Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 44 [QS. 14:44]

وَ اَنۡذِرِ النَّاسَ یَوۡمَ یَاۡتِیۡہِمُ الۡعَذَابُ فَیَقُوۡلُ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوۡا رَبَّنَاۤ اَخِّرۡنَاۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ نُّجِبۡ دَعۡوَتَکَ وَ نَتَّبِعِ الرُّسُلَ ؕ اَوَ لَمۡ تَکُوۡنُوۡۤا اَقۡسَمۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلُ مَا لَکُمۡ مِّنۡ زَوَالٍ
Wa-andzirinnaasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fayaquulul-ladziina zhalamuu rabbanaa akh-khirnaa ila ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’irrusula awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaalin;
Dan berikanlah peringatan (Muhammad) kepada manusia pada hari (ketika) azab datang kepada mereka, maka orang yang zalim berkata,
“Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.”
(Kepada mereka dikatakan),
“Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
―QS. Ibrahim [14]: 44

Daftar isi

And, (O Muhammad), warn the people of a Day when the punishment will come to them and those who did wrong will say,
"Our Lord, delay us for a short term;
we will answer Your call and follow the messengers."
(But it will be said),
"Had you not sworn, before, that for you there would be no cessation?
― Chapter 14. Surah Ibrahim [verse 44]

وَأَنذِرِ dan berikanlah peringatan

And warn
ٱلنَّاسَ manusia

the mankind
يَوْمَ hari

(of) a Day
يَأْتِيهِمُ datang kepada mereka

(when) will come to them
ٱلْعَذَابُ azab

the punishment,
فَيَقُولُ maka berkata

then will say
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ظَلَمُوا۟ (mereka) zalim

did wrong,
رَبَّنَآ ya Tuhan kami

"Our Lord!
أَخِّرْنَآ beri tangguhlah kami

Respite us
إِلَىٰٓ sampai

for
أَجَلٍ waktu

a term
قَرِيبٍ dekat

short;
نُّجِبْ kami akan mematuhi

we will answer
دَعْوَتَكَ seruan Engkau

Your call
وَنَتَّبِعِ dan kami akan mengikuti

and we will follow
ٱلرُّسُلَ RasulRasul

the Messengers."
أَوَلَمْ ataukah tidak

"Had not
تَكُونُوٓا۟ kalian menjadi

you
أَقْسَمْتُم telah bersumpah

sworn
مِّن dari

before *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلُ dahulu

before *[meaning includes next or prev. word]
مَا apa

not
لَكُم bagi kalian

for you
مِّن dari

any
زَوَالٍ berubah/binasa

end?

Tafsir

Alquran

Surah Ibrahim
14:44

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 44. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan agar memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan orang-orang musyrik Mekah, yaitu tentang keluhan dan rintihan yang keluar dari mulut mereka ketika azab menimpa mereka di akhirat nanti sambil memohon,
"Wahai Tuhan kami, berikanlah kepada kami kesempatan yang lain lagi, walaupun beberapa saat saja untuk menaati seruan-Mu dan mengikuti ajaran rasul-Mu dengan mengembalikan kami ke dunia.
Jika kesempatan itu benar-benar diberikan kepada kami pasti kami akan mengikuti perintah-Mu dan menghentikan larangan-Mu, kami benar-benar akan memurnikan ketaatan kepada-Mu saja, kami tidak akan menyekutukan-Mu lagi wahai Tuhan kami.
"


Permohonan mereka dijawab Allah ﷻ dengan firman-Nya:

وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَا يَبْعَثُ اللّٰهُ مَنْ يَّمُوْتُ بَلٰى وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh,
"Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati."
Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(an-Nahl [16]: 38)


Menurut riwayat al-Baihaqi dari Muhammad bin Kaab Al-Quradhi, ia berkata,
"Penghuni neraka berdoa kepada Allah lima kali.
Empat kali dijawab Allah sedang doa yang kelima dijawab Allah dengan perintah agar mereka tidak berkata lagi dan agar tetap mendekam di dalam neraka.
"
Doa-doa itu tersebut dalam firman Allah sebagai berikut :

قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ

Mereka menjawab,
"Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami.
Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"
(Gafir [40]: 11)


Permintaan ini dijawab Allah ﷻ dengan firman-Nya:

ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْا فَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ

Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja.

Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya.
Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
(Gafir [40]: 12)


Doa penghuni neraka yang kedua ialah sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata),
"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan.
Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.
"
(As-Sajdah [32]: 12)


Permintaan mereka ini dijawab Allah ﷻ dalam firman-Nya:

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan. (As-Sajdah [32]: 14)


Doa penghuni neraka kali yang ketiga ialah sebagaimana tersebut dalam firman Allah ﷻ:

فَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رَبَّنَآ اَخِّرْنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ

Maka orang yang zalim berkata,
"Ya Tuhan kami, berilah kami kesempatan (kembali ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasulrasul."
(Ibrahim [14]: 44)


Permintaan mereka ini dijawab oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya:

وَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍ

(Kepada mereka dikatakan),
"Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?
(Ibrahim [14]: 44)


Doa penghuni neraka kali yang keempat ialah sebagaimana firman Allah ﷻ:

بَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُ

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu,
"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu."
(Fathir [35]: 37)


Allah ﷻ menjawab permintaan mereka dalam firman-Nya:

اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ

Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?
Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun.
(Fathir [35]: 37)


Dan penghuni neraka berdoa sebagai yang tersebut dalam firman-Nya:

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim. (al-Mu’minun [23]: 107)


Akhirnya Allah ﷻ menjawab dengan tegas:

قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ

Dia (Allah) berfirman,
"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."
(al-Mu’minun [23]: 108)


Setelah jawaban Allah ﷻ yang kelima, maka mulut penghuni neraka terbungkam, tidak ada lagi doa, selain dari jeritan yang keluar dari mulut mereka, karena sangat berat azab neraka yang menimpa mereka.

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 44. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hai Muhammad, terangkan kepada manusia hal-hal yang menakutkan pada hari kiamat ketika mereka disiksa, saat orang-orang yang menganiaya diri mereka dengan kekafiran dan perbuatan maksiat berkata,
"Ya Tuhan kami, tundalah penyiksaan kami, kembalikanlah kami ke dunia, berilah kami waktu lagi barang sedikit, agar kami memperbaiki kelalaian kami dalam memenuhi seruan-Mu tentang tauhid dan mengikuti utusan-utusan-Mu."
Allah berkata kepada mereka,
"Apakah hari ini kalian berkata begitu dan lupa bahwa di dunia dulu kalian pernah bersumpah bahwa apabila kalian mati, kemudian datang hari pembangkitan, kenikmatan yang kalian rasakan itu tidak akan hilang?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Peringatkanlah, wahai Rasul, kepada manusia yang Aku mengutusmu kepada mereka terhadap azab Allah pada hari kiamat.
Ketika itulah orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan kekafiran berkata:
Wahai Rabb kami, tangguhkanlah kami hingga waktu dekat, niscaya kami akan beriman kepada-Mu dan membenarkan Rasulrasul-Mu.


Maka, dikatakan kepada mereka sebagai celaan:
Bukankah kalian bersumpah dalam kehidupan kalian bahwa kalian tidak akan lenyap dari kehidupan dunia menuju akhirat, lalu kalian juga tidak mempercayai kebangkitan ini?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berikanlah peringatan) hai Muhammad, peringatkanlah


(kepada manusia) yakni orang-orang kafir


(terhadap hari yang pada waktu itu datang azab kepada mereka) yaitu hari kiamat


(maka berkatalah orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir


("Ya Rabb kami! Beri tangguhlah kami) seumpamanya Engkau mengembalikan kami ke dunia


(walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau) dengan mengamalkan ajaran tauhid


(dan akan mengikuti rasulrasul.") lalu dikatakan kepada mereka dengan nada celaan


("Bukankah kalian telah bersumpah) telah berikrar


(sebelumnya dahulu) yaitu sewaktu di dunia


(bahwa sekali-kali kalian tidak akan) huruf min di sini adalah zaidah


(binasa?") setelah meninggalkan dunia menuju ke akhirat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman menceritakan perkataan orang-orang yang zalim terhadap diri mereka sendiri di kala mereka menyaksikan azab:

Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasulrasul.

Ayat ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata,
"Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia)."
(QS. Al-Mu’minun [23]: 99)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah.
(QS. Al-Munafiqun [63]: 9), hingga akhir ayat berikutnya.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang menceritakan keadaan mereka di Padang Mahsyar:

Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya.
(QS. As-Sajdah [32]: 12), hingga akhir ayat.

Begitu pula dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata,
"Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami."
(QS. Al-An’am [6]: 27), hingga akhir ayat.

Dan mereka berteriak di dalam neraka.
(QS. Faathir [35]: 37), hingga akhir ayat.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, menjawab ucapan mereka melalui firman-Nya:

Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan binasa?

Maksudnya, bukankah kalian pernah bersumpah sebelum kalian berada di sini bahwa kalian tidak akan binasa dari keadaan kalian saat itu, dan bahwa tidak ada hari kembali serta tidak ada pula hari pembalasan, maka rasakanlah akibat perbuatan kalian ini.

Mujahid dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…sekali-kali kalian tidak akan binasa?
Yakni tiadalah kalian akan berpindah dari dunia ke akhirat.
Sama pula maknanya dengan yang terdapat di dalam firman-Nya:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh, bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.
(QS. Al-Hijr [15]: 38), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 44

ZAWAAL
زَوَال

mashdar, diambil dari kata dasar zaala.

Ar Razi berkata,
"Zala asy syay’ min makaanih bermakna, sesuatu itu bergerak dan berpindah dari tempatnya."

Zuhur yaitu bergesernya matahari dari tengah-tengah langit, keadaan yang lenyap, banyak bergerak dan pukul empat.

Khat az zawaal bermakna meridian."

Al Kafawi berkata,
waktu az zawaal ialah separuh dari siang dan bukan separuh dari satu hari.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ibrahim (14), ayat 44. Allah berfirman:

أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ

Dalam Tafsir Al Maraghi, zawaa bermakna perpindahan dari kehidupan dunia ke kehidupan akhirat bagi pembalasan dan hisab.

Dalam tafsir Al Jalalayn, min qabl bermakna dunia dan zawaal berpindah ke akhirat, maknanya berpindah dari dunia ke kampung akhirat.

Az Zamakhsyari berkata,
maksudnya kamu bersumpah kamu akan kekal di dunia, tidak binasa dengan kematian dan fana.

Mujahid dan yang lain menafsirkannya, "Kamu bersumpah kamu tidak berpindah dari dunia ke akhirat karena kekufuran kamu pada hari kebangkitan seperti firman Allah dalam surah An Nahl (16) ayat 38,

وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْۙ لَا يَبْعَثُ

"Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati"."

Tafsiran ayat ini, "Tidakkah kamu telah bersumpah sebelumnya (di dunia) yang kamu tidak akan berpindah (kepada kampung akhirat) dari keadaan kamu sekarang, tidak ada hari untuk kembali dan tidak ada peng hisaban, maka rasakanlah seksaanku"

Asy Syaukani berkata,
ayat ini adalah ejekan dan celaan bagi mereka di mana "Tidakkah kamu bersumpah sebelumnya di dunia kamu tidak berpindah dari kampung dunia menuju ke kampung akhirat.
Beliau berkata lagi, sumpah mereka bukanlah hakikat tetapi hanya melalui lisan mereka karena hanyut dalam syahwat dan beranggapan akan kekal hidup di dunia.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:266-267

Unsur Pokok Surah Ibrahim (إبراهيم)

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM", karena surat ini mengandung do’a Nabi Ibrahimalaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
Permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhalaberhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.

Do’a Nabi Ibrahimalaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Alquran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah.
▪ Segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah.
▪ Keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya.
▪ Nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata.
▪ Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru.
▪ Ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

▪ Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Sebabnya rasulrasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri.
▪ Perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil.
▪ Kejadian langit dan bumi mengandung hikmahhikmah.
▪ Macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuri-Nya.

Audio

QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia



QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ibrahim ayat 44 - Gambar 1 Surah Ibrahim ayat 44 - Gambar 2
Statistik QS. 14:44
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, “Nabi Ibrahim”) adalah surah ke-14 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
Sending
User Review
4.3 (9 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

14:44, 14 44, 14-44, Surah Ibrahim 44, Tafsir surat Ibrahim 44, Quran Ibrahim 44, Surah Ibrahim ayat 44

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ibrahim

۞ QS. 14:1 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 14:2 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:3 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:4 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:7 Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:8 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 14:9 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 14:11 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 14:12 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:13 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 14:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:16 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:17 • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:18 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 14:19 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:21 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:22 • Allah menepati janji • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 14:23 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 14:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:27 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Allah memperkokoh orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 14:28 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:29 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:30 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:31 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 14:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:35 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:36 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 14:37 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:38 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:39 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 14:40 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:42 • Keluasan ilmu Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 14:43 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:44 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 14:48 Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 14:49 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:51 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 14:52 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa)

Ayat Pilihan

Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,
kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.
Dan jangan kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
QS. An-Nisa’ [4]: 29

Ya Tuhan kami,
anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami & keturunan kami sebagai penyenang hati (kami),
dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. Al-Furqan [25]: 74

Katakanlah,
“Cukuplah Allah bagiku.”
Kepada-Nya-lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.
QS. Az-Zumar [39]: 38

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama.
Jalan kebenaran & kesesatan telah jelas melalui tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
QS. Al-Baqarah [2]: 256

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus

Al-Hawariyyun

Siapa itu Al-Hawariyyun? Hawari (singkatan daripada perkataan Al-Hawariyyun, Bahasa Arab: الحواريون‎) merujuk kepada beberapa orang sahabat Nabi Isa `alaihis salam (kebanyakan sumber menyat...

Bulan Sya’ban

Apa itu Bulan Sya’ban? Bulan kedelapan ini terdiri dari 29 hari. Dari segi nama, bulan ini bisa diartikan berkelompok. Bulan ini dinamakan demikian karena sejarahnya pada bulan ini orang Arab berpen...

Burung hud-hud

Apa itu Burung hud-hud? Burung Hud-hud ( Arab: hud-hud, Latin: upupa, Inggris: hoopoe) mempunyai kepanjangan 25-29 sentimeter, dengan 44-48 sentimeter lebar sayap. Budaya dan agama Dalam Islam, hud-...