Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 31 [QS. 14:31]

قُلۡ لِّعِبَادِیَ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا یُقِیۡمُوا الصَّلٰوۃَ وَ یُنۡفِقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ سِرًّا وَّ عَلَانِیَۃً مِّنۡ قَبۡلِ اَنۡ یَّاۡتِیَ یَوۡمٌ لَّا بَیۡعٌ فِیۡہِ وَ لَا خِلٰلٌ
Qul li’ibaadiyal-ladziina aamanuu yuqiimuush-shalaata wayunfiquu mimmaa razaqnaahum sirran wa’alaaniyatan min qabli an ya’tiya yaumun laa bai’un fiihi walaa khilalun;
Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman,
“Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.”

―QS. Ibrahim [14]: 31

Daftar isi

(O Muhammad), tell My servants who have believed to establish prayer and spend from what We have provided them, secretly and publicly, before a Day comes in which there will be no exchange, nor any friendships.
― Chapter 14. Surah Ibrahim [verse 31]

قُل katakanlah

Say
لِّعِبَادِىَ kepada hamba-hambaKu

to My slaves
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe
يُقِيمُوا۟ mereka mendirikan

(to) establish
ٱلصَّلَوٰةَ sholat

the prayers,
وَيُنفِقُوا۟ dan mereka nafkahkan

and (to) spend
مِمَّا dari/sebagian apa

from what
رَزَقْنَٰهُمْ Kami rezkikan kepada mereka

We have provided them,
سِرًّا tersembunyi

secretly
وَعَلَانِيَةً dan terang-terangan

and publicly,
مِّن dari

before *[meaning includes next or prev. word]
قَبْلِ sebelum

before *[meaning includes next or prev. word]
أَن bahwa

[that]
يَأْتِىَ akan datang

comes
يَوْمٌ hari

a Day
لَّا tidak

not
بَيْعٌ jual-beli

any trade
فِيهِ didalamnya

in it
وَلَا dan tidak

and not
خِلَٰلٌ persahabatan

any friendship.

Tafsir Quran

Surah Ibrahim
14:31

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 31. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum Muslimin agar mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, yang dapat membahagiakan manusia dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Perbuatan-perbuatan itu ialah :

1. Melaksanakan salat.
2. Menginfakkan sebagian harta yang telah dianugerahkan Allah ﷻ

Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum Muslimin mendirikan salat, karena salat itu tiang agama, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

Salat itu adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikannya, maka sesungguhnya ia telah mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkannya, maka sesungguhnya ia telah meruntuhkan agama.
(Riwayat Al-Baihaqi dari Umar bin Al-Khaththab)
Seseorang yang taat dan selalu melaksanakan salat sesuai dengan ajaran Al-Quran adalah orang yang suci jasmani dan rohaninya, karena salat itu mencegah orang yang mengerjakannya melakukan perbuatan keji dan perbuatan yang terlarang, sebagaimana firman Allah ﷻ:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat.

Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.
Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain).

Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Ankabut [29]: 45)

Dan firman Allah ﷻ:
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى .

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat. (Al-A’la [87]: 14-15)

Perbuatan hamba yang pertama kali dihisab Allah di hari kiamat ialah salat.

Jika baik salat seorang hamba, maka baiklah perbuatannya, sebaliknya jika buruk salatnya atau tidak mengerjakannya, maka buruk dan rusak pulalah seluruh pahala amalnya yang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:

Perbuatan hamba yang pertama kali dihisab Allah pada hari kiamat ialah salat.
Maka jika baik amalan salat itu, baik pulalah seluruh amalnya, dan jika rusak amalan salat itu, rusak pulalah seluruh amalnya.
(Riwayat ath-thabrani dari Anas bin Malik)

Bahkan Allah ﷻ menegaskan, bahwa orang yang selalu mengerjakan salat itu adalah orang yang menjadi pewaris surga Firdaus di akhirat, sebagaimana firman-Nya:

وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ .
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ .
الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Serta orang yang memelihara salatnya.
Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus.
Mereka kekal di dalamnya.
(Al-Mu’minun [23]: 9-11)

Melaksanakan salat berarti mengerjakan salat terus-menerus, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan agama, lengkap dengan syarat-syarat dan rukun-rukunnya, disertai dengan khusyuk dan ikhlas.

Allah juga memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk menginfakkan sebagian harta yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, sebelum datang hari kiamat, yaitu hari ketika semua pintu tobat telah ditutup, tidak satu dosa pun yang dapat ditebus, walaupun ditebus dengan emas sepenuh bumi.
Tidak ada lagi seorang teman karib yang dapat menolong dan tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan dan memberikan bantuan termasuk anak-anak dan cucu-cucu.
Allah ﷻ berfirman:

فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَّلَا مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا

Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. (Al-Hadid [57]: 15)

Dan firman Allah ﷻ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ وَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat.
Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.
(Al-Baqarah [2]: 254)

Orang-orang yang terlepas dari azab hari kiamat itu hanyalah orang-orang yang selama hidup di dunia mengerjakan amal-amal saleh, senang bersedekah, sehingga hatinya suci dan bersih serta rela terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya nanti.
Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ .
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

(Yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (Asy-Syu’ara’ [26]: 88-89)

Senang menginfakkan harta merupakan pencerminan dari kepribadian muslim yang sesungguhnya, sebagai seorang yang telah menyerahkan diri, harta, dan kehidupannya kepada agama, semata-mata untuk mencari keridaan Allah ﷻ Perbuatan itu juga merupakan perwujudan dari rasa syukur kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat-Nya yang tidak terhingga banyaknya.
Terhadap orang yang mensyukuri nikmat, Allah akan menambah nikmat lebih banyak dari nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya.

Sebaliknya sifat tidak senang menginfakkan sebagian harta yang telah dianugerahkan Allah adalah pencerminan pribadi orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-Nya serta pencerminan dari rasa ingkar terhadap nikmat Allah.
Mereka merasa bahwa segala yang mereka peroleh itu semata-mata karena hasil jerih payahnya sendiri.
Dengan sikap yang demikian berarti mereka telah zalim terhadap dirinya sendiri.
Akibat zalim terhadap dirinya sendiri ialah tidak lagi mendapat tambahan nikmat dari Allah, bahkan mereka akan ditimpa azab yang pedih di dunia dan di akhirat.
Zalim terhadap orang lain ialah ia tidak mau memberikan atau mengeluarkan hak orang lain yang ada dalam hartanya.
Zalim kepada masyarakat yang ada di sekitarnya ialah mengganggu kepentingan dan hubungan baik yang telah dijalin dalam masyarakat.

Bahkan dari ayat ini dipahami bahwa orang yang kikir dan tidak mau membelanjakan sebagian hartanya itu adalah orang yang congkak dan sombong.
Karena merasa dirinya telah mampu mengatasi segala macam kesulitan yang dihadapinya, termasuk kesulitan dan malapetaka yang akan menimpanya di hari kiamat nanti.
Mereka merasa tidak lagi memerlukan tambahan nikmat dan pertolongan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

Menginfakkan harta dalam agama Islam ada beberapa bentuk:
1. Membelanjakan harta untuk nafkah diri sendiri, anak-anak, kerabat, dan istri.
2. Menginfakkan harta untuk menunaikan kewajiban, seperti zakat harta dan zakat fitrah.
3. Menginfakkan harta untuk infak sunah.

Membelanjakan harta untuk nafkah istri, kerabat, dan untuk menunaikan nafkah wajib, merupakan suatu kewajiban yang ditetapkan agama atas orang-orang yang beriman, dan ketentuan-ketentuannya tersebut di dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi.
Sedang infak sunah yang diberikan untuk kepentingan umum dan untuk meninggikan kalimat Allah dikategorikan sebagai amal jariah, yaitu infak atau amal yang tidak akan putus pahalanya, walaupun orang yang memberi infak itu telah meninggal dunia, selama infak itu memberikan manfaat.

Pemberian infak wajib, infak sunah, dan nafkah itu haruslah diiringi dengan niat yang ikhlas, semata-mata dilakukan untuk mencari keridaan Allah, terjauh dari sifat ria, ingin dipuji dan disanjung oleh sesama manusia.
Karena itu Allah menyerahkan kepada manusia bagaimana cara sebaiknya memberi harta itu kepada orang yang berhak menerimanya, sehingga membuahkan pahala dari sisi Allah.
Jika ia khawatir akan timbul rasa ria dalam hatinya, maka ia boleh memberikan harta itu secara sembunyi, tidak diketahui orang.
Bila ingin perbuatannya ditiru orang lain, maka ia boleh pula memberikan hartanya itu dengan terang-terangan.

Hendaklah kaum Muslimin ingat bahwa harta itu pada hakikatnya adalah milik Allah.
Dianugerahkan-Nya kepada manusia agar mereka dapat melaksanakan tugasnya sebagai hamba Allah selama mereka hidup di dunia.
Oleh karena itu, jika seseorang telah memperoleh harta dan telah melebihi keperluannya, hendaklah diinfakkan kepada yang berhak menerimanya.

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 31. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, katakan kepada hamba-hamba-Ku yang jujur, beriman, dan berbuat baik,
"Kerjakanlah salat, dan sedekahkanlah sebagian harta kalian dalam macam-macam bentuk kebajikan, baik secara terang-terangan maupun secara rahasia, sebelum datangnya suatu hari, di mana perdagangan dan persaudaraan tidak akan berguna lagi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah, wahai Rasul, kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, agar mereka mengerjakan shalat sesuai ketentuan-ketentuannya, mengeluarkan sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka di jalan-jalan kebajikan, baik yang wajib maupun sunnah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datang Hari Kiamat yang pada hari itu tidak bermanfaat lagi tebusan atau pertemanan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman,
"Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari kiamat yang pada hari itu tidak ada jual-beli) tebusan


(dan persahabatan.") persahabatan yang dapat menolong, yang dimaksud adalah hari kiamat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk taat kepada-Nya dan menunaikan kewajiban mereka kepada Allah serta berbuat baik kepada makhluk-Nya, yaitu hendaknya mereka mendirikan salat yang merupakan pengejawantahan penyembahan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang diberikan kepada mereka, yaitu dengan menunaikan zakat, memberi nafkah kepada kaum kerabat serta berbuat kebaikan kepada orang lain yang bukan kerabat.
Yang dimaksud dengan mendirikan salat ialah menunaikannya pada waktunya masing-masing, memelihara batasan-batasannya, rukuk, khusuk, dan sujudnya.

Allah subhanahu wa ta’ala, memerintahkan pula untuk memberikan nafkah dari apa yang direzekikan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, dan hendaklah mereka mengerjakan hal tersebut dengan segera demi untuk keselamatan diri mereka.

….sebelum datang hari.

Yakni hari kiamat.

…yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.

Artinya tidak akan diterima dari seorang pun tebusan yang diajukannya untuk menyelamatkan dirinya, sekalipun dengan menjual dirinya.
Makna ayat ini sama dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Maka pada hari ini tidak diterima tebusan kalian dan tidak pula dari orang-orang kafir.
(QS. Al-Hadid [57]: 15)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan tidak pula persahabatan.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa pada hari itu tidak ada teloransi persahabatan terhadap orang yang wajib terkena hukuman.
Yang ada pada hari itu hanyalah keadialan semata-mata.
Lafaz khilal berasal dari kalimat khalaltu fulanan (aku menjadikan si Fulan teman dekatku), bentuk masdar-nya ialah khilal, seperti pengertian yang terdapat di dalam perkataan Imru’ul Qais:

Aku palingkan cintaku dari mereka (wanita-wanita itu) karena khawatir akan kebinasaan,

tetapi aku tidak akan memutuskan hubungan persahabatan yang telah aku bina.

Qatadah mengatakan,
"Sesungguhnya Allah telah mengetahui bahwa di dunia ini telah membudaya jual beli dan persahabatan yang mereka bina di dunia.
Oleh karena itu, hendaklah seseorang memilih sahabat bergaulnya dan karena apakah ia bersahabat.
Jika persahabatan itu karena Allah, hendaklah dijaga kelestariannya, dan jika bukan karena Allah, hendaklah ia memutuskannya."

Menurut kami, makna yang dimaksud ialah Allah memberitahukan bahwa tiada suatu jual beli dan tiada pula tebusan yang bermanfaat bagi seseorang, sekalipun seseorang menebus dirinya dengan emas sepenuh bumi, jika memang emas ada pada hari itu.
Dan tiada manfaat persahabatan seseorang, serta tiada manfaat pula syafaat seseorang jika orang yang bersangkutan menghadap kepada Allah dalam keadaan kafir.

Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman:

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
(QS. Al-Baqarah [2]: 123)

Dan firman Allahsubhanahu wa ta’ala :

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat.
Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
(QS. Al-Baqarah [2]: 254)

Unsur Pokok Surah Ibrahim (إبراهيم)

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM", karena surat ini mengandung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
Permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.

Do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

▪ Alquran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah.
▪ Segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah.
▪ Keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya.
▪ Nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata.
▪ Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru.
▪ Ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

▪ Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri.
▪ Perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil.
▪ Kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah.
▪ Macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuri-Nya.

Audio Murottal

QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia



QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ibrahim ayat 31 - Gambar 1 Surah Ibrahim ayat 31 - Gambar 2
Statistik QS. 14:31
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, “Nabi Ibrahim”) adalah surah ke-14 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
Sending
User Review
4.6 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

14:31, 14 31, 14-31, Surah Ibrahim 31, Tafsir surat Ibrahim 31, Quran Ibrahim 31, Surah Ibrahim ayat 31

Video Surah

14:31


Load More

Kandungan Surah Ibrahim

۞ QS. 14:1 • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi •

۞ QS. 14:2 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:3 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:4 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:6 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:7 • Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:8 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 14:9 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:10 • Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 14:11 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 14:12 • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:13 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 14:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:16 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:17 • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:18 • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 14:19 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:21 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:22 • Allah menepati janji • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 14:23 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 14:25 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:27 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Allah memperkokoh orang mukmin • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 14:28 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:29 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:30 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:31 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 14:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:35 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:36 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 14:37 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:38 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:39 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 14:40 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:41 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:42 • Keluasan ilmu Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 14:43 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:44 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 14:48 • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 14:49 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir •

۞ QS. 14:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir •

۞ QS. 14:51 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 14:52 • Tauhid Uluhiyyah • Al Wahid (Maha Esa)

Ayat Pilihan

Dan sungguh,
Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu.
(Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
QS. Al-A’raf [7]: 10

Sungguh Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
dan dengan malam & apa yang diselubunginya,
dan dengan bulan bila jadi purnama,
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),
Mengapa mereka tak mau beriman?
QS. Al-Insyiqaq [84]: 16-18

Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya. Dan bila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah.
Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
QS. Al-An’am [6]: 152

Allah berfirman:
“Di bumi itu kamu hidup & di bumi itu kamu mati,
dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
QS. Al-A’raf [7]: 25

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Correct! Wrong!

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Fungsi pakaian adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Maryam

Apa itu Maryam? Surah Maryam adalah surah ke-19 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir seluruh ayatnya diturunkan sebelum Nabi Muhammad...

Hadits Gharib

Apa itu Hadits Gharib? Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya. Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri seba...

kerajaan absolut

Apa itu kerajaan absolut? ke.ra.ja.an absolut kerajaan yang rajanya berkuasa secara mutlak, memegang dan menjalankan kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif … •