Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 58 [QS. 19:58]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ اَنۡعَمَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ مِّنَ النَّبِیّٖنَ مِنۡ ذُرِّیَّۃِ اٰدَمَ ٭ وَ مِمَّنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوۡحٍ ۫ وَّ مِنۡ ذُرِّیَّۃِ اِبۡرٰہِیۡمَ وَ اِسۡرَآءِیۡلَ ۫ وَ مِمَّنۡ ہَدَیۡنَا وَ اجۡتَبَیۡنَا ؕ اِذَا تُتۡلٰی عَلَیۡہِمۡ اٰیٰتُ الرَّحۡمٰنِ خَرُّوۡا سُجَّدًا وَّ بُکِیًّا
Uula-ikal-ladziina an’amallahu ‘alaihim minannabii-yiina min dzurrii-yati aadama wamimman hamalnaa ma’a nuuhin wamin dzurrii-yati ibraahiima wa-israa-iila wamimman hadainaa waajtabainaa idzaa tutla ‘alaihim aayaatur-rahmani kharruu sujjadan wabukii-yan;
Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Yakub) dan dari orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.
―QS. Maryam [19]: 58

Daftar isi

Those were the ones upon whom Allah bestowed favor from among the prophets of the descendants of Adam and of those We carried (in the ship) with Noah, and of the descendants of Abraham and Israel, and of those whom We guided and chose.
When the verses of the Most Merciful were recited to them, they fell in prostration and weeping.
― Chapter 19. Surah Maryam [verse 58]

أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itulah

Those
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(were) the ones whom
أَنْعَمَ telah memberi nikmat

Allah bestowed favor *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah bestowed favor *[meaning includes next or prev. word]
عَلَيْهِم atas mereka

upon them
مِّنَ dari

from (among)
ٱلنَّبِيِّۦنَ para nabi

the Prophets,
مِن dari

of
ذُرِّيَّةِ keturunan

(the) offspring
ءَادَمَ Adam

(of) Adam,
وَمِمَّنْ dan dari orang-orang

and of those
حَمَلْنَا Kami bawa

We carried
مَعَ bersama

with
نُوحٍ Nuh

Nuh
وَمِن dan dari

and of
ذُرِّيَّةِ keturunan

(the) offspring
إِبْرَٰهِيمَ Ibrahim

(of) Ibrahim
وَإِسْرَٰٓءِيلَ dan Israil

and Israel
وَمِمَّنْ dan dari orang-orang

and of (those) whom
هَدَيْنَا Kami telah beri petunjuk

We guided
وَٱجْتَبَيْنَآ dan Kami telah pilih

and We chose.
إِذَا tatkala/apabila

When
تُتْلَىٰ dibacakan

were recited
عَلَيْهِمْ atas mereka

to them
ءَايَٰتُ ayat-ayat

(the) Verses
ٱلرَّحْمَٰنِ Maha Pengasih

(of) the Most Gracious,
خَرُّوا۟ mereka tersungkur

they fell
سُجَّدًا bersujud

prostrating
وَبُكِيًّا dan menangis

and weeping.

Tafsir

Alquran

Surah Maryam
19:58

Tafsir QS. Maryam (19) : 58. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa para nabi dan rasul yang telah disebutkan namanya pada ayat-ayat yang lalu mereka itulah orang-orang yang telah diberi karunia dan nikmat oleh Allah dengan meninggikan derajat mereka dan mengharumkan nama mereka di kalangan umat manusia.
Pada umumnya semua nabi dan rasul mendapat karunia seperti itu semenjak dari Nabi Adam bapak pertama sampai kepada Nabi Nuh bapak kedua, sampai kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya termasuk Ishak, Yakub, Ismail, Musa, Harun, Zakaria, Isa dan semua orang pilihan-Nya, semuanya mempunyai sifat yang jarang dimiliki oleh orang lain yaitu apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah mereka segera menjatuhkan diri (tersungkur) untuk sujud dan menangis serta merendahkan diri karena mengingat kebesaran Allah.

Mereka adalah manusia yang penuh takwa, sangat tajam pendengaran dan perasaan mereka bila mendengar nama Allah dan bergetar hati mereka bila dibacakan ayat-ayat-Nya tidak memiliki kata-kata yang akan mereka ucapkan untuk melukiskan apa yang terasa dalam hati sehingga meneteskan air mata di pipi mereka dan tersungkur bersujud kehadirat Allah Yang Mahabesar, Mahakuasa, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Demikianlah sifat yang dimiliki oleh para nabi dan rasul itu dan wajarlah bila Allah memberikan kepada mereka karunia dan nikmat yang besar.

Hal ini disebutkan pula dalam firman Allah:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal. (an-Anfal [8]: 2)


Rasulullah ﷺ, bersabda:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ فَاِذَا قَرَأْتُمُوْهُ فَابْكُوْا فَاِنْ لَمْ تَبْكُوْا فَتَبَاكَوْا وَتَغَنَّوْا بِهٖ فَمَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِهٖ فَلَيْسَ مِنَّا

Sesungguhnya Al Qur’an turun dengan kesedihan, jika kalian membacanya maka bacalah dengan menangis, jika kalian tidak bisa menangis maka berpura-puralah untuk menangis.

Dan lagukanlah dalam membaca, barangsiapa tidak melagukannya maka ia bukan dari golongan kami. (Riwayat Ibnu Majah No.

1327)

Tafsir QS. Maryam (19) : 58. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang Kami berikan berbagai kenikmatan dunia dan akhirat yang telah disebutkan tadi, yaitu para nabi dari keturunan Adam dan keturunan orang-orang yang telah diselamatkan melalui bahtera Nuh, keturunan Ibrahim seperti Ismail, keturunan Ya’qub seperti nabi-nabi Bani Israil, dan orang-orang yang Kami beri petunjuk kepada kebenaran dan Kami pilih untuk meninggikan kalimat Allah, adalah orang-orang yang apabila mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka, mereka segera sujud dan tunduk kepada Allah dengan penuh kekhusyukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang Aku ceritakan berita mereka kepadamu, wahai Rasul, adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dengan karunia dan taufik-Nya, lalu Dia menjadikan mereka sebagai nabi-nabi dari keturunan Adam, dari keturunan orang-orang yang Kami angkut bersama Nuh dalam perahu, dari keturunan Ibrahim, dari keturunan Ya’kub, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk kepada iman dan telah Kami pilih untuk mengemban risalah dan kenabian.
Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) yang berisikan tauhid dan keterangan-keterangan-Nya, maka mereka bersungkur dalam keadaan bersujud dengan tunduk dan merendahkan diri, serta mereka menangis karena takut kepada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka itu) kalimat ini menjadi Mubtada


(adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah) menjadi sifat daripada (yaitu para nabi) menjadi Bayan atau keterangan dari Syarat menjadi sifat dari firman-Nya


(dari keturunan Adam) yakni Nabi Idris


(dan dari orang-orang yang Kami muatkan bersama Nuh) di dalam bahteranya, maksudnya adalah Nabi Ibrahim yaitu cucu daripada anak Nabi Nuh yang bernama Sam


(dan dari keturunan Ibrahim) yakni Nabi Ismail dan Nabi Ishaq serta Nabi Yakub,


(dan) dari keturunan


(Israel) yang dimaksud adalah Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, dan Nabi Isa


(dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih) daripada mereka.
Khabar dari ("Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis").
jamak dari harakat Dhammahnya diganti pula dengan Kasrah, sehingga menjadi Buhiyyun.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa para nabi itu tidak terbatas hanya nabi-nabi yang disebutkan dalam surat ini saja, melainkan semua nabi.
Hal ini merupakan kebiasaan dalam bahasa Arab dengan menyebutkan beberapa orang, sedangkan makna yang dimaksud ialah predikatnya.
Bahwa mereka itu:

…adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam., hingga akhir ayat.

As-Saddi mengatakan —juga Ibnu Jarir— bahwa yang dimaksud dengan keturunan Adam ialah Nabi Idris.
Yang dimaksud dengan keturunan orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh adalah Nabi Ibrahim.
Dan yang dimaksud dengan keturunan Ibrahim ialah Ishaq, Ya’qub, dan Ismail.
Sedangkan yang dimaksud dengan keturunan Israil (Ya’qub) ialah Musa, Harun, Zakaria, Yahya, dan Isa putra Maryam.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa karena itulah maka nasab mereka dibedakan, sekalipun pada garis besarnya nasab mereka terhimpun pada Adamalaihis salam Karena di antara mereka terdapat orang-orang yang bukan termasuk dari keturunan orang-orang yang diangkat bersama Nuh dalam bahteranya, yaitu Idris, karena sesungguhnya Idris adalah kakek dari Nabi Nuh.

Menurut kami, pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abu Hatim ada benarnya dan merupakan pendapat yang terkuat, sebab Nabi Idris merupakan puncak dari nasab Nabi Nuhalaihis salam

Dapat dikatakan pula bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan keturunan Israil ialah nabi-nabi dari keturunan Bani Israil.
Hal ini tersimpul dari hadis isra yang menyebutkan bahwa Musa dalam salamnya kepada Nabi ﷺ mengucapkan,
"Selamat datang dengan nabi yang saleh, saudara yang saleh."
Ia tidak mengatakan anak yang saleh seperti yang dikatakan oleh Adam dan Ibrahimalaihis salam

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Ibnu Luhai’ah, dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Abdullah ibnu Umar, bahwa Nabi Idris lebih dahulu daripada Nabi Nuh.
Allah mengutusnya kepada kaumnya.
Maka Idris memerintahkan kepada mereka agar mengucapkan kalimat tauhid, yaitu:
"Tidak ada Tuhan selain Allah."
Akan tetapi, kaumnya berbuat semau mereka dan tidak mau menuruti perintah Nabi Idris, akhirnya Allah membinasakan mereka.

Di antara dalil yang memperkuat bahwa makna yang dimaksud oleh ayat ini adalah jenis nabi, ialah bahwa ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala di dalam surat Al-An’am, yaitu:

Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.
Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya.
Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk, dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas.
Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth.
Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya), dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka.
Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasulrasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
(QS. Al-An’am [6]: 83-87)

Sampai dengan firman-Nya:

Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.
(QS. Al-An’am [6]: 90)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.
(QS. Al-Mu’min [40]: 78)

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui Mujahid, ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas,
"Apakah di dalam surat Shad terdapat ayat Sajdah?"
Maka Ibnu Abbas menjawab,
"Ya."
Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman-Nya:
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.
(QS. Al-An’am [6]: 90)
Ibnu Abbas selanjutnya mengatakan,
"Nabi kalian adalah termasuk orang yang diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka."
Ibnu Abbas mengatakan bahwa termasuk di antara mereka ialah Nabi Daud.


Di dalam ayat surat ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

Yakni apabila mereka mendengar Kalamullah yang mengandung hujahhujah-Nya, dalildalil-Nya, dan bukti-bukti-Nya, maka mereka bersujud kepada Tuhannya dengan penuh rendah diri dan ketenangan sebagai ungkapan puji syukur mereka atas nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan­Nya kepada mereka.

Bukiyyun adalah bentuk jamak dari bakin, yakni menangis.
Para ulama sepakat menetapkan dianjurkannya melakukan sujud setelah membaca ayat ini karena mengikuti jejak mereka dan menelusuri pekerti mereka yang disebutkan dalam ayat ini.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Al-A’masy, dari Ibrahim, dari Abu Ma’mar yang mengatakan bahwa Umar ibnul Khattab r.a. membaca surat Maryam, (dan ketika sampai pada ayat ini) lalu ia bersujud, dan ia mengatakan,
"Inilah sujud, tetapi susah melakukan tangisannya."
Dia bermaksud bahwa sulit melakukan tangisan (barangkali karena tidak adanya munasabah menangis pada ayat).

Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir telah meriwayatkan asar ini, tetapi dalam riwayat Ibnu Jarir tidak disebutkan Abu Ma’mar menurut penglihatan kamr (penulis), hanya Allah yang mengetahui kebenarannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 58

ADAM
ءَادَم

Al Baidawi berkata Adam ialah nama ‘ajam (bukan Arab) sama seperti Azir dan Salih.
Ia diambil dari kata al udmah atau al admah yang bermakna uswah, yang bermakna menjadi tauladan.
Atau dari adim al ardh yang berarti permukaan bumi atau tanah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah, di mana Allah menggenggam satu genggaman dari seluruh tanah yang mudah dan yang susah, maka dia menciptakan Adam daripadanya.
Oleh karena itu, setelahnya datang keturunannya yang berbeda-beda.
Atau dari al adam atau al admah yang bermakna mendamaikan, sama seperti perkataan Idris yang dipetik dari kata ad dars, Ya’qub dari al aqb dan iblis dari al iblas.

Allah menciptakan Adam dari bahagian bahagian yang berbeda-beda dan berbagai kemampuan.
Ia telah mengetahui segala bentuk pengetahuan yang dapat diterima akal (al maqulat) maupun yang dapat disentuh atau diraba (albmahsusat)’

Al Khazin berpendapat, ia dinamakan Adam karena ia diciptakan dari tanah, dan ada yang mengatakan karena ia berwarna coklat, gelarannya ialah Abu Muhammad.
Ada juga yang mengatakan, ia adalah Abul Basyar (bapak manusia).
Al Fayruz Abadi berpendapat, ia dinamakan Adam karena diciptakan dari admah al ardh atau bahagian dalam bumi yang paling baik, sebagaimana admah atau udmah mengandung makna tauladan, perantara kepada sesuatu, bahagian dalam kulit atau bahagian yang baik dari daging manusia dan juga permukaan bumi.

Nama Adam disebut 25 kali dalam Al Quran, yaitu pada surah :
Al Baqarah (2), ayat 31, 33, 34, 35, 37;
Ali Imran (3), ayat 33, 59;
• Al Maa’idah (5), ayat 27;
• Al A’raaf (7), ayat 11, 19, 26, 27, 31, 35, 172;
Al Israa‘ (17), ayat 61, 70;
Al Kahfi (18), ayat 50;
Maryam (19), ayat 58;
Thaa Haa (20), ayat 115, 116, 117, 120, 121;
Yaa Siin (36), ayat 60.
Banyak kisah mengenai penciptaan Adam yang diambil dari kisah Isra‘iliyyat, sedangkan Al Qur’an tidak memperincikan cerita penciptaannya.
Hanya satu ayat yang menyinggung Adam diciptakan dari turaab sebagaimana yang terdapat pada surah Ali Imran, ayat 59.
Turab menurut kamus Al Munjid ialah al ardh atau bumi dan bahagian yang lembut daripadanya.

Kesimpulannya, Adam digelar sebagai Abuul Basyar dan beliau adalah hamba pilihan Allah, sebagaimana yang disebut dalam ayat Allah dalam surah Ali Imran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:18

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isaalaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isaalaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isaalaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariyaalaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukumhukum alam.
Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
Jibril `alaihis salam turun kepada rasulrasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan Indonesia



QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 98

Gambar Kutipan Ayat

Surah Maryam ayat 58 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 58 - Gambar 2
Statistik QS. 19:58
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

19:58, 19 58, 19-58, Surah Maryam 58, Tafsir surat Maryam 58, Quran Maryam 58, Surah Maryam ayat 58

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Maryam

۞ QS. 19:2 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:3 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:4 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:8 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:9 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:12 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 19:17 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:18 Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:19 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:21 • Kekuasaan Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 19:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:26 Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:34 • Mendustai Allah

۞ QS. 19:35 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 19:36 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 19:37 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 19:38 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:39 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:40 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:42 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 19:44 Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:45 Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 19:47 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:48 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:49 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:55 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 19:58 Al Rahman (Maha Pengasih) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 19:59 • Azab orang kafir • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:60 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:61 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Nama-nama surga • Keabadian surga

۞ QS. 19:62 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 19:63 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:64 • Sifat Kamal (sempurna) • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:65 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:66 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 19:67 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:68 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 19:69 Al Rahman (Maha Pengasih) • Azab orang kafir

۞ QS. 19:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:71 Ar Rabb (Tuhan) • Menyeberangi jembatan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:72 • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:73 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 19:75 Al Rahman (Maha Pengasih) • Hari kiamat datang tiba-tiba • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 19:76 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:78 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:79 • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 19:80 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 19:81 • Menjadikan makhluk sebagai tuhan

۞ QS. 19:82 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 19:83 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:84 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:85 Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 19:86 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 19:87 Al Rahman (Maha Pengasih) • Mereka yang memperoleh syafaat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya •

۞ QS. 19:88 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:89 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 19:90 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Dosa terbesar

۞ QS. 19:91 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:92 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:93 Al Rahman (Maha Pengasih) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:94 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhshi (Maha Penghitung) • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 19:95 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:96 • Pahala iman • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:97 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 19:98 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu & ibumu waktu Aku kuatkanmu dengan ruhul qudus.
dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian & sesudah dewasa,
ingatlah waktu Aku mengajarimu menulis, hikmah, Taurat & Injil.
QS. Al-Ma’idah [5]: 110

Isa berkata
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan padaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal & dibangkitkan hidup kembali”
Itulah Isa putra Maryam, katakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah tentang kebenarannya
QS. Maryam [19]: 33-34

Hai orang-orang beriman,
bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu & memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
QS. At-Tahrim [66]: 8

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus

Al Qaadir

Apa itu Al Qaadir? Allah itu Al-Qadir . Artinya Allah itu Maha Mampu, Maha Berupaya, Maha Kuasa, Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan. Allah itu mampu melakukan apapun yang Dia kehendaki. Kemampuan A...

lawazim

Apa itu lawazim? la.wa.zim kewajiban yang harus dilaksanakan (berupa amar makruf, nahi munkar, dan berjuang di jalan Allah) … •

junub

Apa itu junub? ju.nub keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang mewajibkan seseorang mandi dengan membasahi (membersihkan) tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki … •