Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 71 [QS. 19:71]

وَ اِنۡ مِّنۡکُمۡ اِلَّا وَارِدُہَا ۚ کَانَ عَلٰی رَبِّکَ حَتۡمًا مَّقۡضِیًّا
Wa-in minkum ilaa waariduhaa kaana ‘ala rabbika hatman maqdhii-yan;
Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka).
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.
―QS. Maryam [19]: 71

Daftar isi

And there is none of you except he will come to it.
This is upon your Lord an inevitability decreed.
― Chapter 19. Surah Maryam [verse 71]

وَإِن dan tidak
And (there is) not
مِّنكُمْ daripadamu
(any) of you
إِلَّا melainkan
but
وَارِدُهَا mendatanginya
(will be) passing over it.
كَانَ adalah
(This) is
عَلَىٰ atas/bagi
upon
رَبِّكَ Tuhanmu
your Lord
حَتْمًا kepastian
an inevitability
مَّقْضِيًّا yang telah diputuskan
decreed.

Tafsir Al-Quran

Surah Maryam
19:71

Tafsir QS. Maryam (19) : 71. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua orang akan dibawa ke tempat di mana neraka berada.
Mereka didekatkan ke neraka itu dan berdiri di sekelilingnya.

Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak dapat diubah lagi dan harus terlaksana.



Dalam hadis Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy diterangkan ( kemudian dipancangkan jembatan di atas Jahanam, dan syafaat diperbolehkan, mereka berkata ya Allah selamatkan kami “ selamatkan kami, Rasulullah ditanya, apakah jembatan itu?
Rasulullah menjawab,
"tempat berpijak yang licin ada alat penyambar dan pecantol, dan duri (seperti) yang ada di Najd, yang memiliki duri kecil yang diberi nama as-Sa’dan.

Ada orang mukmin yang berjalan sekejap mata seperti kilat, angin, burung yang terbang, kuda pacuan dan seperti orang yang berkendaraan, maka ada yang selamat, tertangkap dan lolos, ada pula yang terlempar ke dalam neraka jahannam.")

Tafsir QS. Maryam (19) : 71. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian semua, tanpa terkecuali, pasti akan mendatanginya.
Orang-orang Mukmin hanya akan melihat dan melewatinya.


Sementara orang-orang kafir akan masuk ke dalamnya.
Semua itu pasti akan terjadi sesuai dengan ketetapan Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidak ada seorang pun di antara kalian, wahai manusia, melainkan mendatangi neraka dengan melewati Shirath yang diletakkan di atas permukaan Jahanam, masing-masing sesuai dengan perbuatannya.
Hal itu adalah suatu kemestian, yang telah Allah tetapkan dan putuskan bahwa itu pasti terjadi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tidak)


(daripada kalian) seorang pun


(melainkan mendatangi neraka itu) neraka Jahanam.


(Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan) telah dipastikan dan telah diputuskan oleh-Nya, hal ini tidak akan diabaikan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Khalid Ibnu Sulaiman, dari Kasir ibnu Ziyad Al-Bursuni, dari Abu Sumayyah yang mengatakan,
"Kami berselisih pendapat tentang makna al-wurud (mendatangi) yang ada dalam ayat ini.
Sebagian dari kami mengatakan bahwa neraka Jahanam tidak dimasuki oleh orang-orang mukmin.
Sebagian lainnya mengatakan bahwa semua manusia memasukinya, kemudian Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa.
Kemudian saya bersua dengan Jabir ibnu Abdullah dan kutanyakan kepadanya masalah tersebut,
"Sesungguhnya kami berselisih pendapat tentang makna al-wurud, apakah maknanya?’ Jabir menjawab, ‘semuanya mendatangi neraka’."

Sulaiman ibnu Murrah mengatakan bahwa mereka semua memasukinya.
Lalu ia mengisyaratkan kedua jari telunjuknya ke arah kedua telinganya dan mengatakan bahwa ia akan diam seandainya belum pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Tiada seorang pun yang bertakwa dan tiada pula seorang pun yang durhaka melainkan memasuki neraka.
Maka neraka Jahanam bagi orang mukmin terasa sejuk dan menjadi keselamatan sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Ibrahim, sehingga neraka terdengar bersuara gemuruh karena sejuknya mereka.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala selamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Hadis berpredikat garib, para ahli hadis tidak ada yang mengetengahkannya selain dari Sulaiman ibnu Murrah.

Al-Hasan ibnu Arafah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu’awiyah, dari Bakkar ibnu Abu Marwan, dari Khalid ibnu Ma’dan yang mengatakan bahwa ahli surga setelah memasuki surga berkata,
"Bukankah Tuhan kita telah menjanjikan kepada kita akan mendatangi neraka?"
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"kalian telah mendatanginya sedang neraka dalam keadaan padam."

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ibnu Uyaynah, dari Ismail ibnu Abu Khalid, dari Qais ibnu Abu Hazim yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Rawwahah di suatu hari sedang meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.
Lalu ia menangis, dan istrinya ikut menangis.
Maka Abdullah bertanya,
"Mengapa kamu ikut menangis?"
Istrinya menjawab,
"Saya melihat kanda menangis, maka saya ikut menangis."
Abdullah ibnu Rawwahah berkata bahwa ia teringat akan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
(Abdullah ibnu Rawwahah berkata),
"Saya tidak mengetahui apakah diri saya dapat selamat dari neraka ataukah tidak."
Menurut riwayat yang lain, saat itu Abdullah ibnu Rawwahah sedang dalam keadaan sakit.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, dari Malik ibnu Magul, dari Abu Ishaq, bahwa Abu Maisarah apabila berbaring di tempat peraduannya selalu mengatakan,
"Aduhai, sekiranya ibuku tidak melahirkan diriku."
Kemudian ia menangis.
Maka ketika ditanyakan kepadanya,
"Hai Abu Maisarah, mengapa engkau menangis?"
Abu Maisarah menjawab,
"Kita diberi tahu bahwa kita akan mendatangi neraka itu dan tidak diberi tahu bahwa kita akan keluar darinya."

Abdullah ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri yang mengatakan bahwa seorang lelaki berkata kepada saudaranya,
"Apakah engkau pernah mendapat berita bahwa engkau akan mendatangi neraka?"
Ia menjawab,
"Ya."
Ditanyakan lagi,
"Dan apakah engkau mendapat berita bahwa engkau akan keluar darinya?"
Ia menjawab,
"Tidak."
Dikatakan lagi,
"Lalu mengapa engkau masih dapat tertawa?"
Al-Hasan Al-Basri selanjutnya menceritakan bahwa sejak saat itu lelaki tersebut tidak kelihatan pernah tertawa hingga meninggal dunia.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyaynah, dari Amr, telah menceritakan kepadaku seseorang yang pernah mendengar Ibnu Abbas berdebat dengan Nafi’ Al-Azraq.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa al-wurud artinya memasuki.
Sedangkan Nafi’ berkata,
"Bukan."
Lalu Ibnu Abbas membacakan firman-Nya:
Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 98)
Ibnu Abbas mengatakan,
"Apakah mereka memasukinya ataukah tidak?"
Ibnu Abbas membacakan lagi firman-Nya:
Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
(QS. Hud [11]: 98)
Ibnu Abbas mengatakan,
"Bukankah Fir’aun memasuki neraka?
Adapun aku dan kamu, maka kita sama-sama akan memasukinya, lalu kita tunggu apakah kita bakal dikeluarkan darinya ataukah tidak.
Menurut hematku, Allah tidak akan mengeluarkan kamu dari neraka, bila kamu tidak percaya."
Maka Nafi’ tertawa.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata, bahwa Abu Rasyid Al-Haruri (yaituNafi’ Al-Azraq) membacakan firman-Nya:
mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 102)
Maka Ibnu Abbas berkata,
"Celakalah kamu, apakah kamu ini gila?
Lalu bagaimanakah dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:
Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka’ (QS. Hud [11]: 98)
‘dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga’ (QS. Maryam [19]: 86)
‘Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu’ (QS. Maryam [19]: 71)
Demi Allah, sesungguhnya doa orang yang terdahulu mengatakan,
"Ya Allah, keluarkanlah daku dari neraka dalam keadaan selamat, dan masukkanlah aku ke dalam surga dalam keadaan beruntung’."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Ubaid Al-Muharibi, telah menceritakan kepada kami Asbat, dari Abdul Malik, dari Ubaidillah, dari Mujahid yang mengatakan bahwa ketika ia berada di rumah Ibnu Abbas, datanglah kepadanya seorang lelaki yang dikenal dengan panggilan Abu Rasyid, yaitu Nafi’ ibnul Azraq.
Maka Nafi’ berkata kepada Ibnu Abbas,
"Hai Ibnu Abbas, bagaimanakah menurutmu makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan’ (QS. Maryam [19]: 71)
Ibnu Abbas menjawab,
"Adapun saya dan kamu, hai Abu Rasyid, pasti akan mendatanginya.
Maka tunggulah apakah kita dapat keluar darinya ataukah tidak."

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, Syu’bah pernah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnus Sa-ib, dari seseorang yang mendengar Ibnu Abbas membacakan firman-Nya ini dengan bacaan berikut:
Wa-in minhum illa wariduha, artinya:
Dan tidak ada seorang pun dari mereka melainkan memasuki neraka itu.
Lalu Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kafir.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Umar ibnul Walid Al-Busti, bahwa ia pernah mendengar Ikrimah membacanya dengan bacaan berikut:
Wa-in minhum illa wariduha, artinya:
Dan tidak ada seorang pun dari mereka melainkan memasuki neraka itu.
Bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang yang zalim.
Ikrimah mengatakan,
"Kami biasa membacanya dengan bacaan demikian (yakni minhum, bukan minkum)."
Semuanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatanginya
Yaitu orang yang baik dan orang yang jahat semuanya masuk neraka, Tidakkah Anda mendengar firman Allah subhanahu wa ta’ala tentang Fir’aun:
Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
(QS. Hud [11]: 98), hingga akhir ayat.
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:
dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.
(QS. Maryam [19]: 86)
Al-wurud dalam ayat ini berarti masuk, bukannya keluar.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Israil, dari As-Saddi, dari Murrah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Seluruh umat manusia mendatangi neraka, kemudian mereka dikeluarkan darinya menurut amal perbuatannya masing-masing.

Demikianlah menurut riwayat ini hadis dikemukakan secara marfu’.


Asbat telah meriwayatkannya dari As-Saddi, dari Murrah, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa manusia semuanya melewati sirat (jembatan yang menghubungkan antara mauqif dan surga, sedangkan di tengah-tengahnya adalah neraka).
Pengertian wurud ialah berdirinya mereka di pinggir neraka, kemudian mereka keluar dari sirat sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.
Di antara mereka ada orang yang lewat seperti kilat, ada orang yang lewat seperti angin yang cepat, ada orang yang melaluinya seperti cepatnya burung terbang ada orang yang melaluinya secepat kuda balap yang sangat kencang, ada orang yang melaluinya seperti larinya unta yang cepat, ada pula yang melewatinya dengan berlari kencang, sehingga orang yang terakhir dari mereka (kaum muslim) melewatinya adalah seseorang yang cahayanya hanya sampai pada bagian kedua jempol jari kakinya.
Ia melewati sirat sedangkan sirat menjadi goyang karenanya.
Sirat adalah jembatan yang sangat licin, padanya terdapat duri-duri yang sangat tajam, sedangkan di kedua tepi sirat terdapat malaikat-malaikat yang membawa kaitan dari api yang digunakan mereka untuk menyambar orang-orang yang melewati sirat (dan ditakdirkan untuk masuk neraka), hingga akhir hadis.
Hadis yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khallad ibnu Aslam, telah menceritakan kepada kami An-Nadr, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Abu lshaq, dari Abul Ahwas, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Bahwa sirat berada di atas neraka, tajamnya sama seperti pedang yang paling tajam.
Maka golongan orang yang pertama melaluinya seperti kilat yang menyambar, golongan kedua cepatnya seperti angin yang kencang, golongan ketiga cepatnya seperti kuda balap, dan golongan keempat cepatnya seperti ternak yang larat.
Kemudian lewatlah para malaikat seraya berkata,
"Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkanlah kami."

Hadis ini mempunyai banyak bukti yang menguatkannya terdapat di dalam kitab Sahihain dan kitab hadis lainnya melalui riwayat Anas, Abu Sa’id, Abu Hurairah, Jabir, dan lain-lainnya dari kalangan para sahabat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, dari Al-Jariri, dari Abus Salil, dari Ganim ibnu Qais yang mengatakan bahwa mereka membicarakan tentang makna wurud.
Ka’b berkata,
"Api neraka menyekap manusia seakan-akan seperti penjara yang maha besar, hingga semua manusia berada di atas neraka, baik yang bertakwa maupun yang durhaka.
Kemudian terdengarlah suara yang menyeru neraka, ‘Tahanlah orang-orang yang harus masuk neraka, dan lepaskanlah teman-temanku!"
Maka setiap ahli neraka dibenamkan ke dalamnya oleh penjaga neraka, sedangkan penjaga neraka itu lebih mengenal ahlinya daripada seseorang terhadap anaknya.
Dan orang-orang yang beriman dikeluarkan dari neraka dalam keadaan pakaian mereka basah.
Ka’b melanjutkan kisahnya,
"Di antara malaikat penjaga mereka ada malaikat yang panjang di antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan satu tahun.
Tiap-tiap malaikat dari mereka membawa gada besar yang bercabang dua untuk mendorong ahli neraka masuk ke dalam neraka.
Bila malaikat itu menggunakan gadanya, maka masuklah ke dalam neraka sebanyak tujuh ratus ribu orang."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dari Ummu Mubasysyir, dari Hafsah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga tidak ada seorang pun dari kalangan ahli Badar dan Hudaibiyyah yang masuk neraka, insya Allah.
Hafsah bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam Alquran:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu’
Maka Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Az-Zuhri, dari Sa’id, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Tidak ada seorang pun dari kaum muslim yang ditinggal mati oleh ketiga anaknya (yang belum berusia balig, lalu ia bersabar) masuk ke dalam neraka melainkan hanya sekejap saja.

Abdur Razzaq mengatakan, Ma’mar pernah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Az-Zuhri, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang kematian tiga orang anaknya, tidak akan disentuh api neraka kecuali hanya sekejap saja.

Makna yang dimaksud ia hanya mendatanginya saja, kemudian keluar darinya.

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zam’ah, dari Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidak ada seorang muslim pun yang kematian tiga orang anaknya disentuh oleh api neraka kecuali hanya sebentar saja.

Az-Zuhri mengatakan seakan-akan Rasulullah ﷺ bermaksud dengan apa yang disebutkan oleh ayat ini, yaitu firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.


Telah menceritakan pula kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, dari Usman ibnul Aswad, dari Mujahid yang mengatakan bahwa sakit demam merupakan bagian tiap orang mukmin dari neraka.
Kemudian ia membacakan firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai’ah, telah menceritakan kepada kami Zaban ibnu Fa-id, dari Sahl ibnu Mu’az ibnu Anas Al-Juhani, dari ayahnya, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Barang siapa membaca surat Ikhlas sebanyak sepuluh kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah gedung di dalam surga.
Maka Umar berkata,
"Kalau demikian, kami akan memperbanyak bacaannya, hai Rasulullah."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Allah akan membalasnya dengan pahala yang lebih banyak dan lebih baik."

Rasulullah ﷺ telah bersabda pula:

Barang siapa yang membaca seribu ayat di jalan Allah, maka kelak di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama para nabi, para siddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh, mereka adalah sebaik-baik teman, insya Allah.
Dan barang siapa yang menjaga tapal batas untuk melindungi kaum muslim (dari serangan musuh) di jalan allah secara suka rela, bukan karena mendapat upah dari sultan, niscaya ia tidak akan melihat neraka kecuali hanya dalam waktu yang sebentar.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Dan sesungguhnya berzikir di jalan Allah, pahalanya dilipatgandakan tujuh ratus kali membelanjakan harta di jalan Allah.
Menurut riwayat yang lain adalah tujuh ratus ribu kali lipatnya.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Abut Tahir, dari Ibnu Wahb dan Yahya ibnu Ayyub, keduanya dari Zaban, dari Sahl, dari ayahnya, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya membaca salawat untukku, puasa, dan berzikir, pahalanya dilipatgandakan lebih dari membelanjakan harta di jalan Allah dengan tujuh ratus kali lipat.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu. Bahwa yang dimaksud dengan wurud ialah melaluinya.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:


Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Yang dimaksud dengan mendatangi neraka bagi kaum muslim ialah melewati jembatan yang terpancang di antara kedua tepinya, sedangkan yang dimaksud dengan mendatangi bagi kaum musyrik ialah memasuki­nya.
Dan Nabi ﷺ telah bersabda:

Laki-laki dan wanita yang terpeleset pada hari itu banyak sekali, pada hari itu jembatan tersebut dikepung oleh dua barisan malaikat yang dalam doanya mengatakan,
"Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”

As-Saddi telah meriwayatkan dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
Makna yang dimaksud ialah sumpah yang wajib dilaksanakan.


Menurut Mujahid, kemestian yang sudah ditetapkan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Maryam (19) ayat 71

Telah menceritakan kepada kami Ali telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata,
aku mendengar Az Zuhriy dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah ra. dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya, tidak bakalan masuki neraka selain sebatas melakukan sumpah Allah. berkata,
Abu Abdullah: Maksudnya melakukan sumpah Allah yang tersebut dalam Firman-Nya yang artinya, Tidaklah dari kalian melainkan pasti akan melewatinya (neraka) (QS. Maryam 71) .

Shahih Bukhari, Kitab Jenazah – Nomor Hadits: 1173

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 71

HATM
حَتْم

Menurut bahasa, lafaz hatm bermakna keputusan yang sudah ditetapkan dan pasti terjadi.
Lafaz ini disebutkan sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Maryam (19), ayat 71 dalam bentuk "hatman".

وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا

Dalam ayat ini diterangkan, di akhirat nanti semua makhluk baik yang mukmin maupun yang kafir akan melalui neraka.
Ini adalah keputusan yang ditetapkan Allah bagi diri Nya dan juga janji Allah kepada semua hambaNya.
Oleh karena itu, keputusan ini pasti akan terjadi."

Ibnu Mas’ud mengatakan yang dimaksudkan dengan hatman maqdhiyya adalah sumpah wajib yang mesti dilaksanakan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:194

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariya ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam.
▪ Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
▪ Jibril `alaihis salam turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
▪ Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
▪ Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
▪ Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio Murottal

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan Indonesia
QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 98

Gambar Kutipan Ayat

Surah Maryam ayat 71 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 71 - Gambar 2
Statistik QS. 19:71
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
Sending
User Review
4.2 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
19:71, 19 71, 19-71, Surah Maryam 71, Tafsir surat Maryam 71, Quran Maryam 71, Surah Maryam ayat 71
▪ QS 19:71
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 19:71

More Videos

Kandungan Surah Maryam

۞ QS. 19:2 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:3 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:4 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:6 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:8 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:9 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:10 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:12 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 19:17 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:18 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:19 • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:21 • Kekuasaan Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 19:24 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:26 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:34 • Mendustai Allah

۞ QS. 19:35 • Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 19:36 • Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 19:37 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 19:38 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:39 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:40 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:42 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 19:44 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:45 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 19:47 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:48 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:49 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:55 • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 19:58 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 19:59 • Azab orang kafir • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:60 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:61 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Nama-nama surga • Keabadian surga

۞ QS. 19:62 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 19:63 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:64 • Sifat Kamal (sempurna) • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:65 • Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:66 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 19:67 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:68 • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 19:69 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Azab orang kafir

۞ QS. 19:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:71 • Ar Rabb (Tuhan) • Menyeberangi jembatan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:72 • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:73 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 19:75 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hari kiamat datang tiba-tiba • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 19:76 • Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:78 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:79 • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 19:80 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 19:81 • Menjadikan makhluk sebagai tuhan

۞ QS. 19:82 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 19:83 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:84 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:85 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 19:86 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Azab orang kafir •

۞ QS. 19:87 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Mereka yang memperoleh syafaat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya •

۞ QS. 19:88 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:89 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 19:90 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Dosa terbesar

۞ QS. 19:91 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:92 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:93 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:94 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhshi (Maha Penghitung) • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 19:95 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:96 • Pahala iman • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:97 • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 19:98 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.
QS. Al-Isra’ [17]: 32

katakanlah kepada isterimu,
anak perempuanmu & isteri orang mukmin:
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu.
QS. Al-Ahzab [33]: 59

Jangan kau katakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta
“ini halal & ini haram”,
untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah.
Sungguh orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung
QS. An-Nahl [16]: 116

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. At-Taubah [9]: 103

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut ...

Correct! Wrong!

Sebelum berpakaian, kita harus ...

Correct! Wrong!

Pembatasan aurat wanita adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Islam, pakaian harus ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #3
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #3 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #3 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

Al Hakam

Apa itu Al Hakam? Allah itu Al-Hakam ◀ Allah itu Al-Hakam, maksudnya adalah Allah yang menetapkan hukum. Hukum di dunia dan di akhirat sudah Allah tetapkan. Sebagaimana Allah telah menetapkan mana...

istidlal

Apa itu istidlal? is.tid.lal pembuktian; pencarian rujukan tekstual pada ayat-ayat Alquran atau hadis … •

zakat profesi

Apa itu zakat profesi? zakat yang diberikan oleh setiap orang Islam, yang menyangkut imbalan profesi yang diterima, seperti gaji dan honorarium … •