QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 6 [QS. 19:6]

یَّرِثُنِیۡ وَ یَرِثُ مِنۡ اٰلِ یَعۡقُوۡبَ ٭ۖ وَ اجۡعَلۡہُ رَبِّ رَضِیًّا
Yaritsunii wayaritsu min aali ya’quuba waaj’alhu rabbi radhii-yan;

yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
―QS. 19:6
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
19:6, 19 6, 19-6, Maryam 6, Maryam 6, Maryam 6

Tafsir surah Maryam (19) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Ya Tuhan, berikanlah kepadaku keturunan yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Yakub dan jadikanlah ia seorang yang patut lagi taat dan diridai oleh-Mu, karena mempunyai akhlak dan budi yang luhur lagi mulia, dapat dijadikan suri teladan oleh sekalian pengikutnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Selain itu, juga mewarisi aku dalam ilmu dan agama, dan mewarisi kerajaan dari keturunan Ya’qub.
Jadilkanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang mendapat perkenan-Mu dan perkenan manusia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang akan mewarisi aku) kalau dibaca Jazm berarti lafal Yaritsni menjadi jawab dari Fi’il Amar, dan kalau dibaca Rafa’ yaitu Yaritsuni berarti menjadi kata sifat dari lafal Waliyyan (dan mewarisi) dapat dibaca Yaritsu atau Yarits (sebagian keluarga Ya’qub) kakekku dalam hal ilmu dan kenabian (dan jadikanlah ia, ya Rabbku, seorang yang diridai)” di sisi Engkau.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ia akan mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga Ya”qub.
Jadikanlah anak ini sebagai orang yang diridhai oleh-Mu dan para hamba-Mu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

…dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.

Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman lainnya:

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.
(An Naml:16)

Yakni kenabiannya.
Karena seandainya yang diwarisi itu adalah hartanya, tentulah tidak disebutkan Sulaiman secara khusus tanpa melibatkan saudara-saudaranya.
Juga karena mengingat penyebutan mewarisi harta benda tidaklah begitu penting, sebab sudah dimaklumi sebagai suatu ketetapan dalam semua syariat (hukum) dan agama, bahwa anak mewarisi harta ayahnya.
Seandainya pewarisan ini bukanlah pewarisan khusus, tentulah Allah tidak akan menyebutkannya.
Pendapat ini diperkuat dan didukung oleh sebuah hadis sahih yang mengatakan:

Kami para nabi tidaklah diwaris, semua yang kami tinggalkan adalah sedekah.

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.
(Maryam:6) bahwa peninggalan Zakaria adalah ilmu, dan dia termasuk keturunan Ya’qub.

Hasyim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Khalid, dari Abu Saleh sehubungan dengan makna firman-Nya:

…yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.
Yaitu hendaknya anak itu kelak akan menjadi nabi, sebagaimana bapak-bapaknya yang menjadi nabi.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah, dari Al-Hasan, bahwa anak itu kelak akan mewarisi kenabian dan ilmunya.

As-Saddi mengatakan bahwa makna ayat ialah ‘kelak anak itu mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga Ya’qub’.

Diriwayatkan dari Malik, dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.
Yakni kenabian mereka.

Jabir ibnu Nuh dan Yazid ibnu Harun telah meriwayatkan dari Ismail ibnu Abu Khalid, dari Abu Saleh sehubungan dengan makna firman-Nya:

…yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.
Maksudnya, mewarisi hartaku dan mewarisi kenabian dari keluarga Ya’qub.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Semoga Allah merahmati Zakaria, tiadalah dia meninggalkan harta warisan.
Dan semoga Allah merahmati Luth, sesungguhnya dia benar-benar berlindung kepada keluarga yang kuat.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Jabir ibnu Nuh, dari Mubarak ibnu Fudalah, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Semoga Allah merahmati saudaraku Zakaria, sebenarnya dia tidak meninggalkan harta warisan saat dia mengatakan, “Maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub.”

Semuanya ini adalah hadis-hadis mursal yang tidak bertentangan dengan hadis-hadis sahih.
Hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.
(Maryam:6)

Maksudnya diridai di sisi Engkau, juga dikalangan makhluk-Mu, yakni Engkau menyukainya dan menjadikannya disukai oleh makhluk-Mu dalam agama dan akhlaknya.


Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do’a Zakariya ‘alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do’a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Maryam (19) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Maryam (19) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Maryam (19) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Maryam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 98 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah19
Nama SurahMaryam
Arabمريم
ArtiMaryam (Maria)
Nama lainKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu44
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat98
Jumlah kata972
Jumlah huruf3935
Surah sebelumnyaSurah Al-Kahf
Surah selanjutnyaSurah Ta Ha
4.9
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/19-6









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta