QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 11 [QS. 19:11]

فَخَرَجَ عَلٰی قَوۡمِہٖ مِنَ الۡمِحۡرَابِ فَاَوۡحٰۤی اِلَیۡہِمۡ اَنۡ سَبِّحُوۡا بُکۡرَۃً وَّ عَشِیًّا
Fakharaja ‘ala qaumihi minal mihraabi fa-auha ilaihim an sabbihuu bukratan wa’asyii-yan;

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka, hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.
―QS. 19:11
Topik ▪ Manusia keras kepala
19:11, 19 11, 19-11, Maryam 11, Maryam 11, Maryam 11

Tafsir surah Maryam (19) ayat 11

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Maryam (19) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Zakaria as.
keluar dari mihrab menuju kaumnya, yang sudah lama menunggu karena kebiasaan mereka ikut salat berjemaah dengan dia di tempat beribadatnya pada pagi dan petang hari.
Mereka bertanya.
“Gerangan apa yang menyebabkan beliau terlambat membuka pintu mihrabnya.
Lalu beliau memberi isyarat kepada mereka, supaya bertasbih menyucikan Allah dari kemusyrikan dan dari pada tuduhan mempunyai anak dan dari setiap sifat yang tidak layak bagi Allah.
Mereka diperintahkan supaya banyak bertasbih di waktu pagi dan petang.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Zakariyya pun kemudian keluar dari tempat salatnya menuju kaumnya, lalu memberi isyarat kepada mereka agar bertasbih kepada Allah pada waktu pagi dan petang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya) yakni dari mesjid, sedang orang-orang menunggu pintu mesjid itu dibuka, karena mereka hendak melakukan salat di dalamnya, sesuai dengan kebiasaan mereka menurut perintah Zakaria (lalu ia memberi isyarat) (kepada mereka, hendaklah kalian bertasbih) maksudnya melakukan salat (di waktu pagi dan petang) yakni pada permulaan siang hari dan akhirnya, sebagaimana biasa.

Setelah Nabi Zakaria mencegah dirinya untuk bercakap-cakap dengan mereka, pada saat itu diketahui bahwa istrinya mengandung Yahya.

Selang dua tahun kemudian setelah Yahya lahir, Allah berfirman kepadanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka Zakariya keluar kepada kaumnya dari tempat shalatnya, yaitu tempat di mana dia diberi kabar gembira dengan kelahiran seorang anak, lalu dia memberi isyarat kepada mereka :
Bertasbihlah kepada Allah di waktu pagi dan petang sebagai tanda rasa syukur kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya.

Yakni dari tempat ia mendapat berita gembira akan beroleh anak laki-laki.

…lalu ia memberi isyarat kepada mereka.

Yakni memberi isyarat secara samar lagi cepat.

…hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petang.

Maksudnya, meminta dukungan dari mereka agar mereka mengikuti apa yang diperintahkan kepadanya dalam masa-masa tiga hari itu.
Bantuan tasbih mereka sebagai pendukung ungkapan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas karunia yang diberikan kepadanya.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…lalu ia memberi isyarat kepada mereka.
Makna auha di sini ialah asyara, yakni berisyarat.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Wahb dan Qatadah.

Mujahid telah mengatakan dalam suatu riwayat yang bersumber dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

Lalu ia memberi isyarat kepada mereka.
Yakni Zakaria menulis di tanah kepada mereka.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi.


Kata Pilihan Dalam Surah Maryam (19) Ayat 11

MIHRAAB
مِحْرَاب

Dalam bahasa Arab, lafaz mihraab digunakan untuk menunjukkan beberapa arti yaitu;

(1) Bahagian hadapan rumah;
(2) Bahagian yang paling mulia dari suatu tempat;
(3) Bangunan yang tinggi;
(4) Ruangan;
(5) Istana;
(6) Tempat khusus bagi seorang raja yang digunakan untuk menyendiri dan menjauhkan diri dari orang ramai.

Bentuk jamak dari lafaz mihraab adalah maharibmahaariib.

Ar Raghib Al Isfahani menyatakan, bahagian depan suatu masjid dinamakan dengan mihraab karena ia adalah tempat untuk memerangimuhaarabah syaitan dan hawa nafsu.

Lafaz ini dalam bentuk tunggal diulang sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 37, 39;
-Maryam (19), ayat 11;
-Shad (38), ayat 21.

Sedangkan dalam bentuk jamak ia disebut sekali saja yaitu dalam surah Saba’ (34), ayat 13.

Lafazmihraab dan mahaariib dalam Al Qur’an selalunya dikaitkan dengan kisah para Nabi.

Dalam surah Ali Imran (3), ayat 37, 39; dan surah Maryam (19), ayat 11, lafaz ini dikaitkan dengan kisah Nabi Zakariyya.

Sedangkan dalam surah Shad (38), ayat 21, lafaz mihraab dikaitkan dengan kisah Nabi Daud, dan dalam surah Saba’ (34), ayat 13 dikaitkan dengan kisah Nabi Sulaiman, Namun, makna lafaz mihraab menunjukkan arti yang berbeda-beda.

Lafaz mihraab yang berada dalam ayat ke 37 surah Ali Imran adalah ruangan tinggi yang untuk sampai kepadanya perlu menggunakan tangga. Ruangan ini dibuat oleh Nabi Zakarryya, khusus untuk mengasuh Maryam sehingga beliau dewasa.

Kata mihraab yang terdapat dalam surah Ali Imran (3), ayat 39 dan surah Maryam (19), ayat 11 artinya adalah tempat shalat Nabi Zakariyya, di mana di tempat itu ketika beliau beribadah, beliau diberi khabar gembira oleh malaikat, beliau akan dianugerahkan seorang putera bernama Yahya.

Sedangkan lafaz mihraab dalam surah Shad (38), ayat 21 ialah ruangan milik Nabi Daud. Ibn Al Arabi berkata,
“Ruangan milik Nabi Daud adalah tinggi dan sukar dimasuki, tidak ada orang yang mungkin menaikinya kecuali dalam beberapa hari hingga satu bulan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dan itu pun memerlukan bantuan dan alat yang banyak dan beragam.

Lafaz mihraab dalam surah Saba’ (34), ayat 13 artinya bangunan-bangunan dan istana-istana yang besar dan tinggi. Bangunan dan istana ini dibangunkan oleh para jin atas perintah dan arahan Nabi Sulaiman.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:567-568

Informasi Surah Maryam (مريم)
Surat Maryam terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena ham­pir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan se­belum sahabat-sahabat beliau hijrah ke negeri Habsyi.

Menurut riwayat Ibnu Mas’ud, Ja’far bin Abi Thalib membacakan permulaan surat Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikut­nya diwaktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surat ini dinamai “Maryam”,
karena surat ini mengandung kisah Maryam, ibu Nabi Isa ‘alaihis salam yang serba ajaib, yaitu melahirkan puteranya Isa ‘alaihis salam, sedang ia sebelumnya belum pernah dika­wini atau dicampuri oleh seorang laki-laki pun.
Kelahiran Isa ‘alaihis salam tanpa Bapak merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surat ini, diawali dengan kisah kejadian yang luar biasa dan ajaib pula, yaitu dikabulkan­ nya do’a Zakariya ‘alaihis salamoleh Allahsubhanahu wa ta’ala agar beliau dianugerahi seorang putera sebagai pewaris dan pelanjut cita-cita dan kepercayaan beliau, sedang usia beliau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul, yang menurut ukuran ilmu biologi tidak mungkin akan terjadi.

Keimanan:

Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam
Isa a.s. bukan anak Allah karena mustahil Allah mem­ punyai anak
Jibril a.s. turun kepada rasul-rasul membawa wahyu atas perintah Allah
di hari kiamat orang kafir menghadap Allah sendiri-sendiri semua manusia akan menghadap Tuhan sebagai hamba.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Allah mengabulkan do’a Zakariya a.s.untuk memperoleh anak, sekalipun usia be­ liau sudah sangat tua dan isteri beliau seorang yang mandul
kisah kelahiran Isa a.s. tanpa bapak
kisah Ibrahim a.s. dengan bapaknya
Musa a.s. seorang yang dipilih oleh Allah
Ismail a.s. seorang yang benar dalam janjinya
Idris a.s. seorang yang sangat kuat kepercayaannya.

Lain-lain:

Ancaman terhadap orang yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsunya serta kabar gembira untuk orang-orang yang telah taubat dan mengerjakan amal-amal yang saleh
keadaan di surga
membiarkan orang yang sesat setelah diberi petunjuk bergelimang dalam kesesatannya adalah sunnah Allah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Maryam (19) ayat 11 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Maryam (19) ayat 11 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Maryam (19) ayat 11 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Maryam - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 98 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”19-11″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 19:11
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Maryam.

Surah Maryam (Arab: مريم‎, Maryam, "Maryam") adalah surah ke-19 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, bahkan sebelum sahabat-sahabat dia hijrah ke negeri Habsyi.
Menurut riwayat Ibnu Mas'ud, Ja'far bin Abi Thalib membacakan permulaan surah Maryam ini kepada raja Najasyi dan pengikut-pengikutnya di waktu ia ikut hijrah bersama-sama sahabat-sahabat yang lain ke negeri Habsyi.

Surah ini dinamai Maryam, karena surat ini mengandung kisah Maryam (atau Maria dalam agama Kristen), ibu dari Nabi Isa AS.
Surah ini menceritakan kelahiran yang ajaib, di mana Ia melahirkan Isa AS sedang ia sebelumnya belum pernah digauli oleh seorang laki-laki.
Kelahiran Isa AS tanpa ayah, merupakan suatu bukti kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Pengutaraan kisah Maryam sebagai kejadian yang luar biasa dan ajaib dalam surah ini, diawali dengan kisah kejadian ajaib lainnya, yaitu dikabulkannya doa nabi Zakaria AS oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana ia ingin dianugerahi seorang putra sebagai pewaris dan penerus cita-cita dan kepercayaannya, sedang usianya sudah sangat tua dan istrinya adalah wanita yang mandul.

Nomor Surah19
Nama SurahMaryam
Arabمريم
ArtiMaryam (Maria)
Nama lainKaf, Ha, Ya, ‘Ain, Shad (کهیعص), Ka-ha
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu44
JuzJuz 16
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat98
Jumlah kata972
Jumlah huruf3935
Surah sebelumnyaSurah Al-Kahf
Surah selanjutnyaSurah Ta Ha
4.8
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/19-11







Pembahasan ▪ Q s:19 2-11 ▪ surat 19 ayat 11

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di