Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 87


لَا یَمۡلِکُوۡنَ الشَّفَاعَۃَ اِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنۡدَ الرَّحۡمٰنِ عَہۡدًا
Laa yamlikuunasy-syafaa’ata ilaa maniittakhadza ‘indar-rahmani ‘ahdan;

Mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
―QS. 19:87
Topik ▪ Takwa ▪ Amal shaleh sebagai pintu kebaikan ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
19:87, 19 87, 19-87, Maryam 87, Maryam 87, Maryam 87
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 87. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang kafir itu tidak memperoleh syafaat dari siapapun untuk menolong mereka atau meringankan penderitaan pahit dan getir yang mereka alami.
Karena yang berhak menerima syafaat pada hari itu hanyalah orang-orang yang telah dijanjikan Allah akan mendapat syafaat yaitu orang-orang mukmin yang di masa hidupnya di dunia telah mempersiapkan diri untuk mendapat syafaat itu dengan amal ibadatnya dan perjuangannya menegakkan kalimat Allah.
Syafaat pada hari itu hanya dimiliki oleh para Nabi, ulama dan para syuhada sesuai dengan amal dan bakti mereka masing-masing.
Di antara amal ibadat yang menjadikan seseorang berhak memperoleh syafaat itu ialah memelihara salat lima waktu dengan sebaik-baiknya sebagaimana diriwayatkan oleh Tabrani dalam kitab "Al Ausat" dari Abu Hurairah.
Rasulullah bersabda: Barang siapa yang datang pada hari kiamat membawa salatnya yang lima waktu dengan sempurna yaitu disempurnakan wudunya dipeliharanya waktunya, rukuk dan sujudnya, tidak pernah ditinggalkannya barang sekalipun maka Allah berjanji tidak akan menyiksanya.
Tetapi orang yang pernah meninggalkan salatnya, tidak akan memperoleh janji Allah itu.
Terserahlah kepada Tuhan apakah Dia akan memberinya rahmat atau menimpakan azab kepadanya.

Maryam (19) ayat 87 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu, tak seorang pun yang mendapat syafaat, kecuali orang yang mendapat izin dari Allah karena adanya suatu perjanjian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka tidak dapat memberi) manusia semuanya (syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah) yakni kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan berkat pertolongan Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang kafir itu tidak memiliki syafaat untuk seorang pun.
Syafaat itu hanyalah dimiliki oleh orang yang telah mengadakan perjanjian mengenai hal itu di sisi Yang Maha Pemurah, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.

Yang dimaksud dengan wirdan ialah itasyan, yakni kehausan.

Mereka tidak berhak mendapat syafaat.

Yakni tidak ada seorang pun yang memberikan syafaat kepada mereka, sebagaimana sebagian dari orang-orang mukmin memberikan syafaatnya kepada sebagian yang lain.
Ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.
(Asy Syu'ara:100-101)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah.

Istisna dalam ayat ini munqati', yakni hanya orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah sajalah yang beroleh syafaat dan pertolongan.
Perjanjian tersebut berupa kesaksiannya yang mengata­kan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, lalu ia mengamalkan hak dari kalimah tersebut.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
Bahwa yang dimaksud dengan perjanjian ini ialah kesaksiannya yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan berlepas diri kepada Allah dari upaya dan kekuatan, serta tidak berharap kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Khalid Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan Al-Wasiti, dari Al-Mas'udi, dari Aun ibnu Abdullah, dari Abu Fakhitah, dari Al-Aswad ibnu Yazid yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Mas'ud membaca ayat ini:

...kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.
Kemudian Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa mereka yang telah mengambil janji di sisi Tuhannya, maka kelak di hari kiamat Allah subhanahu wa ta'ala akan memanggil mereka, "Barang siapa yang telah mengambil janji di sisi Allah, hendaklah ia berdiri." Mereka (para tabi'in) berkata, "Wahai Abu Abdur Rahman (julukan panggilan Ibnu Mas'ud), kalau begitu ajarkanlah doanya kepada kami." Ibnu Mas'ud menjawab, "Kalau demikian, ucapkanlah oleh kalian doa berikut: "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui semua yang gaib dan yang lahir, sesungguhnya saya berjanji kepada Engkau dalam kehidupan dunia ini, bahwa sesungguhnya bila Engkau menyerahkan diriku kepada amal perbuatanku yang mendekatkan diriku kepada keburukan dan menjauhkan diriku dari kebaikan, sedangkan aku tidak percaya kepada siapa pun kecuali hanya kepada rahmat-Mu, maka jadikanlah bagiku di sisi Engkau suatu perjanjian yang Engkau akan tunaikan kepadaku kelak di hari kiamat.
Sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji'."

Al-Mas'udi mengatakan bahwa Zakaria telah menceritakan ini kepadanya dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman, bahwa telah menceritakan kepadanya Ibnu Mas'ud.
Tersebutlah pula bahwa sahabat Ibnu Mas'ud selalu mengiringi doanya dengan doa ini dengan penuh rasa takut, memohon perlindungan dan memohon ampunan dengan penuh harap dan cemas kepada Allah subhanahu wa ta'ala Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan pula asar yang semisal melalui jalur lain, dari Al-Mas'udi.

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 87 *beta

Surah Maryam Ayat 87



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.6
Rating Pembaca: 4.2 (20 votes)
Sending







✔ makna surat maryam ayat 87

[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku