QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 97 [QS. 19:97]

فَاِنَّمَا یَسَّرۡنٰہُ بِلِسَانِکَ لِتُبَشِّرَ بِہِ الۡمُتَّقِیۡنَ وَ تُنۡذِرَ بِہٖ قَوۡمًا لُّدًّا
Fa-innamaa yassarnaahu bilisaanika litubasy-syira bihil muttaqiina watundzira bihi qauman luddan;

Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Alquran) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.
―QS. 19:97
Topik ▪ Allah menepati janji
19:97, 19 97, 19-97, Maryam 97, Maryam 97, Maryam 97
English Translation - Sahih International
So, (O Muhammad), We have only made Qur’an easy in the Arabic language that you may give good tidings thereby to the righteous and warn thereby a hostile people.
―QS. 19:97

 

Tafsir surah Maryam (19) ayat 97

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 97. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai oleh Nabi Muhammad dan kaumnya gunanya adalah agar mudah bagi Nabi untuk menyampaikan isi dan maksudnya dan mudah pula dipahami oleh kaumnya, karena kepada merekalah pertama kali seruan Islam disampaikan kemudian baru kepada manusia seluruhnya dari berbagai jenis suku dan bahasanya.
Alquran yang berisi peringatan dan kabar gembira, perintah dan larangan, bertujuan memberi hidayah kepada manusia agar bertakwa kepada Allah yaitu beriman kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun dan menaati perintahNya, menghentikan larangan-Nya dan selalu mencari keridaan-Nya.
Orang-orang yang demikian sifatnya akan dikaruniai Allah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Adapun orang-orang yang ingkar kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, mereka akan menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Keingkaran umat-umat yang dahulu mendapat balasan di dunia ini dengan menghancurkan dan membinasakan mereka dengan berbagai macam siksa, ada yang berupa gempa yang dahsyat, angin topan, suara keras yang mengguntur dan lain sebagainya, seperti yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad, samud dan kaum Nabi Nuh.
Sedangkan bagi umat Muhammad siksaan di dunia ini tidaklah berupa penghancuran dan pembinasaan tetapi dengan menurunkan cobaan dan malapetaka, dengan harapan mereka akan sadar dan insaf lalu kembali kepada kebenaran.
Pembalasan di akhirat ialah dengan melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam surga Jannatun Na’im yang penuh nikmat dan kesenangan serta mendapat kasih sayang dan keridaan-Nya.

Bagi orang-orang yang ingkar dan kafir disediakan azab yang pedih yaitu neraka.
Sebagai bukti kebenaran ancaman-Nya.
Allah menerangkan bahwa telah banyak umat-umat dahulu yang durhaka yang dimusnahkan dan bekas-bekas peninggalan mereka ada yang masih dapat dilihat dan disaksikan sampai sekarang dan ada pula yang tidak ada bekasnya sama sekali.
Tetapi yang jelas umat-umat itu telah hancur binasa tiada seorang pun yang tersisa sampai masa kini yang ada hanya beritanya yang dihikayatkan orang secara turun temurun.
Berita tentang mereka diceritakan dalam Alquran dengan jelas, maka kita wajib meyakininya karena sumbernya adalah wahyu Allah.











19:97, 19 97, 19-97, Maryam 97, tafsir surat Maryam 97, Maryam 97



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta