QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 49 [QS. 14:49]

وَ تَـرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ یَوۡمَئِذٍ مُّقَرَّنِیۡنَ فِی الۡاَصۡفَادِ
Wataral mujrimiina yauma-idzin muqarraniina fiil ashfaad(i);

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.
―QS. 14:49
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
14:49, 14 49, 14-49, Ibrahim 49, Ibrahim 49, Ibrahim 49

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 49

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan keadaan manusia waktu dibangkitkan dari kuburnya setelah kehancuran dunia.
Mereka bangkit dari kuburnya menuju dan berhenti di hadapan Allah Yang Maha Perkasa untuk menerima keputusan hukuman.
Pada hari itu tidak ada teman akrab yang dapat membantu dan menolong, tidak ada anak dan famili yang dapat menghibur hati dari perasaan gundah yang sedang terasa dan tidak seorang pun yang dapat berlindung diri kepada seseorang pun, kecuali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setelah Allah subhanahu wa ta’ala menggambarkan kekuasaan dan keperkasaan-Nya pada hari itu, Dia menggambarkan kelemahan dan ketidakberdayaan orang-orang yang berdosa waktu itu dengan menerangkan keadaan mereka yang sedang diazab, yaitu:

1.
Orang yang berdosa waktu itu diikat menjadi satu dengan yang lain, mulai dari tangan sampai ke kaki-kaki mereka bersama-sama dengan sembahan-sembahan yang mereka sembah waktu hidup di dunia.
Keadaan mereka ini menunjukkan kesamaan sikap dan tindakan mereka sewaktu hidup di dunia.
Karena mereka sama-sama kafir kepada Allah, maka sepantasnya mereka sama-sama mendapat azab pula sebagai yang diterangkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh).
(Q.S. At-Takwir [81]: 7)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat dan bala tentara iblis seluruhnya.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 94-95)

2.
Mereka memakai pakaian yang terbuat dari pelangkin.
Yang dimaksud oleh ayat ini bukanlah pakaian dalam arti yang sebenarnya, tetapi maksudnya ialah tubuh orang-orang yang berdosa waktu itu diliputi oleh pelangkin panas yang meliputi seluruh tubuh mereka, sehingga dapat digambarkan empat macam azab yang sedang diderita oleh orang-orang kafir itu, yaitu pelangkin panas yang membakar dan menghanguskan tubuhnya, bergejolaklah api di tubuh, warna hitam yang mengerikan dan bau daging yang membusuk.

3.
Muka mereka dijilat api.
Senada dengar ayat ini ialah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka (dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka.”
(Q.S. Al-Qamar [54]: 48)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat itu, engkau akan melihat orang-orang kafir dibelenggu dengan tali bersama setan- setan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kamu akan melihat) hai Muhammad (orang-orang yang berdosa) yakni orang-orang kafir (pada hari itu diikat) dalam keadaan terikat beserta setan-setan mereka (dengan belenggu) tali-tali atau rantai-rantai.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kamu akan melihat, wahai Rasul, orang-orang yang berdosa pada Hari Kiamat mereka diikat dengan belenggu-belenggu.
Tangan dan kaki mereka disatukan dengan rantai-rantai, dan mereka dalam keadaan hina dina.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (begitu pula) langit.

dan semua makhluk menghadap kepada Tuhan yang, akan memberi pembalasan.
Engkau Muhammad, akan melihat pada hari itu keadaan orang-orang yang berdosa, disebabkan oleh kekafiran dan kerusakan mereka.

diikat bersama-sama.
(Q.S. Ibrahim [14]: 49)

Yakni sebagian dari mereka diikat bersama-sama dengan sebagian yang lain menjadi satu, masing-masing dari mereka adakalanya digabungkan dengan orang-orang yang setara dengan keadaan mereka, atau adakalanya masing-masing dari mereka disatukan dengan orang yang sejenis dengan keadaan dirinya, jelasnya masing-masing golongan diikat bersama-sama dengan golongannya.

Dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya:

(kepada malaikat diperintahkan), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka.” (Q.S. As-Saffat [37]: 22)

dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh).
(Q.S. At-Takwir [81]: 7)

Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan.
(Q.S. Al-Furqan, 13)

Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu.
(Q.S. Shaad [38]: 37-38)

Al-asfad artinya belenggu-belenggu, menurut Ibnu Abbas, Sa’id ibnu Jubair, Al-A’masy, dan Abdur Rahman ibnu Zaid, dan inilah menurut dialek yang terkenal.
Seorang penyair bernama Amr ibnu Kalsum dalam bait syairnya mengatakan,

“Mereka menolak pakaian-pakaian dan para tawanan, dan hanya memilih raja-raja dalam keadaan terbelenggu.”


Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 49

ASHFAAD
أَصْفَاد

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah ash shafad maknanya al quyud (ikatan dan rantai) atau sesuatu yang mengikat para tawanan dari tali pengikat, rantai dan belenggu. Ia juga berarti pemberian karena pemberian adalah suatu belenggu yaitu makna dari safadani shafda.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ibrahim (14), ayat 49;
-Shad (38), ayat 38.

Al Kafawi berkata,
Ashfaad bermakna al witsaq yaitu tali pengikat, rantai dan belenggu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas.”

Ibn Qutaibah berkata,
“Tafsir ayat ini ialah diikat sebahagian mereka dengan sebahagian yang lain dalam satu belenggu”

At Tabari berkata,
“Arti ayat ini ialah tangan dan kaki mereka terikat hingga ke leher dengan ashfaad yaitu al witsaq (ikatan) dari rantai dan belenggu.”

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas, ia bermakna fi witsaq (dalam ikatan).

Ad Dahhak berkata,
“Ia adalahal salasil (rantai).

Qatadah dan Ibn Zaid berkata,
“Mereka diberkas pada quyud (tali atau ikatan) dan al­aghlaal (belenggu).”

Kesimpulannya, makna lafaz ashfaad ialah belenggu, tali atau rantai.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:70

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 49 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 49 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 49 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:49
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.8
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta