Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 76


وَ یَزِیۡدُ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اہۡتَدَوۡا ہُدًی ؕ وَ الۡبٰقِیٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَیۡرٌ عِنۡدَ رَبِّکَ ثَوَابًا وَّ خَیۡرٌ مَّرَدًّا
Wayaziidullahul-ladziina ihtadau hudan wal baaqiyaatush-shaalihaatu khairun ‘inda rabbika tsawaaban wakhairun maraddan;

Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.
Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya.
―QS. 19:76
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Pertolongan Allah kepada para nabi
19:76, 19 76, 19-76, Maryam 76, Maryam 76, Maryam 76
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Sebagai hiburan bagi kaum Muslimin yang dihina dan dicemoohkan itu, karena memang mereka tidak berdaya menjawab tantangan kaum musyrikin yang menyombongkan kekayaan.
Allah menjanjikan bahwa Dia akan memberi mereka tambahan petunjuk di samping petunjuk-petunjuk yang telah mereka terima.
Dengan petunjuk-petunjuk itu mereka akan lebih bertakwa dan lebih berbahagia.
Biarkanlah orang-orang kafir itu berbangga-bangga dengan kekayaan dan kedudukan dan selalu berada dalam keangkuhan dan kesombongan.

Biarkanlah mereka berlarut-larut dalam kesesatan dan kedurhakaan.
Pada suatu saat nanti Allah akan menimpakan siksa-Nya yang keras kepada mereka.
Di waktu itulah nanti mereka akan sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan yang besar dan menyesal dengan amat sangat, tetapi penyesalan itu tidak akan menolong mereka sedikitpun, karena nasi sudah menjadi, bubur, sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tidak berguna.
Dalam menghadapi kesombongan kaum musyrikin itu hendaklah kaum Muslimin sabar bertabah hati, selalu mengamalkan petunjuk-petunjuk Allah, taat dan patuh kepada perintah-Nya.
Dengan demikian hati mereka akan lapang, pikiran mereka akan tenang, amal baik mereka akan bertambah.
Mereka senantiasa akan berada dalam lindungan rahmat dan kasih sayang-Nya dan menyediakan bagi mereka pahala yang berlipat ganda.

Maryam (19) ayat 76 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 76 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 76 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Adapun orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Allah, ketika mendengar ayat-ayat itu mereka langsung menerimanya.
Dengan begitu, Allah menambahkan petunjuk-Nya kepada mereka untuk berbuat baik.
Amalan-amalan saleh itu lebih baik dan lebih kekal pahalanya di sisi Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Allah akan menambah kepada mereka yang telah mendapat petunjuk) berkat iman mereka (hidayah) berkat ayat-ayat yang diturunkan kepada mereka (Dan amal-amal saleh yang kekal itu) yaitu ketaatan kepada Allah yang selalu dilakukan oleh seseorang (lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebih baik kesudahannya) akhir dan kesudahan daripadanya, berbeda dengan amal perbuatan orang-orang kafir.
Pengertian perbandingan kebaikan di sini sebagai kebalikan daripada perkataan orang-orang kafir, yaitu ketika mereka mengatakan, "Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik kedudukannya?"

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah akan menambah petunjuk para hamba-NYA yang mendapatkan petunjuk kepada agama-Nya di samping petunjuk yang mereka peroleh sebelumnya, dengan terbaharuinya iman yang mereka miliki kepada perintah-perintah Allah dan mengamalkannya.
Amal-amal shalih yang kekal (al-Baqiyat ash-Shalihat) itu lebih baik pahalanya di sisi Allah di akhirat, dan lebih baik tempat kembali dan akibatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah menyebutkan pemberian masa tangguh-Nya terhadap orang-orang yang sesat dalam kesesatannya, dan Allah menjadikan mereka bertambah sesat, kemudian Allah menyebutkan bahwa Dia menambah petunjuk kepada orang-orang yang telah mendapat petunjuk, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, "Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” (At Taubah:124), hingga akhir ayat berikutnya.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan amal-amal saleh yang kekal itu.

Tafsir mengenainya telah disebutkan di dalam surat Al-Kahfi berikut hadis-hadis yang membahas tentangnya.

...lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu.

Maksudnya, lebih baik balasan pahalanya.

...dan lebih baik kesudahannya.

Yakni lebih baik akibat dan kesudahannya bagi orang yang mengerjakan­nya.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar ibnu Rasyid, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah ibnu Abdur Rahman yang mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ duduk, lalu memungut sebatang kayu yang telah kering dan membuang dedaunannya, kemudian bersabda: Sesungguhnya ucapan, "Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha­besar, Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, "dapat menggugurkan dosa-dosa sebagaimana angin menggugurkan dedaunan pohon (yang telah kering) ini.
Ambillah olehmu, hai Abu Darda, sebelum kamu dihalang-halangi untuk dapat mengucapkan­nya.
Kalimat-kalimat ini merupakan amal-amal saleh yang kekal, dan ia merupakan perbendaharaan surga.
Abu Salamah mengatakan bahwa Abu Darda apabila teringat akan hadis ini, ia mengatakan, "Sungguh aku akan membaca tahlil, takbir, dan tasbih kepada Allah subhanahu wa ta'ala hingga orang yang tidak mengerti mendugaku sebagai orang gila."

Makna lahiriah hadis ini menunjukkan bahwa hadis berpredikat mursal, tetapi barangkali yang mursal berasal dari riwayat Abu Salamah dari Abu Darda.
Hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

Demikianlah menurut apa yang terdapat di dalam Sunan Ibnu Majah melalui hadis Abu Mu'awiyah, dari Umar ibnu Rasyid, dari Yahya, dari Abu Salamah, dari Abu Darda, lalu disebutkan hadis yang semisal.

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 76

BAAQIYAAT
بَٰقِيَٰت

Lafaz baqiyaat adalah jamak, mufradnya adalah baqiyah. Menurut Ar Razi baqiah bermakna baqa' (kekal) sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al Haqqah ayat 8,

fahal taraa lahum mim baaqiyah

Apabila ia disandarkan kepada lafaz al hayah atau al hayatul baqiyah bermakna kehidupan hari akhirat yang kekal.

Dalam Mu'jam Al Arabi, ia juga memiliki makna amalan yang tertinggal atau yang meninggalkan kesan.

Lafaz baqiyat disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Kahfi (18), ayat 46,
-Maryam (19), ayat 76.

Kata baqiyaat dalam kedua surah dikaitkan dengan lafaz ash shaalihaat (yang baik).

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai makna al baaqiyaatush shaalihaat antaranya:

Sufyan Ats Tsawri dari Ibn 'Abbas, Ibrahim An Nakh'i, Masruq, Ibn Abi Mulaikah berpendapat al baaqiyaatush shaalihaat adalah ash shalawaatul khams (shalat lima waktu).

Ibn 'Umar, Ibn Jurayj, 'Ata' bin Abi Rabah, Sa'id bin Al Musayyib, Salim, Mujahid, Qatadah dan jumhur ahli tafsir berpendapat, al baaqiyaatush shaalihaat adalah:"

"Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wasubhaanallaahi walhamdulillaahi walaa haula walaa quwwata"

Ibn Zaid dan riwayat dari Ibn Abbas mengatakan al baaqiyaatush shaalihaat adalah al kalamuth thayyib (perkataan yang baik).

Sebahagian ulama berpendapat, ia adalah keseluruhan amalan-amalan yang baik dari perkataan dan perbuatan. lni adalah pendapat Ibn Zaid, riwayat 'Ata' Al Khurasani dari Ibn Abbas dan dikuatkan oleh Ibn Jarir At Tabari serta Ibn 'Itiyyah.

Ibn Jarir mengatakan, pendapat yang paling utama adalah pendapat yang mengatakan al baaqiyaatush shaalihaat adalah keseluruhan amalan-amalan yang baik sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talhah dari Ibn Abbas' karena semua amalan-amalan baik yang kekal bagi pelakunya di hari akhirat akan diberi ganjaran kepadanya. Allah juga tidak mengkhususkan melalui ayat al baaqiyaatush shaalihaat sebahagian tanpa sebahagian yang lain di dalam kitabnya dan tidak juga melalui berita dari Rasulullah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:100-101

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 76 *beta

Surah Maryam Ayat 76



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending








[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku