Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Maryam (Maria) - surah 19 ayat 39 [QS. 19:39]

وَ اَنۡذِرۡہُمۡ یَوۡمَ الۡحَسۡرَۃِ اِذۡ قُضِیَ الۡاَمۡرُ ۘ وَ ہُمۡ فِیۡ غَفۡلَۃٍ وَّ ہُمۡ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ
Wa-andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru wahum fii ghaflatin wahum laa yu’minuun(a);
Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.
―QS. Maryam [19]: 39

Daftar isi

And warn them, (O Muhammad), of the Day of Regret, when the matter will be concluded;
and (yet), they are in (a state of) heedlessness, and they do not believe.
― Chapter 19. Surah Maryam [verse 39]

وَأَنذِرْهُمْ dan berilah mereka peringatan

And warn them
يَوْمَ hari

(of the) Day
ٱلْحَسْرَةِ penyesalan

(of) the Regret,
إِذْ ketika

when
قُضِىَ diputuskan

has been decided
ٱلْأَمْرُ perkara

the matter.
وَهُمْ dan/sedang mereka

And they
فِى dalam

(are) in
غَفْلَةٍ kelalaian

heedlessness,
وَهُمْ dan mereka

and they
لَا tidak

(do) not
يُؤْمِنُونَ mereka beriman

believe.

Tafsir Quran

Surah Maryam
19:39

Tafsir QS. Maryam (19) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar dia memberi peringatan kepada manusia khususnya kaum musyrik Mekah tentang hari Kiamat mereka mati dalam keadaan kafir, orang-orang kafir akan menyesali diri mereka karena tidak mau beriman dan selalu berusaha menegakkan yang batil semasa hidup di dunia.

Para mukmin dibawa ke surga dan orang-orang kafir digiring ke neraka.

Kepada kedua golongan ini diberitahukan bahwa masing-masing mereka tidak akan keluar selama-lamanya dari tempat yang telah disediakan bagi mereka, dan mereka tidak akan mengalami kematian selama-lamanya.
Diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Pada waktu itu dibawalah
"kematian"
berbentuk seekor biri-biri yang bagus rupanya, lalu datang orang yang menyerukan, Hai penghuni surga! Lalu mereka tertegun memperhatikan.

Maka penyeru itu bertanya,
"Tahukah kamu apa ini?"
Mereka menjawab, Ya, itu adalah
"Kematian."
Semua mereka melihatnya.

Kemudian penyeru yang lain berseru pula.
Hai penghuni neraka! Tahukah kamu apakah ini?
Mereka menjawab, ya! Itu adalah
"kematian."
Mereka melihatnya pula.
Maka
"kematian"
yang berbentuk biri-biri itu disembelihkan di antara surga dan neraka, lalu penyeru itu berkata,
"Hai penghuni surga kamu kekal di dalam surga dan kamu tidak akan mengalami kematian lagi.

Hai penghuni neraka, kamu kekal di dalam neraka dan tidak akan mengalami kematian lagi."
Kemudian Rasulullah membacakan ayat ini.
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketika itu sadarlah orang-orang kafir akan keteledoran mereka dan mereka menyesal mengapa mereka di dunia dahulu mengingkari hari ke-bangkitan, mengapa mereka tidak mau memikirkan ajakan dan petunjuk ke jalan yang benar, tetapi sesalan itu tidak berguna lagi.

Tafsir QS. Maryam (19) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasul, berilah peringatan kepada orang-orang yang zalim tentang suatu hari tatkala mereka menyesal atas kelalaian mereka terhadap hak Allah dan hak mereka sendiri, sementara pada saat itu perkara mereka telah diputuskan dan sudah menerima balasan.
Sesungguhnya mereka di dunia telah lalai dengan hari itu, karena mereka tidak percaya akan hari kebangkitan dan pembalasan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berilah peringatan, wahai Rasul, kepada manusia tentang hari penyesalan, ketika segala perkara diputuskan, dan kematian didatangkan seakan-akan kambing gibas berwarna sangat putih, lalu disembelih.
Dan diputuskan perkara di antara makhluk, lalu orang-orang yang beriman masuk ke dalam surga dan orang-orang yang kafir masuk ke dalam neraka.


Mereka pada saat sekarang ini di dunia dalam kelalaian terhadap apa yang diperingatkan terhadap mereka, dan mereka tidak melakukan amal shalih.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berilah mereka peringatan) takut-takutilah hai Muhammad, orang-orang kafir Mekah itu


(tentang hari penyesalan) yaitu hari kiamat sewaktu orang yang berbuat jahat merasa menyesal sekali karena tidak mau berbuat kebaikan di dunia


(yaitu ketika segala perkara telah diputus) bagi mereka di hari kiamat, yaitu mereka harus menerima azab


(Dan mereka) di dunia


(dalam kelalaian) tentang hari penyesalan itu


(dan mereka tidak pula beriman) kepada adanya hari penyesalan itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.

Artinya berilah peringatan kepada makhluk akan hari penyesalan.

…yaitu ketika segala perkara telah diputuskan.

Yakni ahli surga dan ahli neraka telah dipisahkan, dan masing-masing dimasukkan ke dalam tempat tinggalnya untuk selama-lamanya.

Dan mereka dalam keadaan lalai.

Yaitu dalam kehidupan dunia mereka lalai terhadap apa yang diperingatkan kepada mereka, yakni hal yang bakal menimpa mereka kelak di hari penyesalan dan kekecewaan.

…dan mereka tidak (pula) beriman.

Maksudnya tidak percaya kepada hari penyesalan itu.


Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ubaid, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa’id yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila ahli surga dimasukkan ke dalam surga dan ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka, maka didatangkanlah maut yang rupanya seakan-akan seperti domba yang berbulu putih, lalu dihentikan di antara surga dan neraka.
Maka dikatakan,
"Hai ahli surga, apakah kalian mengenal ini?"
Maka mereka mengarahkan pandangannya ke arah domba itu dan menelitinya, lalu mereka berkata,
"Ya, ini adalah maut."
Kemudian dikatakan,
"Hai ahli neraka, apakah kalian mengenal ini?"
Maka mereka mengarahkan pandangannya ke arah maut dan menelitinya, kemudian mereka berkata,
"Ya, inilah maut."
Lalu diperintahkan agar domba itu disembelih, maka disembelihlah domba itu, lalu dikatakan,
"Hai ahli surga, kekallah kalian dan tidak ada mati lagi.
Hai ahli neraka, kekallah kalian dan tidak ada mati lagi."
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus.
Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Seraya berisyarat dengan tangannya, kemudian bersabda:
"Ahli dunia berada dalam kelalaian (tentang itu) saat hidup di dunia."


Di dalam kitab Sahihain disebutkan hadis yang sama melalui Ibnu Umar.
Ibnu Juraij telah meriwayatkan hadis ini, bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan, lalu disebutkan hadis yang semisal, hanya hadis ini diucapkan oleh Ibnu Abbas.
Dan Ibnu Juraij telah meriwayatkan pula dari ayahnya, ia pernah mendengar Ubaid ibnu Umair mengatakan dalam kitab Qisas-nya bahwa maut di datangkan seakan-akan berupa hewan, lalu disembelih, sedangkan orang-orang memandangnya.

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Salamah ibnu Kahil, bahwa telah menceritakan kepada kami Abuz Zar ra, dari Abdullah ibnu Mas’ud dalam kisah yang diketengahkannya, bahwa tiada suatu orang pun melainkan melihat rumah-rumah yang ada di surga dan rumah-rumah yang ada di neraka, hal ini terjadi pada hari penyesalan.
Ahli neraka melihat rumah yang ada di dalam surga, lalu dikatakan kepada mereka,
"Sekiranya kalian beramal kebaikan."
Maka mereka merasa menyesali perbuatannya.
Dan ahli surga melihat rumah yang ada di dalam neraka, lalu dikatakan kepada mereka,
"Seandainya saja Allah tidak memberikan karunia-Nya kepada kalian (tentulah kalian masuk neraka)."

As-Saddi telah meriwayatkan dari Ziyad, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus.
Apabila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka didatangkanlah maut dalam bentuk domba yang berbulu putih dengan berbelang hitam, lalu dihentikan di antara surga dan neraka.
Kemudian terdengarlah suara seruan yang mengatakan,
"Hai ahli surga, inilah maut yang mematikan manusia di dunia."
Maka tiada seorang pun dari kalangan ahli surga —baik surga yang tertinggi maupun surga yang terendah— melainkan memandang ke arah maut yang diserupakan dengan domba itu.
Kemudian suara itu menyeru lagi dan mengatakan,
"Hai ahli neraka, inilah maut yang telah mematikan manusia di dunia."
Maka tidak ada seorang pun dari kalangan penghuni neraka—baik yang ada di bagian atas maupun yang ada di dasarnya— melainkan memandang ke arahnya.
Kemudian maut disembelih di tempat yang terletak di antara surga dan neraka.
Lalu terdengar suara menyeru,
"Hai ahli surga, inilah masa kekekalan untuk selama-lamanya.
Hai ahli neraka, inilah masa kekekalan untuk selama-lamanya."
Maka ahli surga meluap-luap kegembiraannya.
Seandainya ada orang yang mati karena kegembiraan, tentulah mereka mati karena kegembiraan yang sangat.
Lain halnya dengan ahli neraka, mereka sangat menyesal luar biasa.
Seandainya ada orang yang dapat mati karena menyesal, tentulah mereka semua mati karena menyesal.
Yang demikian itu adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus.
(QS. Maryam [19]: 39)
Yaitu bilamana maut disembelih.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim di dalam kitab tafsirnya.
Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya:

…Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.
Al-Hasrah merupakan salah satu dari nama hari kiamat yang dibesarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk memperingatkan hamba-hamba-Nya.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:


Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.
Bahwa yang dimaksud dengan ‘hari penyesalan’ ialah hari kiamat.
Lalu Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam membaca firman-Nya:

supaya jangan ada orang yang mengatakan,
"Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 56)

Unsur Pokok Surah Maryam (مريم)

Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai "Maryam",
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isaalaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isaalaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dikawini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.

Kelahiran Isaalaihis salam tanpa bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkannya do’a Zakariya ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

▪ Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam.
Isa `alaihis salam bukan anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak.
Jibril `alaihis salam turun kepada rasulrasul membawa wahyu atas perintah Allah.
▪ Di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri, semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Kisah:

▪ Allah mengabulkan do’a Zakariya `alaihis salam untuk memperoleh anak, sekalipun usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul.
▪ Kisah kelahiran Isa `alaihis salam tanpa bapak.
▪ Kisah Ibrahim`alaihis salam dengan bapaknya.
Musa `alaihis salam seorang yang dipilih oleh Allah.
Ismail `alaihis salam seorang yang benar dalam janjinya.
Idris `alaihis salam seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

▪ Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh.
▪ Keadaan di surga.
▪ Membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk, bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio Murottal

QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 98 + Terjemahan Indonesia



QS. Maryam (19) : 1-98 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 98

Gambar Kutipan Ayat

Surah Maryam ayat 39 - Gambar 1 Surah Maryam ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 19:39
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa ‘alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa ‘alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria ‘alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

19:39, 19 39, 19-39, Surah Maryam 39, Tafsir surat Maryam 39, Quran Maryam 39, Surah Maryam ayat 39

Video Surah

19:39


More Videos

Kandungan Surah Maryam

۞ QS. 19:2 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:3 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:4 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:8 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:9 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:10 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:12 • Mengerahkan seluruh kemampuan untuk taat kepada Allah

۞ QS. 19:17 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:18 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:19 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:21 • Kekuasaan Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 19:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:26 • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:34 • Mendustai Allah

۞ QS. 19:35 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 19:36 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 19:37 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 19:38 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:39 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:40 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:42 • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 19:44 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:45 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Sifat iblis dan pembantunya • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 19:47 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:48 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:49 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 19:55 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban suami mengajak keluarganya untuk taat

۞ QS. 19:58 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 19:59 • Azab orang kafir • Dosa-dosa besar • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:60 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:61 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Rahman (Maha Pengasih) • Nama-nama surga • Keabadian surga

۞ QS. 19:62 • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 19:63 • Pahala iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:64 • Sifat Kamal (sempurna) • Menafikan sifat kantuk dan tidur • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 19:65 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 19:66 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 19:67 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 19:68 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 19:69 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Azab orang kafir

۞ QS. 19:70 • Keluasan ilmu Allah • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:71 Ar Rabb (Tuhan) • Menyeberangi jembatan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 19:72 • Keadaan orang mukmin saat menyeberang • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 19:73 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:74 • Azab orang kafir

۞ QS. 19:75 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Hari kiamat datang tiba-tiba • Sifat hari penghitungan • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 19:76 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:77 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 19:78 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:79 • Azab orang kafir • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 19:80 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat

۞ QS. 19:81 • Menjadikan makhluk sebagai tuhan

۞ QS. 19:82 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 19:83 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 19:84 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 19:85 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 19:86 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 19:87 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Mereka yang memperoleh syafaat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya •

۞ QS. 19:88 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:89 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 19:90 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Dosa terbesar

۞ QS. 19:91 • Mendustai Allah • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:92 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 19:93 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:94 • Keluasan ilmu Allah • Al Muhshi (Maha Penghitung) • Al Muhith (Maha Mengetahui)

۞ QS. 19:95 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 19:96 • Pahala iman • Al Rahman (Maha Pengasih) • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 19:97 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 19:98 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

“Dan sesungguhnya,
Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad & bersabar di antara kamu…”
QS. Muhammad [47]: 31

Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya,
pasti Allah mengetahui.

Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit & apa-apa yang ada di bumi.
Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Ali ‘Imran [3]: 29

Karena itu,
ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,
dan bersyukurlah kepada-Ku,
dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
QS. Al-Baqarah [2]: 152

Barang siapa yang menta’ati Rasul itu,
sesungguhnya ia telah menta’ati Allah.
QS. An-Nisa’ [4]: 80

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
العدل

Allah itu Al-Adl, artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan berlaku untuk semua ciptaan-Nya.

Jangan pernah sedikit pun terbesit dalam hati kita untuk berfikir bahwa 'hidup ini tidak adil.' Karena semua telah ditentukan Allah dengan keadilan-Nya. Siapa pun manusia yang murka dengan ketentuan Allah maka Allah pun akan murka kepadanya, dan siapa pun manusia yang ridho maka Allah pun akan ridho kepadanya. Dan siapa pun manusia yang telah diridhoi Allah, maka senantiasa dibukakan jalan keluar yang tidak pernah terduga dalam pikiran manusia.

Tata cara membaca Alquran dimulai dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Isti'adzah atau juga biasa dikenal dengan istilah ta'awwudz secara bahasa adalah memohon perlindungan, pemeliharaan dan penjagaaan.

Basmalah berarti mengucapkan kalimat 'Bismillahirrahmanirrahim', terjemahannya yaitu 'Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'.

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
البصير

Allah itu Al-Bashir, artinya adalah Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya memiliki penglihatan yang terbatas. Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.

Allah selalu mengawasi kita semua, sehingga jangan pernah kita berfikir jika kita melakukan kejahatan yang tidak orang lain lihat maka tidak ada yang bisa mengetahui kejahatan itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

Dalam surah Alquran, At-Tin artinya ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #24
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #24 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #24 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kamus Istilah Islam

Semit

Siapa itu Semit? Semit adalah suatu istilah yang mula-mula digunakan dalam linguistik dan etnologi untuk merujuk kepada sebuah “keluarga atau rumpun bahasa” asal Timur Tengah, yang sekara...

hilah

Apa itu hilah? DEFINISI AL HILAH: Secara bahasa, kata al hilah , sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar di dalam Fat-hul Bari, mempunyai arti, segala cara yang mengantarkan kepada tujuan dengan cara yang t...

tawajuh

Apa itu tawajuh? ta.wa.juh ber.ta.wa.juh v menghadapkan diri dan membulatkan hati kepada Allah; dalam sehari semalam umat Islam paling sedikit tawajuh sebanyak lima kali … •