Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 88 [QS. 11:88]

قَالَ یٰقَوۡمِ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ کُنۡتُ عَلٰی بَیِّنَۃٍ مِّنۡ رَّبِّیۡ وَ رَزَقَنِیۡ مِنۡہُ رِزۡقًا حَسَنًا ؕ وَ مَاۤ اُرِیۡدُ اَنۡ اُخَالِفَکُمۡ اِلٰی مَاۤ اَنۡہٰکُمۡ عَنۡہُ ؕ اِنۡ اُرِیۡدُ اِلَّا الۡاِصۡلَاحَ مَا اسۡتَطَعۡتُ ؕ وَ مَا تَوۡفِیۡقِیۡۤ اِلَّا بِاللّٰہِ ؕعَلَیۡہِ تَوَکَّلۡتُ وَ اِلَیۡہِ اُنِیۡبُ
Qaala yaa qaumi ara-aitum in kuntu ‘ala bai-yinatin min rabbii warazaqanii minhu rizqan hasanan wamaa uriidu an ukhaalifakum ila maa anhaakum ‘anhu in uriidu ilaa-ishlaaha maaastatha’tu wamaa taufiiqii ilaa billahi ‘alaihi tawakkaltu wa-ilaihi uniib(u);
Dia (Syuaib) berkata,
“Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)?
Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya.
Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup.
Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah.
Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
―QS. Hud [11]: 88

Daftar isi

He said,
"O my people, have you considered:
if I am upon clear evidence from my Lord and He has provided me with a good provision from Him…?
And I do not intend to differ from you in that which I have forbidden you;
I only intend reform as much as I am able.
And my success is not but through Allah.
Upon him I have relied, and to Him I return.
― Chapter 11. Surah Hud [verse 88]

قَالَ (Syu’aib) berkata

He said,
يَٰقَوْمِ wahai kaumku

"O my people!
أَرَءَيْتُمْ apakah pikiranmu

Do you see
إِن jika

if
كُنتُ aku adalah

I am
عَلَىٰ atas

on
بَيِّنَةٍ bukti yang nyata

a clear evidence
مِّن dari

from
رَّبِّى Tuhanku

my Lord,
وَرَزَقَنِى dan Dia memberi rezki kepadaku

and He has provided me
مِنْهُ daripadaNya

from Himself
رِزْقًا rezki

a good provision? *[meaning includes next or prev. word]
حَسَنًا baik

a good provision? *[meaning includes next or prev. word]
وَمَآ dan tidak

And not
أُرِيدُ aku berkehendak

I intend
أَنْ untuk

that
أُخَالِفَكُمْ aku menyalahi kamu

I differ from you
إِلَىٰ kepada

in
مَآ apa

what
أَنْهَىٰكُمْ aku larang kamu

I forbid you
عَنْهُ daripadanya

from it.
إِنْ tidaklah

Not
أُرِيدُ aku bermaksud

I intend
إِلَّا melainkan/kecuali

except
ٱلْإِصْلَٰحَ perbaikan

the reform
مَا apa

as much as I am able. *[meaning includes next or prev. word]
ٱسْتَطَعْتُ aku sanggup

as much as I am able. *[meaning includes next or prev. word]
وَمَا dan tidak ada

And not
تَوْفِيقِىٓ taufik bagiku

(is) my success
إِلَّا melainkan/kecuali

except

Tafsir

Alquran

Surah Hud
11:88

Tafsir QS. Hud (11) : 88. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah ﷻ menerangkan jawaban Syuaib `alaihis salam terhadap bantahan kaumnya itu dengan mengatakan,
"Hai kaumku bagaimana pikiranmu tentang persoalan ini jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku bahwa dakwah yang kusampaikan kepadamu itu bukan pendapatku sendiri tetapi wahyu dari Allah.
Ia telah menganugerahkan kepadaku bermacam-macam rezeki yang baik.

Semuanya aku peroleh dengan jalan yang halal, tanpa mengurangi takaran dan timbangan dan cara-cara lain yang sifatnya mengurangi atau merugikan hak orang lain dengan cara yang tidak sah.
Apa yang kukatakan ini kepadamu sekalian adalah hasil percobaan dan pengalamanku dalam usaha yang berhasil baik yang mengandung kebajikan dan keberkahan, bukan sekadar berdasarkan teori atau omongan orang yang belum berpengalaman.
"


Selanjutnya Nabi Syuaib `alaihis salam menjelaskan kepada kaumnya dengan mengatakan,
"Sama sekali aku tidak bermaksud melarangmu untuk mengurangi takaran dan timbangan serta perbuatan-perbuatan lain yang sifatnya mengurangi atau merugikan hak orang lain dengan jalan yang tidak halal, lalu kemudian aku sendiri mengerjakannya, tetapi sejak semula aku telah berlaku jujur dan tidak mengerjakan penipuan dan kecurangan."


Kemudian Nabi Syuaib `alaihis salam mengatakan bahwa ia tidak akan mendapat taufik dalam setiap langkah yang diambilnya, kecuali dengan hidayah dan pertolongan Allah.

Kemudian ia menyatakan lagi bahwa ia tidak punya daya dan kekuatan, hanya kepada Allah-lah dia bertawakal dalam menunaikan dakwah yang disampaikan kepada kaumnya.
Dan kepada-Nyalah ia kembali dalam segala urusan di dunia ini, dan Dialah yang akan membalas semua amalnya di hari akhirat.

Tafsir QS. Hud (11) : 88. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Syu’aib berkata,
"Wahai kaumku, bagaimana menurut kalian jika aku memiliki bukti nyata dan keyakinan dari Tuhanku dan aku diberi rezeki yang baik sebagai karunia dari-Nya, apakan patut aku menyembunyikan sesuatu yang harus kusampaikan kepada kalian, seperti perintah meninggalkan penyembahan berhala, menepati timbangan dan takaran, perintah meninggalkan berbuat kerusakan di muka bumi?
Aku tidak ingin melakukan apa yang aku larang.
Dengan nasihat, perintah dan larangan, aku hanya menginginkan perbaikan sesuai dengan kekuatan, usaha dan kesanggupanku.


Dan aku tidak akan mendapatkan kebenaran kecuali dengan pertolongan dan dukungan-Nya.
Hanya kepada-Nyalah aku bertawakal.


Dan juga hanya kepada-Nyalah aku kembali.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Syuaib berkata,
"Hai kaumku, tidakkah kalian melihat bahwa aku berada pada jalan yang jelas dari Rabb-ku mengenai apa yang aku serukan kepada kalian untuk ikhlas beribadah hanya kepada-Nya dan dari apa yang aku larang kalian darinya, yaitu merusak harta dan Allah telah memberiku rizki yang luas, halal dan baik?
Aku tidak bermaksud menyalahi kalian, yaitu dengan mengerjakan apa yang sudah aku larang.
Aku tidak bermaksud apa-apa dengan perintah dan larangan tersebut, melainkan untuk memperbaiki akhlak kalian sesuai dengan kemampuan dan kesanggupanku.


Dan tidak ada taufik bagiku (untuk mendatangkan kebenaran dan memperbaiki akhlak kalian) melainkan dengan pertolongan Allah.
Hanya kepada Allah semata aku bertawakal, dan kepada-Nya aku kembali dengan bertaubat."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Syuaib berkata,
"Bagaimana pikiran kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik) rezeki yang halal lalu apakah patut jika aku mencampurinya dengan barang yang haram hasil mengurangi takaran dan timbangan


(Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian) melakukan


(apa yang aku larang kalian daripadanya) kemudian aku mengerjakannya.


(Aku tidak) aku tiada


(bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan) bagi kalian supaya menegakkan keadilan


(selama aku masih berkesanggupan.
Dan tidak ada taufik bagiku) berkemampuan untuk melakukan hal tersebut dan perkara ketaatan lainnya


(melainkan dengan pertolongan Allah.
Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali.") mengembalikan semua perkara.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Nabi Syu’aib berkata kepada kaumnya:
Hai kaumku, bagaimanakah pendapat kalian:

…jika aku mempunyai bukti dari Tuhanku.

Yakni jika aku berada dalam pengetahuan yang meyakinkan tentang hal yang aku serukan (kepada kalian):

…dan dianugerahi-Nya aku dari-Nya rezeki yang baik.

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan rezeki dalam ayat ini ialah kenabian.
Menurut pendapat lainnya adalah rezeki yang halal, ke dua-duanya dapat dipakai.

As-Sauri mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian (dengan mengerja­kan) apa yang aku larang kalian darinya.
(QS. Hud [11]: 88)
Artinya, aku tidak melarang kalian melakukan sesuatu, lalu aku sendiri melakukannya bila tidak kelihatan oleh kalian.


Hal yang sama telah di katakan oleh Qatadah sehubungan dengan takwil firman-Nya berikut ini:
Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian (dengan mengerja­kan) apa yang aku larang kalian darinya.
(QS. Hud [11]: 88)
Maksudnya, tidaklah aku larang kalian dari suatu perkara, lalu aku sendiri mengerjakannya:

Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan.

Yakni dalam amar ma’ruf dan Dan tidak ada taufik bagiku.

Yaitu dalam memperoleh kebenaran yang aku maksudkan.

…melainkan dengan (pertolongan) Allah.
Hanya kepada-Nya aku bertawakal.


dalam semua urusanku.

…dan hanya kepada-Nyalah aku kembali.

Yakni aku akan dikembalikan.


Demikianlah menurut
tafsir yang dikemukakan oleh Mujahid.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Abu Quza’ah (yakni Suwaid ibnu Hujair Al-Bahili), dari Hakim ibnu Mu’awiyah, dari ayahnya, bahwa saudaranya yang bernama Malik berkata,
"Hai Mu’awiyah, sesungguhnya Muhammad telah menahan tetangga-tetanggaku.
Maka berangkatlah engkau kepadanya karena sesungguhnya dia pernah berbicara denganmu dan dia mengenalmu."
Maka aku (Malik) berangkat bersamanya (Mu’awiyah), lalu Mu’awiyah berkata,
"Lepaskanlah tetangga-tetanggaku demi aku, karena sesungguhnya mereka telah masuk Islam."
Nabi ﷺ berpaling dari Mu’awiyah, dan Mu’awiyah berdiri seraya marah, lalu berkata
"Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya jika engkau melakukan hal itu (tetap menahan mereka), sesungguhnya orang-orang akan menduga bahwa engkau benar-benar telah memerintahkan sesuatu kepada kami, tetapi engkau sendiri berbeda dengan melakukan hal lainnya."
Lalu aku (Malik) menariknya (Mu’awiyah) yang masih berbicara.
Maka Rasulullah ﷺ bertanya,
"Apa yang tadi kamu katakan?"
Mu’awiyah berkata,
"Sesungguhnya engkau, demi Allah, seandainya engkau melakukan hal tersebut, orang-orang pasti akan menduga bahwa engkau telah memerintahkan kepada suatu hal, lalu engkau sendiri berbeda dengan mengerjakan yang lainnya."
Rasul ﷺ bersabda,
"Apakah mereka telah mengatakannya?
Sesungguhnya jika aku melakukan hal itu, maka tiada lain akibatnya akan menimpa diriku dan mereka tidak akan terkena sesuatu akibat pun dari hal tersebut.
Sekarang lepaskanlah tetangga-tetangganya demi dia."

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Bahz ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ menangkap sejumlah orang dari kalangan kaumku karena suatu tuduhan yang dilancarkan terhadap mereka, lalu beliau ﷺ menahan mereka.
Maka datanglah seorang lelaki dari kalangan kaumku menghadap kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu sedang berkhotbah.
Kemudian laki-laki itu berkata,
"Hai Muhammad, mengapa engkau menahan tetangga-tetanggaku?"
Rasulullah ﷺ diam, dan lelaki itu berkata lagi,
"Sesungguhnya sejumlah orang benar-benar ada yang mengatakan bahwa engkau telah melarang sesuatu dikerjakan, tetapi engkau sendiri mengerjakannya."
Nabi ﷺ bersabda,
"Apa yang kamu katakan?"Maka aku (lelaki itu) berpaling dari pembicaraan itu dengan mengatakan pembicaraan lain, karena takut didengar oleh beliau, yang akhirnya beliau akan mendoakan atas kaumku suatu doa yang mengakibatkan mereka tidak akan mendapat keberuntungan selama-lamanya.
Rasulullah ﷺ terus bertanya sehingga beliau memahaminya, lalu beliau bersabda,
"Sesungguhnya mereka telah mengatakannya (atau sebagian dari mereka telah mengatakannya).
Demi Allah, seandainya aku melakukannya, niscaya akibat buruknya akan ditanggung olehku, bukan oleh mereka.
Lepaskanlah tetangga-tetangganya itu!"

