QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 56 [QS. 19:56]

وَ اذۡکُرۡ فِی الۡکِتٰبِ اِدۡرِیۡسَ ۫ اِنَّہٗ کَانَ صِدِّیۡقًا نَّبِیًّا
Waadzkur fiil kitaabi idriisa innahu kaana shiddiiqan nabii-yan;

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Alquran).
Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,
―QS. 19:56
Topik ▪ Takut kepada Allah
19:56, 19 56, 19-56, Maryam 56, Maryam 56, Maryam 56
English Translation - Sahih International
And mention in the Book, Idrees.
Indeed, he was a man of truth and a prophet.
―QS. 19:56

 

Tafsir surah Maryam (19) ayat 56

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 56. Oleh Kementrian Agama RI

Pada kedua ayat ini Nabi Muhammad diperintahkan supaya menerangkan pula sekelumit berita tentang Nabi Idris.
Menurut sementara riwayat mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nenek Nabi Nuh `alaihis salam, Menurut riwayat yang termasyhur ia adalah nenek bapak Nabi Nuh.
Ia adalah orang yang pertama menyelidiki ilmu bintang-bintang dan ilmu hisab, sebagai salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.
Ia adalah rasul pertama yang diutus Allah sesudah Adam `alaihis salam, dan diturunkan kepadanya kitab yang terdiri atas tiga puluh lembar.
Ia dianggap pula sebagai orang yang mula-mula menciptakan timbangan dan takaran, pena untuk menulis, pakaian berjahit sebagai ganti pakaian kulit binatang dan senjata untuk berperang.
Allah menerangkan pada ayat ini posisi yang tinggi bagi Nabi Idris karena ia adalah seorang yang beriman membenarkan kekuasaan dan keesaan Allah dan diangkat-Nya menjadi nabi dan meninggikan derajatnya ke tingkat yang paling tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Adapun di dunia ialah dengan diterimanya risalah yang dibawanya oleh kaumnya dan keharuman namanya di kalangan umat manusia.
Hal ini sama dengan karunia Allah kepada Nabi Muhammad seperti tersebut dalam firman Allah:

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

Dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. (asy-Syarh [94]: 4)

Di akhirat nanti ia ditempatkan di surga pada tempat yang paling tinggi dan mulia, tempat para nabi dan para shiddiqin seperti tersebut dalam ayat:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh.
Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(an-Nisa[4]: 69).











19:56, 19 56, 19-56, Maryam 56, tafsir surat Maryam 56, Maryam 56



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta