Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 73 [QS. 19:73]

وَ اِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِمۡ اٰیٰتُنَا بَیِّنٰتٍ قَالَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لِلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡۤا ۙ اَیُّ الۡفَرِیۡقَیۡنِ خَیۡرٌ مَّقَامًا وَّ اَحۡسَنُ نَدِیًّا
Wa-idzaa tutla ‘alaihim aayaatunaa bai-yinaatin qaalal-ladziina kafaruu lil-ladziina aamanuu ai-yul fariiqaini khairun maqaaman wa-ahsanu nadii-yan;
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Manakah di antara kedua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?”
―QS. 19:73
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
English Translation - Sahih International
And when Our verses are recited to them as clear evidences, those who disbelieve say to those who believe,
“Which of (our) two parties is best in position and best in association?”
―QS. 19:73

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَإِذَا dan apabila

And when
تُتْلَىٰ dibacakan

are recited
عَلَيْهِمْ atas mereka

to them
ءَايَٰتُنَا ayat-ayat Kami

Our Verses
بَيِّنَٰتٍ jelas/terang

clear,
قَالَ berkata

say
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved
لِلَّذِينَ kepada orang-orang yang

to those who
ءَامَنُوٓا۟ beriman

believed,
أَىُّ yang mana

“Which
ٱلْفَرِيقَيْنِ dua golongan

(of) the two groups
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
مَّقَامًا kedudukan

(in) position.
وَأَحْسَنُ dan lebih baik/bagus

and best
نَدِيًّا tempat pertemuan

(in) assembly?”

 

Tafsir surah Maryam (19) ayat 73

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Semasa hidup di dunia, jika ayat-ayat Allah yang jelas petunjuknya dibacakan kepada orang-orang kafir, mereka menentangnya.
Dengan membanggakan harta dan kelompok, mereka berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Nasib kalian tidaklah sama dengan nasib kami di dunia.
Kedudukan kami lebih baik dari pada kedudukan kalian.
Demikian juga kedudukan kami di akhirat yang kalian yakini itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila dibacakan kepada mereka) yaitu mereka orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir

(ayat-ayat Kami) dari Alquran

(yang terang) jelas keadaan dan maksudnya

(niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Manakah di antara kedua golongan) kami dan kalian

(yang lebih baik tempat tinggalnya) yaitu, tempat menetap dan rumahnya.
Lafal Maqaaman berasal dari kata kerja Qaama, kalau dibaca Muqaaman berarti berasal dari kata kerja Aqaama

(dan lebih indah tempat pertemuannya”).
Lafal Nadiyyan bermakna An-Naadi artinya tempat berkumpulnya kaum, yang mereka berbincang-bincang di dalamnya.
Mereka bermaksud bahwa kamilah yang lebih baik daripada kalian.
Kemudian Allah berfirman,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila dibacakan kepada manusia ayat-ayat Kami yang diturunkan dengan jelas, maka orang-orang yang kafir kepada Allah berkata kepada orang-orang mukmin:
Manakah di antara kedua golongan, dari kami dan dari kalian, yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih bagus majelis (tempat pertemuan) nya?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan ciri khas orang-orang kafir saat dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang jelas maksudnya dan terang hujah dan bukti kebenarannya, bahwa mereka ingkar dan berpaling darinya.
Mereka juga bersikap angkuh dan sombong terhadap orang-orang, mukmin, seraya mengemukakan alasan yang menguatkan kebenaran agama mereka yang batil, bahwa mereka:

…lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan (nya).

Yakni lebih baik serta lebih mewah tempat-tempat tinggalnya dan lebih baik tempat pertemuannya.
Yang dimaksud dengan nadiyyan ialah tempat berkumpulnya kaum lelaki.
Dengan kata lain.
orang-orang kafir itu merasa bahwa tempat pertemuan mereka lebih ramai dikunjungi oleh orang.
Yakni apakah kami yang dalam keadaan demikian dikatakan berada dalam jalan yang batil, sedangkan mereka (orang-orang mukmin) yang sedang bersembunyi di dalam perumahan Al-Arqam ibnu Abul Arqam dan rumah-rumah jelek lainnya merasa benar?
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman,
“Kalau sekiranya dia (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya.”
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 11)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perkataan kaum Nuh:

Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?
(QS. Asy-Syu’araa [26]: 111)

Demikian pula firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata,
“Orang-orang semacam inilah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?”
(Allah berfirman),
“Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”
(QS. Al-An’am [6]: 53)

Karena itulah dalam ayat berikut ini Allah berfirman menjawab tuduhan mereka yang tidak benar:

Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka.
(QS. Maryam [19]: 74)

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isaalaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isaalaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isaalaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariyaalaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukumhukum alam.
Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
Jibril `alaihis salam turun kepada rasulrasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amalamal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Maryam (98 ayat)
Qari Internasional

QS. Maryam (19) : 73 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Maryam (19) : 73 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Maryam (19) : 73 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Maryam ayat 73 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 73 - Gambar 2

Statistik QS. 19:73
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
Sending
User Review
4.4 (20 votes)

Tags:

Quran 19:73, 19 73, 19-73, Maryam 73, tafsir surat Maryam 73, Maryam 73

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Hadits Shahih

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #14

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … jihad dengan senjata berjuang melawan kemiskinan dan ketidaktahuan berjuang

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan

Kamus Istilah Islam