Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Maryam

Maryam (Maryam (Maria)) surah 19 ayat 54


وَ اذۡکُرۡ فِی الۡکِتٰبِ اِسۡمٰعِیۡلَ ۫ اِنَّہٗ کَانَ صَادِقَ الۡوَعۡدِ وَ کَانَ رَسُوۡلًا نَّبِیًّا
Waadzkur fiil kitaabi ismaa’iila innahu kaana shaadiqal wa’di wakaana rasuulaa nabii-yan;

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.
―QS. 19:54
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
19:54, 19 54, 19-54, Maryam 54, Maryam 54, Maryam 54
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.
supaya menceritakan pula sedikit tentang Ismail nenek moyang bangsa Arab yang diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul agar dapat menjadi contoh teladan bagi mereka tentang sifat-sifatnya, kesetiaan dan kejujurannya, ketabahan dan kesabarannya dalam menjalankan perintah Tuhan dan ketaatan serta kepatuhannya.
Salah satu di antara sifat yang sangat menonjol pada Ismail ialah menepati janji.
Menepati janji adalah sifat yang dipunyai oleh setiap Rasul dan Nabi tetapi sifat ini pada diri Ismail sangat menonjol sehingga Allah menjadikan sifat ini sebagai keistimewaan Ismail.
Di antara janji-janji yang ditepatinya walaupun janji itu membahayakan jiwanya ialah kesediaannya disembelih untuk melaksanakan perintah Allah kepada ayahnya Ibrahim yang diterimanya dengan perantaraan mimpi yang senilai dengan wahyu.
Tatkala Ibrahim membicarakan dengan dia tentang perintah Allah untuk menyembelihnya, Ismail dengan tegas menyatakan bahwa dia bersedia disembelih demi untuk menaati perintah Allah dan dia akan tabah dan sabar menghadapi maut bagaimanapun perih dan sakitnya.
Hal ini tersebut dalam ayat:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku meyembelihmu.
Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku! Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya-Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

(Q.S.
As Saffat: 102)

Itulah janji Ismail kepada bapaknya Ibrahim.
Janji itu benar-benar ditepati oleh Ismail dan dia menyerahkan dirinya kepada.
bapaknya yang telah siap dengan pisau yang tajam untuk menyembelihnya.
Ibrahim-pun walau dengan perasaan sangat iba dan kasihan merebahkan Ismail untuk memudahkan penyembelihan dan pisaupun telah ditujukan ke lehernya.
Ketika itu Allah memanggil Ibrahim dan mengganti Ismail dengan seekor biri-biri yang besar dan gemuk.
Hal ini diceritakan Allah dalam firman-Nya:

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar".

(Q.S.
As Saffat: 103-107)

Di samping sifat yang menonjol itu diapun diangkat Allah menjadi Nabi dan Rasul kepada kabilah Jurhum yang menetap di Mekah bersama Ismail dan ibunya.
Dia sebagai Rasul ditugaskan oleh Allah menyampaikan risalah yaitu risalah yang dibawa oleh ayahnya Nabi Ibrahim kepada kabilah Jurhum itu.
Memang sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai Rasul terdapat di-kalangan bangsa Arab orang-orang yang menganut paham tauhid dan besar kemungkinan paham tauhid yang dianut mereka adalah paham yang dibawa dan disampaikan oleh Ismail kepada kaumnya.

Maryam (19) ayat 54 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Maryam (19) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Maryam (19) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Muhammad, ceritakan juga kepada mereka kisah Ismail yang ada di dalam Al Quran.
Sesungguhnya ia adalah orang yang menepati janji.
Ismail telah berjanji kepada bapaknya untuk sabar dan tabah atas penyembelihan dirinya, dan ia menepatinya.
Lalu ia diganti, dengan seekor kambing, dan dimuliakan dengan membawa misi kerasulan dan kenabian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ceritakanlah kisah Ismail di dalam Alquran.
Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya) sekali-kali ia tidak menjanjikan sesuatu melainkan ia memenuhinya.
Disebutkan bahwa ia pernah menunggu seseorang yang telah berjanji kepadanya, selama tiga hari atau satu tahun, sehingga orang yang berjanji itu datang kepadanya di tempat yang dijanjikan itu, dan ternyata Nabi Ismail masih menunggu di tempat itu (dan dia adalah seorang rasul) untuk kabilah Jurhum (dan nabi).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sebutkanlah, wahai Rasul, berita Ismail dalam al-Qur'an ini.
Seungguhnya ia adalah seorang yang jujur dalam janjinya.
Ia tidak berjanji sedikit pun melainkan ia akan menepatinya, dan ia adalah seorang Rasul sekaligus Nabi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Melalui ayat ini Allah memuji Ismail ibnu Ibrahim 'alaihis salam Ismail adalah bapak moyang orang-orang Arab Hijaz, bahwa dia adalah seorang yang benar janjinya.
Ibnu Juraij mengatakan bahwa tidak sekali-kali Ismail berjanji kepada Tuhannya sesuatu hal, melainkan dia melaksanakannya.
Dengan kata lain, tidak sekali-kali dia menetapkan suatu nazar akan mengerjakan suatu ibadah kepada Tuhannya, melainkan ia pasti menunaikannya dan mengerjakannya dengan sempurna.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Umar ibnul Haris.
bahwa Sahl ibnu Aqil pernah bercerita kepadanya bahwa Ismail 'alaihis salam pernah menjanjikan kepada seseorang akan bertemu dengannya di suatu tempat.
Maka Ismail 'alaihis salam datang ke tempat itu, sedangkan lelaki yang berjanji dengannya tadi lupa kepada janji Ismail.
Maka Ismail tetap berada di tempat itu dan menginap hingga keesokan harinya.
Maka pada keesokan harinya lelaki itu datang dan berkata kepadanya, "Tidakkah engkau tinggalkan tempat ini?"
Ismail menjawab,"Tidak." Lelaki itu berkata 'Sesungguhnya saya lupa kepada janjimu." Ismail berkata,"Saya tidak akan meninggalkan tempat ini sebelum kamu datang kepadaku." Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya:

...ia adalah seorang yang benar janjinya.

Sufyan As-Sauri mengatakan, telah sampai suatu berita kepadaku bahwa Ismail menunggu di tempat itu selama satu tahun penuh, hingga lelaki tersebut datang kepadanya.
Ibnu Syauzab mengatakan, telah sampai suatu berita kepadaku bahwa Ismail 'alaihis salam membuat rumah di tempat tersebut (selama menunggu lelaki yang berjanji dengannya).

Abu Daud di dalam kitab sunannya dan Abu Bakar Muhammad ibnu Ja'far Al-Kharaiti di dalam kitabnya Makarimul Akhlak telah meriwayatkan melalui jalur Ibrahim Ibnu Tahman, dari Abdullah ibnu Maisarah, dari Abdul Karim ibnu Abdullah ibnu Syaqiq, dari ayahnya, dari Abdullah ibnu Abul Hamsa yang mengatakan bahwa ia pernah melakukan suatu transaksi jual beli dengan Rasulullah ﷺ, sebelum beliau diangkat menjadi utusan.
Kemudian masih tersisa lagi sebagian dari piutangnya padaku, maka aku berjanji akan datang kepadanya guna melunasi utangku di tempat tersebut.
Akan tetapi, aku lupa akan janjiku hari itu dan keesokan harinya lagi.
Pada hari yang ketiga aku teringat dan datang ke tempat tersebut, ternyata beliau masih ada di tempat itu dan bersabda kepadaku:

Hai orang muda, sesungguhnya engkau telah memberatkan diriku, saya tetap menunggumu di tempat ini sejak tiga hari yang lalu.

Lafaz hadis ini menurut Al-Khara'iti, lalu ia mengetengahkan beberapa asar yang baik mengenai masalah ini.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Mandah Abu Abdullah di dalam kitab Ma'rifatus Sahabah dengan sanadnya dari Ibrahim Ibnu Tahman, dari Badil ijbnu Maisarah, dari Abdul Karim dengan sanad yang sama.

Sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnya dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

...orang yang benar janjinya.

Karena Nabi Ismail pernah berkata kepada ayahnya, yaitu Nabi Ibrahim:

insya Allah kamu akan mendapatkanku termasuk orang-orang yang sabar.
(Ash Shaaffat:102)

Ismail 'alaihis salam membenarkan apa yang diucapkan itu.
Memenuhi janji merupakan sifat yang terpuji, sebagaimana mengingkari janji merupakan sifat yang tercela.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam ayat lain:

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
(Ash Shaff:2-3)

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Pertanda orang munafik ada tiga, (yaitu): Apabila bicara, dusta, apabila berjanji, ingkar, dan apabila dipercaya, khianat.

Mengingat apa yang disebutkan di dalam hadis merupakan sifat-sifat orang munafik, maka orang yang menyandang kebalikan dari sifat-sifat tersebut adalah orang yang beriman.
Karena itulah maka Allah subhanahu wa ta'ala memuji hamba dan rasul-Nya (yaitu Nabi Ismail), bahwa dia adalah orang yang benar janjinya.
Demikian pula halnya Rasulullah ﷺ, beliau adalah orang yang benar janjinya, tidak sekali-kali beliau menjanjikan sesuatu kepada seseorang, melainkan beliau menunaikannya kepada orang itu.

Nabi ﷺ memuji sikap Abul Ash ibnur Rabi' (suami putrinya) melalui sabdanya:

Dia berbicara kepadaku dan membenarkanku, dan dia berjanji kepadaku dan dia memenuhinya terhadapku.

Setelah Nabi ﷺ wafat, Khalifah Abu Bakar As-Siddiq berkata, bahwa barang siapa yang mempunyai suatu janji dari Rasulullah ﷺ atau suatu piutang baginya, hendaklah ia datang kepadaku, maka aku akan menunaikannya.
Maka datanglah Jabir ibnu Abdullah dan mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah ﷺ pernah berkata kepadanya, "Seandainya telah datang harta dari Bahrain, maka aku akan memberimu sebanyak anu dan anu," yakni sepenuh kedua telapak tangannya dalam bentuk uang logam.
Ketika harta dari Bahrain tiba, maka Khalifah Abu Bakar memerintahkan kepada Jabir untuk mengambilnya.
Lalu Jabir meraupkan kedua telapak tangannya, mengambil dari tumpukan harta tersebut.
Kemudian Jabir menghitungnya, ternyata berjumlah lima ratus Dirham.
Selanjurnya Khalifah Abu Bakar memberinya lagi dua kali lipatnya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

Makna ayat ini menunjukkan kemuliaan yang dimiliki oleh Ismail melebihi saudaranya Ishaq, karena Ishaq hanya diberi sifat (predikat) sebagai seorang nabi saja, sedangkan Ismail berpredikat sebagai nabi dan rasul.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah telah memilih Ismail dari anak Ibrahim (Sebagai orang pilihan-Nya)

Hadis ini menunjukkan kebenaran dari pendapat yang kami kemukakan.

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa 'alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa 'alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do'a Zakariya 'alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta'ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do'a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.


Gambar Kutipan Surah Maryam Ayat 54 *beta

Surah Maryam Ayat 54



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Maryam

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (15 votes)
Sending







✔ q s maryam/19:54

[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku