Q.S. Nuh [71]: 10-11)

Maksudnya, terus-menerus; karena itulah maka disunatkan membaca surat ini dalam salat istisqa (memohon hujan) mengingat maknanya sangat relevan dengannya.

Hal yang sama telah dilakukan oleh Amirul Mu’minin Umar ibnul Khattab r.a., bahwa dia menaiki mimbar untuk memanjatkan doa istisqa, maka tiada yang dibacanya selain dari istigfar dan membaca beberapa ayat dalam istigfarnya yang antara lain adalah ayat ini: maka aku berkata (kepada mereka),’ ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhan-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.” (Q.S. Nuh [71]: 10-11)

Kemudian Umar berkata, “Sesungguhnya aku telah menunggu-nunggu datangnya hujan melalui bintang-bintang yang merupakan pertanda akan datangnya hujan.” Ibnu Abbas dan lain-lainnya mengatakan bahwa datanglah awan secara beriringan, sebagian darinya berurutan dengan sebagian yang lainnya.


Informasi Surah Nuh (نوح)
Surat ini terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Nahl.

Dinamakan dengan surat “Nuh” karena surat ini seluruhnya menjelaskan da’wah dan do’a Nabi Nuh ‘alaihis salam

Keimanan:

Ajakan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah s.w. t. serta bertobat kepada-Nya
perintah memperhatikan kejadian alam semesta,
dan kejadian manusia yang merupakan manifestasi kebesaran Allah
siksaan Allah di dunia dan akhirat bagi kaum Nuh yang tetap kafir
do’a Nabi Nuh a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Nuh (28 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Nuh (71) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Nuh (71) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Nuh (71) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Nuh - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 28 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 71:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Nuh.

Surah Nuh (bahasa Arab:نوح, "Nuh") adalah surah ke-71 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, pengaduan dan doa Nabi Nuh terhadap kaumnya.

Nomor Surah 71
Nama Surah Nuh
Arab نوح
Arti Nabi Nuh
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 71
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 227
Jumlah huruf 965
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’arij
Surah selanjutnya Surah Al-Jinn
4.8
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ QS 71:10-11 ▪ Ayat istighfar ▪ qs 71:10 sd11 ▪ tafsir Qs 71 10 ▪ tafsir qs 71 10-12

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta