Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Luqman (Keluarga Luqman) – surah 31 ayat 14 [QS. 31:14]

وَ وَصَّیۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَہۡنًا عَلٰی وَہۡنٍ وَّ فِصٰلُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡکَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ
Wawash-shainaa-insaana biwaalidaihi hamalathu ummuhu wahnan ‘ala wahnin wafishaaluhu fii ‘aamaini aniisykur lii waliwaalidaika ilai-yal mashiir(u);
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.
Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.
Hanya kepada Aku kembalimu.

―QS. Luqman [31]: 14

Daftar isi

And We have enjoined upon man (care) for his parents.
His mother carried him, (increasing her) in weakness upon weakness, and his weaning is in two years.
Be grateful to Me and to your parents;
to Me is the (final) destination.
― Chapter 31. Surah Luqman [verse 14]

وَوَصَّيْنَا dan Kami wasiatkan

And We have enjoined
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

(upon) man
بِوَٰلِدَيْهِ terhadap kedua orang tuanya

for his parents –
حَمَلَتْهُ mengandungnya

carried him
أُمُّهُۥ ibunya

his mother
وَهْنًا kelelahan

(in) weakness
عَلَىٰ atas

upon
وَهْنٍ kelelahan

weakness,
وَفِصَٰلُهُۥ dan ia menyapihnya

and his weaning
فِى dalam

(is) in
عَامَيْنِ dua tahun

two years
أَنِ agar

that
ٱشْكُرْ bersyukurlah

"Be grateful
لِى kepada-Ku

to Me
وَلِوَٰلِدَيْكَ dan kepada kedua orang tuamu

and to your parents;
إِلَىَّ kepada-Ku

towards Me
ٱلْمَصِيرُ tempat kembali

(is) the destination.

Tafsir

Alquran

Surah Luqman
31:14

Tafsir QS. Luqman (31) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya.
Pada ayat-ayat lain, Allah juga memerintahkan yang demikian, firman-Nya:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًا اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan
"ah"
dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
(al-Isra‘ [17]: 23)


Hal-hal yang menyebabkan seorang anak diperintahkan berbuat baik kepada ibu adalah:


1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan.
Selama masa mengandung itu, ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan.

Kekuatannya baru pulih setelah habis masa nifas.


2. Ibu menyusui anaknya sampai usia dua tahun.
Banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anaknya.

Hanya Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.


Dalam ayat ini yang disebutkan hanya alasan mengapa seorang anak harus taat dan berbuat baik kepada ibunya, tidak disebutkan apa sebabnya seorang anak harus taat dan berbuat baik kepada bapaknya.

Hal ini menunjukkan bahwa kesukaran dan penderitaan ibu dalam mengandung, memelihara, dan mendidik anaknya jauh lebih berat bila dibandingkan dengan penderitaan yang dialami bapak dalam memelihara anaknya.
Penderitaan itu tidak hanya berupa pengorbanan sebagian dari waktu hidupnya untuk memelihara anaknya, tetapi juga penderitaan jasmani dan rohani.
Seorang ibu juga menyediakan zat-zat penting dalam tubuhnya untuk makanan anaknya selama anaknya masih berupa janin di dalam kandungan.



Sesudah lahir ke dunia, sang anak itu lalu disusukannya dalam masa dua tahun (yang utama).
Air susu ibu (ASI) juga terdiri dari zat-zat penting dalam darah ibu, yang disuguhkan dengan kasih sayang untuk dihisap oleh anaknya.
Dalam ASI ini terdapat segala macam zat yang diperlukan untuk pertumbuhan jasmani dan rohani anak, dan untuk mencegah segala macam penyakit.
Zat-zat ini tidak terdapat pada susu sapi.
Oleh sebab itu, susu sapi dan yang sejenisnya tidak akan sama mutunya dengan ASI.
Segala macam susu bubuk atau susu kaleng tidak ada yang sama mutunya dengan ASI.


Seorang ibu sangat dihimbau untuk menyusui anaknya dengan ASI.
Janganlah ia menggantinya dengan susu bubuk, kecuali dalam situasi yang sangat memaksa.
Mendapatkan ASI dari ibunya adalah hak anak, dan menyusukan anak adalah suatu kewajiban yang telah dibebankan Allah kepada ibunya.


Dalam ayat ini, Allah hanya menyebutkan sebab-sebab manusia harus taat dan berbuat baik kepada ibunya.
Nabi ﷺ sendiri memerintahkan agar seorang anak lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibunya daripada kepada bapaknya, sebagaimana diterangkan dalam hadis:


Dari Bahz bin hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata,
"Aku bertanya ya Rasulullah, kepada siapakah aku wajib berbakti?"
Rasulullah menjawab,
"Kepada ibumu."
Aku bertanya,
"Kemudian kepada siapa?"
Rasulullah menjawab,
"Kepada ibumu."
Aku bertanya,
"Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Kepada ibumu."
Aku bertanya,
"Kemudian kepada siapa lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Kepada bapakmu.
Kemudian kepada kerabat yang lebih dekat, kemudian kerabat yang lebih dekat."
(Riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi)


Adapun tentang lamanya menyusukan anak, Alquran memerintahkan agar seorang ibu menyusukan anaknya paling lama dua tahun, sebagaimana yang diterangkan dalam ayat ini, dengan firman-Nya,
"dan menyapihnya dalam masa dua tahun."
Dalam ayat lain, Allah menentukan masa untuk menyusukan anak itu selama dua tahun.
Allah ﷻ berfirman:

وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ

Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. (al-Baqarah [2]: 233)


Firman-Nya lagi:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا

Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. (al-Ahqaf [46]: 15)


Pengertian ayat di atas adalah waktu yang dibutuhkan seorang ibu mengandung anaknya minimal enam bulan, dan masa menyusui dua puluh empat bulan atau dua tahun.
Jika keduanya dijumlahkan akan ketemu bilangan 30 bulan.


Alquran mengajarkan bahwa seorang ibu hendaknya menyusui anaknya dalam masa dua tahun.
Pada ayat 233 surah al-Baqarah diterangkan bahwa masa menyusui dua tahun itu adalah bagi seorang ibu yang hendak menyusukan anaknya dengan sempurna.
Maksudnya, bila ada sesuatu halangan, atau masa dua tahun itu dirasakan amat berat, maka boleh dikurangi.


Masa menyusui dua tahun mengandung hikmah lainnya, yaitu untuk menjarangkan kelahiran.
Dengan menjalankan pengaturan yang alami ini, seorang ibu hanya akan melahirkan paling cepat sekali dalam masa tiga tahun, atau kurang sedikit.
Sebab dalam masa menyusui, seorang perempuan pada umumnya sukar untuk hamil kembali.


Kemudian Allah menjelaskan bahwa maksud dari
"berbuat baik"
dalam ayat ini adalah agar manusia selalu bersyukur setiap menerima nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan bersyukur pula kepada ibu bapak karena keduanya yang membesarkan, memelihara, dan mendidik serta bertanggung jawab atas diri mereka, sejak dalam kandungan sampai mereka dewasa dan sanggup berdiri sendiri.
Masa membesarkan anak merupakan masa sulit karena ibu bapak menanggung segala macam kesusahan dan penderitaan, baik dalam menjaga maupun dalam usaha mencarikan nafkah anaknya.

Ibu-bapak dalam ayat ini disebut secara umum, tidak dibedakan antara ibu bapak yang muslim dengan yang kafir.
Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa anak wajib berbuat baik kepada ibu bapaknya, apakah ibu bapaknya itu muslim atau kafir.
Di samping apa yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang mengharuskan anak menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapak, antara lain:


1. Ibu dan bapak telah mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya.
Cinta dan kasih sayang itu terwujud dalam berbagai bentuk, di antaranya ialah membesarkan, mendidik, menjaga, dan memenuhi keinginan-keinginan anaknya.
Usaha-usaha yang tidak mengikat itu dilakukan tanpa mengharapkan balasan apa pun dari anak-anaknya, kecuali agar mereka di kemudian hari menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.


2. Anak adalah buah hati dan jantung dari ibu bapaknya, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah bersabda,
"Fatimah adalah buah hatiku."


3. Sejak dalam kandungan, lalu dilahirkan ke dunia hingga dewasa, kebutuhan makan, minum, pakaian, dan keperluan lain anak-anak ditanggung oleh ibu bapaknya.


Dengan perkataan lain dapat diungkapkan bahwa nikmat yang paling besar yang diterima oleh seorang manusia adalah nikmat dari Allah, kemudian nikmat yang diterima dari ibu bapaknya.
Itulah sebabnya, Allah meletakkan kewajiban berbuat baik kepada kedua ibu bapak, sesudah kewajiban beribadah kepada-Nya.


Pada akhir ayat ini, Allah memperingatkan bahwa manusia akan kembali kepada-Nya, bukan kepada orang lain.
Pada saat itu, Dia akan memberikan pembalasan yang adil kepada hamba-hamba-Nya.
Perbuatan baik akan dibalas pahala yang berlipat ganda berupa surga, sedangkan perbuatan jahat akan dibalas dengan azab neraka.

Tafsir QS. Luqman (31) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan telah Kami perintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada orangtuanya, dengan menjadikan ibunya lebih dihormati.
Karena ia telah mengandungnya sehingga menjadi semakin bertambah lemah.


Lalu kandungan itu sedikit demi sedikit membesar.
Ibu kemudian menyapihnya dalam dua tahun.


Dan telah Kami wasiatkan kepadanya,
"Bersyukurlah kepada Allah dan kedua orangtuamu.
Kepada-Nyalah tempat kembali untuk perhitungan dan pembalasan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan Kami memerintahkan manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada bapak ibunya.
Ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah di atas kelemahan, mengandungnya dan menyapihnya setelah menyusuinya selama dua tahun.


Kami berfirman kepadanya:
Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada bapak ibumu.
Hanya kepada-Ku-lah kalian akan kembali, lalu aku akan membalas masing-masing sesuai haknya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Kami wasiatkan kepada manusia terhadap kedua orang ibu bapaknya) maksudnya Kami perintahkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang ibu bapaknya


(ibunya telah mengandungnya) dengan susah payah


(dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah) ia lemah karena mengandung, lemah sewaktu mengeluarkan bayinya, dan lemah sewaktu mengurus anaknya di kala bayi


(dan menyapihnya) tidak menyusuinya lagi


(dalam dua tahun.
Hendaknya) Kami katakan kepadanya


(bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada Akulah kembalimu) yakni kamu akan kembali.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Di dalam Alquran sering sekali disebutkan secara bergandengan antara perintah menyembah Allah semata dan berbakti kepada kedua orang tua.
Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.
(QS. Luqman [31]: 14)

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan al-wahn ialah penderitaan mengandung anak.
Menurut Qatadah, maksudnya ialah kepayahan yang berlebih-lebihan.
Sedangkan menurut Ata Al-Khurrasani ialah lemah yang bertambah-tambah.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan menyapihnya dalam dua tahun.
(QS. Luqman [31]: 14)

Yakni mengasuh dan menyusuinya setelah melahirkan selama dua tahun, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 233), hingga akhir ayat.

Berangkat dari pengertian ayat ini Ibnu Abbas dan para imam lainnya menyimpulkan bahwa masa penyusuan yang paling minim ialah enam bulan, karena dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 15)

Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan jerih payah ibu dan penderitaannya dalam mendidik dan mengasuh anaknya, yang karenanya ia selalu berjaga sepanjang siang dan malamnya.
Hal itu tiada lain untuk mengingatkan anak akan kebaikan ibunya terhadap dia, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan ucapkanlah,
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
(QS. Al Israa [17]: 24)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
(QS. Luqman [31]: 14)

Yakni sesungguhnya Aku akan membalasmu bila kamu bersyukur dengan pahala yang berlimpah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar‘ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Syaibah dan Mahmud ibnu Gailan.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Sa’id ibnu Wahb yang menceritakan bahwa Mu’az ibnu Jabal datang kepada kami sebagai utusan Nabi ﷺ Lalu ia berdiri dan memuji kepada Allah, selanjutnya ia mengatakan:
Sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah ﷺ kepada kalian (untuk menyampaikan),
"Hendaklah kalian menyembah Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Hendaklah kalian taat kepadaku, aku tidak akan henti-hentinya menganjurkan kalian berbuat kebaikan.
Dan sesungguhnya kembali (kita) hanya kepada Allah, lalu adakalanya ke surga atau ke neraka sebagai tempat tinggal yang tidak akan beranjak lagi darinya, lagi kekal tiada kematian lagi.

Unsur Pokok Surah Luqman (لقمان)

Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah nikmat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Alquran merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang-orang mukmin.
▪ Keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang terdapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas ke-Esaan dan kekuasaan Allah.
▪ Manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh.
▪ Lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri.
▪ Ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

▪ Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapak selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah.
▪ Perintah supaya memperhatikan alam dan keajaibannya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan.
▪ Perintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

▪ Kisah Luqman, ilmu dan hikmah yang didapatnya.

Lain-lain:

▪ Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
▪ Celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya.
▪ Menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya.
▪ Nikmat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

Audio

QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 34 + Terjemahan Indonesia



QS. Luqman (31) : 1-34 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 34

Gambar Kutipan Ayat

Surah Luqman ayat 14 - Gambar 1 Surah Luqman ayat 14 - Gambar 2 Surah Luqman ayat 14 - Gambar 3
Statistik QS. 31:14
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Luqman.

Surah Luqman (Arab: لقمان, “Luqman al-Hakim”) adalah surah ke-31 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
Sending
User Review
4.4 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

31:14, 31 14, 31-14, Surah Luqman 14, Tafsir surat Luqman 14, Quran Lukman 14, Surah Luqman ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Luqman

۞ QS. 31:3 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 31:4 • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 31:5 Ar Rabb (Tuhan) • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 31:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:7 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 31:8 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 31:9 • Pahala iman • Allah menepati janji • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Keabadian surga

۞ QS. 31:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 31:11 Dalil Allah atas hambaNya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 31:12 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Kewajiban hamba pada Allah • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 31:13 Syirik adalah kezaliman • Dosa-dosa besar

۞ QS. 31:14 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 31:15 • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 31:16 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus) •

۞ QS. 31:17 • Hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

۞ QS. 31:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat iblis dan pembantunya • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:22 • Ajakan masuk Islam • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 31:23 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 31:24 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 31:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 31:26 • Segala sesuatu milik Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 31:27 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 31:28 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 31:29 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAl Khabir (Maha Waspada) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 31:30 • Al Haq (Maha Benar) • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Kabir (Maha Besar) • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 31:31 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 31:33 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat •

۞ QS. 31:34 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Al Khabir (Maha Waspada) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Nama-nama hari kiamat • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

Ayat Pilihan

Dan jika mereka bermaksud menipumu,
maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu).
Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya & dengan para mukmin,
QS. Al-Anfal [8]: 62

Dia ciptakan langit & bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia tutupkan malam atas siang & tutupkan siang atas malam & tundukkan matahari & bulan, berjalan menurut waktu yang ditentukan.
Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun
QS. Az-Zumar [39]: 5

Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) & segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.
Sungguh manusia itu sangat zalim & sangat mengingkari (nikmat Allah)
QS. Ibrahim [14]: 34

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

Thalhah bin Ubaidillah

Siapa itu Thalhah bin Ubaidillah? Thalhah bin Ubaidillah (Bahasa Arab طلحة بن عبيد الله) (wafat 36 H/ 656 M) adalah seorang sahabat nabi berasal dari Quraisy, nama lengkapnya adalah Thal...

Ibnu Umar

Siapa itu Ibnu Umar? Abdullah bin Umar bin Khattab (عبد الله بن عمربن الخطاب‎) atau sering disebut Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar saja (lahir 612 – wafat 693/696 atau 72/...