Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 35 [QS. 14:35]

وَ اِذۡ قَالَ اِبۡرٰہِیۡمُ رَبِّ اجۡعَلۡ ہٰذَا الۡبَلَدَ اٰمِنًا وَّ اجۡنُبۡنِیۡ وَ بَنِیَّ اَنۡ نَّعۡبُدَ الۡاَصۡنَامَ
Wa-idz qaala ibraahiimu rabbiij’al hadzaal balada aaminan waajnubnii wabanii-ya an na’budal ashnaam(a);
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa,
“Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.
―QS. Ibrahim [14]: 35

Daftar isi

And (mention, O Muhammad), when Abraham said,
"My Lord, make this city (Makkah) secure and keep me and my sons away from worshipping idols.
― Chapter 14. Surah Ibrahim [verse 35]

وَإِذْ dan ketika

And when
قَالَ berkata

said
إِبْرَٰهِيمُ Ibrahîm

Ibrahim,
رَبِّ ya Tuhanku

"My Lord!
ٱجْعَلْ jadikanlah

Make
هَٰذَا ini

this
ٱلْبَلَدَ negeri

city
ءَامِنًا aman

safe,
وَٱجْنُبْنِى dan jauhkan aku

and keep me away
وَبَنِىَّ dan anak-anakku

and my sons
أَن bahwa

that
نَّعْبُدَ kami menyembah

we worship
ٱلْأَصْنَامَ berhala

the idols.

Tafsir Quran

Surah Ibrahim
14:35

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada umatnya kisah di waktu Nabi Ibrahim berdoa kepada Tuhannya, agar doa itu menjadi iktibar dan pelajaran bagi orang Arab waktu itu, karena Ibrahim `alaihis salam itu adalah cikal-bakal dan asal keturunan mereka.
Doa itu ialah:
Ya Tuhan kami, jadikanlah negeri Mekah ini, negeri yang aman, tenteram, dan sentosa, serta terpelihara dari peperangan dan serangan musuh.

Doa Nabi Ibrahim ini dikabulkan Tuhan, dan Dia telah menjadikan negeri Mekah dan sekitarnya, menjadi tanah dan tempat yang aman bagi orang-orang yang berada di sana.
Di negeri itu dilarang menumpahkan darah, menganiaya orang, membunuh binatang, dan menebang tumbuh-tumbuhan yang berada di sana.

Allah ﷻ berfirman:

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا اٰمِنًا وَّيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَكْفُرُوْنَ

Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
(Al-Ankabut [29]: 67)

Orang-orang Arab dan orang-orang yang berdiam di sekitar Jazirah Arab, sejak dahulu hingga sekarang tetap memandang suci dan menghormati tanah haram itu.

Bangsa Arab dahulu adalah bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang merasa terhina seandainya mereka tidak dapat menuntut bela atas pembunuhan atau penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kabilah terhadap anggota kabilahnya.
Penuntutan bela itu merupakan suatu kewajiban suci untuk membela kehormatan kabilahnya yang telah ternoda itu.

Oleh karena itu, mereka akan mengadakan penuntutan bela pada setiap kesempatan yang mungkin mereka lakukan.
Kecuali jika mereka bertemu di tanah haram, mereka tidak akan melakukan penuntutan bela.

Mereka menunggu di luar tanah haram.
Setelah musuhnya itu keluar dari tanah haram, barulah mereka melakukan pembalasan dendam itu.

Demikian pula tanah haram itu dihormati dan terpelihara dari maksud jahat orang-orang yang hendak menghancurkan Kabah dan mengotorinya.
Sebagaimana yang pernah dilakukan dan dialami oleh Abrahah, gubernur Ethiopia dan tentaranya.
Abrahah yang beragama Nasrani itu dapat menak-lukkan Yaman yang beragama Yahudi.
Ia bermaksud mengembangkan agama Nasrani di Yaman dan menciptakan Yaman menjadi pusat agama Nasrani di Jazirah Arab.
Ia mengetahui pula bahwa orang-orang di Jazirah Arab sangat menghormati Kabah.
Karena itu ia ingin memalingkan perhatian orang dari menghormati dan mengunjungi Kabah kepada menghormati dan mengunjungi suatu tempat atau bangunan yang ada di Yaman.
Untuk memenuhi keinginannya itu, dibuatlah sebuah gereja besar dan megah di Yaman, namun penduduk Jazirah Arab tidak tertarik minatnya untuk mengunjungi, apalagi menghormati bangunan tersebut.
Karena itu timbullah amarah Abrahah, maka disiapkannya pasukan tentara yang mengendarai gajah untuk menyerbu Mekah dan menghancurkan Kabah.
Sekalipun ia dan tentaranya tidak mendapat perlawanan sedikit pun dari orang Mekah waktu itu, tetapi Allah ﷻ menghancurkan Abrahah dengan tentaranya sampai mereka cerai berai.

Peristiwa kehancuran Abrahah dan bala tentaranya sewaktu menyerang Mekah ini, dilukiskan Allah ﷻ dalam firman-Nya:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِ ﴿۱﴾ اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ ﴿۲﴾ وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَ ﴿۳﴾ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ ﴿۴﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ﴿۵﴾

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
(Al-Fil [105]: 1-5)

Pada hadis-hadis Rasulullah ﷺ, banyak diterangkan tentang penetapan tanah Mekah sebagai tanah haram.
Bahkan pada hadis yang diriwayatkan Bukhari ditegaskan bahwa tanah Mekah telah ditetapkan Allah sebagai tanah haram sejak Allah menciptakan langit dan bumi:

Dari shafiyah binti Syaibah, ia berkata,
"Aku mendengar Rasulullah ﷺ berkhotbah pada hari penaklukan Mekah, beliau berkata,
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menjadikan Mekah sebagai tanah haram pada hari penciptaan langit dan bumi, maka Dia mengharamkannya sampai hari kiamat, tidak boleh dipotong tumbuh-tumbuhannya, tidak boleh diburu binatangnya dan tidak boleh mengambil barang temuannya kecuali orang yang akan mengumumkan."
(Riwayat Bukhari)

Nabi Muhammad ﷺ pernah berdoa kepada Allah ﷻ agar Madinah dijadikan juga sebagai tanah haram.
Doa itu diucapkan Rasulullah pada waktu kaum Muslimin menghadap beliau pada permulaan musim buah-buahan, untuk menghadiahkan buah-buahan itu kepada beliau.
Tatkala beliau memegang buah-buahan yang diberikan itu, beliau berdoa:

Wahai Tuhan, sesungguhnya Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, dan nabi-Mu.
Demikian pula aku adalah hamba dan nabi-Mu.
Sesungguhnya Ibrahim telah berdoa kepada-Mu untuk Mekah, dan sesungguhnya aku berdoa pula untuk Madinah seperti ia mendoakan kepada-Mu untuk Mekah dan semisalnya (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Ibrahim juga berdoa agar ia dan keturunannya dihindarkan Allah ﷻ dari perbuatan menyembah berhala, karena perbuatan itu menyesatkan manusia dari jalan yang benar ke jalan yang salah.
Selanjutnya, Ibrahim menerangkan bahwa siapapun di antara anak cucunya itu yang mengikutinya, yaitu beriman kepada Allah dengan sepenuh hati, memurnikan ketaatan dan ketundukan hanya kepada Allah semata, itulah orang-orang yang mengikuti agamanya.
Sebaliknya siapa pun di antara anak cucunya itu yang tidak mengikuti agamanya, dan tidak mengikuti petunjuk Allah yang telah disampaikannya, maka Allah Maha Pengampun Mahakekal rahmat-Nya, Maha Penerima Tobat dengan menuntun manusia ke jalan yang benar.

Hal ini berarti bahwa siapapun yang mengakui sebagai pengikut Nabi Ibrahim `alaihis salam, tentulah ia menganut agama yang berdasarkan tauhid, mengakui bahwa Tuhan itu Esa tidak beranak, tidak dilahirkan atau diciptakan, dan tidak berserikat dengan sesuatupun, sebagaimana pengakuan penganut-penganut agama yang menyatakan bahwa asal agama mereka ialah agama Nabi Ibrahim.
Mustahil jika suatu agama menyatakan sebagai pengikut ajaran Ibrahim padahal mereka mempersekutukan Allah, dan tidak memurnikan ketaatan dan ketundukan kepada Allah semata.

Doa Nabi Ibrahim ini tidak seluruhnya dikabulkan Allah karena banyak pula anak cucunya yang durhaka kepada Allah, di samping banyak pula yang beriman, bahkan ada pula yang diangkat menjadi nabi dan rasul.

Pada ayat yang lalu Allah ﷻ menerangkan bahwa setelah Nabi Ibrahim diangkat menjadi nabi dan rasul, ia pun berdoa pula agar anak cucunya di kemudian hari diangkat pula menjadi nabi dan rasul, tetapi Allah ﷻ menjawab bahwa tidak seluruh doa Nabi Ibrahim itu dikabulkan Tuhan, karena orang-orang yang zalim, walaupun anak seorang nabi dan rasul, mustahil diangkat menjadi nabi dan rasul, seperti bapak dan kakeknya.
Allah ﷻ berfirman:

وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna.
Dia (Allah) berfirman,
"Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia."
Dia (Ibrahim) berkata,
"Dan (juga) dari anak cucuku?"
Allah ﷻ berfirman,
"(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim."
(Al-Baqarah [2]: 124)

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa kaum Muslimin dilarang mengangkat orang-orang zalim sebagai pemimpin-pemimpin yang akan mengurus urusan mereka.
Yang akan diangkat menjadi pemimpin itu hendaklah orang-orang yang masih berjiwa bersih, suka mengerjakan amal-amal yang saleh, melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menghentikan larangan-larangan-Nya.

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 35. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sebutkan kepada kaummu doa bapak mereka, Ibrahim, setelah ia membangun Kakbah, agar mereka dapat mengambil pelajaran dan meninggalkan kesyirikan,
"Tuhanku, jadikanlah negeri tempat Ka’bah ini terbebas dari orang-orang zalim, dan jauhkan diriku dan anak cucuku dari penyembahan berhala.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, wahai Rasul, ketika Ibrahim berdoa kepada Rabb-nya (setelah menempatkan putranya, Ismail dan ibunya Hajar di lembah Makkah):
Wahai Rabb-ku, jadikanlah Makkah sebagai negeri aman, di mana setiap orang yang tinggal di dalamnya merasa aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(ketika Ibrahim berkata,
"Ya Rabbku! Jadikanlah negeri ini) yakni kota Mekah


(negeri yang aman) memiliki keamanan dan ternyata Allah telah memperkenankan doanya, maka Dia menjadikan Mekah sebagai kota yang suci, dilarang di dalamnya mengalirkan darah manusia, menganiaya seseorang, berburu binatang buruannya dan menebang pepohonannya


(dan jauhkanlah aku) hindarkanlah aku


(beserta anak cucuku) daripada


(menyembah berhala-berhala.")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, —dalam bantahan-Nya terhadap orang-orang musyrik Arab— menyebutkan bahwa negeri Mekah ini sejak semula dibangun hanyalah sebagai tempat untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Dan Ibrahim yang meramaikannya karena pembangunan yang dilakukannya berlepas diri dari orang-orang yang menyembah selain Allah.
Dia (Ibrahim) mendoakan buat kota Mekah agar menjadi kota yang aman.
Dalam doanya yang disitir oleh firman-Nya dia mengatakan:

…Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman

Dan Allah mengabulkan permintaannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 67), hingga akhir surat.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim, barang siapa memasukinya (Baitullah itu), menjadi amanlah dia.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 96-97)

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

…Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman.

Dalam ayat ini lafaz balad disebutkan dengan memakai at-ta’rif, yakni al-balad, karena Nabi Ibrahim mendoakannya sesudah membangunnya.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

…Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq.

Telah diketahui bahwa Ismail tiga belas tahun lebih tua daripada Ishaq.
Ketika Ismail dibawa oleh Nabi Ibrahim bersama ibunya ke Mekah, ia masih menyusu, dan sesungguhnya Nabi Ibrahim pada saat itu berdoa pula yang bunyinya seperti berikut:
Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman.
(QS. Ibrahim [14]: 35)
Seperti yang telah kami sebutkan dalam tafsir surat Al-Baqarah secara panjang lebar.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.

Setiap orang yang berdoa dianjurkan agar mendoakan dirinya sendiri, lalu buat kedua orang tuanya dan anak cucunya.
Kemudian Nabi Ibrahim menyebutkan bahwa banyak kalangan manusia yang terfitnah oleh penyembahan kepada berhala-berhala, dan bahwa dia berlepas diri dari orang-orang yang menyembahnya, lalu ia mengembalikan urusan mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Jika Allah menghendaki untuk mengazab mereka, tentulah Dia mengazab mereka, dan jika Dia menghendaki memberikan ampunan kepada mereka, tentulah Dia mengampuni mereka.
Perihalnya sama dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Isa ‘alaihis salam:

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 118)

Dalam kandungan ayat ini dijelaskan bahwa tiada lain segala sesuatunya dikembalikan kepada kehendak Allah, bukan merupakan pembolehan akan terjadinya hal tersebut.

Abdullah ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Bakr ibnu Sawwadah pernah menceritakan kepadanya, dari Abdur Rahman ibnu Jarir, dari Abdullah ibnu Amr, bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang menceritakan doa Nabi Ibrahim, yaitu:
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia.
(QS. Ibrahim [14]: 36), hingga akhir ayat.
Dan doa Nabi Isa ‘alaihis salam yang disebutkan oleh firman-Nya:
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 118), hingga akhir ayat.
Setelah itu Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya (berdoa) dan mengatakan dalam doanya:
Ya Allah, (selamatkanlah) umatku, Ya Allah, (selamatkanlah) umatku, Ya Allah, (selamatkanlah) umatku.
Lalu beliau ﷺ menangis, dan Allah berfirman,
"Hai Jibril, berangkatlah, temui Muhammad, dan tanyakanlah kepadanya apakah yang membuatnya menangis —padahal Allah lebih mengetahui—?"
Malaikat Jibril ‘alaihis salam datang dan menanyainya, lalu Rasulullah ﷺ menjawabnya, (Malaikat Jibril kembali melapor kepada Allah), maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman,
"Pergilah kepada Muhammad, dan katakanlah kepadanya bahwa Kami akan membuatnya puas terhadap umatnya dan Kami tidak akan mengecewakannya."

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 35

ASHNAAM
أَصْنَام

Lafaz ini adalah dalam bentuk jamak, mufradnya ash shanam, artinya sesuatu yang dibuat dari kayu, perak dan tembaga untuk disembah.

Al Kafawi berkata,
"Ia terbuat dari batu’"

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, ash shanam ialah setiap benda yang disembah selain Allah, atau setiap yang disembah oleh penyembah-penyembah berhala dari gambar atau patung."

Lafaz ashnaam disebut lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah
• Al An’aam (6), ayat 74
• Al A’raaf (7), ayat 138
• Ibrahim (14), ayat 35
• Asy Syu’araa (26), ayat 71
• Al Anbiyaa’ (21), ayat 57.

Al Fayruz berkata,
"Ia bermakna setiap tubuh yang dijadikan dari perak atau tembaga.
Orang musyrik menyembahnya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Malah setiap sesuatu yang menyibukkan sehingga berpaling dari Allah dikatakan shanam. Oleh karena itu, Nabi Ibrahim berkata,
"Dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari perbuatan menyembah berhala." Nabi Ibrahim mendapat ilmu makrifah dan hikmah tetapi masih takut kembali kepada penyembahan berhala yang disembah oleh mereka, seakan-akan beliau berkata,
"Jauhkanlah aku daripada disibukkan selain Engkau.

Ibnu Juraij menjelaskan, "Makna ashnaam dalam surah Al A’raaf ialah patung-patung sapi dan ia adalah anak patung yang pertama dibuat oleh kaum Lakhm atau kaum Kanan yang diperintahkan oleh Nabi Musa untuk memerangi mereka.
Mereka mendirikannya dan mengagungkannya sebagaimana orang yang duduk (mengagungkan Allah.
pen.) di dalam masjid."

At Tabari berkata,
"Ia adalah patung dari batu atau kayu dan dalam bentuk manusia, dan ia adalah berhala (watsan). Kadangkala gambar yang dilukis dalam bentuk manusia di atas dinding dikatakan shanam dan watsan."

Kesimpulannya, makna lafaz ashnaam ialah patung atau berhala yang menjadi tuhan bagi orang musyrik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:74-75

Unsur Pokok Surah Ibrahim (إبراهيم)

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM", karena surat ini mengandung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
Permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.

Do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

▪ Alquran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah.
▪ Segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah.
▪ Keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya.
▪ Nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata.
▪ Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru.
▪ Ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

▪ Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri.
▪ Perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil.
▪ Kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah.
▪ Macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuri-Nya.

Audio Murottal

QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia



QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ibrahim ayat 35 - Gambar 1 Surah Ibrahim ayat 35 - Gambar 2
Statistik QS. 14:35
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, “Nabi Ibrahim”) adalah surah ke-14 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

14:35, 14 35, 14-35, Surah Ibrahim 35, Tafsir surat Ibrahim 35, Quran Ibrahim 35, Surah Ibrahim ayat 35

Video Surah

14:35


Load More

Kandungan Surah Ibrahim

۞ QS. 14:1 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi •

۞ QS. 14:2 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:3 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:4 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:7 Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:8 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 14:9 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 14:11 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 14:12 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:13 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 14:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:16 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:17 • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:18 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 14:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:21 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:22 • Allah menepati janji • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 14:23 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 14:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:27 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 14:28 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:29 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:30 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:31 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 14:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:35 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:36 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 14:37 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:38 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:39 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 14:40 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:42 • Keluasan ilmu Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 14:43 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:44 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 14:48 • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 14:49 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:51 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 14:52 Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa)

Ayat Pilihan

Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) orang yang bila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.
(sungguh kita adalah milik Allah & hanya kepada Allah lah kita kembali)
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki & menyempitkannya,
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
QS. Al-Isra’ [17]: 30

يُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَاِلَيْهِ تُقْلَبُوْنَ

Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 21

Katakanlah:
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi & mengampuni dosa-dosamu”.
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS. Ali ‘Imran [3]: 31

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Al Mujiib

Apa itu Al Mujiib? Allah itu Al-Mujib ◀ Allah itu Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Apabila seorang hamba didalam menjalani kehidupan ini menerima kesulitan, maka hendaknya dia bermohon kepada ...

Gua Hira’

Di mana itu Gua Hira’? Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Na...

Musnad Ahmad

Apa itu Musnad Ahmad? Musnad Ahmad atau ringkasnya dikenali sebagai al-Musnad adalah salah satu kitab hadis Nabi yang terkenal dan terluas, dan kedudukannya menempati posisi yang diutamakan di kalang...