Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 4 [QS. 19:4]

قَالَ رَبِّ اِنِّیۡ وَہَنَ الۡعَظۡمُ مِنِّیۡ وَ اشۡتَعَلَ الرَّاۡسُ شَیۡبًا وَّ لَمۡ اَکُنۡۢ بِدُعَآئِکَ رَبِّ شَقِیًّا
Qaala rabbi innii wahanal ‘azhmu minnii wa-asyta’alarra’su syaiban walam akun bidu’aa-ika rabbi syaqii-yan;
Dia (Zakaria) berkata,
“Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.
―QS. Maryam [19]: 4

He said,
"My Lord, indeed my bones have weakened, and my head has filled with white, and never have I been in my supplication to You, my Lord, unhappy.
― Chapter 19. Surah Maryam [verse 4]

قَالَ dia berkata

He said,
رَبِّ ya Tuhanku

"My Lord!
إِنِّى sesungguhnya aku

Indeed, [I]
وَهَنَ telah lemah

(have) weakened
ٱلْعَظْمُ tulang

my bones, *[meaning includes next or prev. word]
مِنِّى daripadaku

my bones, *[meaning includes next or prev. word]
وَٱشْتَعَلَ dan banyak/penuh

and flared
ٱلرَّأْسُ kepala

(my) head
شَيْبًا uban

(with) white,
وَلَمْ dan tidak/belum

and not
أَكُنۢ ada/pernah

I have been
بِدُعَآئِكَ dengan doaku kepadaMu

in (my) supplication (to) You
رَبِّ ya Tuhanku

my Lord
شَقِيًّا celaka/kecewa

unblessed.

Tafsir

Alquran

Surah Maryam
19:4

Tafsir QS. Maryam (19) : 4. Oleh Kementrian Agama RI


Nabi Zakaria dalam doanya antara lain mengemukakan,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memohon terkabulnya doaku ini, karena beberapa sebab yang aku yakini akan membuka rahmat karunia-Mu.
Pertama, aku telah mencapai usia yang sangat tua yaitu hampir sembilan puluh tahun, di mana aku sudah merasa tulang-tulangku sudah lemah, dan kelemahan kerangka badan itu mengakibatkan pula kelemahan yang menyeluruh dalam seluruh tubuhku, dan seorang yang sudah tua seperti aku ini, sangat pantas untuk disayangi dan dikasihani.

Kedua, di kepalaku sudah penuh dengan uban, sehingga siapapun yang memandang kepadaku pasti menaruh belas kasihan dan tergerak hatinya untuk memenuhi permohonanku.
Ketiga, aku selama ini belum pernah dikecewakan dalam berdoa kepada Engkau, Ya Tuhan, sejak aku masih muda, apalagi sekarang di mana kelemahanku telah nampak secara keseluruhan.
"



Nabi Zakaria sendiri mengetahui bahwa jika doanya dikabulkan, akan membawa banyak perbaikan dalam bidang agama dan kemasyarakatan.
Karena itu beliau melanjutkan doanya seperti disebutkan pada ayat berikut ini.

Tafsir QS. Maryam (19) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ia berkata,
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, bahkan aku bahagia bila doaku terkabulkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ia berkata:
Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku sudah tua, tulangku telah lemah, dan uban telah merata di kepalaku, dan aku belum pernah terhalang dari terkabulnya doa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Ia berkata,
"Ya Rabbku! Sesungguhnya telah lemah) menjadi lemah


(tulang-tulangku) semuanya


(dan kepala ini telah dipenuhi)


(oleh uban) lafal Syaiban menjadi Tamyiz yang dipindahkan dari Fa’ilnya, maksudnya uban telah merata di rambut kepalanya sebagaimana meratanya nyala api pada kayu dan sesungguhnya aku bermaksud berdoa kepada-Mu


(dan aku belum pernah dengan doaku kepada-Mu)


(merasa kecewa, ya Rabbku!) artinya, merasa dikecewakan di masa-masa lalu, maka janganlah Engkau kecewakan aku di masa mendatang.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Zakaria berkata,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah."


Yakni lemah dan rapuh, tidak mempunyai kekuatan lagi

…dan kepalaku telah ditumbuhi uban.

Artinya, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam.


Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah menceritakan tentang kelemahan dan ketuaan serta tanda-tandanya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

Yakni saya belum pernah berdoa kepada Engkau, melainkan Engkau memperkenankannya, Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepada-Mu.

Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 4

SYAYBAA
شَيْبًا

Lafaz ini dalam bentuk mahsdar, dari kata akar syaba-yasyibu yang bermakna putih rambutnya.

Al Asma’i berkata,
lafaz asy syayb bermakna rambut menjadi putih, sedangkan al masyib adalah seseorang yang masuk kepada batas keputihan rambutnya dan ia untuk lelaki.
Asy syayb digunakan untuk kepala yaitusyaabar ra’su dan untuk rambut yaitu syaabasy sya’r.

Lafaz syaybaa disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Maryam (19), ayat 4. Allah berfirman,

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا

Al Qurtubi menjelaskan, asy syayb bermakna bercampurnya rambut putih dan hitam.

Asy Syawkani berkata,
ayat ini adalah isyarat tunduk, hina, menampakkan kelemahan, takut tidak mendapat apa yang di pinta dan tidak sampai apa yang diharapkan.
Oleh karena itu, ulama berkata,
seseorang digalakkan menyatakan di dalam doanya rasa tunduk atau rendah diri dan menyebut nikmat Allah kepadanya.

Kesimpulannya, syaybaa bermakna rambut kepala menjadi putih.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 315

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isaalaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isaalaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isaalaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariyaalaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukumhukum alam.
Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
Jibril `alaihis salam turun kepada rasulrasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti amalamal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan Indonesia

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 98

Gambar Kutipan Ayat

Surah Maryam ayat 4 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 4 - Gambar 2 Surah Maryam ayat 4 - Gambar 3
Statistik QS. 19:4
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah19
Nama SurahMaryam
Arabمريم
ArtiMaryam (Maria)
Nama lainKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu44
JuzJuz 16
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat98
Jumlah kata972
Jumlah huruf3935
Surah sebelumnyaSurah Al-Kahf
Surah selanjutnyaSurah Ta Ha
Sending
User Review
4.7 (21 votes)
Tags:

19:4, 19 4, 19-4, Surah Maryam 4, Tafsir surat Maryam 4, Quran Maryam 4, Surah Maryam ayat 4

▪ Qs 19:04 ▪ qs maryam 4 english
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 47 [QS. 14:47]

Maka karena itu, jangan sekali-kali kamu atau siapa pun mengira bahwa Allah mengingkari janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya dalam keberhasilan tugas yang mereka laksanakan. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan … 14:47, 14 47, 14-47, Surah Ibrahim 47, Tafsir surat Ibrahim 47, Quran Ibrahim 47, Surah Ibrahim ayat 47

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 121 [QS. 37:121]

121-122. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya te … 37:121, 37 121, 37-121, Surah Ash Shaffaat 121, Tafsir surat AshShaffaat 121, Quran Al-Shaffat 121, AshShaffat 121, Ash Shafat 121, Ash Shaffat 121, Surah Ash Shaffat ayat 121

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum …

Pendidikan Agama Islam #22

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … keturunan kelahiran dan kematian kepandaian kematian kelahiran Benar! Kurang tepat! Karena

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Aisyah Saudah Sofia Hafsah Zainab Benar! Kurang tepat!

Instagram