QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 22 [QS. 47:22]

فَہَلۡ عَسَیۡتُمۡ اِنۡ تَوَلَّیۡتُمۡ اَنۡ تُفۡسِدُوۡا فِی الۡاَرۡضِ وَ تُقَطِّعُوۡۤا اَرۡحَامَکُمۡ
Fahal ‘asaitum in tawallaitum an tufsiduu fiil ardhi watuqath-thi’uu arhaamakum;

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
―QS. 47:22
Topik ▪ Makanan dan minuman ahli neraka
47:22, 47 22, 47-22, Muhammad 22, Muhammad 22, Muhamad 22

Tafsir surah Muhammad (47) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Muhammad (47) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mencela sikap kaum munafik yang selalu mengejar kesenangan hidup di dunia, dengan mengatakan, “Hai orang munafik, karena kamu selalu mengejar kesenangan hidup di dunia dan kemewahannya, maka seandainya kamu berkuasa, pastilah kamu mempunyai sifat-sifat ingin mementingkan diri sendiri dengan memperlihatkan kekuasaan kepada rakyat jelata, suka mengambil dan memperkosa hak orang lain, dan memutuskan hubungan silaturrahim yang sangat dianjurkan untuk disambungkan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang Mukmin berkata, “Mengapa tidak turun surat yang mengajak kami untuk berperang?”
Tetapi, ketika turun surat yang memerintahkan perang, kamu akan melihat orang yang di dalam hatinya terdapat sifat munafik memandangmu seperti pandangan orang pingsan karena benci dan takut mati.
Dari itu, taat kepada Allah dan mengatakan apa yang dibenarkan agama adalah lebih baik bagi mereka jika diwajibkan kepada mereka berjihad.
Dan seandainya mereka beriman dan taat kepada Allah, hal itu tentu lebih baik bagi mereka daripada bersikap munafik.
Maka apakah ada di antara kalian, wahai orang-orang munafik, jika kalian berkuasa kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan dengan kerabat kalian?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apakah sekiranya) dapat dibaca `Asaitum atau `Asiitum, di dalam ungkapan ini terkandung ungkapan Iltifat dari Ghaibah kepada Mukhathab, maksudnya barangkali kalian (jika kalian berpaling) memalingkan diri dari iman (kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan) maksudnya, kalian akan kembali kepada akhlak jahiliyah, yaitu gemar mengadakan kerusakan dan peperangan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah kiranya jika kamu berpaling.
(Q.S. Muhammad [47]: 22)

Yakni dari jihad dan menolaknya.

kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan.
(Q.S. Muhammad [47]: 22)

Yaitu kalian akan kembali kepada kejahiliahan kalian di masa silam dengan membiarkan darah mengalir dan terputusnya hubungan kekeluargaan?
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

Mereka itulah orang-orang yang dilaknati oleh Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.
(Q.S. Muhammad [47]: 23)


Kata Pilihan Dalam Surah Muhammad (47) Ayat 22

ARHAAM
أَرْحَام

Lafaz ini adalah jamak dari kata ar rahim atau ar rihm.

Ibn Sayyidah berkata,
“Keduanya bermakna tempat membesarnya seorang anak di dalam perut.”

Al Jawhari berpendapat, kedua­duanya bermakna al qarabah atau sanak saudara.

Al Kafawi pula berkata,
Ar rahim adalah tempat kemunculan seorang anak di dalam perut. Kemudian dinamakan sebagai sanak saudara (al-qarabah) dari sudut kelahiran.”

Menurut Ibn Al Manzur, ia terkait dengan setiap orang yang bersatu antara kamu dan antaranya dengan ikatan nasab (garis keturunan), dan dalam fara’id dzawi ar-rahim, ia berkaitan dengan saudara­saudara dari pihak perempuan yaitu yang tidak boleh menikahinya seperti ibu, anak perempuan, saudara perempuan, emak saudara dan bapak saudara.” Ia adalah perkataan rahim perempuan yang dipinjam untuk maksud saudara-saudara karena mereka keluar dari satu rahim.

Lafaz arhaam disebut sebanyak 12 kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 228;
-Ali Imran (3), ayat 6;
-An Nisaa (4), ayat 1;
-Al An’aam (6), ayat 143, 144;
-Al Anfaal (8), ayat 75;
-Ar Ra’d (13), ayat 8;
-Al Hajj (22), ayat 5;
-Luqman (31), ayat 34;
-Al Ahzab (33), ayat 6;
-Muhammad (47), ayat 22;
-Al Mumtahanah (60), ayat 3.

Lafaz ini mengandung dua makna:

Pertama, bermakna rahim.
Makna ini terdapat dalam surah:
-Ali Imran, ayat 6;
-Al An’aam, ayat 143, 144;
-Ar Ra’d, ayat 8; Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34; Al Baqarah, ayat 228.

Makna lafaz ini dijelaskan oleh para mufassir, Ibn Katsir berkata berkenaan ayat dalam surah Ali Imran, “Dia menciptakan dan menetapkan di dalam rahim apa yang dikehendakinya berupa lelaki atau perempuan, yang cantik atau jelek, sengsara atau bahagia.”

Dalam surah Al An’aam, ia dihubungkan dengan al untsayaini yaitu berkaitan dengan apa yang ada dalam perut hewan. Maksudnya apa yang dikandungkan dari dua jenis, jantan ataupun betina atau anak-anak dari perut hewan ternak itu.

Kedua, bermaksud sanak saudara ini terdapat dalam surah:
-Al Anfaal, ayat 57;
-Al Hajj, ayat 5;
-Luqman, ayat 34;
-Al Ahzab, ayat 6;
-Muhammad, ayat 22.

Makna ini dijelaskan oleh para mufassir, Az Zamaksyari berkata berkenaan ayat “Takutlah kamu akan Allah yang mencipta kamu, dan takutlah kamu tali persaudaraan dan janganlah memutuskannya.”

Ibn Qutaibah menyebut ia bermakna “Takutlah kamu memutuskan tali persaudaraan.”

Tafsiran ini diperjelaskan oleh ayat Allah dalam surah Muhammad, ayat 22 yang bermaksud, “(Sekiranya kamu tidak mematuhi perintah), maka tidakkah kamu hams dibimbang dan dikuatirkan sekiranya kamu dapat memegang kuasa kamu akan melakukan kerusakan di muka bumi, dan memutuskan hubungan silaturahim dengan kaum kerabat,”

Lafaz dengan maksud ini dikaitkan dengan perkataan ‘ulu’ (ulu al-arham) sebagaimana dalam surah Al Anfaal dan Al Ahzab, Al Qurtubi berkata,
“Ia bermakna al ‘ashabat (kaum kerabat) selain yang dilahirkan dari rahim, atau orang yang mempunyai tali kerabat dan mempunyai hubungan darah.”

Ibn Katsir berkata,
Arhaam bermaksud umum. Ia mencakup semua kaum kerabat sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Mujahid, ‘Ikrimah, Al Hasan dan Qatadah, ayat ini memansuhkan pewarisan dengan sumpah dan persaudaraan, di mana mereka saling mewarisi pada permulaan Islam.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:65-66

Informasi Surah Muhammad (محمد)
Surat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid,

Nama “Muhammad” sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surat ini Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang­ orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa Muhammad ﷺ merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti jejak yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad ﷺ adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterirna, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Dinamai juga dengan “Al Qital” (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagairnana seharusnya sikap orang­orang mu’min terhadap orang-orang kafir.

Keimanan:

Orang yang mati syahid akan masuk surga
balasan-balasan yang disediakan di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka
keesaan Allah.

Hukum:

Menumpas musuh pada permulaan peperangan (sebelum gejala-gejala kemenangan)
menawan mereka kalau telah kelihatan gejala-gejala kemenangan
membebaskan tawanan itu dengan menerima tebusan atau tidak.
Larangan mengajak damai apabila telah nyata kemenangan

Lain-lain:

Allah selalu memberi cobaan kepada orang-orang mu’min, untuk mengetahui siapa yang berjihad dan siapa yang sabar
kehidupan dunia adalah permainan belaka dan bahwa iman dan takwalah yang menghasilkan pahala
Allah akan menolong orang yang menolong agama-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Muhammad (38 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Muhammad (47) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Muhammad (47) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Muhammad (47) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Muhammad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 38 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 47:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Muhammad.

Surah Muhammad (Arab: محمّد‎) adalah surah ke-47 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 38 ayat.
Nama Muhammad sebagai nama surah ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surah ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surah ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad S.A.W merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad S.A.W adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Surah ini dinamakan juga dengan Al-Qital yang berarti Peperangan, karena sebagian besar surah ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.

Nomor Surah 47
Nama Surah Muhammad
Arab محمد
Arti Nabi Muhammad
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 95
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 38
Jumlah kata 542
Jumlah huruf 2424
Surah sebelumnya Surah Al-Ahqaf
Surah selanjutnya Surah Al-Fath
4.4
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs muhammad 47: 22-23

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim