Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Luqman

Luqman (Keluarga Luqman) surah 31 ayat 14


وَ وَصَّیۡنَا الۡاِنۡسَانَ بِوَالِدَیۡہِ ۚ حَمَلَتۡہُ اُمُّہٗ وَہۡنًا عَلٰی وَہۡنٍ وَّ فِصٰلُہٗ فِیۡ عَامَیۡنِ اَنِ اشۡکُرۡ لِیۡ وَ لِوَالِدَیۡکَ ؕ اِلَیَّ الۡمَصِیۡرُ
Wawash-shainaa-insaana biwaalidaihi hamalathu ummuhu wahnan ‘ala wahnin wafishaaluhu fii ‘aamaini aniisykur lii waliwaalidaika ilai-yal mashiir(u);

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
―QS. 31:14
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Sifat neraka
31:14, 31 14, 31-14, Luqman 14, Luqman 14, Lukman 14
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Luqman (31) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya, dengan mencontoh dan melaksanakan haknya.
Pada ayat-ayat lain juga Allah memerintahkan yang demikian, firman Nya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
(Q.S.
Al Isra': 23)

Kemudian disebut pula dalam ayat ini sebab-sebab diperintahkan berbuat baik kepada ibu, yaitu:

1.
Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan, selama masa mengandung itu ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan.
Kemudian baru pulih kekuatannya setelah habis masa nifasnya.

2.
Ibu menyusukan anaknya sampai masa dua tahun.
Amat banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anak itu.
Hanyalah Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.

Dalam ayat ini hanya yang disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya, tidak disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada bapaknya.
Hal ini menunjukkan bahwa kesukaran dan penderitaan dalam mengandung, memelihara dan mendidik anaknya jauh lebih berat bila dibandingkan dengan penderitaan yang dialami bapak dalam memelihara anaknya tidak hanya berupa pengorbanan sebagian dari waktu hidupnya untuk memelihara anaknya, tetapi juga penderitaan jasmani, rohani dan penyerahan sebagian zat-zat penting dalam tubuhnya untuk makanan anaknya yang dihisap oleh anak itu dan darahnya sendiri selama anaknya itu dalam kandungannya.
Kemudian sesudah si anak lahir ke dunia lalu disusukannya dalam masa dua tahun lamanya.
Air susu ibu (A.S.I) ini juga terdiri dari zat-zat penting dalam darah ibu, yang disuguhkannya kepada anaknya dengan rela kasih sayang untuk dihisap anaknya itu.
Dalam A.S.l ini terdapat segala macam zat yang diperlukan untuk pertumbuhan jasmani dan rohani anak itu, dan untuk mencegah segala macam penyakit.
Zat-zat ini tidak terdapat pada susu sapi, oleh sebab itu susu sapi dan yang sejenisnya tidak akan sama mutunya dengan A.S.I bagaimanapun mengusahakan agar sama mutunya.
Maka segala macam bubuk susu, atau susu kaleng yang dikenal dengan istilah Susu Kental manis (S.K.M) tidak ada yang sama mutunya dengan A.S.I.

Sebab seorang ibu haruslah menyusui anaknya yang dicintainya itu dengan A.S.I, janganlah hendaknya dia menggantikannya dengan bubuk susu atau S.K.M, kecuali dalam hal yang amat memaksa.
Apalagi mendapatkan A.S.I dari ibunya adalah hak anak itu, dan menyusukan anak adalah suatu kewajiban yang telah dipikulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kepada ibunya.

Oleh karena hal-hal yang disebutkan itu, maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala hanya menyebutkan sebab-sebabnya manusia harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya.
Nabi ﷺ sendiri memerintahkan agar seorang anak lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibunya dari pada kepada bapaknya, sebagaimana diterangkan dalam hadis:

"Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata "Aku bertanya Ya Rasulullah.
kepada siapakah aku wajib berbakti?"
Jawab Rasulullah .
"Kepada ibumu".
Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa?".
Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu".
Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?".
Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu".
Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?".
Jawab Rasulullah: "Kepada bapakmu".
Kemudian kepada kerabat yang lebih dekat.
kemudian kerabat yang lebih dekat".
(H.R.
Abu Daud dan Tirmizi, dikatakan sebagai hadis hasan)
Adapun tentang lamanya menyusukan anak, maka Alquran memerintahkan agar seorang ibu menyusukan anaknya paling lama dalam masa dua tahun, sebagai yang diterangkan dalam ayat ini, dengan firman Nya" dan menyapihnya dalam masa dua tahun" sebagai disebutkan di atas.
Dalam ayat-ayat yang lainpun Allah subhanahu wa ta'ala menentukan lamanya menyusukan anak itu, yaitu selama dua tahun juga.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.
(Q.S.
Al Baqarah: 233)

Firman Nya lagi:

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan".
(Q.S.
Al Ahqaf: 15)

Maksudnya: Lamanya seorang ibu mengandung anaknya.
ialah enam bulan (dan ini adalah masa mengandung yang paling kurang), dan masa menyusukan ialah dua puluh empat bulan.

Jadi menurut yang diajarkan oleh Alquran, seorang ibu menyusukan anaknya hendaklah dalam masa dua tahun.
Pada ayat 233 surat Al Baqarah di atas diterangkan bahwa masa menyusukan yang dua tahun itu adalah bagi seorang ibu yang hendak menyusukan anaknya dengan sempurna.
Maksudnya, bila ada sesuatu halangan, atau masa dua tahun itu dirasakan amat berat, maka boleh dikurangi.
Penentuan dari Allah subhanahu wa ta'ala bahwa masa menyusukan itu adalah dua tahun, adalah pengaturan dari Tuhan untuk menjarangkan kelahiran.
Dengan menjalankan pengaturan yang alamiyah ini seorang ibu hanya akan berputra paling rapat sekali dalam masa tiga tahun, atau kurang sedikit.
Sebab dalam masa menyusukan, seorang wanita dianjurkan jangan dalam keadaan mengandung.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan yang dimaksud dengan "berbuat baik" yang diperintahkan Nya dalam ayat 14 ini, yaitu agar manusia selalu bersyukur setiap saat menerima nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Nya kepada mereka setiap saat, dengan tiada putus-putusnya, dan bersyukur pula kepada ibu bapak karena ibu bapak itulah yang membesarkan, memelihara, dan mendidik dan bertanggung jawab atas diri mereka, sejak dalam kandungan sampai kepada saat mereka sanggup berdiri sendiri.
Dalam waktu-waktu itu ibu bapak menanggung segala macam kesusahan dan penderitaan, baik dalam menjaga diri maupun dalam usaha mencarikan nafkahnya.

Ibu bapak dalam ayat ini disebut secara umum, tidak dibedakan antara ibu bapak yang muslim dengan yang kafir.
Karena itu dapat disimpulkan suatu hukum berdasarkan ayat ini, yaitu seorang anak wajib berbuat baik kepada ibu bapaknya, apakah ibu bapaknya itu muslim atau kafir.

Di Samping yang disebutkan ada lagi beberapa hal yang mengharuskan anak menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapak, yaitu:

1.
Ibu dan bapak telah mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya.
Cinta dan kasih sayang itu terwujud dalam berbagai bentuk, di antaranya ialah usaha-usaha memberi nafkah, mendidik dan menjaga serta memenuhi keinginan-keinginan anaknya.
Usaha-usaha yang tidak mengikat itu dilakukan tanpa mengharapkan balasan sesuatupun dari anak-anaknya, kecuali agar anak-anaknya di kemudian hari berguna bagi agama, nusa dan bangsa

2.
Anak adalah buah hati dan pengarang jantung dari ibu bapaknya, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Fatimah adalah buah hatiku".

3.
Anak-anak sejak dari dalam kandungan ibu sampai dia lahir ke dunia dan sampai pula dewasa, makan, minum dan pakaian serta segala keperluan yang lain ditanggung ibu bapaknya.

Dengan perkataan lain dapat diungkapkan bahwa nikmat yang paling besar yang diterima oleh seorang manusia adalah nikmat dari Allah, kemudian nikmat yang diterima dari ibu bapaknya.
Itulah sebenarnya Allah subhanahu wa ta'ala meletakkan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang ibu bapak, sesudah kewajiban beribadat kepada Nya.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memperingatkan bahwa manusia akan kembali kepada Nya, bukan kepada orang lain.
Pada saat itu Dia akan memberikan pembalasan yang adil kepada hamba-hamba Nya.
Perbuatan baik akan dibalasi pahala yang berlipat ganda berupa surga yang penuh kenikmatan sedang perbuatan jahat akan dibalasi dengan siksa berupa neraka yang menyala-nyala.

Luqman (31) ayat 14 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Luqman (31) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Luqman (31) ayat 14 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan telah Kami perintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada orangtuanya, dengan menjadikan ibunya lebih dihormati.
Karena ia telah mengandungnya sehingga menjadi semakin bertambah lemah.
Lalu kandungan itu sedikit demi sedikit membesar.
Ibu kemudian menyapihnya dalam dua tahun.
Dan telah Kami wasiatkan kepadanya, "Bersyukurlah kepada Allah dan kedua orangtuamu.
Kepada-Nyalah tempat kembali untuk perhitungan dan pembalasan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami wasiatkan kepada manusia terhadap kedua orang ibu bapaknya) maksudnya Kami perintahkan manusia untuk berbakti kepada kedua orang ibu bapaknya (ibunya telah mengandungnya) dengan susah payah (dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah) ia lemah karena mengandung, lemah sewaktu mengeluarkan bayinya, dan lemah sewaktu mengurus anaknya di kala bayi (dan menyapihnya) tidak menyusuinya lagi (dalam dua tahun.
Hendaknya) Kami katakan kepadanya (bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada Akulah kembalimu) yakni kamu akan kembali.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Kami memerintahkan manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada bapak ibunya.
Ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah di atas kelemahan, mengandungnya dan menyapihnya setelah menyusuinya selama dua tahun.
Kami berfirman kepadanya :
Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada bapak ibumu.
Hanya kepada-Ku-lah kalian akan kembali, lalu aku akan membalas masing-masing sesuai haknya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Di dalam Al-Qur'an sering sekali disebutkan secara bergandengan antara perintah menyembah Allah semata dan berbakti kepada kedua orang tua.
Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.
(Luqman:14)

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan al-wahn ialah penderitaan mengandung anak.
Menurut Qatadah, maksudnya ialah kepayahan yang berlebih-lebihan.
Sedangkan menurut Ata Al-Khurrasani ialah lemah yang bertambah-tambah.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan menyapihnya dalam dua tahun.
(Luqman:14)

Yakni mengasuh dan menyusuinya setelah melahirkan selama dua tahun, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.
(Al Baqarah:233), hingga akhir ayat.

Berangkat dari pengertian ayat ini Ibnu Abbas dan para imam lainnya menyimpulkan bahwa masa penyusuan yang paling minim ialah enam bulan, karena dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.
(Al Ahqaaf:15)

Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan jerih payah ibu dan penderitaannya dalam mendidik dan mengasuh anaknya, yang karenanya ia selalu berjaga sepanjang siang dan malamnya.
Hal itu tiada lain untuk mengingatkan anak akan kebaikan ibunya terhadap dia, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Israa':24)

Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
(Luqman:14)

Yakni sesungguhnya Aku akan membalasmu bila kamu bersyukur dengan pahala yang berlimpah.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Syaibah dan Mahmud ibnu Gailan.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Sa'id ibnu Wahb yang menceritakan bahwa Mu'az ibnu Jabal datang kepada kami sebagai utusan Nabi ﷺ Lalu ia berdiri dan memuji kepada Allah, selanjutnya ia mengatakan: Sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah ﷺ kepada kalian (untuk menyampaikan), "Hendaklah kalian menyembah Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Hendaklah kalian taat kepadaku, aku tidak akan henti-hentinya menganjurkan kalian berbuat kebaikan.
Dan sesungguhnya kembali (kita) hanya kepada Allah, lalu adakalanya ke surga atau ke neraka sebagai tempat tinggal yang tidak akan beranjak lagi darinya, lagi kekal tiada kematian lagi.

Informasi Surah Luqman (لقمان)
Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah ni'mat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas ni'mat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Al Qur'an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang­ orang mu'min
keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang ter­dapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah
manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh
lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri
ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapa selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah
perintah supaya memperhatikan alam dan keajaib­annya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan
pe­rintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

Kisah Luqman, ilmu dan hikmat yang didapatnya.

Lain-lain:

Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu mernperolok-olokkan ayat­ ayat Allah
celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya
menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya
ni'mat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

QS 31 Luqman (12-19) - Indonesian - Gita Prisilfia
QS 31 Luqman (12-19) - Arabic - Gita Prisilfia


Gambar Kutipan Surah Luqman Ayat 14 *beta

Surah Luqman Ayat 14



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Luqman

Surah Luqman (Arab: لقمان, "Luqman al-Hakim") adalah surah ke-31 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah 31
Nama Surah Luqman
Arab لقمان
Arti Keluarga Luqman
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 57
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 34
Jumlah kata 550
Jumlah huruf 2171
Surah sebelumnya Surah Ar-Rum
Surah selanjutnya Surah As-Sajdah
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (28 votes)
Sending







✔ arti Q S luqman/31:14, surah luqma(31)ayat 14, makiyyah surah luqman ayat 14, q s luqman (31) 14, qs al luqman 31:14, surah al luqman ayat 14, surah lukman ayat, surah Q S luqman 31:14, tafsir qs luqman ayat 14 academiaa edu

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku