QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 12 [QS. 19:12]

یٰیَحۡیٰی خُذِ الۡکِتٰبَ بِقُوَّۃٍ ؕ وَ اٰتَیۡنٰہُ الۡحُکۡمَ صَبِیًّا
Yaa yahya khudzil kitaaba biquu-watin waaatainaahul hukma shabii-yan;

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.
Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,
―QS. 19:12
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
19:12, 19 12, 19-12, Maryam 12, Maryam 12, Maryam 12

Tafsir surah Maryam (19) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Hai Yahya! Ambillah kitab Taurat yang merupakan nikmat besar dari Tuhan kepada Bani Israil dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh dan amalkanlah isinya dengan tulus ikhlas.
Kemudian Allah mengungkapkan sifat-sifatnya yang sangat terpuji yang patut ditiru oleh sekalian pengikutnya.
Di antaranya, Allah telah memberikan kepadanya hikmah dan pengertian yang sangat mendalam tentang agama dan kegairahan untuk mengamalkan segala amal kebaikan walaupun usianya baru sekitar tujuh tahun.
Diriwayatkan bahwa beliau pernah dikerumuni oleh anak-anak sebayanya dan diajak supaya main bersama-sama, lalu beliau menjawab, “Kita ini diciptakan Tuhan bukan untuk main-main.
Marilah ikut bersama saya salat”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yahya lahir dan tumbuh menjadi remaja.
Lalu ia diseru dan diperintah untuk menjalankan apa yang ada di dalam kitab Tawrat dengan sungguh-sungguh.
Sesungguhnya sejak masa kanak-kanak, Allah telah memberinya pemahaman yang kuat terhadap agama dan hukum-hukum.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Yahya! Ambillah Kitab itu) yakni kitab Taurat (dengan sungguh-sungguh) secara sungguh-sungguh.

(Dan Kami berikan kepadanya hikmah) kenabian (selagi ia masih kanak-kanak) sewaktu berumur tiga tahun.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika Yahya telah dilahirkan dan telah mencapai usia yang sudah dapat memahami perintah, maka Allah memerintahkannya supaya mengambil kitab Taurat dengan sungguh-sungguh lewat firman-Nya :
Wahai Yahya, ambillah Taurat itu dengan sungguh-sungguh, dengan memelihara lafalnya, memahami maknanya, dan mengamalkannya.
Kami berikan pula kepadanya hikmah dan pemahaman yang baik saat ia masih kanak-kanak.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah putra yang diberitakan dalam kabar gembira itu lahir (yaitu Yahya ‘alaihis salam), maka Allah subhanahu wa ta’ala mengajarinya Al-Kitab, yaitu kitab Taurat, yang biasa mereka baca di antara sesama mereka, dan menjadi pegangan para nabi dalam memutuskan hukum terhadap orang-orang yang beragama Yahudi, para rabbani, dan para ahbar (pendeta).
Saat itu Yahya masih kanak-kanak, karena itulah disebutkan secara menonjol dalam ayat ini, sebagai karunia Allah buatnya, juga buat kedua orang tuanya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.

Yakni pelajarilah kitab Taurat itu dengan segenap kemampuanmu dan sungguh-sungguh.

Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak.

Yang dimaksud dengan ‘hikmah” ialah pemahaman, ilmu, kesungguhan, tekad, dan suka kepada kebaikan serta menekuninya dengan segala kemampuannya, sedangkan saat itu ia masih kanak-kanak.

Abdullah ibnul Mubarak mengatakan bahwa Ma’mar telah mengatakan bahwa anak-anak berkata kepada Yahya ibnu Zakaria,” Marilah kita main-main, hai Yahya!” Yahya menjawab, “Kita diciptakan bukan untuk main-main.” Ma’mar mengatakan bahwa karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya:

Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih anak-anak.


Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 12

SHABIYYA
صَبِيًّا

Arti lafaz shabiyya adalah anak yang belum sampai umur akil baligh. Di dalam Al Qur’an, perkataan shabiyya diulang dua kali saja yaitu dalam surah Maryam (19), ayat 12 dan 29. Kedua ayat itu menceritakan tentang keadaan dua orang nabi sewaktu masih kecil belum mencapai umur baligh.

Ayat 12 menerangkan tentang Nabi Yahya, di mana Allah menganugerahinya hikmah, ilmu pengetahuan, kesungguhan, tekad dan kecenderungan pada kebaikan semasa beliau masih kecil sebelum baligh.

Sedangkan ayat 29 menerangkan tentang Nabi ‘Isa, di mana Allah memberinya ke­mampuan berbicara sewaktu beliau masih berada di dalam ayunab. Pada saat itu, Sayyidah Maryam dituduh melakukan zina oleh Bani Israil. Kemudian Sayyidah Maryam memberi isyarat kepada mereka supaya berbicara dengan bayi yang ada di dalam buaiannya. Perkara ini menyebabkan Bani Israil heran dan mereka pun berkata,

كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِى ٱلْمَهْدِ صَبِيًّا

artinya “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:318

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do’a Zakariya ‘alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do’a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Maryam (98 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Maryam (19) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Maryam (19) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Maryam (19) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Maryam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 98 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 19:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa 'alaihis salam.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa 'alaihis salam sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa 'alaihis salam tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria 'alaihis salam oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah 19
Nama Surah Maryam
Arab مريم
Arti Maryam (Maria)
Nama lain Kaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 44
Juz Juz 16
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 98
Jumlah kata 972
Jumlah huruf 3935
Surah sebelumnya Surah Al-Kahf
Surah selanjutnya Surah Ta Ha
4.9
Ratingmu: 4.7 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs 19:12 ▪ qs maryam 19 12

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim