Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 64


وَ مَا نَتَنَزَّلُ اِلَّا بِاَمۡرِ رَبِّکَ ۚ لَہٗ مَا بَیۡنَ اَیۡدِیۡنَا وَ مَا خَلۡفَنَا وَ مَا بَیۡنَ ذٰلِکَ ۚ وَ مَا کَانَ رَبُّکَ نَسِیًّا
Wamaa natanazzalu ilaa biamri rabbika lahu maa baina aidiinaa wamaa khalfanaa wamaa baina dzalika wamaa kaana rabbuka nasii-yan;

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.
Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.
―QS. 19:64
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Kebodohan orang kafir
19:64, 19 64, 19-64, Maryam 64, Maryam 64, Maryam 64
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa ketika ditanyakan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
tentang kisah penghuni Gua, Zulkarnain dan tentang hakikat roh beliau tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, karena wahyu belum diturunkan kepadanya mengenai hal itu dan Nabi Muhammad selalu menunggu-nungggu dengan sabar turunnya Jibril membawa wahyu yang akan menjelaskan masalah-masalah itu, tetapi setelah beberapa hari menunggu, Jibril tidak juga turun sehingga beliau menjadi gelisah dan sangat sedih hatinya.
Orang-orang musyrikinpun telah mulai mencemoohkan dan memperolok-olokkannya serta mengatakan bahwa Muhammad telah dimurkai oleh Tuhannya dan telah melupakannya bahkan tidak memperdulikannya lagi.
Maka ketika Jibril turun membawa wahyu Nabi Muhammad menanyakan kepadanya mengapa dia terlambat sedang beliau (siap) menunggu-nunggu kedatangannya dan telah sangat rindu kepadanya.
Jibril menjawab bahwa diapun telah sangat rindu tetapi dia hanya seorang hamba Allah yang diperintah, bila Allah memerintahkan supaya dia turun membawa wahyu diapun turun dan bila tidak tentulah dia tidak akan turun, kemudian turunlah ayat ini.

Pada ayat ini Jibril menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa para malaikat tidak akan dapat turun membawa wahyu kepada Rasul-rasul kecuali bila mereka telah mendapat perintah dari Allah sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan Nya, sesuai dengan kepentingan hamba-Nya baik mengenai urusan duniawi maupun mengenai urusan akhirat.
Dialah yang memiliki semua yang ada di hadapan dan di belakang kita dan yang ada di antara keduanya, Dialah yang mengurus dan mengaturnya.
Karena itu Dia pulalah yang lebih mengetahui tentang yang baik dan yang tidak baik bagi makhluk-Nya.
Dialah yang menetapkan kapan para malaikat akan turun kepada Rasul-Nya untuk membawa wahyu, dan untuk berapa lama Dia membiarkan malaikat tidak turun kepada mereka sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya.
Jadi kalau aku terlambat membawa wahyu kepadamu, bukanlah itu karena Allah telah meninggalkanmu, murka kepadamu atau Dia telah lupa kepadamu.
Mustahil Allah bersifat lalai dan lupa.

Maryam (19) ayat 64 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 64 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 64 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika mereka telah masuk dan menetap di surga, mereka berkata dengan memuji kepada Allah, "Kami tidak akan masuk surga dan tidak akan berpindah-pindah di dalamnya dari satu tempat ke tempat yang lain, kecuali dengan perintah Allah dan karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah adalah Maharaja dan Maha Pengatur lagi Maha Mengetahui masa depan dan masa lalu kami serta apa yang terjadi di antara keduanya.
Allah tidak akan lupa dengan janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tidaklah kami turun melainkan dengan perintah Rabbmu, kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita) yakni berupa semua perkara akhirat (apa-apa yang ada di belakang kita) berupa semua perkara duniawi (dan apa-apa yang ada di antara keduanya) apa yang ada dalam waktu sekarang sampai dengan datangnya hari kiamat.
Yang dimaksud ialah bahwa pengetahuan mengenai kesemuanya itu berada pada-Nya (dan tidaklah Rabbmu lupa) lafal Nasiyyan bermakna Naasiyan, maksudnya, Allah tidak akan meninggalkanmu disebabkan wahyu yang terlambat datang kepadamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah, wahai Jibril, kepada Muhammad :
Kami para malaikat tidaklah turun dari langit ke bumi kecuali dengan perintah Rabbmu kepada kami.
Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di hadapan kita, yaitu perkara akhirat di masa mendatang, dan apa yang ada di belakang kita, yaitu apa yang telah berlalu dari urusan dunia, serta apa yang ada di antara dunia dan akhirat.
Kepunyaan-Nyalah segala urusan di segala waktu dan tempat, dan Rabbmu tidak pernah melupakan suatu pun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'la dan waki'.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Zar, dari ayahnya, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Malaikat Jibril, "Apakah gerangan yang mencegahmu untuk tidak mengunjungiku lebih banyak lagi dari biasanya?"
Maka turunlah firman-Nya:

Dan tidaklah kami (Jibril) turun kecuali dengan perintah Tuhanmu., hingga akhir ayat.

Imam Bukhari mengetengahkannya secara munfarid.
Di dalam kitab tafsirnya ia meriwayatkan sehubungan dengan makna ayat ini melalui Abu Na'im, dari Umar ibnu Zar dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Umar ibnu Zar dengan sanad yang sama, tetapi menurut riwayat keduanya di akhir hadis terdapat tambahan, yaitu bahwa jawaban tersebut ditujukan kepada Nabi Muhammad ﷺ

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Malaikat Jibril tidak turun kepada Rasulullah ﷺ dalam waktu yang cukup lama.
Maka Rasulullah ﷺ dirundung rasa sedih dan duka karenanya.
Kemudian Malaikat Jibril datang dan mengatakan, "Hai Muhammad:

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.., hingga akhir ayat.

Mujahid mengatakan bahwa Jibril tidak turun kepada Muhammad ﷺ selama dua belas malam atau kurang dari itu.
Ketika Jibril turun, Nabi ﷺ berkata kepadanya, "Hai Jibril, sesungguhnya kamu membuat saya sedih, sehingga kaum musyrik mempunyai dugaan yang tidak-tidak kepada saya." Maka turunlah firman-Nya:

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu., hingga akhir ayat.

Mujahid mengatakan bahwa ayat ini sama maknanya dengan ayat yang terdapat di dalam surat Adh-Dhuha.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ad-Dahhak ibnu Muzahim, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa sesungguhnya ayat ini diturunkan berkenaan dengan tertahannya Malaikat Jibril.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Mujahid yang mengatakan bahwa utusan Allah datang lambat kepada Nabi ﷺ Kemudian Jibril datang, maka Nabi ﷺ bertanya, "Apakah gerangan yang menahanmu, hai Jibril?"
Maka Jibril berkata, "Bagaimana saya datang kepada kalian, sedangkan kalian tidak memotong kuku kalian, tidak membersihkan sela-sela jari-jemari tangan dan kaki kalian, tidak mencukur kumis kalian, serta tidak bersiwak lagi?"
Kemudian Jibril membacakan firman-Nya:

Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu., hingga akhir ayat.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir An-Nahwi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ibrahim As-Suri, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, telah menceritakan kepadaku Sa'labah ibnu Muslim, dari Ubay ibnu Ka'b maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda bahwa Malaikat Jibril lama tidak turun kepadanya.
Ketika Nabi ﷺ mengatakan hal tersebut kepada Jibril, maka Jibril menjawab: Bagaimana saya turun, sedangkan kalian tidak lagi bersiwak, tidak memotong kuku, tidak mencukur kumis, dan tidak membersihkan sela-sela jari-jemari tangan dan kaki kalian?

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sayyar, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Sulaiman Al-Mugirah ibnu Habib, dari Malik ibnu Dinar, telah menceritakan kepadaku seorang syekh dari kalangan ulama Madinah, dari Ummu Salamah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya: Benahilah majelis ini untuk kami, karena sesungguhnya akan turun ke bumi seorang malaikat yang belum pernah turun sama sekali ke bumi ini.

Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan dan apa-apa yang ada di belakang kita.

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksudkan dengan apa-apa yang ada di hadapan kita ialah perkara dunia, sedangkan apa-apa yang ada di belakang kita ialah perkara akhirat.

...dan apa-apa yang ada di antara keduanya.

Yakni apa-apa yang ada di antara dua tiupan sangkakala.
Demikianlah menurut pendapat Abul Aliyah, Ikrimah, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, dan Qatadah menurut suatu riwayat yang bersumber dari keduanya, juga menurut As-Saddi serta Ar-Rabi' ibnu Anas.

Menurut pendapat yang lain, makna mabaina aidina ialah apa-apa yang bakal terjadi menyangkut urusan akhirat, sedangkan wama khalfana artinya apa-apa yang telah lalu menyangkut urusan dunia.
Dan makna wama baina zalika artinya apa yang ada di antara dunia dan akhirat.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, dan As-Sauri.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir, hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Mujahid dan As-Saddi mengatakan makna yang dimaksud ialah Tuhanmu tidak akan melupakanmu.
Dalam keterangan yang terdahulu telah disebutkan bahwa makna ayat ini sama dengan firman-Nya:

Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi.
Tuhanmu tiada meninggalkanmu dan tiada (pula) benci kepadamu.
(Adh-Dhuha: 1-3)

Ibnu Abu Hatim mengatakan telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Muhammad ibnu AbdusSamad Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman (yakni Abul Jamahir), telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, telah menceritakan kepada kami Asim ibnu Raja ibnu Haiwah, dari ayahnya, dari Abu Darda yang me-rafa'-kan hadis ini: Apa saja yang dihalalkan Allah di dalam Kitab-Nya, maka hal itu halal, dan apa-apa yang diharamkan oleh Allah, maka hal itu haram, dan apa saja yang Allah diam terhadapnya, maka hal itu dimaafkan.
Maka terimalah kemurahan dari-Nya, karena sesungguhnya Allah tidak pernah melupakan sesuatu pun.
Kemudian Abu Darda membacakan ayat berikut, yaitu firman-Nya:

...dan tidaklah Tuhanmu lupa.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Maryam (19) ayat 64
Telah bercerita kepada kami Abu Nu'aim telah bercerita kepada kami Umar bin Dzarr berkata. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku Yahya bin Ja'far telah bercerita kepada kami Waki' dari Umar bin Dzarr dari bapaknya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas ra. berkata,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada Jibril alaihissalam: Tidakkah sebaiknyakah kamu lebih sering mengunjungi kami dari yang sudah kamu lakukan?. Perawi berkata,
Maka turunlah firman Allah Ta'laa QS Maryam ayat 64 yang artinya, Dan tidaklah kami (Jibril) turun melainkan dengan perintah Rabbmu. Kepunyaan-Nyalah segala apa yang ada di adapan kita dan apa yang di belakang kita.

Shahih Bukhari, Kitab Permulaan Penciptaan Makhluq - Nomor Hadits: 2979

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Maryam (19) Ayat 64

Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah ﷺ bertanya kepada Jibril: “Apa yang menghalangimu untuk berziarah kepadaku lebih sering daripada yang biasa engkau lakukan?” Maka turunlah ayat ini (Maryam: 64) yang menegaskan bahwa Jibril turun kepada Muhammad hanya atas perintah Allah subhanahu wa ta'ala

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa Jibril tidak turun membawa wahyu selama empat puluh hari.
Selanjutnya dalam riwayat ini dikemukakan cerita bagaimana yang tercantum dalam riwayat al-Bukhari di atas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Anas bahwa Nabi ﷺ bertanya kepada Jibril: “Kedudukan manakah yang paling dicintai Allah, dan manakah yang paling dibenci Allah?” Jibril menjawab:
“Saya tidak tahu sebelum saya Tanya dulu.” Setelah lama berlalu, Jibrilpun kembali.
Nabi berkata: “Engkau telah lama tidak datang kepadaku sehingga aku mengiria bahwa engkau marah.” Maka berkatalah Jibril menyampaikan ayat ini (Maryam: 64) yang menegaskan bahwa turunnya hanya atas perintah Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika kaum Quraisy bertanya kepada Nabi ﷺ tentang pemuda-pemuda ashhabul Kahfi, Allah tidak menurunkan wahyu kepada beliau selama lima belas hari.
Ketika Jibril datang kembali, Rasul menegurnya atas keterlambatannya itu.
Maka Jibril menyampaikan ayat ini (Maryam: 64) sebagai jawabannya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 64 *beta

Surah Maryam Ayat 64



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku