Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 71


وَ اِنۡ مِّنۡکُمۡ اِلَّا وَارِدُہَا ۚ کَانَ عَلٰی رَبِّکَ حَتۡمًا مَّقۡضِیًّا
Wa-in minkum ilaa waariduhaa kaana ‘ala rabbika hatman maqdhii-yan;

Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
―QS. 19:71
Topik ▪ Takdir ▪ Ketentuan Allah tak dapat dihindari ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
19:71, 19 71, 19-71, Maryam 71, Maryam 71, Maryam 71
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah mengarahkan firman-Nya kepada manusia seluruhnya dan menerangkan bahwa semua orang akan dibawa ke tempat dimana neraka berada.
Mereka di dekatkan ke neraka itu dan berdiri di sekelilingnya.
Hal ini sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak dapat dirubah lagi dan harus terlaksana.
As Suddy meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa manusia seluruhnya di bawa ke "Siraat" (titian).
Kemudian mereka menyeberangi Sirat itu dengan membawa amal perbuatan mereka.
Di antara mereka ada yang melaluinya secepat kilat, ada secepat angin, secepat burung melayang, secepat kuda berlari, secepat unta dan ada pula yang secepat lari manusia.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda; Semua manusia akan mendatangi neraka kemudian mereka akan kembali membawa amal perbuatan mereka.

Maryam (19) ayat 71 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalian semua, tanpa terkecuali, pasti akan mendatanginya.
Orang-orang Mukmin hanya akan melihat dan melewatinya.
Sementara orang-orang kafir akan masuk ke dalamnya.
Semua itu pasti akan terjadi sesuai dengan ketetapan Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tidak) (daripada kalian) seorang pun (melainkan mendatangi neraka itu) neraka Jahanam.
(Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan) telah dipastikan dan telah diputuskan oleh-Nya, hal ini tidak akan diabaikan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak ada seorang pun di antara kalian, wahai manusia, melainkan mendatangi neraka dengan melewati Shirath yang diletakkan di atas permukaan Jahanam, masing-masing sesuai dengan perbuatannya.
Hal itu adalah suatu kemestian, yang telah Allah tetapkan dan putuskan bahwa itu pasti terjadi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Khalid Ibnu Sulaiman, dari Kasir ibnu Ziyad Al-Bursuni, dari Abu Sumayyah yang mengatakan, "Kami berselisih pendapat tentang makna al-wurud (mendatangi) yang ada dalam ayat ini.
Sebagian dari kami mengatakan bahwa neraka Jahanam tidak dimasuki oleh orang-orang mukmin.
Sebagian lainnya mengatakan bahwa semua manusia memasukinya, kemudian Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa.
Kemudian saya bersua dengan Jabir ibnu Abdullah dan kutanyakan kepadanya masalah tersebut, "Sesungguhnya kami berselisih pendapat tentang makna al-wurud, apakah maknanya?' Jabir menjawab, 'semuanya mendatangi neraka'."

Sulaiman ibnu Murrah mengatakan bahwa mereka semua memasukinya.
Lalu ia mengisyaratkan kedua jari telunjuknya ke arah kedua telinganya dan mengatakan bahwa ia akan diam seandainya belum pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Tiada seorang pun yang bertakwa dan tiada pula seorang pun yang durhaka melainkan memasuki neraka.
Maka neraka Jahanam bagi orang mukmin terasa sejuk dan menjadi keselamatan sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Ibrahim, sehingga neraka terdengar bersuara gemuruh karena sejuknya mereka.
Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala selamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Hadis berpredikat garib, para ahli hadis tidak ada yang mengetengahkannya selain dari Sulaiman ibnu Murrah.

Al-Hasan ibnu Arafah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu'awiyah, dari Bakkar ibnu Abu Marwan, dari Khalid ibnu Ma'dan yang mengatakan bahwa ahli surga setelah memasuki surga berkata, "Bukankah Tuhan kita telah menjanjikan kepada kita akan mendatangi neraka?"
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, "kalian telah mendatanginya sedang neraka dalam keadaan padam."

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ibnu Uyaynah, dari Ismail ibnu Abu Khalid, dari Qais ibnu Abu Hazim yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Rawwahah di suatu hari sedang meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya.
Lalu ia menangis, dan istrinya ikut menangis.
Maka Abdullah bertanya, "Mengapa kamu ikut menangis?"
Istrinya menjawab, "Saya melihat kanda menangis, maka saya ikut menangis." Abdullah ibnu Rawwahah berkata bahwa ia teringat akan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
(Abdullah ibnu Rawwahah berkata), "Saya tidak mengetahui apakah diri saya dapat selamat dari neraka ataukah tidak." Menurut riwayat yang lain, saat itu Abdullah ibnu Rawwahah sedang dalam keadaan sakit.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaman, dari Malik ibnu Magul, dari Abu Ishaq, bahwa Abu Maisarah apabila berbaring di tempat peraduannya selalu mengatakan, "Aduhai, sekiranya ibuku tidak melahirkan diriku." Kemudian ia menangis.
Maka ketika ditanyakan kepadanya, "Hai Abu Maisarah, mengapa engkau menangis?"
Abu Maisarah menjawab, "Kita diberi tahu bahwa kita akan mendatangi neraka itu dan tidak diberi tahu bahwa kita akan keluar darinya."

Abdullah ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri yang mengatakan bahwa seorang lelaki berkata kepada saudaranya, "Apakah engkau pernah mendapat berita bahwa engkau akan mendatangi neraka?"
Ia menjawab, "Ya." Ditanyakan lagi, "Dan apakah engkau mendapat berita bahwa engkau akan keluar darinya?"
Ia menjawab, "Tidak." Dikatakan lagi, "Lalu mengapa engkau masih dapat tertawa?"
Al-Hasan Al-Basri selanjutnya menceritakan bahwa sejak saat itu lelaki tersebut tidak kelihatan pernah tertawa hingga meninggal dunia.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyaynah, dari Amr, telah menceritakan kepadaku seseorang yang pernah mendengar Ibnu Abbas berdebat dengan Nafi' Al-Azraq.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa al-wurud artinya memasuki.
Sedangkan Nafi' berkata, "Bukan." Lalu Ibnu Abbas membacakan firman-Nya: Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam, kalian pasti masuk ke dalamnya.
(Al Anbiyaa:98) Ibnu Abbas mengatakan, "Apakah mereka memasukinya ataukah tidak?"
Ibnu Abbas membacakan lagi firman-Nya: Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
(Huud:98) Ibnu Abbas mengatakan, "Bukankah Fir'aun memasuki neraka?
Adapun aku dan kamu, maka kita sama-sama akan memasukinya, lalu kita tunggu apakah kita bakal dikeluarkan darinya ataukah tidak.
Menurut hematku, Allah tidak akan mengeluarkan kamu dari neraka, bila kamu tidak percaya." Maka Nafi' tertawa.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata, bahwa Abu Rasyid Al-Haruri (yaituNafi' Al-Azraq) membacakan firman-Nya: mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka.
(Al Anbiyaa:102) Maka Ibnu Abbas berkata, "Celakalah kamu, apakah kamu ini gila?
Lalu bagaimanakah dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang menyebutkan: Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka' (Huud:98) 'dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga' (Maryam:86) 'Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu' (Maryam:71) Demi Allah, sesungguhnya doa orang yang terdahulu mengatakan, "Ya Allah, keluarkanlah daku dari neraka dalam keadaan selamat, dan masukkanlah aku ke dalam surga dalam keadaan beruntung'."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Ubaid Al-Muharibi, telah menceritakan kepada kami Asbat, dari Abdul Malik, dari Ubaidillah, dari Mujahid yang mengatakan bahwa ketika ia berada di rumah Ibnu Abbas, datanglah kepadanya seorang lelaki yang dikenal dengan panggilan Abu Rasyid, yaitu Nafi' ibnul Azraq.
Maka Nafi' berkata kepada Ibnu Abbas, "Hai Ibnu Abbas, bagaimanakah menurutmu makna firman Allah subhanahu wa ta'ala: 'Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan' (Maryam:71) Ibnu Abbas menjawab, "Adapun saya dan kamu, hai Abu Rasyid, pasti akan mendatanginya.
Maka tunggulah apakah kita dapat keluar darinya ataukah tidak."

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, Syu'bah pernah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnus Sa-ib, dari seseorang yang mendengar Ibnu Abbas membacakan firman-Nya ini dengan bacaan berikut: Wa-in minhum illa wariduha, artinya: Dan tidak ada seorang pun dari mereka melainkan memasuki neraka itu.
Lalu Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kafir.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Umar ibnul Walid Al-Busti, bahwa ia pernah mendengar Ikrimah membacanya dengan bacaan berikut: Wa-in minhum illa wariduha, artinya: Dan tidak ada seorang pun dari mereka melainkan memasuki neraka itu.
Bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang yang zalim.
Ikrimah mengatakan, "Kami biasa membacanya dengan bacaan demikian (yakni minhum, bukan minkum)." Semuanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatanginya
Yaitu orang yang baik dan orang yang jahat semuanya masuk neraka, Tidakkah Anda mendengar firman Allah subhanahu wa ta'ala tentang Fir'aun: Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
(Huud:98), hingga akhir ayat.
Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan: dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.
(Maryam:86) Al-wurud dalam ayat ini berarti masuk, bukannya keluar.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, dari Israil, dari As-Saddi, dari Murrah, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seluruh umat manusia mendatangi neraka, kemudian mereka dikeluarkan darinya menurut amal perbuatannya masing-masing.

Demikianlah menurut riwayat ini hadis dikemukakan secara marfu'.

Asbat telah meriwayatkannya dari As-Saddi, dari Murrah, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa manusia semuanya melewati sirat (jembatan yang menghubungkan antara mauqif dan surga, sedangkan di tengah-tengahnya adalah neraka).
Pengertian wurud ialah berdirinya mereka di pinggir neraka, kemudian mereka keluar dari sirat sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.
Di antara mereka ada orang yang lewat seperti kilat, ada orang yang lewat seperti angin yang cepat, ada orang yang melaluinya seperti cepatnya burung terbang ada orang yang melaluinya secepat kuda balap yang sangat kencang, ada orang yang melaluinya seperti larinya unta yang cepat, ada pula yang melewatinya dengan berlari kencang, sehingga orang yang terakhir dari mereka (kaum muslim) melewatinya adalah seseorang yang cahayanya hanya sampai pada bagian kedua jempol jari kakinya.
Ia melewati sirat sedangkan sirat menjadi goyang karenanya.
Sirat adalah jembatan yang sangat licin, padanya terdapat duri-duri yang sangat tajam, sedangkan di kedua tepi sirat terdapat malaikat-malaikat yang membawa kaitan dari api yang digunakan mereka untuk menyambar orang-orang yang melewati sirat (dan ditakdirkan untuk masuk neraka), hingga akhir hadis.
Hadis yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khallad ibnu Aslam, telah menceritakan kepada kami An-Nadr, telah menceritakan kepada kami Israil, telah menceritakan kepada kami Abu lshaq, dari Abul Ahwas, dari Abdullah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Bahwa sirat berada di atas neraka, tajamnya sama seperti pedang yang paling tajam.
Maka golongan orang yang pertama melaluinya seperti kilat yang menyambar, golongan kedua cepatnya seperti angin yang kencang, golongan ketiga cepatnya seperti kuda balap, dan golongan keempat cepatnya seperti ternak yang larat.
Kemudian lewatlah para malaikat seraya berkata, "Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkanlah kami."

Hadis ini mempunyai banyak bukti yang menguatkannya terdapat di dalam kitab Sahihain dan kitab hadis lainnya melalui riwayat Anas, Abu Sa'id, Abu Hurairah, Jabir, dan lain-lainnya dari kalangan para sahabat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, dari Al-Jariri, dari Abus Salil, dari Ganim ibnu Qais yang mengatakan bahwa mereka membicarakan tentang makna wurud.
Ka'b berkata, "Api neraka menyekap manusia seakan-akan seperti penjara yang maha besar, hingga semua manusia berada di atas neraka, baik yang bertakwa maupun yang durhaka.
Kemudian terdengarlah suara yang menyeru neraka, 'Tahanlah orang-orang yang harus masuk neraka, dan lepaskanlah teman-temanku!" Maka setiap ahli neraka dibenamkan ke dalamnya oleh penjaga neraka, sedangkan penjaga neraka itu lebih mengenal ahlinya daripada seseorang terhadap anaknya.
Dan orang-orang yang beriman dikeluarkan dari neraka dalam keadaan pakaian mereka basah.
Ka'b melanjutkan kisahnya, "Di antara malaikat penjaga mereka ada malaikat yang panjang di antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan satu tahun.
Tiap-tiap malaikat dari mereka membawa gada besar yang bercabang dua untuk mendorong ahli neraka masuk ke dalam neraka.
Bila malaikat itu menggunakan gadanya, maka masuklah ke dalam neraka sebanyak tujuh ratus ribu orang."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir, dari Ummu Mubasysyir, dari Hafsah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga tidak ada seorang pun dari kalangan ahli Badar dan Hudaibiyyah yang masuk neraka, insya Allah.
Hafsah bertanya, "Bukankah Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman di dalam Al-Qur'an:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu'
Maka Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Az-Zuhri, dari Sa'id, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Tidak ada seorang pun dari kaum muslim yang ditinggal mati oleh ketiga anaknya (yang belum berusia balig, lalu ia bersabar) masuk ke dalam neraka melainkan hanya sekejap saja.

Abdur Razzaq mengatakan, Ma'mar pernah mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Az-Zuhri, dari Ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang kematian tiga orang anaknya, tidak akan disentuh api neraka kecuali hanya sekejap saja.

Makna yang dimaksud ia hanya mendatanginya saja, kemudian keluar darinya.

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zam'ah, dari Az-Zuhri, dari Sa'id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang kematian tiga orang anaknya disentuh oleh api neraka kecuali hanya sebentar saja.

Az-Zuhri mengatakan seakan-akan Rasulullah ﷺ bermaksud dengan apa yang disebutkan oleh ayat ini, yaitu firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Telah menceritakan pula kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, dari Usman ibnul Aswad, dari Mujahid yang mengatakan bahwa sakit demam merupakan bagian tiap orang mukmin dari neraka.
Kemudian ia membacakan firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah, telah menceritakan kepada kami Zaban ibnu Fa-id, dari Sahl ibnu Mu'az ibnu Anas Al-Juhani, dari ayahnya, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Barang siapa membaca surat Ikhlas sebanyak sepuluh kali, maka Allah membangunkan baginya sebuah gedung di dalam surga.
Maka Umar berkata, "Kalau demikian, kami akan memperbanyak bacaannya, hai Rasulullah." Rasulullah ﷺ menjawab, "Allah akan membalasnya dengan pahala yang lebih banyak dan lebih baik."

Rasulullah ﷺ telah bersabda pula:

Barang siapa yang membaca seribu ayat di jalan Allah, maka kelak di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama para nabi, para siddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh, mereka adalah sebaik-baik teman, insya Allah.
Dan barang siapa yang menjaga tapal batas untuk melindungi kaum muslim (dari serangan musuh) di jalan allah secara suka rela, bukan karena mendapat upah dari sultan, niscaya ia tidak akan melihat neraka kecuali hanya dalam waktu yang sebentar.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Dan sesungguhnya berzikir di jalan Allah, pahalanya dilipatgandakan tujuh ratus kali membelanjakan harta di jalan Allah.
Menurut riwayat yang lain adalah tujuh ratus ribu kali lipatnya.

Abu Daud telah meriwayatkan dari Abut Tahir, dari Ibnu Wahb dan Yahya ibnu Ayyub, keduanya dari Zaban, dari Sahl, dari ayahnya, dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya membaca salawat untukku, puasa, dan berzikir, pahalanya dilipatgandakan lebih dari membelanjakan harta di jalan Allah dengan tujuh ratus kali lipat.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu. Bahwa yang dimaksud dengan wurud ialah melaluinya.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan tidak ada seorang pun dari kalian melainkan mendatangi neraka itu.
Yang dimaksud dengan mendatangi neraka bagi kaum muslim ialah melewati jembatan yang terpancang di antara kedua tepinya, sedangkan yang dimaksud dengan mendatangi bagi kaum musyrik ialah memasuki­nya.
Dan Nabi ﷺ telah bersabda:

Laki-laki dan wanita yang terpeleset pada hari itu banyak sekali, pada hari itu jembatan tersebut dikepung oleh dua barisan malaikat yang dalam doanya mengatakan, "Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”

As-Saddi telah meriwayatkan dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud sehubungan dengan makna firman-Nya:

Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.
Makna yang dimaksud ialah sumpah yang wajib dilaksanakan.

Menurut Mujahid, kemestian yang sudah ditetapkan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Maryam (19) ayat 71
Telah menceritakan kepada kami Ali telah menceritakan kepada kami Sufyan berkata,
aku mendengar Az Zuhriy dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah ra. dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya, tidak bakalan masuki neraka selain sebatas melakukan sumpah Allah. berkata,
Abu Abdullah: Maksudnya melakukan sumpah Allah yang tersebut dalam Firman-Nya yang artinya, Tidaklah dari kalian melainkan pasti akan melewatinya (neraka) (QS. Maryam 71) .

Shahih Bukhari, Kitab Jenazah - Nomor Hadits: 1173

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 71

HATM
حَتْم

Menurut bahasa, lafaz hatm bermakna keputusan yang sudah ditetapkan dan pasti terjadi. Lafaz ini disebutkan sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Maryam (19), ayat 71 dalam bentuk "hatman".

وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا

Dalam ayat ini diterangkan, di akhirat nanti semua makhluk baik yang mukmin maupun yang kafir akan melalui neraka. Ini adalah keputusan yang ditetapkan Allah bagi diri Nya dan juga janji Allah kepada semua hambaNya. Oleh karena itu, keputusan ini pasti akan terjadi."

Ibn Mas'ud mengatakan yang dimaksudkan dengan hatman maqdhiyya adalah sumpah wajib yang mesti dilaksanakan.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:194

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 71 *beta

Surah Maryam Ayat 71



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (28 votes)
Sending







✔ qs 19 71, tafsiran surat maryam 19:71

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku