Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 18 [QS. 31:18]

وَ لَا تُصَعِّرۡ خَدَّکَ لِلنَّاسِ وَ لَا تَمۡشِ فِی الۡاَرۡضِ مَرَحًا ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یُحِبُّ کُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍ
Walaa tusha’iir khaddaka li-nnaasi walaa tamsyi fiil ardhi marahan innallaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin;
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.
―QS. Luqman [31]: 18

Daftar isi

And do not turn your cheek (in contempt) toward people and do not walk through the earth exultantly.
Indeed, Allah does not like everyone self-deluded and boastful.
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 18]

وَلَا dan jangan

And (do) not
تُصَعِّرْ kamu memalingkan

turn
خَدَّكَ mukamu

your cheek
لِلنَّاسِ kepada manusia

from men
وَلَا dan jangan

and (do) not
تَمْشِ kamu berjalan

walk
فِى di muka

in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
مَرَحًا angkuh

exultantly.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
لَا tidak

(does) not
يُحِبُّ menyukai

like
كُلَّ setiap

every
مُخْتَالٍ orang yang sombong

self-conceited
فَخُورٍ kebanggaan diri

boaster.

Tafsir

Alquran

Surah Luqman
31:18

Tafsir QS. Luqman (31) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Lukman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, dengan cara:


1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, membanggakan diri dan memandang rendah orang lain.

Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:
-Bila berjalan dan bertemu dengan orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah.


-Berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.



Firman Allah:

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung. (al-Isra’ [17]: 37)


Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:


Janganlah kamu saling membenci, janganlah kamu saling membelakangi dan janganlah kamu saling mendengki, dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.

Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari.
(Riwayat Malik dari Anas bin Malik)


2. Hendaklah berjalan secara wajar, tidak dibuat-buat dan kelihatan angkuh atau sombong, dan lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya.
Berbicara dengan sikap keras, angkuh, dan sombong dilarang Allah karena gaya bicara yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga.

Hal itu diibaratkan Allah dengan suara keledai yang tidak nyaman didengar.


Yahya bin Jabir ath-tha’i meriwayatkan dari Gudhaif bin haris, ia berkata,
"Aku duduk dekat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘ash, maka aku mendengar ia berkata, ‘Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata, ‘Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku?
Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian?
Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap?
Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran?
Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku?
Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri.
"


Sederhana atau wajar dalam berjalan dan berbicara bukan berarti berjalan dengan menundukkan kepala dan berbicara dengan lunak.
Akan tetapi, maksudnya ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya.
Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidak dilarang oleh agama.


Menurut suatu riwayat dari ‘Aisyah r.a.
bahwa beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliau pun bertanya,
"Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat?"
Seseorang menjawab,
"Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim."
Mendengar jawaban itu ‘Aisyah berkata,
"Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila berjalan, ia berjalan dengan sikap yang gagah, apabila berkata, ia bersuara sedikit keras, dan apabila memukul, maka pukulannya sangat keras."

Tafsir QS. Luqman (31) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dengan sikap sombong serta jangan pula berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong yang selalu membangga-banggakan perbuatan baiknya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jangan memalingkan wajahmu dari manusia bila kamu berbicara dengan mereka, atau mereka berbicara kepadamu dalam rangka merendahkan mereka, atau karena kamu menyombongkan diri atas mereka.
Jangan berjalan di muka bumi di antara manusia dengan penuh kesombongan dan keangkuhan.


Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri dalam penampilan dan ucapannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kamu memalingkan) menurut qiraat yang lain dibaca wa laa tushaa`ir


(mukamu dari manusia) janganlah kamu memalingkannya dari mereka dengan rasa takabur


(dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh) dengan rasa sombong.


(Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong) yakni orang-orang yang sombong di dalam berjalan


(lagi membanggakan diri) atas manusia.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia.
(QS. Luqman [31]: 18)

Janganlah kamu memalingkan mukamu saat berbicara dengan orang lain, atau saat mereka berbicara kepadamu, kamu lakukan itu dengan maksud menganggap mereka remeh dan bersikap sombong kepada mereka.
Akan tetapi, bersikap lemah lembutlah kamu dan cerahkanlah wajahmu dalam menghadapi mereka.
Di dalam sebuah hadis disebutkan seperti berikut:

sekalipun berupa sikap yang ramah dan wajah yang cerah saat kamu menjumpai saudaramu.
Dan janganlah kamu memanjangkan kainmu, karena sesungguhnya cara berpakaian seperti itu termasuk sikap sombong yang tidak disukai oleh Allah.

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia.
(QS. Luqman [31]: 18)
Yakni janganlah kamu bersikap sombong, menganggap remeh hamba-hamba Allah, dan kamu palingkan mukamu saat mereka berbicara denganmu.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Al-Aufi dan Ikrimah bersumber dari Ibnu Abbas.

Malik Ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia.
(QS. Luqman [31]: 18)
Maksudnya, janganlah kamu berbicara dengan memalingkan mukamu.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Yazid ibnul Asam, Abul Jauza, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Ibnu Zaid, dan lain-lainnya.

Ibrahim An-Nakha’i mengatakan, makna yang dimaksud ialah membual.
Akan tetapi, yang benar adalah pendapat yang pertama.

Abu Talib telah mengatakan pula dalam salah satu bait syairnya:

Dan dahulu kami tidak pernah membiarkan suatu perbuatan aniaya pun.
Bila mereka mendapat pujian, lalu bersikap sombong, maka kami meluruskannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
(QS. Luqman [31]: 18)

Yaitu dengan langkah yang angkuh, sombong, serta takabur.
Janganlah kamu bersikap demikian, karena Allah pasti akan membencimu.
Dalam firman berikutnya disebutkan:

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
(QS. Luqman [31]: 18)

Yakni orang yang sombong dan merasa bangga dengan dirinya terhadap orang lain.
Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya hal yang semakna, yaitu:

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
(QS. Al Israa [17]: 37)

Tafsir ayat ini telah dikemukakan pada pembahasannya.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Imran ibnu Abu Laila, dari Isa, dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila, dari Sabit ibnu Qais Syammas yang menceritakan bahwa pada suatu hari disebutkan masalah takabur di hadapan Rasulullah ﷺ Maka beliau memperingatkannya dengan keras dan bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang-sombong lagi membanggakan diri."
Maka seorang lelaki dari kaum yang hadir bertanya,
"Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya saya biasa mencuci pakaian saya karena saya suka dengan warna putihnya.
Saya juga suka dengan tali sandal saya serta tempat gantungan cemeti saya."
Maka beliau ﷺ menjawab,
"Itu bukan takabur namanya, sesungguhnya yang dinamakan takabur itu ialah bila kamu meremehkan perkara yang hak dan merendahkan orang lain."

Imam Tabrani telah meriwayatkan hal yang semisal melalui jalur lain, yang mengandung kisah yang cukup panjang, juga tentang gugurnya Sabit serta wasiatnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Luqman (31) Ayat 18

FAKHUUR
فَخُور

Arti kata fakhr adalah sikap berbangga diri atau sombong atas sesuatu yang dimiliki seperti harta, pangkat atau yang lain.
Untuk menyebut orang yang mempunyai sikap seperti itu digunakan kata faakhir, fakhuur dan fakhiir. Sedangkan untuk menyebut sikap saling berbangga dan sombong yang terjadi di antara manusia maka digunakan kata tafaakhur.

Dari kelima kata di atas, Al Qur’an hanya menyebut kata fakhuur dan tafaakhur saja.

Kata fakhuur diulang empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
An Nisaa‘ (4), ayat 36;
Hud (11), ayat 10;
Luqman (31), ayat 18;
Al Hadid (57), ayat 23.
Sedangkan kata tafaakhur di ulang sekali saja, yaitu pada surah Al Hadid (57), ayat 20. Pada surah Al Hadid (57), ayat 20, Allah menerangkan realitas kehidupan manusia di dunia yang sebahagian besar waktunya dihabiskan untuk permainan, melakukan perbuatan-perbuatan yang melalaikan hati dari ingat kepada Allah, menyombongkan diri dan berbangga-bangga di hadapan yang lain dan juga berlomba-lomba untuk memperbanyak harta dan keturunan.
Padahal semuanya itu akan berakhir dan akan men dapat pembalasan di akhirat.

Pada beberapa ayat berikutnya, yaitu ayat ke 23 surah Al Hadid, Allah menegaskan secara khusus bahawa Dia sangat tidak menyukai orang yang bersikap sombong (mukhtaalin fakhuur) dalam kehidupan di dunia.
Kebencian Allah kepada muktaalin dan fakhuur juga disebut pada surah An Nisa (4), ayat 36 dan surah Luqman (31), ayat 18.
Arti kata mukhtaalin dan fakhuur adalah hampir sama yaitu orang yang sombong namun di antara keduanya ada perbedaan; muktaalin adalah orang sombong yang kesombongannya tampak pada perilaku dan gerak tubuhnya, sedangkan fakhuur adalah orang sombong yang kesombongannya tampak pada ucapannya umpamanya dengan menceritakan kebaikan kebaikan yang pernah dilakukannya dengan penuh rasa kesombongan.
Dalam ketiga ayat tersebut ditegaskan bahawa sikap sombong seperti itu adalah sikap yang sangat tidak di sukai oleh Allah.

Sedangkan pada surah Hud (11), ayat 10, Allah menerangkan bila biasanya seseorang men jadi sombong (fakhuur), yaitu sewaktu Allah menghilangkan kepayahan dan kesusahan dari diri seseorang dan menggantinya dengan kemudahan dan kelapangan.
Pada saat seperti ini biasanya pada diri manusia muncul rasa bangga dengan diri sendiri karena merasa telah berjaya melewati ujian dan cobaan, selanjutnya muncul rasa sombong dan merasa lebih hebat berbanding dengan orang lain.
Padalah sebenarnya kejayaan yang diperolehnya itu adalah anugerah dan karunia Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:407-408

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

▪ Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Ayat-ayat dalam Surah Luqman (34 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia



QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 18 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 18 - Gambar 2 Surah Luqman ayat 18 - Gambar 3
Statistik QS. 31:18
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.8 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

31:18, 31 18, 31-18, Surah Luqman 18, Tafsir surat Luqman 18, Quran Lukman 18, Surah Luqman ayat 18

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Kami telah menentukan kematian di antara kamu & Allah sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
QS. Al-Waqi’ah [56]: 60

Jangan persekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap ibu bapak, dan jangan membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan,
Kami akan memberi rezeki kepadamu & kepada mereka, dan jangan mendekati perbuatan-perbuatan yang keji
QS. Al-An’am [6]: 151

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
QS. An-Nisa’ [4]: 58

Setelah itu di antara kalian ada yang dimatikan oleh Allah & ada lagi yang dipanjangkan umurnya hingga usia lanjut & pikun yang tidak mempunyai daya untuk mengetahui sesuatu lagi.
QS. Al-Hajj [22]: 5

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus

Asy’ariyah

Apa itu Asy’ariyah? Asy’ariyah adalah mazhab teologi yang disandarkan kepada Imam Abul Hasan al-Asy’ari (w.323 H/935 M). Asy’ariyah mengambil dasar keyakinannya dari Kullabiyah...

Shuhaib Ar-Rumi

Siapa itu Shuhaib Ar-Rumi? Shuhaib bin Sinan ar-Rumi (bahasa Arab: صهيب بن سنان الرومي‎, lahir 587 M), atau lebih dikenal Shuhaib ar-Rumi, adalah mantan budak dari Kerajaan Byzantium...

Al-Qiyamah

Apa itu Al-Qiyamah? Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunka...