Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ibrahim

Ibrahim (Nabi Ibrahim) surah 14 ayat 44


وَ اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ یَاۡتِیۡہِمُ الۡعَذَابُ فَیَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا رَبَّنَاۤ اَخِّرۡنَاۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ نَتَّبِعِ الرُّسُلَ ؕ اَوَ لَمۡ تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ مَا لَکُمۡ مِّنۡ زَوَالٍ
Wa-andzirinnaasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fayaquulul-ladziina zhalamuu rabbanaa akh-khirnaa ila ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’irrusula awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaalin;

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim:
“Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul”.
(Kepada mereka dikatakan):
“Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
―QS. 14:44
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Kekuasaan Allah
14:44, 14 44, 14-44, Ibrahim 44, Ibrahim 44, Ibrahim 44
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan agar memberi kabar yang menakutkan kepada orang-orang yang zalim, orang-orang musyrik Mekah, yaitu tentang keluhan dan rintihan yang keluar dari mulut mereka ketika azab menimpa mereka di akhirat nanti sambil memohon: "Wahai Tuhan kami, berilah kepada kami kesempatan yang lain lagi walaupun beberapa saat saja untuk menaati seruan Engkau dan mengikuti ajaran Rasul Engkau dengan mengembalikan kami ke dunia.
Jika kesempatan itu benar-benar diberikan kepada kami pasti kami akan mengikuti perintah Engkau dan menghentikan larangan Engkau, kami benar-benar akan memurnikan ketaatan kepada Engkau saja, kami tidak akan memperserikatkan Engkau lagi wahai Tuhan kami."

Permohonan mereka itu dijawab oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan tegas: "Bukankah kamu semua, hai orang yang zalim, dahulu semasa hidup di dunia telah bersumpah bahwa jika kamu mati nanti tidak akan dibangkitkan lagi tidak akan dihisab?"
Semua mereka itu dilukiskan dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati." (Tidak demikian) bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya) sebagai suatu janji yang benar dari Allah akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.
(Q.S An Nahl: 38)

Menurut riwayat Baihaqi dari Muhammad bin Kaab Al-Qurazi, ia berkata: "Penghuni neraka berdoa kepada Allah lima kali.
Empat kali dijawab Allah sedang doa yang kelima dijawab Allah dengan perintah agar mereka tidak berkata lagi dan agar tetap mendekam di dalam neraka."

Doa-doa itu sebagai tersebut dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala sebagai berikut:

Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula) lalu kami mengakui dosa-dosa kami.
Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka).

(Q.S Mu'min: 11)

Permintaan ini dijawab Allah subhanahu wa ta'ala dengan firman-Nya:

Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah.
Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan.
Maka putusan (sekarang ini) adalah bagi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(Q.S Mu'min: 12)

Doa penghuni neraka yang kedua ialah sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya.
(Mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.

(Q.S As Sajdah: 12)

Permintaan mereka ini dijawab Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan hari pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat), sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
(Q.S As Sajdah: 14)

Doa penghuni neraka kali yang ketiga ialah sebagaimana tersebut dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguh kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti Rasul-rasul.
(Q.S Ibrahim: 44)

Permintaan mereka ini dijawab oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

(Kepada mereka dikatakan): "Bukanlah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia), bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?"
(Q.S Ibrahim: 44)

Doa penghuni neraka kali yang keempat ialah sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan."
(Q.S Fatir: 37)

Allah subhanahu wa ta'ala menjawab permintaan mereka dalam firman-Nya:

Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?
Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun."

(Q.S Fatir: 37)

Dan penghuni neraka berdoa sebagai yang tersebut dalam firman-Nya:

Ya Tuhan Kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.
(Q.S Al Mu'minun: 107)

Akhirnya Allah subhanahu wa ta'ala menjawab dengan tegas:

Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."
(Q.S Al Mu'minun: 108)

Setelah jawaban Allah subhanahu wa ta'ala kali yang kelima, bungkamlah penghuni neraka, tiada lagi doa permohonan yang mereka panjatkan selain dari pekikan dan jeritan yang keluar dari mulut mereka, karena berat dan sangatnya azab neraka yang sedang menimpa mereka.

Ibrahim (14) ayat 44 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ibrahim (14) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ibrahim (14) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hai Muhammad, terangkan kepada manusia hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat ketika mereka disiksa, saat orang-orang yang menganiaya diri mereka dengan kekafiran dan perbuatan maksiat berkata, "Ya Tuhan kami, tundalah penyiksaan kami, kembalikanlah kami ke dunia, berilah kami waktu lagi barang sedikit, agar kami memperbaiki kelalaian kami dalam memenuhi seruan-Mu tentang tauhid dan mengikuti utusan-utusan-Mu." Allah berkata kepada mereka, "Apakah hari ini kalian berkata begitu dan lupa bahwa di dunia dulu kalian pernah bersumpah bahwa apabila kalian mati, kemudian datang hari pembangkitan, kenikmatan yang kalian rasakan itu tidak akan hilang?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berikanlah peringatan) hai Muhammad, peringatkanlah (kepada manusia) yakni orang-orang kafir (terhadap hari yang pada waktu itu datang azab kepada mereka) yaitu hari kiamat (maka berkatalah orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir ("Ya Rabb kami! Beri tangguhlah kami) seumpamanya Engkau mengembalikan kami ke dunia (walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau) dengan mengamalkan ajaran tauhid (dan akan mengikuti rasul-rasul.") lalu dikatakan kepada mereka dengan nada celaan ("Bukankah kalian telah bersumpah) telah berikrar (sebelumnya dahulu) yaitu sewaktu di dunia (bahwa sekali-kali kalian tidak akan) huruf min di sini adalah zaidah (binasa?") setelah meninggalkan dunia menuju ke akhirat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Peringatkanlah, wahai Rasul, kepada manusia yang Aku mengutusmu kepada mereka terhadap adzab Allah pada Hari Kiamat.
Ketika itulah orang-orang yang menzhalimi diri mereka dengan kekafiran berkata :
Wahai Rabb kami, tangguhkanlah kami hingga waktu dekat, niscaya kami akan beriman kepada-Mu dan membenarkan Rasul-rasul-Mu.
Maka, dikatakan kepada mereka sebagai celaan :
Bukankah kalian bersumpah dalam kehidupan kalian bahwa kalian tidak akan lenyap dari kehidupan dunia menuju akhirat, lalu kalian juga tidak mempercayai kebangkitan ini??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman menceritakan perkataan orang-orang yang zalim terhadap diri mereka sendiri di kala mereka menyaksikan azab:

Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.

Ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)." ((Al Mu'minun:99)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah.
(Al Munafiqun:9), hingga akhir ayat berikutnya.

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang menceritakan keadaan mereka di Padang Mahsyar:

Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya.
(As Sajdah:12), hingga akhir ayat.

Begitu pula dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami.” (Al An'am:27), hingga akhir ayat.

Dan mereka berteriak di dalam neraka.
(Faathir':37), hingga akhir ayat.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala.
menjawab ucapan mereka melalui firman-Nya:

Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa?

Maksudnya, bukankah kalian pernah bersumpah sebelum kalian berada di sini bahwa kalian tidak akan binasa dari keadaan kalian saat itu, dan bahwa tidak ada hari kembali serta tidak ada pula hari pembalasan, maka rasakanlah akibat perbuatan kalian ini.

Mujahid dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...sekali-kali kalian tidak akan binasa?
Yakni tiadalah kalian akan berpindah dari dunia ke akhirat.
Sama pula maknanya dengan yang terdapat di dalam firman-Nya:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh, bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.
(An Nahl:38), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 44

ZAWAAL
زَوَال

Lafaz ini adalah mashdar, diambil dari kata dasar zaala.

Ar Razi berkata,
"Zala asy syay' min makaanih bermakna, sesuatu itu bergerak dan berpindah dari tempatnya."

Lafaz az zawaal bermakna miring, waktu Zuhur yaitu bergesernya matahari dari tengah-tengah langit, keadaan yang lenyap, banyak bergerak dan pukul empat.

Khat az zawaal bermakna meridian."

Al Kafawi berkata,
waktu az zawaal ialah separuh dari siang dan bukan separuh dari satu hari.

Disebut sekali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Ibrahim (14), ayat 44.
Allah ber­firman:

أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ

Dalam Tafsir Al Maraghi, zawaa bermakna perpindahan dari kehidupan dunia ke kehidupan akhirat bagi pembalasan dan hisab.

Dalam tafsir Al Jalalayn, min qabl bermakna dunia dan zawaal berpindah ke akhirat, maknanya berpindah dari dunia ke kampung akhirat.

Az Zamakhsyari berkata,
maksudnya kamu bersumpah kamu akan kekal di dunia, tidak binasa dengan kematian dan fana.

Mujahid dan yang lain menafsirkannya, "Kamu bersumpah kamu tidak berpindah dari dunia ke akhirat karena kekufuran kamu pada hari kebangkitan seperti firman Allah dalam surah An Nahl (16) ayat 38,

وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْۙ لَا يَبْعَثُ

"Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati"."

Tafsiran ayat ini, "Tidakkah kamu telah bersumpah sebelumnya (di dunia) yang kamu tidak akan berpindah (kepada kampung akhirat) dari keadaan kamu sekarang, tidak ada hari untuk kembali dan tidak ada peng­ hisaban, maka rasakanlah seksaanku"

Asy Syaukani berkata,
ayat ini adalah ejekan dan celaan bagi mereka di mana "Tidakkah kamu bersumpah sebelumnya di dunia kamu tidak berpindah dari kampung dunia menuju ke kampung akhirat. Beliau berkata lagi, sumpah mereka bukanlah hakikat tetapi hanya melalui lisan mereka karena hanyut dalam syahwat dan beranggapan akan kekal hidup di dunia.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:266-267

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM",
karena surat ini mengan­dung do'a Nabi Ibrahim 'alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do'a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do'a Nabi Ibra­ him 'alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do'a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail 'alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur'an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu'jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni'mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.


Gambar Kutipan Surah Ibrahim Ayat 44 *beta

Surah Ibrahim Ayat 44



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ibrahim

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (9 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku