Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Luqman

Luqman (Keluarga Luqman) surah 31 ayat 13


وَ اِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِابۡنِہٖ وَ ہُوَ یَعِظُہٗ یٰبُنَیَّ لَا تُشۡرِکۡ بِاللّٰہِ ؕؔ اِنَّ الشِّرۡکَ لَظُلۡمٌ عَظِیۡمٌ
Wa-idz qaala luqmaanu laabnihi wahuwa ya’izhuhu yaa bunai-ya laa tusyrik billahi innasy-syirka lazhulmun ‘azhiimun;

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:
“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
―QS. 31:13
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Dosa-dosa besar ▪ Pahala Iman
31:13, 31 13, 31-13, Luqman 13, Luqman 13, Lukman 13
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Luqman (31) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala memperingatkan kepada Rasulullah ﷺ nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu.
Nasihat itu ialah: "Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar.

Mempersekutukan Allah dikatakan kelaliman, karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu yang melimpahkan nikmat dan karunia itu.
Dalam hal ini menyamakan Allah subhanahu wa ta'ala sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat sesuatupun.
Dikatakan bahwa perbuatan itu adalah kelaliman yang besar, karena yang disamakan itu ialah Allah Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan menghambakan diri kepada Nya.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ibnu Masud, ia berkata: tatkala turun ayat:

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Q.S.
Al An'am: 82)

Maka timbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah ﷺ karena mereka berpendapat bahwa amat beratlah rasanya tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman, lalu mereka berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Siapakah di antara kami yang tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman?
Maka Rasulullah menjawab: "Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman: "Hai anakku, jangan kamu memperserikatkan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman yang besar".

Dari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu".
(Q.S.
At Tahrim: 6)

Jika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Luqman sangat melarang anaknya melakukan syirik.
Larangan ini adalah suatu larangan yang memang patut di sampaikan Luqman kepada putranya karena mengerjakan syirik itu adalah Suatu perbuatan dosa yang paling besar.

Anak adalah sambungan hidup dari orang tuanya, cita-cita yang tidak mungkin dapat dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkannyalah anaknya yang akan mencapainya.
Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya di samping budi pekerti yang luhur sangat diharapkannya agar anak-anaknya menganut dan memiliki semuanya itu di kemudian hari.
Seakan-akan dalam ayat ini diterangkan bahwa Luqman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya, yaitu telah menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur.
Cara Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim.

Luqman (31) ayat 13 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Luqman (31) ayat 13 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Luqman (31) ayat 13 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan ingatlah ketika ia berkata kepada anaknya untuk menasihatinya, "Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah dengan yang lain, karena sesungguhnya menyekutukan Allah adalah suatu kezaliman yang besar.
Sebab, dalam hal ini terdapat penyamaan antara yang berhak dan yang tidak berhak untuk disembah.
"[1].

[1] Orang Arab mengenal dua tokoh yang bernama Luqman.
Pertama, Luqman bin 'Ad.
Tokoh ini begitu diagungkan karena wibawa, kepemimpinan, ilmu, kefasihan dan kepandaiannya.
Ia kerap kali dijadikan sebagai permisalan dan perumpamaan, sebagaimana dapat dilihat pada banyak buku Arab klasik.
Tokoh kedua adalah Luqman al-Hakim yang terkenal dengan kata-kata bijak dan Namanya kemudian menjadi nama surat ini.
Ibn Hisyam menceritkan bahwa Suwayd ibn al-Shamit suatu ketika datang ke Mekkah.
Ia adalah seorang yang cukup terhormat di kalangan mayarakatnya.
Lalu Rasulullah mengajaknya untuk memeluk agama Islam.
Suwayd berkata kepada Rasulullah, "Mungkin apa yang ada padamu itu sama dengan apa yang ada padaku." Rasulullah berkata, "Apa yang ada padamu?"
Ia menjawab, "Kumpulan Hikmah Luqman." Kemudian Rasulullah berkata, "Tunjukkanlah padaku." Suwayd pun menunjukkannya, lalu Rasulullah berkata, "Sungguh perkataan yang amat baik! Tetapi apa yang ada padaku lebih baik dari itu.
Itulah Al Quran yang diturunkan Allah kepadaku untuk menjadi petunjuk dan cahaya." Rasulullah lalu membacakan Al Quran kepadanya dan mengajaknya memeluk Islam.
Imam Malik juga sering menyitir kata-kata mutiara Luqman dalam al-Muwaththa'-nya.
Dalam beberapa buku tafsir dan kesusasteraan, kata mutiara Luqman sering pula ditemukan.
Selain itu, tamsil ibarat Luqman dalam bentuk cerita dikumpulkan menjadi satu buku dengan judul Amtsal Luqman.
Tetapi, sayang, buku itu mempunyai kelemahan dari segi diksi dan gaya bahasanya di samping banyak mengandung kesalahan-kesalahan tata bahasa dan morfologis.
Tidak adanya buku dengan judul itu dalam literatur Arab klasik, memperkuat dugaan bahwa buku ini disusun pada masa yang belum terlalu lama.
Banyak pendapat mengenai siapa Luqman al-Hakim sebenarnya.
Ada yang mengatakan bahwa ia berasal dari Nuba, dari keluarga Aylah.
Ada juga yang menyebutnya dari Etiopia.
Pendapat lain mengatakan bahwa ia berasal dari Mesir selatan yang berkulit hitam.
Juga ada pendapat lain menyebutkan bahwa ia seorang Ibrani.
Hampir semua orang yang menceritakan riwayatnya sepakat bahwa Luqman bukan seorang nabi.
Hanya sedikit yang berpendapat bahwa ia termasuk salah seorang nabi.
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari riwayat-riwayat yang menyebutkannnya adalah bahwa ia bukan orang Arab.
Para periwayat itu bersepakat untuk mengatakan demikian.
Ia adalah seorang yang bijak, bukan seorang nabi.
Dan ia telah memasukkan banyak kata bijak baru ke dalam literatur Arab yang kemudian mereka pakai, sebagaimana dapat ditemukan dalam banyak buku.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia menasihatinya, "Hai anakku) lafal bunayya adalah bentuk tashghir yang dimaksud adalah memanggil anak dengan nama kesayangannya (janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan) Allah itu (adalah benar-benar kelaliman yang besar.") Maka anaknya itu bertobat kepada Allah dan masuk Islam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah (wahai Rasul) nasihat Luqman kepada anaknya saat dia menasihatinya :
Wahai anakku, jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu karenanya kamu menzhalimi dirimu.
Sesungguhnya syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar dan paling buruk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang nasihat Luqman kepada anaknya.
Luqman adalah anak Anqa ibnu Sadun, dan nama anaknya ialah Saran, menurut suatu pendapat yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi.

Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan kisah Luqman dengan sebutan yang baik, bahwa Dia telah menganugerahinya hikmah, dan Luqman menasihati anaknya yang merupakan buah hatinya, maka wajarlah bila ia memberikan kepada orang yang paling dikasihinya sesuatu yang paling utama dari pengetahuannya.
Karena itulah hal pertama yang dia pesankan kepada anaknya ialah hendaknya ia menyembah Allah semata, jangan mempersekutukannya dengan sesuatu pun.
Kemudian Luqman memperingatkan anaknya, bahwa:

sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
(Luqman:13)

Yakni perbuatan mempersekutukan Allah adalah perbuatan aniaya yang paling besar.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang menceritakan bahwa ketika diturunkan firman-Nya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik).
(Al An'am:82) Hal itu terasa berat bagi para sahabat Nabi ﷺ Karenanya mereka berkata, "Siapakah di antara kita yang tidak mencampuri imannya dengan perbuatan zalim (dosa)." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Bukan demikian yang dimaksud dengan zalim.
Tidakkah kamu mendengar ucapan Luqman: 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.' (Luqman:13)

Imam Muslim meriwayatkannya melalui hadis Al-A'masy dengan sanad yang sama.

Kemudian sesudah menasihati anaknya agar menyembah Allah semata.
Luqman menasihati pula anaknya agar berbakti kepada dua orang ibu dan bapak.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
(Al Israa':23)

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Luqman (31) ayat 13
Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Al A'masy dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah berkata,
Ketika turun firman Allah Ta'ala yang artinya: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezhaliman …. (QS al-An'am ayat 82), para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata,
"Siapa diantara kita yang tidak mencampur adukkan imannya dengan kezhaliman?". Maka kemudian Allah Ta'ala menurunkan firman-Nya: Janganlah kamu berbuat syirik (menyekutukan Allah), karena sesungguhnya syirik itu benar-benar kezhaliman yang besar. (QS Luqman ayat 13).

Shahih Bukhari, Kitab Hadits-hadits yang Meriwayatkan Tentang Para Nabi - Nomor Hadits: 3174

Informasi Surah Luqman (لقمان)
Surat Luqman terdiri dari 34 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ash Shaaffaat.

Dinamai "Luqman" karena pada ayat 12 disebutkan bahwa "Luqman" telah diberi oleh Allah ni'mat dan ilmu pengetahuan, oleh sebab itu dia bersyukur kepada-Nya atas ni'mat yang diberikan itu.
Dan pada ayat 13 sampai 19 terdapat nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya.

Ini adalah sebagai isyarat dari Allah supaya setiap ibu bapak melaksanakan pula terhadap anak-anak mereka sebagai yang telah dilakukan oleh Luqman.

Keimanan:

Al Qur'an merupakan petunjuk dan rahmat yang dirasakan benar-benar oleh orang­ orang mu'min
keadaan di langit dan di bumi serta keajaiban-keajaiban yang ter­dapat pada keduanya adalah bukti-bukti atas keesaan dan kekuasaan Allah
manusia tiada akan selamat kecuali dengan taat kepada perintah-perintah Tuhan dan berbuat amal-amal yang saleh
lima hal yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah sendiri
ilmu Allah meliputi segala-galanya baik yang lahir maupun yang batin.

Hukum:

Kewajiban patuh dan berbakti kepada ibu dan bapa selama tidak bertentangan dengan perintah-perintah Allah
perintah supaya memperhatikan alam dan keajaib­annya untuk memperkuat keimanan dan kepercayaan akan ke-Esaan Tuhan
pe­rintah supaya selalu bertakwa dan takut akan pembalasan Tuhan pada hari kiamat di waktu seseorang tidak dapat ditolong baik oleh anak atau bapaknya sekalipun.

Kisah:

Kisah Luqman, ilmu dan hikmat yang didapatnya.

Lain-lain:

Orang-orang yang sesat dari jalan Allah dan selalu mernperolok-olokkan ayat­ ayat Allah
celaan terhadap orang-orang musyrik karena tidak menghiraukan seruan untuk memperhatikan alam dan tidak menyembah Penciptanya
menghibur hati Rasulullah ﷺ terhadap keingkaran orang-orang musyrik karena hal ini bukanlah merupakan kelalaiannya
ni'mat dan karunia Allah tidak dapat dihitung,

QS 31 Luqman (12-19) - Indonesian - Gita Prisilfia
QS 31 Luqman (12-19) - Arabic - Gita Prisilfia


Gambar Kutipan Surah Luqman Ayat 13 *beta

Surah Luqman Ayat 13



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Luqman

Surah Luqman (Arab: لقمان, "Luqman al-Hakim") adalah surah ke-31 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat.
Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.

Nomor Surah31
Nama SurahLuqman
Arabلقمان
ArtiKeluarga Luqman
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu57
JuzJuz 21
Jumlah ruku'4 ruku'
Jumlah ayat34
Jumlah kata550
Jumlah huruf2171
Surah sebelumnyaSurah Ar-Rum
Surah selanjutnyaSurah As-Sajdah
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ al quran surah luqman 31 ayat 13 berisi tentang, tafsir kementrian agama surah al luqman ayat 13, tafsir al luqman ayat 13, surah luqman ayat 31: 13, QS Luqman ayat 31;13, surah luqman 31 ayat 13, qs al luqman 31: 13, tafsir surat luqman ayat 13, qs lukman 31:13, arti surah al luqman (31) ayat 13, arti surah alluqman ayat 13, Hukum bacaan Qs Lukman/31 : 13, jangan mempersekutukan allah ayat al quran, Luqman ayat 13, QS 31:13-19