Termasuk ke dalam bab ini ialah hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Bilal, dari Rabi’ah ibnu Abu Abdur Rahman, dari Abdul Malik ibnu Sa’id ibnu Suwaid Al-Ansari yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Humaid dan Abu Usaid menceritakan hadis berikut dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:
Apabila kalian mendengar suatu hadis dariku yang kalian kenali melalui hati kalian, dan membuat perasaan serta hati kalian menjadi lembut karenanya, dan kalian meyakini bahwa hal itu lebih dekat (manfaatnya) kepada kalian, maka aku adalah orang yang lebih berhak untuk mengerjakannya.
Apabila kalian mendengar suatu hadis dariku yang kalian ingkari melalui hati kalian, dan perasaan serta hati kalian menolaknya, serta kalian merasa yakin bahwa hal itu lebih jauh (manfaatnya) dari kalian, maka aku adalah orang yang lebih berhak meninggalkannya.

Sanad hadis berpredikat sahih.
Imam Muslim telah mengetengahkan suatu hadis dengan sanad yang sama, yang isinya menyebutkan:

Apabila seseorang di antara kalian memasuki masjid, hendak­lah ia mengucapkan,
"Ya Allah, bukakanlah bagiku semua pintu rahmat-Mu."
Dan apabila ia keluar dari masjid, hendaklah mengucapkan doa berikut:
"Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu sebagian dari kemurahan-Mu."

Makna hadis sebelumnya ialah ‘manakala sampai kepada kalian suatu kebaikan dariku, maka aku adalah orang yang paling utama dalam mengerjakannya.
Dan manakala sampai kepada kalian sesuatu yang kalian ingkari, maka aku adalah orang yang paling berhak dalam meninggal­kannya’.

Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kalian darinya

Qatadah telah meriwayatkan dari Urwah, dari Al-Hasan Al-Urni, dari Yahya ibnul Bazzar, dari Masruq yang menceritakan bahwa seorang wanita datang kepada Ibnu Mas’ud, lalu bertanya,
"Apakah engkau melarang wasilah (menyambung rambut/memakai wig)?"
Ibnu Mas’ud menjawab,
"Ya."
Wanita itu berkata,
"Ternyata seseorang dari istri-istrimu melakukannya."
Ibnu Mas’ud menjawab,
"Kalau demikian, berarti aku tidak mengamalkan wasiat seorang hamba yang saleh (Nabi Syu’aib),"
yaitu:
Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kalian darinya.
(QS. Hud [11]: 88)

Usman ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Abu Sulaiman Ad-Dabbi yang mengatakan bahwa surat-surat dari Umar ibnu Abdul Aziz sering kami terima yang di dalamnya terkandung perintah dan larangan.
Dan pada setiap akhir suratnya ia selalu menyebutkan bahwa tiada yang dapat saya lakukan dari hal tersebut melainkan seperti apa yang dikatakan oleh seorang hamba yang saleh (Nabi Syu’aib), yaitu:

Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah.
Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepada-Nyalah aku kembali.

Unsur Pokok Surah Hud (هود)

Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.

Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hudalaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuhalaihis salam, Shalehalaihis salam, Ibrahimalaihis salam, Luthalaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam, dan Musaalaihis salam

Keimanan:

▪ Adanya ‘Arsy Allah.
▪ Kejadian alam dalam 6 pase.
▪ Adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

▪ Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan.
▪ Tidak boleh berlaku sombong.
▪ Tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Huud `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Shaleh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Syuaib `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Luth `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi.
▪ Air sumber segala kehidupan.
Sembahyang itu memperkuat iman.
Sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum.

Audio

QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 123 + Terjemahan Indonesia



QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 123

Gambar Kutipan Ayat

Surah Hud ayat 88 - Gambar 1 Surah Hud ayat 88 - Gambar 2 Surah Hud ayat 88 - Gambar 3
Statistik QS. 11:88
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, “Nabi Hud”) adalah surah ke-11 dalam Alquran dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu’aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

11:88, 11 88, 11-88, Surah Hud 88, Tafsir surat Hud 88, Quran Hud 88, Surah Hud ayat 88

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Hud

۞ QS. 11:1 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 11:2 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 11:3 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdirIslam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:4 Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 11:5 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 11:6 • Keluasan ilmu Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:7 Arsy • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 11:8 • Segala sesuatu ada takdirnya • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:11 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 11:12 Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 11:13 • Mendustai Allah

۞ QS. 11:14 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi

۞ QS. 11:15 Riyaa’ dalam berbuat baik • Perbuatan dan niat

۞ QS. 11:16 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbuatan orang kafir sia-sia • Riyaa’ dalam berbuat baik • Perbuatan dan niat • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 11:17 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Islam agama fitrah • Azab orang kafir

۞ QS. 11:18 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:19 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:20 • Al Wali (Maha Pelindung) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:21 • Mendustai Allah • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 11:22 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 11:24 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 11:26 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:27 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:28 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:29 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 11:30 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 11:31 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 11:33 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:34 Tauhid RububiyyahSifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 11:35 • Mendustai Allah • Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 11:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:37 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:38 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:39 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:41 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Minta tolong kepada Allah • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 11:43 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:44 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:45 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:46 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 11:47 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 11:48 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:49 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 11:50 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:51 • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 11:52 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:54 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafirRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 11:56 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:58 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 11:59 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:60 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:61 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Qarib (Maha Dekat) • Al Mujib (Maha Pengabul doa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:62 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:63 Ar Rabb (Tuhan) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 11:65 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:66 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) •

۞ QS. 11:67 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:68 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 11:69 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:70 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:72 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 11:73 • Kekuasaan Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Majid (Maha Bagus) • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 11:76 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:77 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:79 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:81 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 11:82 • Kekuasaan Allah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:83 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 11:84 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 11:87 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:88 Ar Rabb (Tuhan) • Taufiq dari Allah

۞ QS. 11:89 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:90 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Wadud (Maha Kasih sayang) •

۞ QS. 11:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:92 Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:93 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:94 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 11:97 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:98 • Setiap umat mengikuti apa yang telah mereka sembah • Azab orang kafir

۞ QS. 11:99 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:101 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 11:102 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:103 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 11:104 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:105 • Derajat para pemeluk agama • Sifat hari penghitungan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 11:106 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:107 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:108 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 11:109 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:110 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 11:111 Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 11:112 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 11:113 • Al Wali (Maha Pelindung) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:114 • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil

۞ QS. 11:115 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 11:116 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:117 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:118 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:119 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 11:121 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:122 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:123 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan •

Ayat Pilihan

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu & takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat.
QS. Al-Hujurat [49]: 10

Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah & tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat.
Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 53

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi,
tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,
dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
QS. Al-Qasas [28]: 56

Wahai kaumku, tetaplah pada sikap ingkar & dusta kalian itu. Aku pun akan tetap laksanakan apa yang diperintah Tuhanku. Kalian kelak akan tahu siapa di antara kita yang akan mendapatkan azab yang sangat hina & abadi yang tak ada akhirnya
QS. Az-Zumar [39]: 39

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus

Basmalah

Apa itu Basmalah? Basmalah (بسملة) adalah ucapan pembukaan Bismillah (بسم الله, “Dengan nama Allah”), lengkapnya adalah bismi-llāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi (﷽). Kalimat i...

Qatadah bin an-Nu’man

Siapa itu Qatadah bin an-Nu’man? Qatadah bin an-Nu’man (قتدة بن النعمان) adalah Sahabat Nabi Muhammad. Qatadah yang bernama asli Abdul Khatib merupakan penduduk Madinah, sehin...

Kharijah bin Zaid

Siapa itu Kharijah bin Zaid? Abu Zaid Kharijah bin Zaid bin Tsabit al-Anshari (wafat di Madinah, k. 99-100 H/717-718 M) adalah seorang ulama ahli fiqih dan faraidh terkenal dari golongan tabi’in...