QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 66 [QS. 19:66]

وَ یَقُوۡلُ الۡاِنۡسَانُ ءَ اِذَا مَا مِتُّ لَسَوۡفَ اُخۡرَجُ حَیًّا
Wayaquulu-insaanu a-idzaa maa mittu lasaufa ukhraju hai-yan;

Dan berkata manusia:
“Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”
―QS. 19:66
Topik ▪ Kebodohan orang kafir
19:66, 19 66, 19-66, Maryam 66, Maryam 66, Maryam 66

Tafsir surah Maryam (19) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Al Kalabi bahwa ayat ini diturunkan melalui Ubay bin Khalaf.
Dia mengambil sepotong tulang yang telah hampir remuk dan dihancurkannya dengan tangannya seperti tepung kemudian ditebarkannya ke angin kencang maka bertebaranlah tulang itu.
Kemudian dia berkata, “Ada orang mengatakan bahwa kita akan dibangkitkan sesudah kita mati dan sesudah kita menjadi seperti tulang ini”.
Hal ini tidak mungkin terjadi sama sekali.
Sebagai bantahan atas kata-katanya itu turunlah ayat ini.
Allah menjelaskan bahwa ada manusia yang bertanya-tanya apakah mungkin apabila saya telah mati akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali?
Pertanyaan yang seperti itu terdapat pula pada ayat-ayat yang lain seperti firman Allah:

Dan mereka selalu mengatakan, “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?”.
(Q.S. Al Waqiah: 47)

Dan firman-Nya:

Dan mereka berkata, “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”.
(Q.S. Al Israa [17]: 49)

Demikian pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh orang yang dangkal pikirannya dan tidak mau memikirkan sesuatu secara mendalam, karena mata hati mereka telah ditutupi oleh kesesatan dan kesenangan hidup dunia, sehingga tidak tampak lagi bagi mereka cahaya kebenaran yang terang benderang.
Oleh sebab itu Allah menolak pertanyaan-pertanyaan mereka dengan nada takjub dan heran, apakah manusia yang berpikiran seperti itu tidak mengingat bahwa Kami telah menciptakan-Nya dari tiada.
Apakah yang dapat menciptakan sesuatu dari tiada, dapat pula menciptakannya dari sesuatu yang ada walaupun berupa tulang belulang atau benda-benda yang hancur.
Ini adalah suatu pemikiran yang aneh yang tidak akan timbul kecuali dari orang-orang yang hatinya telah diselubungi oleh keingkaran dan tidak mau memikirkan persoalan dengan teliti dan mendalam.

Pada ayat lain Allah berfirman:

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?”.
(Q.S. Ar Ra’d: 5)

Dan firman-Nya:

Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya.
Ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”.
Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”.

(Q.S. Yasin [36]: 78)

Dan sebuah hadis Qudsi Allah berfirman:

Anak Adam telah mendustakan Ku sedang dia tidak berhak mendustakan Ku.
Anak Adam telah menyakiti Ku sedang dia tidak berhak menyakiti Ku.
Adapun pendustaannya terhadap Ku ialah ucapannya bahwa Aku tidak akan menghidupkannya kembali sebagaimana Aku telah menciptakannya pertama kali.
Menciptakannya pertama kali tidaklah lebih mudah bagi Ku dari menciptakan kemudian (maksudnya sama mudah).
Adapun yang menyakiti Ku ialah ucapannya: Sesungguhnya Aku mempunyai anak, sedang Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa Yang tergantung kepada Ku segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Aku.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan penuh rasa heran terhadap peristiwa kebangkitan, manusia berkata, “Bagaimana aku akan dibangkitkan kembali setelah aku mati?”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berkata manusia,) mereka yang ingkar kepada adanya hari berbangkit, yaitu Ubay bin Khalaf atau Walid bin Mughirah, ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikapnya itu (“Betulkah apabila) dapat dibaca Aidza dan Ayidza (aku telah mati, bahwa aku sungguh-sungguh akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?”) yakni akan dihidupkan kembali dari kuburan sebagaimana yang telah dikatakan oleh Muhammad.

Kata tanya di sini mengandung makna Nafi atau kalimat negatif, maksudnya, Aku tidak akan dihidupkan kembali sesudah mati.

Huruf Ma adalah Zaidah yang faedahnya untuk mengukuhkan kalimat, demikian pula huruf Lamnya.

Kemudian Allah menyanggah perkataan mereka itu melalui firman-Nya:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang yang kafir berkata, mengingkari kebangkitan setelah kematian :
Apakah apabila aku telah mati dan binasa, aku akan benar-benar dikeluarkan dari kubur dalam keadaan hidup??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang manusia, bahwa manusia itu merasa heran dan menganggap mustahil akan adanya kehidupan sesudah mati.

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru.?” (Q.S. Ar-Ra’d [13]: 5)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi musuh yang nyata?
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”
Katakanlah, “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan Yang Menciptakannya pertamakah.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (Q.S. Yasin [36]: 77-79)


Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do’a Zakariya ‘alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do’a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Maryam (98 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Maryam (19) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Maryam (19) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Maryam (19) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Maryam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 98 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 19:66
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa 'alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa 'alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria 'alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim