Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 81 [QS. 11:81]

قَالُوۡا یٰلُوۡطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّکَ لَنۡ یَّصِلُوۡۤا اِلَیۡکَ فَاَسۡرِ بِاَہۡلِکَ بِقِطۡعٍ مِّنَ الَّیۡلِ وَ لَا یَلۡتَفِتۡ مِنۡکُمۡ اَحَدٌ اِلَّا امۡرَاَتَکَ ؕ اِنَّہٗ مُصِیۡبُہَا مَاۤ اَصَابَہُمۡ ؕ اِنَّ مَوۡعِدَہُمُ الصُّبۡحُ ؕ اَلَـیۡسَ الصُّبۡحُ بِقَرِیۡبٍ
Qaaluuu yaa luuthu innaa rusulu rabbika lan yashiluu ilaika fa-asri biahlika biqith’in minallaili walaa yaltafit minkum ahadun ilaaamraataka innahu mushiibuhaa maa ashaabahum inna mau’idahumush-shubhu alaisash-shubhu biqariibin;
Mereka (para malaikat) berkata,
“Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu.
Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka.
Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh.
Bukankah subuh itu sudah dekat?”
―QS. Hud [11]: 81

The angels said,
"O Lot, indeed we are messengers of your Lord;
(therefore), they will never reach you.
So set out with your family during a portion of the night and let not any among you look back – except your wife;
indeed, she will be struck by that which strikes them.
Indeed, their appointment is (for) the morning.
Is not the morning near?"
― Chapter 11. Surah Hud [verse 81]

قَالُوا۟ mereka berkata

They said,
يَٰلُوطُ Hai Luth

"O Lut!
إِنَّا sesungguhnya kami

Indeed, we
رُسُلُ utusan

(are) messengers
رَبِّكَ Tuhanmu

(of) your Lord,
لَن tidak

never
يَصِلُوٓا۟ mereka sampai

they will reach
إِلَيْكَ kepadamu

you.
فَأَسْرِ maka berjalanlah

So travel
بِأَهْلِكَ dengan keluargamu

with your family
بِقِطْعٍ sepotong/di akhir

in a part
مِّنَ dari

of
ٱلَّيْلِ malam

the night
وَلَا dan jangan

and (let) not
يَلْتَفِتْ berpaling

look back
مِنكُمْ diantara kamu

anyone of you, *[meaning includes next or prev. word]
أَحَدٌ seorang

anyone of you, *[meaning includes next or prev. word]
إِلَّا melainkan

except
ٱمْرَأَتَكَ isterimu

your wife.
إِنَّهُۥ sesungguhnya

Indeed, it
مُصِيبُهَا menimpanya

will strike her
مَآ apa

what
أَصَابَهُمْ menimpa mereka

will strike them.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
مَوْعِدَهُمُ waktu yang dijanjikan pada mereka

their appointed time
ٱلصُّبْحُ waktu subuh

(is) morning.
أَلَيْسَ bukankah

Is not
ٱلصُّبْحُ waktu subuh

the morning
بِقَرِيبٍ sudah dekat

near?"

Tafsir

Alquran

Surah Hud
11:81

Tafsir QS. Hud (11) : 81. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah para malaikat yang menjadi tamu Nabi Luth `alaihis salam itu menyaksikan adanya kekhawatiran pada diri Nabi Luth `alaihis salam, mereka berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu yang sengaja diutus untuk membinasakan mereka dan menyelamatkan kamu dari kejahatan-kejahatan mereka.
Mereka sekali-kali tidak akan dapat mengganggu kamu, maka tenangkanlah hatimu.

Ternyata penglihatan kaum Nabi Luth `alaihis salam itu dijadikan gelap oleh Allah sehingga mereka tidak dapat melihat kepada Nabi Luth `alaihis salam dan kepada tamu-tamunya seperti diterangkan dalam firman Allah:

وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku! (al-Qamar [54]: 37)


Akhirnya mereka kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan buta, tidak mengetahui jalan menuju ke rumahnya, mereka berteriak-teriak minta tolong dan mengatakan bahwa kami disihir oleh tamu-tamu yang berada di rumah Luth `alaihis salam


Malaikat itu berkata kepada Nabi Luth `alaihis salam,
"Keluarlah dari kampung ini, beserta keluarga dan kaummu yang beriman di akhir malam ini dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang ketinggalan atau menoleh ke belakang kecuali istrimu.
Sesungguhnya azab yang akan menimpa mereka itu akan menimpa istrimu pula karena ia adalah seorang perempuan yang tidak beriman bahkan telah khianat kepada suaminya.
"
Adapun sebabnya mereka tidak menoleh ke belakang, karena akibat menyaksikan azab itu, ia akan panik sehingga kakinya tidak akan dapat melangkah lagi dan akhirnya ditimpa oleh azab yang menyusul di belakangnya.
Saat datangnya azab kepada mereka adalah waktu subuh seperti diterangkan dalam firman Allah:

فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَ

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
(al-Hijr [15]: 73)


Kemudian malaikat itu menegaskan kepastian turunnya azab dengan sebuah pertanyaan,
"Bukankah subuh itu sudah dekat?
Maka segeralah kamu bersiap-siap untuk mencari keselamatan."

Tafsir QS. Hud (11) : 81. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Setelah berubah menjadi bentuk aslinya, malaikat berkata,
"Hai Luth, jangan takut dan cemas! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, bukan manusia seperti yang tampak menurut penglihatanmu dan kaummu.
Mereka tidak akan dapat menyakitimu dan mengganggumu.



Pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu di akhir malam.
Keluarlah bersama mereka dari negeri ini, dan jangan sampai ada seorang pun yang tertinggal supaya tidak terkena pedihnya azab.


Akan tetapi jangan kamu ikut sertakan istrimu keluar bersamamu, sebab dia harus ditimpa azab seperti yang lainnya.
Sesungguhnya waktu kehancuran mereka ialah waktu subuh yang sudah dekat.


Maka, kau tak perlu takut."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Para malaikat itu berkata,
"Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan Rabb-mu, yang diutus untuk membinasakan kaummu.
Mereka tidak akan dapat mengganggumu.


Maka keluarlah kamu bersama keluargamu dari desa ini pada akhir malam.
Dan janganlah ada seorang pun yang menoleh ke belakang agar tidak melihat azab yang diturunkan, maka dia akan ikut terkena.


Akan tetapi, istrimu yang telah mengkhianatimu dengan menjadi kafir dan munafik akan kami binasakan pula bersama kaummu.
Sesungguhnya saat jatuhnya azab mereka adalah waktu Shubuh, yaitu waktu yang sudah dekat."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Para utusan itu berkata,
"Hai Luth! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu) dengan berlaku jahat terhadap dirimu


(sebab itu bawalah pergi keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir) pada bagian yang terakhir dari


(malam dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal) supaya ia tidak melihat kengerian azab yang menimpa mereka


(kecuali istrimu) dengan dibaca rafa`, yaitu imra-atuka, berkedudukan menjadi badal dari lafal ahadin.
Menurut qiraat lain dibaca nashab, yaitu imra-ataka, berkedudukan menjadi istitsna dari lafal al-ahl.
Artinya janganlah engkau membawa pergi dia.


(Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa Nabi Luth tidak membawa istrinya pergi.
Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa Nabi Luth membawanya pergi.
Hanya saja ia menoleh ke belakang seraya mengatakan, ‘Aduh kaumku!’ Lalu ia ditimpa oleh batu besar sehingga matilah dia."
Nabi Luth bertanya kepada utusan tentang waktu pembinasaan kaumnya, maka para utusan itu berkata.


("Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh) Nabi Luth meminta, ‘Aku minta supaya lebih disegerakan lagi.’ Mereka menjawab


(‘Bukankah subuh itu sudah dekat?’")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Para utusan (malaikat) berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu."


Para malaikat itu pun memerintahkan Lut agar pergi meninggalkan kota itu bersama keluarganya di akhir malam, dan hendaknya Lut berjalan di belakang keluarganya, yakni menggiring mereka.

…dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh ke belakang.

Yakni apabila kamu mendengar suara azab yang menimpa kaummu, janganlah kamu terkejut dan takut dengan suara yang menggetarkan itu, tetapi tetaplah berjalan terus, jangan hiraukan mereka.

kecuali istrimu.

Kebanyakan ulama tafsir menilai istisna ini dari kalimat yang musbat, yakni kalimat yang dikecualikannya adalah kalimat positif, yaitu firman-Nya:

Sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu.

Dengan kata lain, pergilah dengan membawa keluargamu dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu.
Hal yang sama disebutkan menurut qiraat Ibnu Mas’ud.
Mereka me-nasab-kan lafaz imra-ah.
karena —menurut mereka— istisna dari kalimat yang musbat itu hukumnya wajib di-nasab-kan.

Ulama qiraat lainnya dan ulama nahwu mengatakan bahwa istisna ini berasal dari firman-Nya:

…dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh kecuali istrimu.

Karena itulah mereka memperbolehkan bacaan rafa dan nasab.
Mereka menyebutkan pula bahwa istri Nabi Lut berangkat bersama rombongan Nabi Lut.
Tetapi ketika mendengar suara gemuruh, istri Nabi Lut menoleh ke belakang.
Maka ia menjerit seraya berkata,
"Aduhai kaumku!"
Lalu datanglah sebuah batu besar dari langit menimpanya, sehingga matilah ia.

Kemudian para utusan itu mempercepat kebinasaan kaumnya, sebagai berita gembira untuknya, karena ia berkata kepada mereka,
"Binasakanlah mereka saat sekarang juga."
Maka mereka (para utusan) itu berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

…karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh, bukankah subuh itu sudah dekat?

Saat itu juga kaum Lut berdiri di depan pintu rumahnya, menunggu.
Mereka datang ke rumah Nabi Lut dengan bergegas-gegas dari semua penjuru, sedangkan Nabi Lut berdiri di depan pintu, menolak mereka dan melarang serta mengusir mereka agar tidak melakukan kebiasaannya terhadap tamu-tamunya itu.
Tetapi sebaliknya kaum Lut tidak mau menerima perlakuan itu, bahkan mereka mengancam dan menekannya.
Maka pada saat itu .
Jibril keluar menghadapi mereka dan memukul wajah mereka dengan sayapnya, sehingga wajah mereka penuh dengan debu, lalu mereka pergi tanpa mengetahui jalan yang ditempuhnya.
Hal ini diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerah­kan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
(QS. Al-Qamar [54]: 37)

Ma’mar telah meriwayatkan dari Qatadah, dari Huzaifah ibnul Yaman yang mengatakan bahwa Ibrahimazab-Nya."
Tetapi mereka tidak menaatinya.
Ketika ketetapan Allah telah tiba, maka para malaikat datang kepada Nabi Lut yang saat itu sedang bekerja di lahan miliknya, lalu Lut mengundang mereka untuk bertamu kepadanya.
Maka mereka menjawab,
"Kami akan menjadi tamu-tamumu malam ini."
Allah telah memerintahkan kepada Malaikat Jibril, bahwa janganlah ia mengazab mereka sebelum Lut mempersaksikan mereka sebanyak empat kali persaksian.
Ketika Lut berangkat bersama mereka ke rumahnya untuk menerima mereka sebagai tamunya, maka Lut menceritakan kejahatan yang dilakukan oleh kaumnya.
Lut berjalan sesaat dengan mereka, lalu ia menoleh kepada mereka dan berkata,
"Tidakkah kalian mengetahui apa yang dilakukan oleh penduduk kota ini?
Aku belum pernah mengetahui di muka bumi ini manusia yang lebih jahat daripada mereka.
Ke manakah aku akan membawa kalian pergi?
Kepada kaumku?
Mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk Allah."
Jibril menoleh kepada malaikat lainnya seraya berkata,
"Catatlah oleh kalian, ini adalah persaksian pertama.
Kemudian Nabi Lut berjalan sesaat lagi bersama mereka, dan ketika sampai ditengah kota, Nabi Lut merasa khawatir akan keselamatan mereka dan merasa malu kepada mereka.
Lalu ia berkata,
"Tidakkah kalian ketahui apa yang biasa dilakukan oleh penduduk kota ini?
Aku belum pernah mengetahui ada manusia yang lebih jahat daripada mereka di muka bumi ini.
Sesungguhnya kaumku adalah manusia yang paling jahat."
Jibril menoleh kepada malaikat lainnya dan berkata,
"Catatlah oleh kalian kedua persaksian ini."
Ketika Lut sampai di depan pintu rumahnya, ia menangis karena malu kepada mereka dan sekaligus merasa khawatir akan keselamatan mereka.
Lalu ia berkata,
"Sesungguhnya kaumku adalah makhluk yang paling jahat.
Tidakkah kalian tahu apa yang biasa dilakukan oleh penduduk kota ini.
Aku belum pernah mengetahui suatu penduduk kota pun di muka bumi ini yang lebih jahat daripada mereka."
Maka Jibril berkata,
"Catatlah oleh kalian ketiga persaksian ini, kini azab pasti diturunkan."
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, ternyata istri Nabi Lut yang sudah berusia lanjut lagi berhati buruk itu pergi dan naik ke atas rumah, ia mengibarkan pakaiannya sebagai isyarat yang ditujukan kepada kaumnya.
Maka orang-orang fasik berlomba-lomba datang dengan cepat menuju ke arahnya, lalu bertanya,
"Apakah yang telah terjadi denganmu?"
Istri Lut berkata,
"Lut telah menerima suatu kaum sebagai tamunya, aku belum pernah melihat wajah yang setampan mereka dan belum pernah mencium bau yang sewangi bau mereka."
Maka mereka bersegera menuju pintu rumah Nabi Lut, lalu Nabi Lut menutup pintu rumahnya dan menahan mereka dari dalam, sedangkan mereka mendorong pintu dari luar.
Dalam keadaan demikian Nabi Lut mengingatkan mereka kepada Allah seraya berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian.
Maka Malaikat Jibril bangkit dan menyumbat pintu itu, lalu ia meminta izin kepada Tuhannya untuk menyiksa mereka, maka Allah mengizin­kannya.
Lalu Jibril bangkit dan berubah ujud seperti aslinya di langit, kemudian membeberkan kedua sayapnya.
Jibril mempunyai dua buah sayap, dan pada sayapnya terdapat kain selendang yang terbuat dari mutiara yang dianyam.
Malaikat Jibril mempunyai gigi seri yang berkilauan, keningnya lebar lagi bercahaya sedangkan (rambut) kepalanya ikal bergelombang berwarna mutiara yang sangat putih seperti salju, dan kedua kakinya berwarna kehijau-hijauan.
Lalu ia berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu."
(QS. Hud [11]: 81)
Pergilah kamu, hai Lut, menjauhlah dari pintu itu dan biarkanlah aku menghadapi mereka.
Maka Lut menjauh dari pintu, lalu Malaikat Jibril keluar menghadapi mereka dan merentangkan sayapnya, ia pukul wajah mereka dengan sayapnya dengan pukulan yang membuat mata mereka tidak dapat melihat, sehingga mereka menjadi buta, tidak dapat melihat jalan.
Kemudian Lut diperintahkan untuk pergi bersama keluarganya pada malam itu juga:

Sebab itu, pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam.

Telah diriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka’b, Qatadah, dan As-Saddi hal yang semisal dengan keterangan di atas.

Unsur Pokok Surah Hud (هود)

Surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.

Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi HudNuhShalehIbrahimLuthMusaArsy Allah.
▪ Kejadian alam dalam 6 pase.
▪ Adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

▪ Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan.
▪ Tidak boleh berlaku sombong.
▪ Tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Shaleh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Syuaib `Luth `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi.
▪ Air sumber segala kehidupan.
Sembahyang itu memperkuat iman.
Sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum.

Audio

QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 123 + Terjemahan Indonesia

QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 123

Gambar Kutipan Ayat

Surah Hud ayat 81 - Gambar 1 Surah Hud ayat 81 - Gambar 2
Statistik QS. 11:81
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, “Nabi Hud”) adalah surah ke-11 dalam Alquran dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu’aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku’0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
Sending
User Review
4.3 (21 votes)
Tags:

11:81, 11 81, 11-81, Surah Hud 81, Tafsir surat Hud 81, Quran Hud 81, Surah Hud ayat 81

▪ QS HUD 81
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. Nuh (Nabi Nuh) – surah 71 ayat 14 [QS. 71:14]

13-14. Nabi Nuh menasihati kaumnya seperti dijelaskan di atas dan beliau melanjutkan nasihatnya. Mengapa kamu tidak mengagungkan Allah dengan sebenarnya dan tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungg … 71:14, 71 14, 71-14, Surah Nuh 14, Tafsir surat Nuh 14, Quran Nuh 14, Surah Nuh ayat 14

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 205 [QS. 2:205]

Dan di antara perbuatannya ialah apabila dia berpaling dari engkau, tidak lagi bersama engkau, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, melakukan berbagai kejahatan seperti merusak tanam-tanaman, … 2:205, 2 205, 2-205, Surah Al Baqarah 205, Tafsir surat AlBaqarah 205, Quran Al-Baqarah 205, Surah Al Baqarah ayat 205

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #4

Fungsi pakaian adalah … tingkatkan gensi sebagai penutup aurat agar tidak kedinginan menghindari tubuh agar tidak kotor untuk munjukkan model

Pendidikan Agama Islam #11

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Menyampaikan persamaan hak dan derajat Memperbaiki akhlak masyarakat

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … Al-Baqarah Al-Maidah An-Nisa’ Ali Imran Yasin Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Instagram