QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 35 [QS. 19:35]

مَا کَانَ لِلّٰہِ اَنۡ یَّتَّخِذَ مِنۡ وَّلَدٍ ۙ سُبۡحٰنَہٗ ؕ اِذَا قَضٰۤی اَمۡرًا فَاِنَّمَا یَقُوۡلُ لَہٗ کُنۡ فَیَکُوۡنُ
Maa kaana lillahi an yattakhidza min waladin subhaanahu idzaa qadha amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuun(u);

Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia.
Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya,
“Jadilah!”
Maka jadilah sesuatu itu.
―QS. 19:35
Topik ▪ Memperoleh syafaat dengan izin Allah
19:35, 19 35, 19-35, Maryam 35, Maryam 35, Maryam 35
English Translation - Sahih International
It is not (befitting) for Allah to take a son;
exalted is He! When He decrees an affair, He only says to it,
“Be,”
and it is.
―QS. 19:35

 

Tafsir surah Maryam (19) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menegaskan kembali bahwa Isa itu bukan anak Allah.
Tidak wajar dan tidak mungkin Allah mempunyai anak karena Allah tidak memerlukan keturunan seperti manusia yang di masa tuanya sangat membutuhkan pertolongan dan perawatan dan membutuhkan orang yang akan melanjutkan dan memelihara hasil usahanya atau mengharumkan namanya sesudah ia meninggal.
Allah tidak memerlukan semua itu karena Dia Mahakuasa, senantiasa berdiri sendiri tidak membutuhkan bantuan orang lain sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ

Allah, tidak ada tuhan selain Dia.
Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya).
(Ali Imran [3]: 2)

Mahasuci Allah dari segala sifat kekurangan dan dari segala tuduhan yang diucapkan oleh kaum kafir.
Apabila Dia hendak menciptakan sesuatu, cukuplah Dia menfirmankan
“Kun”
(jadilah) maka terciptalah dia.
Baginya tidak sulit untuk menciptakan seorang anak tanpa bapak atau menciptakan manusia tanpa ibu dan bapak seperti menciptakan Adam dan Allah ﷻ berfirman:

اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam.
Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya,
“Jadilah!”
Maka jadilah sesuatu itu.
(Ali Imran [3]: 59)

Allah Yang Maha Sempurna dan demikian besar kekuasaan-Nya tidaklah mungkin membutuhkan seorang anak karena yang demikian itu menunjukkan kepada kelemahan dan sifat-sifat kekurangan.