Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Maryam (Maria) - surah 19 ayat 59 [QS. 19:59]

فَخَلَفَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ خَلۡفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوۃَ وَ اتَّبَعُوا الشَّہَوٰتِ فَسَوۡفَ یَلۡقَوۡنَ غَیًّا
Fakhalafa min ba’dihim khalfun adhaa’uush-shalaata waattaba’uusy-syahawaati fasaufa yalqauna ghai-yan;
Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,
―QS. Maryam [19]: 59

Daftar isi

But there came after them successors who neglected prayer and pursued desires;
so they are going to meet evil –
― Chapter 19. Surah Maryam [verse 59]

فَخَلَفَ maka mengganti/datanglah

Then succeeded
مِنۢ dari

after them *[meaning includes next or prev. word]
بَعْدِهِمْ sesudah mereka

after them *[meaning includes next or prev. word]
خَلْفٌ pengganti

successors,
أَضَاعُوا۟ mereka menyia-nyiakan

who neglected
ٱلصَّلَوٰةَ sholat

the prayer
وَٱتَّبَعُوا۟ dan mereka mengikuti

and they followed
ٱلشَّهَوَٰتِ syahwat/hawa nafsu

the lusts
فَسَوْفَ maka akan

so soon,
يَلْقَوْنَ mereka menemui

they will meet
غَيًّا kesesatan/kebinasaan

evil

Tafsir Quran

Surah Maryam
19:59

Tafsir QS. Maryam (19) : 59. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa banyak di antara orang-orang datang kemudian sesudah meninggalnya para nabi dan rasul yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu, menyimpang dari jalan yang lurus, meninggalkan ajaran yang dibawa para rasul sebelumnya sehingga mereka tidak lagi mengerjakan salat dan selalu memperturutkan kehendak hawa nafsu dan dengan terang-terangan melanggar larangan Allah seperti meminum minuman keras, berjudi, berzina, dan mengadakan persaksian palsu.
Mereka ini diancam oleh Allah dengan ancaman yang keras, kepada mereka akan ditimpakan kecelakaan dan kerugian baik di dunia maupun di akhirat.

Sehubungan dengan ayat ini Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:



"Akan datang suatu generasi sesudah enam puluh tahun, mereka melalaikan salat dan memperturutkan hawa nafsu, maka orang-orang ini akan menemui kecelakaan dan kerugian.
Kemudian datang lagi suatu generasi, mereka membaca Alquran tetapi hanya di kerongkongan (mulut) saja (tidak masuk ke hati) dan semua membaca Alquran, orang mukmin, orang munafik dan orang-orang jahat dan fasik (tidak dapat lagi dibedakan mana orang mukmin sejati dan mana orang yang berpura-pura beriman)."
(Riwayat Ahmad, Ibnu hibban dan Al-Hakim)

Kemudian Rasulullah membaca ayat ini (sebagaimana tersebut di atas).
‘Uqbah bin ‘Amir meriwayatkan pula bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda:



"Akan rusak binasalah sebahagian dari umatku yaitu
"Ahlul Kitab"
dan
"Ahlullaban".

Aku bertanya,
"Siapakah
"Ahlul Kitab"
wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Mereka ialah orang-orang yang mempelajari Alquran untuk berdebat dengan orang-orang mukmin."
"Lalu siapa pula
"Ahlullaban"
itu?"
Rasulullah menjawab,
"Mereka ialah orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu dan meninggalkan salat."
(Riwayat Ahmad dan Al-hakim dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhhani)

Demikian nasib orang-orang yang melalaikan salat dan memperturutkan hawa nafsu dan menyia-nyiakannya, mereka pasti merugi meskipun yang mereka derita tidak dapat dilihat dengan mata dan pasti akan menerima balasan yang setimpal di akhirat kelak.
Di sini tampak dengan jelas bahwa salat yang telah menjadi syariat semenjak Nabi Ibrahim adalah amat penting sekali dan tidak boleh disia-siakan apalagi ditinggalkan.

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:


"Salat itu adalah tiang agama.
Barangsiapa yang mendirikannya maka ia telah menegakkan agama, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah meruntuhkan agama."
(Riwayat Al-Baihaqi dari Umar radhiyallahu ‘anhu)

Tafsir QS. Maryam (19) : 59. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesudah orang-orang pilihan itu, datanglah generasi-generasi yang tidak mengikuti petunjuk mereka.
Generasi tersebut meninggalkan salat, tidak mau mengambil manfaat dan petunjuk dari salat serta bergelimang dalam kemaksiatan.


Kelak, mereka akan menerima balasan kesesatan mereka di dunia dan akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kemudian sesudah orang-orang yang diberi nikmat itu, datanglah para pengikut buruk yang meninggalkan shalat seluruhnya, melewatkan waktunya, atau meninggalkan rukun-rukun dan kewajiban-kewajibannya, serta mereka mengikuti apa yang sejalan dengan hawa nafsu mereka.
Kelak, mereka akan menemui keburukan, kesesatan, dan kerugian di Jahanam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan salat) dengan cara meninggalkannya seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani


(dan memperturutkan hawa nafsunya) gemar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat


(maka mereka kelak akan menemui kesesatan) ghayya adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam, mereka akan dijerumuskan ke dalamnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah menyebutkan tentang golongan orang-orang yang berbahagia, yaitu para nabi dan para pengikutnya yang mengikuti jejak mereka dan menegakkan batasan-batasan Allah lagi menunaikan perintah-perintahNya serta mengerjakan semua yang difardukan-Nya dan meninggalkan semua yang dilarang oleh-Nya, lalu Allah menyebutkan dalam firman selanjutnya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek).

Yakni generasi yang buruk sesudah mereka.

…yang menyia-nyiakan salat.

Apabila mereka menyia-nyiakan salat, berarti terhadap kewajiban-kewajiban lainnya lebih menelantarkan lagi, karena salat adalah tiang agama dan pilar penyanggahnya serta amal yang paling baik.
Akibatnya mereka menjadi orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya dan memburu kesenangan serta rela dengan kehidupan dunia, mereka merasa tenang dengan kehidupan dunia.
Orang-orang yang berperangai demikian kelak akan menemui kesesatan, yakni kerugian di hari kiamat.

Para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan pengertian menyia-nyiakan salat dalam ayat ini.
Sebagian dari mereka berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakan salat ialah meninggalkannya sama sekali, yakni tidak pernah mengerjakannya sama sekali.


Demikianlah menurut pendapat Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Ibnu Zaid ibnu Aslam, serta As-Saddi, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.


Karena itulah ada sebagian ulama Salaf dan Khalaf serta para Imam Mujtahid seperti yang dikatakan oleh pendapat yang terkenal dari Imam Ahmad, dan menurut suatu pendapat yang bersumber dari Imam Syafii.
Mereka mengatakan bahwa orang yang meninggalkan salat hukumnya kafir.
Pendapat mereka berlandaskan kepada sebuah hadis yang mengatakan:

Di antara seorang hamba dan syirik adalah meninggalkan salat.


Dan hadis lainnya yang mengatakan:

Perjanjian di antara kami dan mereka adalah mengerjakan salat, maka barang siapa yang meninggalkan salat, sungguh ia telah kafir.

Kami tidak akan membahas lebih lanjut masalah ini, karenanya kami cukupkan hingga di sini.

Al-Auza’i telah meriwayatkan dari Musa ibnu Sulaiman, dari Al-Qasim ibnu Mukhaimirah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat.
Makna yang dimaksud ialah sesungguhnya mereka hanya menyia-nyiakan waktu-waktu salat, karena seandainya mereka menyia-nyiakan salat, tentulah perbuatan itu merupakan perbuatan orang kafir.

Waki’ telah meriwayatkan dari Al-Mas’udi, dari Al-Qasim ibnu Abdur Rahman dan Al-Hasan ibnu Sa’id, dari Ibnu Mas’ud, bahwa pernah dikatakan kepadanya mengapa Allah banyak menyebut masalah salat di dalam Alquran yang antara lain ialah firman-Nya:

(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.
(QS. Al-Ma’un [107]: 5)

yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya.
(QS. Al-Ma’arij : 23)

dan firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya, yaitu:


Dan orang-orang yang memelihara salatnya.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 34)

Maka Ibnu Mas’ud menjawab bahwa yang dimaksudkan dengan memelihara ialah memelihara waktu-waktunya, yakni mengerjakannya pada waktunya masing-masing.
Mereka yang bertanya mengatakan,
"Menurut kami, makna yang dimaksud tiada lain meninggalkan salat."
Ibnu Mas’ud menjawab,
"Yang demikian itu adalah perbuatan kafir."

Masruq mengatakan bahwa seseorang yang tidak memelihara salat lima waktunya, maka ia dicatat termasuk orang-orang yang lalai.
Menelantarkan salat lima waktu menyebabkan kebinasaan, dan menelantarkannya berarti menyia-nyiakan dari waktunya masing-masing.

Al-Auza’i telah meriwayatkan dari Ibrahim, dari Yazid, bahwa Umar ibnu Abdul Aziz membaca firman-Nya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Kemudian Umar ibnu Abdul Aziz mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menyia-nyiakannya bukanlah meninggalkannya, melainkan menyia-nyiakannya dari waktu-waktunya.

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:


Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya.
Bahwa hal ini terjadi di saat menjelang hari kiamat dan lenyapnya orang-orang saleh dari umat Nabi Muhammad, maka sebagian dari mereka menerkam sebagian lainnya di jalan-jalan (seperti layaknya hewan liar).
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Juraij dari Mujahid.

Jabir Al-Ju’fi telah meriwayatkan dari Mujahid dan Ikrimah serta Ata ibnu Abu Rabaah, bahwa mereka adalah dari kalangan umat ini, tetapi mereka berada di akhir zaman.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan Al-Asy-yab, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Ibrahim ibnu Muhajir, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya.
Bahwa mereka yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang-orang dari kalangan umat Nabi Muhammad (di akhir zaman).
Mereka saling menaiki di antara sesamanya, sebagaimana layaknya hewan ternak dan unta di jalan-jalan, tanpa rasa takut kepada Allah di langit dan tidak malu kepada manusia di bumi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Haiwah, telah menceritakan kepada kami Basyir ibnu Abu Amr Al-Khaulani, Al-Walid ibnu Qais pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Kelak akan ada generasi pengganti sesudah enam puluh tahun, mereka menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Kemudian akan muncul pula pengganti lainnya yang pandai membaca Alquran, tetapi tidak sampai meresap ke dalam hati mereka.
Saat itu yang membaca Alquran ada tiga macam orang, yaitu orang mukmin, orang munafik, dan orang durhaka.
Basyir mengatakan bahwa ia bertanya kepada Al-Walid tentang pengertian dari ketiga macam orang tersebut,
"Siapa sajakah mereka itu?"
Maka Al-Walid menjawab,
"Orang mukmin adalah orang yang beriman kepada Alquran, orang munafik adalah orang yang kafir kepada Alquran, sedangkan orang yang durhaka ialah orang yang mencari makan (nafkah) dengannya."


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ahmad, dari Abu Abdur Rahman Al-Muqri.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Dahhak, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Jarir, dari seorang syekh (guru) dari kalangan ulama Madinah, bahwa ia pernah mendengar Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek)., hingga akhir ayat.
Bahwa mereka adalah orang-orang barat (Magrib) yang menjadi raja.
Mereka adalah raja-raja yang jahat.

Ka’bul Ahbar mengatakan,
"Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar menjumpai sifat orang-orang munafik di dalam Kitabullah, bahwa mereka adalah orang-orang yang suka minum kopi, suka meninggalkan salat lima waktu, suka main dadu, suka tidur meninggalkan salat isya, suka menyia-nyiakan salat subuh, dan suka meninggalkan salat berjamaah."
Kemudian ia membacakan firman-Nya:

Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka menelantarkan masjidmasjid dan menetapi perbuatan yang sia-sia.

Abul Asyhab Al-Ataridi mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada Daud ‘alaihis salam,
"Hai Daud, berilah peringatan dan larangan kepada teman-temanmu terhadap perbuatan memperturutkan hawa nafsu, karena sesungguhnya hati yang menggandrungi syahwat dunia, akal mereka terhalang dari-Ku.
Dan sesungguhnya hal yang paling mudah yang akan Kulakukan terhadap seseorang dari hamba-hamba-Ku bila ia memperturutkan salah satu dari nafsu syahwatnya, ialah Aku haramkan dia taat kepadaKu."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Abu Zaid At-Tamimi, dari Abu Qabil, ia pernah mendengar Uqbah ibnu Amir mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya aku mengkhawatirkan dua perkara atas umatku, yaitu Alquran dan Al-laban (air susu).

Al-Laban menurut salinan Makkiyyah, sedangkan menurut salinan Al-Amiriyah disebutkan Al-Kuna, bukan Al-Laban.
Yang dimaksudkan dengan Al-Laban ialah mereka mengikuti hal yang batil, memperturutkan hawa nafsunya, dan meninggalkan salat.
Adapun yang dimaksud dengan Alquran ialah orang-orang munafik mempelajarinya, lalu mereka jadikan sebagai senjata untuk mendebat orang-orang mukmin.

Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Hasan ibnu Musa, dari Ibnu Luhai’ah, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Qabil, dari Uqbah dengan sanad yang sama secara marfu’ dan lafaz yang semisal, hanya Imam Ahmad meriwayatkannya secara munfarid.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Bahwa yang dimaksud dengan gayyan ialah kerugian.


Sedangkan menurut Qatadah yang dimaksud gayyan ialah keburukan.

Sufyan As-Sauri, Syu’bah, dan Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Abu Ishaq As-Subai’i, dari Abu Ubaidah, dari Abdullah ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:

maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
Gayyan adalah nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam, letaknya sangat dalam dan baunya sangat busuk.

Al-A’masy telah meriwayatkan dari Ziyad, dari Abu Iyad sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka mereka kelak akan menemui kesesatan.
(QS. Maryam [19]: 59)
Gayyan adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam yang berisikan nanah dan darah.

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isaalaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isaalaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isaalaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariya ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam.
Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
Jibril `alaihis salam turun kepada rasulrasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio Murottal

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan Indonesia



QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 98

Gambar Kutipan Ayat

Surah Maryam ayat 59 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 59 - Gambar 2
Statistik QS. 19:59
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
Sending
User Review
4.6 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

19:59, 19 59, 19-59, Surah Maryam 59, Tafsir surat Maryam 59, Quran Maryam 59, Surah Maryam ayat 59

Video Surah

19:59


More Videos

Kandungan Surah Maryam

۞ QS. 19:2 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:3 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:4 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:8 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:9 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:12 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 19:17 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:18 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:19 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:21 • Kekuasaan Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 19:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:26 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:34 • Mendustai Allah

۞ QS. 19:35 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 19:36 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 19:37 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 19:38 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:39 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:40 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:42 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 19:44 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:45 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 19:47 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:48 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:49 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:55 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 19:58 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 19:59 • Azab orang kafir • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:60 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:61 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Nama-nama surga • Keabadian surga

۞ QS. 19:62 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 19:63 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:64 • Sifat Kamal (sempurna) • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:65 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:66 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 19:67 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:68 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 19:69 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Azab orang kafir

۞ QS. 19:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:71 Ar Rabb (Tuhan) • Menyeberangi jembatan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:72 • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:73 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 19:75 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hari kiamat datang tiba-tiba • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 19:76 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:78 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:79 • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 19:80 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 19:81 • Menjadikan makhluk sebagai tuhan

۞ QS. 19:82 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 19:83 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:84 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:85 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 19:86 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 19:87 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Mereka yang memperoleh syafaat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya •

۞ QS. 19:88 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:89 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 19:90 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Dosa terbesar

۞ QS. 19:91 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:92 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:93 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:94 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhshi (Maha Penghitung) • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 19:95 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:96 • Pahala iman • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:97 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 19:98 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengkhianati Allah & Rasul (Muhammad) & (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.
QS. Al-Anfal [8]: 27

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
QS. Ali ‘Imran [3]: 159

Sesungguhnya hanya Allah semata yang menanggung rezeki hamba-hamba-Nya.
Dia mempunyai kekuatan,
lagi sangat kokoh yang tidak terkalahkan.
QS. Az-Zariyat [51]: 58

Demi pena & apa yang mereka tulis.
Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila.
Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tak putus-putusnya.
Dan sungguh kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur
QS. Al-Qalam [68]: 1-4

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus Istilah Islam

tasbih

Apa itu tasbih? tas.bih pembacaan puji-pujian kepada Allah dengan mengucap subhanallah ‘Mahasuci Allah’ atau subhana rabbiyal ?zim ‘segala kemuliaan bagi Tuhanku Yang Mahabesar ...

istikharah

Apa itu istikharah? is.ti.kha.rah salat sunah mohon ditunjukkan pilihan yang benar … •

bank syariah

Apa itu bank syariah? bank yang didasarkan atas hukum Islam … •