QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 18 [QS. 47:18]

فَہَلۡ یَنۡظُرُوۡنَ اِلَّا السَّاعَۃَ اَنۡ تَاۡتِیَہُمۡ بَغۡتَۃً ۚ فَقَدۡ جَآءَ اَشۡرَاطُہَا ۚ فَاَنّٰی لَہُمۡ اِذَا جَآءَتۡہُمۡ ذِکۡرٰىہُمۡ
Fahal yanzhuruuna ilaassaa’ata an ta’tiyahum baghtatan faqad jaa-a asyraathuhaa fa-anna lahum idzaa jaa-athum dzikraahum;

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.
Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang?
―QS. 47:18
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Hari kiamat datang tiba-tiba ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
47:18, 47 18, 47-18, Muhammad 18, Muhammad 18, Muhamad 18

Tafsir surah Muhammad (47) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Muhammad (47) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang telah dicap dan dikunci mati hatinya sehingga tidak dapat lagi menerima kebenaran dan petunjuk adalah orang yang hidupnya sudah tidak lagi berfaedah.
Mereka hanya menunggu-nunggu kematian dan kedatangan hari Kiamat yang datang secara tiba-tiba.
Apabila hari Kiamat itu telah datang, dan memang telah kelihatan tanda-tandanya, maka tidak ada lagi gunanya peringatan bagi mereka, dan Allah tidak akan menerima tobat mereka, bahkan tidak ada lagi gunanya iman dan amal bagi mereka.
Allah berfirman:

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu.
(Q.S. Al-Fajr [89]: 23)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mendustakan itu tidak mengambil pelajaran dari keadaan umat-umat terdahulu.
Bukankah mereka hanya menunggu kedatangan hari kiamat yang akan datang secara tiba-tiba?
Sesungguhnya tanda-tanda hari kiamat itu telah tampak namun mereka tidak memikirkan kedatangannya.
Maka, dari mana akan timbul kesadaran mereka jika hari kiamat telah datang secara tiba-tiba?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu) maksudnya tiadalah yang ditunggu-tunggu, oleh orang-orang kafir Mekah (melainkan hari kiamat yaitu kedatangannya kepada mereka) lafal An Ta’tiyahum menjadi Badal Isytimal dari lafal As-Saa’ah, yakni, perkaranya tiada lain hanyalah menunggu kedatangan kiamat kepada mereka (dengan tiba-tiba) atau secara sekonyong-konyong (karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya) alamat-alamatnya, antara lain diutusnya Nabi ﷺ, terbelahnya bulan dan munculnya Ad-Dukhaan.

(Maka apabila ia datang kepada mereka apakah faedahnya) yang dimaksud adalah kedatangan hari kiamat (kesadaran mereka) keinsafan mereka, tidak ada manfaatnya lagi buat mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba.
(Q.S. Muhammad [47]: 18)

Yakni sedangkan mereka dalam keadaan lalai darinya.

karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.
(Q.S. Muhammad [47]: 18)

Yaitu tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya saat kiamat.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Telah dekat terjadinya hari kiamat.
(Q.S. An-Najm [53]: 56-57)

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.
(Q.S. Al-Qamar [54]: 1)

Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya (Q.S. Al-Hijr [15]: 1)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya).
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 1)

Dengan diutusnya Rasulullah ﷺ merupakan salah satu pertanda dekatnya hari kiamat, karena beliau adalah penutup para rasul yang melaluinya Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan agama dan menegakkan hujah-Nya kepada semua umat manusia.
Dan sesungguhnya Rasulullah ﷺ sendiri telah memberitakan tentang tanda-tanda dan syarat-syarat dekatnya hari kiamat, bahkan beliau menjelaskannya dengan keterangan yang belum pernah disampaikan oleh seorang nabi pun sebelumnya, seperti yang telah diterangkan di dalam babnya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa diutusnya Nabi Muhammad merupakan salah satu pertanda dekatnya hari kiamat, dan kenyataannya memang seperti yang dikemukakannya.
Karena itulah disebutkan bahwa di antara nama Nabi Muhammad ﷺ (yakni julukannya) ialah bahwa beliau adalah nabi taubat, nabi malhamah(heroik) lagi penghimpun, yang semua umat manusia dihimpunkan di bawah kedua telapak kakinya; dan nabi yang terakhir, yakni tiada nabi lagi sesudahnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul Miqdam, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abu Raja, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Sa’d r.a.
yang mengatakan bahwa ia pernah menyaksikan Rasulullah ﷺ berisyarat dengan kedua jarinya, yaitu jari tengah dan jari yang mengiringinya seraya bersabda: Aku diutus sedang (jarak antara) aku dan hari kiamat sama seperti kedua jari ini.

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?
(Q.S. Muhammad [47]: 18)

Yakni bagaimanakah dengan kesadaran orang-orang kafir itu apabila hari kiamat telah terjadi, di saat tiada gunanya lagi bagi mereka hal tersebut.
Semakna dengan firman-Nya:

dan pada hari itu ingatlah manusia, tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
(Q.S. Al-Fajr [89]: 23)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan (di waktu itu) mereka berkata, “Kami beriman kepada Allah, ” bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu?
(Saba: 52)


Informasi Surah Muhammad (محمد)
Surat Muhammad terdiri atas 38 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al Hadiid,

Nama “Muhammad” sebagai nama surat ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surat ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surat ini Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang­ orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa Muhammad ﷺ merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti jejak yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad ﷺ adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterirna, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Dinamai juga dengan “Al Qital” (peperangan), karena sebahagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagairnana seharusnya sikap orang­orang mu’min terhadap orang-orang kafir.

Keimanan:

Orang yang mati syahid akan masuk surga
balasan-balasan yang disediakan di akhirat bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang durhaka
keesaan Allah.

Hukum:

Menumpas musuh pada permulaan peperangan (sebelum gejala-gejala kemenangan)
menawan mereka kalau telah kelihatan gejala-gejala kemenangan
membebaskan tawanan itu dengan menerima tebusan atau tidak.
Larangan mengajak damai apabila telah nyata kemenangan

Lain-lain:

Allah selalu memberi cobaan kepada orang-orang mu’min, untuk mengetahui siapa yang berjihad dan siapa yang sabar
kehidupan dunia adalah permainan belaka dan bahwa iman dan takwalah yang menghasilkan pahala
Allah akan menolong orang yang menolong agama-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Muhammad (38 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Muhammad (47) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Muhammad (47) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Muhammad (47) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Muhammad - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 38 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 47:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Muhammad.

Surah Muhammad (Arab: محمّد‎) adalah surah ke-47 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 38 ayat.
Nama Muhammad sebagai nama surah ini diambil dari perkataan Muhammad yang terdapat pada ayat 2 surah ini.

Pada ayat 1, 2 dan 3 surah ini, Allah membandingkan antara hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W dan hasil yang diperoleh oleh orang-orang yang tidak percaya kepadanya.
Orang-orang yang percaya kepada apa yang dibawa oleh Muhammad S.A.W merekalah orang-orang yang beriman dan mengikuti yang hak, diterima Allah semua amalnya, diampuni segala kesalahannya.
Adapun orang-orang yang tidak percaya kepada Muhammad S.A.W adalah orang-orang yang mengikuti kebatilan, amalnya tidak diterima, dosa mereka tidak diampuni, kepada mereka dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.

Surah ini dinamakan juga dengan Al-Qital yang berarti Peperangan, karena sebagian besar surah ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.

Nomor Surah 47
Nama Surah Muhammad
Arab محمد
Arti Nabi Muhammad
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 95
Juz Juz 26
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 38
Jumlah kata 542
Jumlah huruf 2424
Surah sebelumnya Surah Al-Ahqaf
Surah selanjutnya Surah Al-Fath
4.6
Ratingmu: 4.4 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim