Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Luqman (Keluarga Luqman) - surah 31 ayat 27 [QS. 31:27]

وَ لَوۡ اَنَّ مَا فِی الۡاَرۡضِ مِنۡ شَجَرَۃٍ اَقۡلَامٌ وَّ الۡبَحۡرُ یَمُدُّہٗ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ سَبۡعَۃُ اَبۡحُرٍ مَّا نَفِدَتۡ کَلِمٰتُ اللّٰہِ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَزِیۡزٌ حَکِیۡمٌ
Walau annamaa fiil ardhi min syajaratin aqlaamun wal bahru yamudduhu min ba’dihi sab’atu abhurin maa nafidat kalimaatullahi innallaha ‘aziizun hakiimun;
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. Luqman [31]: 27

Daftar isi

And if whatever trees upon the earth were pens and the sea (was ink), replenished thereafter by seven (more) seas, the words of Allah would not be exhausted.
Indeed, Allah is Exalted in Might and Wise.
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 27]

وَلَوْ dan seandainya

And if
أَنَّمَا apa saja

whatever
فِى di

(is) in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
مِن dari

of
شَجَرَةٍ pohon-pohon

(the) trees
أَقْلَٰمٌ kalam/pena

(were) pens
وَٱلْبَحْرُ dan laut

and the sea,
يَمُدُّهُۥ ditambahnya

(to) add to it
مِنۢ dari

after it *[meaning includes next or prev. word]
بَعْدِهِۦ sesudahnya

after it *[meaning includes next or prev. word]
سَبْعَةُ tujuh

seven
أَبْحُرٍ laut

seas,
مَّا tidak

not
نَفِدَتْ habis

would be exhausted
كَلِمَٰتُ beberapa kalimat

(the) Words
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
عَزِيزٌ Maha Perkasa

(is) All-Mighty,
حَكِيمٌ Maha Bijaksana

All-Wise.

Tafsir Quran

Surah Luqman
31:27

Tafsir QS. Luqman (31) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah masih berada di Mekah turunlah ayat:
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh.
Katakanlah,
"Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."
(Al- Isra‘ [17]: 85)

Tatkala berhijrah ke Madinah, Rasulullah datang kepada rahib-rahib Yahudi.
Mereka berkata,
"Ya Muhammad, telah sampai kepada kami bahwa engkau berkata, ‘dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Apakah kami yang kamu maksudkan dengan perkataan itu, atau kaummu?"
Rasulullah menjawab,
"Semuanya yang aku maksudkan."
Mereka berkata,
"Bukankah telah engkau baca dalam kitab yang diturunkan kepadamu bahwa kepada kami telah diturunkan Taurat dan di dalamnya terdapat ilmu tentang segala sesuatu."
Rasulullah berkata,
"Ilmu dalam Taurat itu sedikit, jika dibandingkan dengan ilmu Allah, dan sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku sesuatu, yang jika kamu amalkan, niscaya akan memberi manfaat kepadamu."
Mereka berkata,
"Ya Muhammad, kenapa kamu mengatakan demikian, sedang engkau mengatakan, ‘dan barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebajikan yang banyak.

Bagaimana mungkin berkumpul pada sesuatu, ilmu yang sedikit dan kebaikan yang banyak?"
Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai jawaban.

Ayat ini menerangkan tentang keluasan ilmu Allah.

Hal ini diibaratkan bahwa seandainya seluruh pohon-pohon yang di muka bumi dijadikan pena untuk mencatat ilmu Allah itu, dan seluruh air laut dijadikan tintanya, kemudian ditambah dengan tujuh kali sebanyak itu, maka kalimat Allah itu belum juga habis tertulis.
Dalam ayat lain, Allah ﷻ berfirman:

قُلْ لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمٰتِ رَبِّيْ لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ اَنْ تَنْفَدَ كَلِمٰتُ رَبِّيْ وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهٖ مَدَدًا

Katakanlah (Muhammad),
"Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."
(Al-Kahfi [18]: 109)

Arti
"kalimat Allah"
dalam ayat ini banyak sekali, termasuk di dalamnya kekuasaan Allah, hakikat segala sesuatu, ketentuan dan perkataan Allah, ilmu dan segala macam ciptaan-Nya.
Di samping itu, juga termasuk ke dalamnya penciptaan langit dan bumi dengan segala macam yang ada di dalamnya, sejak dari yang besar sampai kepada yang halus, sejak dari binatang yang paling besar sampai kepada ribuan bakteri yang paling halus.
Tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, binatang-binatang yang ada di cakrawala dengan segala aturan-aturan dan banyak lagi yang lain yang tidak terhitung jumlahnya, semuanya termasuk dalam kalimat Allah.

Pada ayat ini ditegaskan bahwa Allah Mahakeras tuntutan-Nya.
Segala kehendak dan keputusan-Nya pasti terlaksana dan Dia Maha Bijaksana dalam segala tindakan-Nya.

Tafsir QS. Luqman (31) : 27. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan seandainya seluruh pohon yang ada di bumi berubah menjadi pena, dan seluruh air laut yang sangat banyak itu menjadi tinta untuk digunakan untuk menuliskan ilmu Allah (kalimat), niscaya pena-pena itu akan rusak dan air laut itu akan habis sebelum habisnya ilmu Allah.
Karena Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya, Mahabijaksana, tidak ada sesuatu pun yang keluar dari ilmu dan hikmah-Nya.


Maka ilmu dan hikmah-Nya tidak akan ada habisnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Seandainya pohon di bumi ini dijadikan sebagai pena, sedangkan tintanya adalah lautan yang ditambah dengan tujuh lautan lagi, lalu pena-pena dan tinta-tinta itu digunakan untuk menulis kalimat-kalimat Allah yang mencakup ilmu dan hukum-Nya, apa yang Dia wahyukan kepada para malaikat dan para utusan-Nya, niscaya pena-pena itu akan patah dan tinta-tinta itu akan habis, namun tidak dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna di mana tidak seorang pun meliputinya.
Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam menimpakan hukuman terhadap siapa yang mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, Maha Bijaksana dalam tatanan-Nya atas makhluk-Nya.


Ayat ini menetapkan sifat kalam bagi Allah secara hakiki sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut) lafal al-bahru diathafkan kepada isimnya anna


(ditambahkan kepadanya tujuh laut sesudahnya) sebagai tambahannya sesudah keringnya laut


(niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah) yang mengungkapkan tentang pengetahuan-pengetahuan-Nya dengan menuliskannya dengan memakai pena-pena itu dan berikut tambahan tujuh laut sebagai tintanya, serta tidak pula dengan tambahan yang lebih banyak dari itu, karena pengetahuan Allah tiada batasnya.


(Sesungguhnya Allah Maha Perkasa) tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalang-halangi-Nya


(lagi Maha Bijaksana) tidak ada sesuatu pun yang terlepas dari pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan tentang kebesaran dan keagungan serta kemuliaan-Nya, dan asma-asma-Nya yang terbaik, sifat-sifat-Nya yang tinggi, dan kalimah-kalimah-Nya yang sempurna yang tiada seorang pun dapat meliputinya dan tiada seorang manusia pun yang dapat menggambarkan dan menghinggakannya, sebagaimana yang diucapkan oleh penghulu manusia penutup para rasul melalui salah satu doanya:

Aku tidak dapat menghinggakan pujian yang selayaknya kepada-Mu.
Pujian yang selayaknya bagi-Mu hanyalah Engkau yang mengetahuinya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.
(QS. Luqman [31]: 27)

Seandainya semua pepohonan yang ada di bumi ini dijadikan sebagai pena-pena dan semua lautan yang ada sebagai tintanya, lalu ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi yang semisal untuk menulis kalimah-kalimah Allah yang menunjukkan kepada kebesaran-Nya, sifat-sifat-Nya, dan keagungan-Nya, pastilah pena-pena itu akan patah dan semua laut menjadi kering, sekalipun ditambahkan lagi berkali lipat sarana yang semisal.

Sesungguhnya penyebutan tujuh laut hanyalah mengandung makna mubalagah, bukan dimaksudkan pembatasan, bukan pula menunjukkan pengertian bahwa ada tujuh lautan di dunia ini sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang menukil dari berita israiliyat yang tidak dapat dibenarkan dan tidak pula didustakan.
Bahkan pengertian ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah,
"Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimah-kalimah Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimah-kalimah Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan yang semisal."
(QS. Al-Kahfi [18]: 109)

Makna yang dimaksud dari lafaz bimislihi bukanlah tambahan sebanyak itu, melainkan tambahan yang semisal, kemudian yang semisalnya lagi tanpa ada henti-hentinya, karena ayat-ayat Allah dan kalimah-kalimah-Nya tidak dapat dibatasi.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa seandainya semua pepohonan yang ada di bumi dijadikan pena dan lautannya dijadikan tintanya, lalu Allah berfirman,
"Sesungguhnya Aku akan melakukan anu dan sesungguhnya Aku akan melakukan anu,"
niscaya habislah lautan itu dan patahlah semua penanya.

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang musyrik pernah mengatakan,
"Sesungguhnya kalam Allah ini pasti akan ada habisnya dalam waktu dekat."
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena.
(QS. Luqman [31]: 27)
Yakni sekiranya pepohonan yang ada di bumi dijadikan pena dan tintanya adalah lautannya ditambah dengan tujuh lautan lagi yang semisal, niscaya tidak akan habis-habisnya keajaiban Tuhanku, hikmahhikmah-Nya, ciptaan-Nya, dan ilmu-Nya.

Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan, sesungguhnya perumpamaan ilmu semua hamba Allah dibandingkan dengan ilmu Allah sama dengan setetes air dibandingkan dengan semua lautan yang ada.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan firman-Nya berkenaan dengan hal ini, yaitu:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena.
(QS. Luqman [31]: 27), hingga akhir ayat.
Yakni seandainya laut dijadikan sebagai tinta untuk mencatat kalimah-kalimah Allah dan semua pepohonan dijadikan sebagai penanya, niscaya semua pena itu akan patah dan semua air laut kering kehabisan, sedangkan kalimah-kalimah Allah masih tetap utuh, tiada sesuatu pun yang dapat membatasinya.
Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mampu memperkirakan batasannya dan tiada seorang pun yang dapat memuji-Nya sesuai dengan apa yang selayaknya bagi Dia, melainkan hanya Dia sendirilah yang mengetahui pujian itu sebagaimana Dia memuji diri-Nya sendiri.
Sesungguhnya pujian Tuhan kami adalah seperti apa yang difirmankan-Nya, dan berada di luar jangkauan apa yang kita katakan.

Menurut suatu riwayat, ayat ini diturunkan berkenaan dengan bantahan terhadap orang-orang Yahudi.


Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa para pendeta Yahudi berkata kepada Rasulullah ﷺ di Madinah,
"Hai Muhammad, bagaimanakah pendapatmu tentang ucapanmu:
‘dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit’ (QS. Al Israa [17]: 85)
Apakah engkau bermaksud kami ataukah kaummu?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Kedua-duanya."
Mereka berkata,
"Bukankah kamu sering membaca apa yang diturunkan kepadamu menyatakan bahwa sesungguhnya kami telah diberi kitab Taurat yang di dalamnya terdapat penjelasan segala sesuatu?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Sesungguhnya kitab Taurat itu menurut ilmu Allah adalah sedikit, dan bagi kalian dari isi kitab Taurat itu terdapat apa yang menjadi kecukupan bagi kalian.

Allah menurunkan pula firman-Nya sehubungan dengan pertanyaan mereka itu, antara lain ialah firman-Nya:
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena.
(QS. Luqman [31]: 27), hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ikrimah dan Ata ibnu Yasar.
Hal ini menunjukkan bahwa ayat ini adalah Madaniyah, bukan Makkiyyah.
Tetapi menurut pendapat yang terkenal, ayat ini adalah Makkiyyah.
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Luqman [31]: 27)

Yakni Mahaperkasa, Yang Menundukkan segala sesuatu dan Mengalahkannya.
Maka tiada yang dapat mencegah apa yang dikehendaki-Nya, tiada yang dapat menentang-Nya, serta tiada yang mempertanyakan apa yang diputuskan-Nya.
Allah Mahabijaksana dalam memperlakukan makhluk-Nya, perintah-Nya, semua ucapan dan perbuatan-Nya, syariatNya dan semua urusan-Nya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Luqman (31) Ayat 27

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ahli kitab bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang ruh.
Pertanyaan ini dijawab oleh Nabi Muhamad ﷺ dengan firman Allah, surat al-Israa ayat 85 yang menegaskan bahwa ruh adalah urusan Allah, dan manusia hanya diberi ilmu yang sangat sedikit.

Ahli kitab berkata: “Engkau menganggap bahwa kami tidak diberi ilmu kecuali hanya sedikit, padahal kami telah diberi Taurat.
Taurat adalah hikmah.
Dan barang siapa yang diberi hikmah, sesungguhnya ia telah diberi kebaikan yang banyak.” Maka turunlah ayat ini (Luqman: 27) sebagai penjelasan bahwa ilmu yang diberikan kepada manusia hanyalah sedikit, sedangkan ilmu Allah tidak mungkin dapat dicatat karena sangat banyak.

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari ‘Atha’ bin Yasar.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ‘Ikrimah yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah ﷺ berada di Mekah, turunlah ayat….
Wa maa uutiitum minal ‘ilmi illaa qaliilaa…( … dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit) (al-Israa: 85).
Setelah beliau hijrah ke Madinah, datanglah kepada beliau pendeta-pendeta Yahudi seraya berkata:

“Apakah benar apa yang telah sampai kepada kami ini, bahwa engkau berkata: ‘hanya sedikit ilmu yang diberikan oleh Allah’.
Apakah perkataan itu ditujukan kepada kami atau kepada kaummu?” Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Kami tujukan kepada dua-duanya.”

Mereka berkata: “Bukankah engkau telah membaca (dalam al-Qur’an) bahwa kami telah diberi Taurat yang di dalamnya terdapat keterangan untuk segala perkara.”

Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Semua itu dibanding dengan ilmu Allah sangatlah sedikit.” Ayat ini (Luqman: 27) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa di muka bumi ini tidak akan ada alat yang mencukupi untuk melukiskan ilmu Allah.

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh di dalam kitab al-‘Azhamah, dan Ibnu Jarir, yang bersumber dari Qatadah bahwa kaum musyrikin berkata: “Hampir habis apa yang dikatakan oleh Muhammad.” Ayat tersebut (Luqman: 27) turun berkenaan dengan ucapan mereka, yang menegaskan bahwa ilmu Allah itu tidak akan ada habis-habisnya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Luqman (31) Ayat 27

AQLAAM
أَقْلَٰم

Ia adalah bentuk jamak bagi al qalam, artinya pena yang menjadi alat penulis dan tidak dinamakan pena kecuali selepas diraut, tetapi dinamakan batang."

Ibnu Faris berkata,
"Ia menunjukkan penyamaan sesuatu selepas diraut dan diperbaiki.
Oleh itu, al qalam dinamakan pena karena ia diraut atau disamakan ujungnya sebagaimana menyamakan ujung kuku dengan cara memotongnya Ia juga bermakna anak panah yang dipilih antara suatu kaum bagi berburu pada bulan purnama."

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 44;
Luqman (31), ayat 27.
Kata dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna.

Pertama
Bermakna anak panah sebagai alat untuk bertaruh seperti yang terdapat dalam surah Ali Imran,

At Tabari menafsirkannya sebagai anak panah yang dijadikan taruhan oleh para calon dari Bani Israil untuk memelihara dan mengasuh Maryam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Mujahid di mana beliau berkata,
"Zakariya dan sahabat-sahabatnya bertaruh dengan anak panah mereka ke atas Maryam.

Qatadah berkata,
"Mereka bertaruh untuk memelihara Maryam, maka Zakariya pun bertaruh dengan mereka."

Sedangkan Al Qurtubi dan Ibnu Katsir berkata,
"Ia bermaksud pena yang digunakan oleh Bani Israel untuk menulis Taurat"

Kedua
Bermaksud pena.

Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini, "Sekiranya semua pohon-pohon di muka bumi ini dijadikan pena dan lautan ditambah tujuh lautan lagi (sebagai tinta) untuk menulis kalimat-kalimat Allah yang mengisyaratkan kekuasaannya, sifatnya, keagungannya, maka pasti hancurlah pena itu dan habislah tinta itu," sebagaimana juga yang ditafsirkan oleh Asy Syawkani dan As Sabuni.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:58-59

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Audio Murottal

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia



QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 27 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 27 - Gambar 2
Statistik QS. 31:27
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.9 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

31:27, 31 27, 31-27, Surah Luqman 27, Tafsir surat Luqman 27, Quran Lukman 27, Surah Luqman ayat 27

Video Surah

31:27


More Videos

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Hai Bani Israil,
ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu & Aku telah melebihkan kamu atas segala umat yang lain di alam ini.
QS. Al-Baqarah [2]: 122

Ar Rahmaan (Allah Yang Maha Pengasih),
Yang telah mengajarkan Alquran.
Dia ciptakan manusia.
Mengajarnya pandai berbicara.
Matahari & bulan (beredar) menurut perhitungan.
Dan tumbuhan & pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya
QS. Ar-Rahman [55]: 1-6

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai & berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,
QS. Ali ‘Imran [3]: 105

Janganlah kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan bathil & jangan membawa (urusan) harta itu kepada hakim,
supaya kamu dapat memakan harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui
QS. Al-Baqarah [2]: 188

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Al Ahad

Apa itu Al Ahad? Allah itu Al-Ahad ◀ Seperti yang dikatakan dalam surat Al-Ikhlas ayat 1 yaitu Allah itu Esa. Dia adalah Tuhan satu-satunya, tidak ada yang setara dengan Dia, dan tidak pula memilik...

Fitnah

Apa itu Fitnah? Fitnah, dergama, atau defamasi merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berd...

Ilyasa `alaihis salam

Siapa itu Ilyasa `alaihis salam? Al-Yasa adalah seorang nabi yang tertera dalam kitab Al-Qur’an dan juga dianggap nabi oleh umat agama Yahudi dan Kristen. Ia diangkat menjadi nabi dan Rasul pa...