Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 81 [QS. 11:81]

قَالُوۡا یٰلُوۡطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّکَ لَنۡ یَّصِلُوۡۤا اِلَیۡکَ فَاَسۡرِ بِاَہۡلِکَ بِقِطۡعٍ مِّنَ الَّیۡلِ وَ لَا یَلۡتَفِتۡ مِنۡکُمۡ اَحَدٌ اِلَّا امۡرَاَتَکَ ؕ اِنَّہٗ مُصِیۡبُہَا مَاۤ اَصَابَہُمۡ ؕ اِنَّ مَوۡعِدَہُمُ الصُّبۡحُ ؕ اَلَـیۡسَ الصُّبۡحُ بِقَرِیۡبٍ
Qaaluuu yaa luuthu innaa rusulu rabbika lan yashiluu ilaika fa-asri biahlika biqith’in minallaili walaa yaltafit minkum ahadun ilaaamraataka innahu mushiibuhaa maa ashaabahum inna mau’idahumush-shubhu alaisash-shubhu biqariibin;
Mereka (para malaikat) berkata,
“Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu.
Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka.
Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh.
Bukankah subuh itu sudah dekat?”
―QS. Hud [11]: 81

Daftar isi

The angels said,
"O Lot, indeed we are messengers of your Lord;
(therefore), they will never reach you.
So set out with your family during a portion of the night and let not any among you look back – except your wife;
indeed, she will be struck by that which strikes them.
Indeed, their appointment is (for) the morning.
Is not the morning near?"
― Chapter 11. Surah Hud [verse 81]

قَالُوا۟ mereka berkata
They said,
يَٰلُوطُ Hai Luth
"O Lut!
إِنَّا sesungguhnya kami
Indeed, we
رُسُلُ utusan
(are) messengers
رَبِّكَ Tuhanmu
(of) your Lord,
لَن tidak
never
يَصِلُوٓا۟ mereka sampai
they will reach
إِلَيْكَ kepadamu
you.
فَأَسْرِ maka berjalanlah
So travel
بِأَهْلِكَ dengan keluargamu
with your family
بِقِطْعٍ sepotong/di akhir
in a part
مِّنَ dari
of
ٱلَّيْلِ malam
the night
وَلَا dan jangan
and (let) not
يَلْتَفِتْ berpaling
look back
مِنكُمْ diantara kamu
anyone of you, *[meaning includes next or prev. word]
أَحَدٌ seorang
anyone of you, *[meaning includes next or prev. word]
إِلَّا melainkan
except
ٱمْرَأَتَكَ isterimu
your wife.
إِنَّهُۥ sesungguhnya
Indeed, it
مُصِيبُهَا menimpanya
will strike her
مَآ apa
what
أَصَابَهُمْ menimpa mereka
will strike them.
إِنَّ sesungguhnya
Indeed,
مَوْعِدَهُمُ waktu yang dijanjikan pada mereka
their appointed time
ٱلصُّبْحُ waktu subuh
(is) morning.
أَلَيْسَ bukankah
Is not
ٱلصُّبْحُ waktu subuh
the morning
بِقَرِيبٍ sudah dekat
near?"

Tafsir Al-Quran

Surah Hud
11:81

Tafsir QS. Hud (11) : 81. Oleh Kementrian Agama RI


Setelah para malaikat yang menjadi tamu Nabi Luth `alaihis salam itu menyaksikan adanya kekhawatiran pada diri Nabi Luth `alaihis salam, mereka berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu yang sengaja diutus untuk membinasakan mereka dan menyelamatkan kamu dari kejahatan-kejahatan mereka.
Mereka sekali-kali tidak akan dapat mengganggu kamu, maka tenangkanlah hatimu.

Ternyata penglihatan kaum Nabi Luth `alaihis salam itu dijadikan gelap oleh Allah sehingga mereka tidak dapat melihat kepada Nabi Luth `alaihis salam dan kepada tamu-tamunya seperti diterangkan dalam firman Allah:

وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku! (al-Qamar [54]: 37)


Akhirnya mereka kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan buta, tidak mengetahui jalan menuju ke rumahnya, mereka berteriak-teriak minta tolong dan mengatakan bahwa kami disihir oleh tamu-tamu yang berada di rumah Luth `alaihis salam


Malaikat itu berkata kepada Nabi Luth `alaihis salam,
"Keluarlah dari kampung ini, beserta keluarga dan kaummu yang beriman di akhir malam ini dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang ketinggalan atau menoleh ke belakang kecuali istrimu.
Sesungguhnya azab yang akan menimpa mereka itu akan menimpa istrimu pula karena ia adalah seorang perempuan yang tidak beriman bahkan telah khianat kepada suaminya.
"
Adapun sebabnya mereka tidak menoleh ke belakang, karena akibat menyaksikan azab itu, ia akan panik sehingga kakinya tidak akan dapat melangkah lagi dan akhirnya ditimpa oleh azab yang menyusul di belakangnya.
Saat datangnya azab kepada mereka adalah waktu subuh seperti diterangkan dalam firman Allah:

فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَ

Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
(al-Hijr [15]: 73)


Kemudian malaikat itu menegaskan kepastian turunnya azab dengan sebuah pertanyaan,
"Bukankah subuh itu sudah dekat?
Maka segeralah kamu bersiap-siap untuk mencari keselamatan."

Tafsir QS. Hud (11) : 81. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Setelah berubah menjadi bentuk aslinya, malaikat berkata,
"Hai Luth, jangan takut dan cemas! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, bukan manusia seperti yang tampak menurut penglihatanmu dan kaummu.
Mereka tidak akan dapat menyakitimu dan mengganggumu.



Pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu di akhir malam.
Keluarlah bersama mereka dari negeri ini, dan jangan sampai ada seorang pun yang tertinggal supaya tidak terkena pedihnya azab.


Akan tetapi jangan kamu ikut sertakan istrimu keluar bersamamu, sebab dia harus ditimpa azab seperti yang lainnya.
Sesungguhnya waktu kehancuran mereka ialah waktu subuh yang sudah dekat.


Maka, kau tak perlu takut."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Para malaikat itu berkata,
"Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan Rabb-mu, yang diutus untuk membinasakan kaummu.
Mereka tidak akan dapat mengganggumu.


Maka keluarlah kamu bersama keluargamu dari desa ini pada akhir malam.
Dan janganlah ada seorang pun yang menoleh ke belakang agar tidak melihat azab yang diturunkan, maka dia akan ikut terkena.


Akan tetapi, istrimu yang telah mengkhianatimu dengan menjadi kafir dan munafik akan kami binasakan pula bersama kaummu.
Sesungguhnya saat jatuhnya azab mereka adalah waktu Shubuh, yaitu waktu yang sudah dekat."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Para utusan itu berkata,
"Hai Luth! Sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Rabbmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu) dengan berlaku jahat terhadap dirimu


(sebab itu bawalah pergi keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir) pada bagian yang terakhir dari


(malam dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal) supaya ia tidak melihat kengerian azab yang menimpa mereka


(kecuali istrimu) dengan dibaca rafa`, yaitu imra-atuka, berkedudukan menjadi badal dari lafal ahadin.
Menurut qiraat lain dibaca nashab, yaitu imra-ataka, berkedudukan menjadi istitsna dari lafal al-ahl.
Artinya janganlah engkau membawa pergi dia.


(Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka) menurut suatu pendapat dikatakan bahwa Nabi Luth tidak membawa istrinya pergi.
Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa Nabi Luth membawanya pergi.
Hanya saja ia menoleh ke belakang seraya mengatakan, ‘Aduh kaumku!’ Lalu ia ditimpa oleh batu besar sehingga matilah dia."
Nabi Luth bertanya kepada utusan tentang waktu pembinasaan kaumnya, maka para utusan itu berkata.


("Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh) Nabi Luth meminta, ‘Aku minta supaya lebih disegerakan lagi.’ Mereka menjawab


(‘Bukankah subuh itu sudah dekat?’")

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Para utusan (malaikat) berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu."


Para malaikat itu pun memerintahkan Lut agar pergi meninggalkan kota itu bersama keluarganya di akhir malam, dan hendaknya Lut berjalan di belakang keluarganya, yakni menggiring mereka.

…dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh ke belakang.

Yakni apabila kamu mendengar suara azab yang menimpa kaummu, janganlah kamu terkejut dan takut dengan suara yang menggetarkan itu, tetapi tetaplah berjalan terus, jangan hiraukan mereka.

kecuali istrimu.

Kebanyakan ulama tafsir menilai istisna ini dari kalimat yang musbat, yakni kalimat yang dikecualikannya adalah kalimat positif, yaitu firman-Nya:

Sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu.

Dengan kata lain, pergilah dengan membawa keluargamu dan pengikut-pengikutmu kecuali istrimu.
Hal yang sama disebutkan menurut qiraat Ibnu Mas’ud.
Mereka me-nasab-kan lafaz imra-ah.
karena —menurut mereka— istisna dari kalimat yang musbat itu hukumnya wajib di-nasab-kan.

Ulama qiraat lainnya dan ulama nahwu mengatakan bahwa istisna ini berasal dari firman-Nya:

…dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh kecuali istrimu.

Karena itulah mereka memperbolehkan bacaan rafa dan nasab.
Mereka menyebutkan pula bahwa istri Nabi Lut berangkat bersama rombongan Nabi Lut.
Tetapi ketika mendengar suara gemuruh, istri Nabi Lut menoleh ke belakang.
Maka ia menjerit seraya berkata,
"Aduhai kaumku!"
Lalu datanglah sebuah batu besar dari langit menimpanya, sehingga matilah ia.

Kemudian para utusan itu mempercepat kebinasaan kaumnya, sebagai berita gembira untuknya, karena ia berkata kepada mereka,
"Binasakanlah mereka saat sekarang juga."
Maka mereka (para utusan) itu berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

…karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh, bukankah subuh itu sudah dekat?

Saat itu juga kaum Lut berdiri di depan pintu rumahnya, menunggu.
Mereka datang ke rumah Nabi Lut dengan bergegas-gegas dari semua penjuru, sedangkan Nabi Lut berdiri di depan pintu, menolak mereka dan melarang serta mengusir mereka agar tidak melakukan kebiasaannya terhadap tamu-tamunya itu.
Tetapi sebaliknya kaum Lut tidak mau menerima perlakuan itu, bahkan mereka mengancam dan menekannya.
Maka pada saat itu .
Jibril keluar menghadapi mereka dan memukul wajah mereka dengan sayapnya, sehingga wajah mereka penuh dengan debu, lalu mereka pergi tanpa mengetahui jalan yang ditempuhnya.
Hal ini diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, melalui firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerah­kan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
(QS. Al-Qamar [54]: 37)

Ma’mar telah meriwayatkan dari Qatadah, dari Huzaifah ibnul Yaman yang mengatakan bahwa Ibrahim ‘alaihis salam sering datang kepada kaum Lut dan mengatakan kepada mereka,
"Allah telah melarang kalian melakukan perbuatan yang menyebabkan kalian akan tertimpa siksa dan azab-Nya."
Tetapi mereka tidak menaatinya.
Ketika ketetapan Allah telah tiba, maka para malaikat datang kepada Nabi Lut yang saat itu sedang bekerja di lahan miliknya, lalu Lut mengundang mereka untuk bertamu kepadanya.
Maka mereka menjawab,
"Kami akan menjadi tamu-tamumu malam ini."
Allah telah memerintahkan kepada Malaikat Jibril, bahwa janganlah ia mengazab mereka sebelum Lut mempersaksikan mereka sebanyak empat kali persaksian.
Ketika Lut berangkat bersama mereka ke rumahnya untuk menerima mereka sebagai tamunya, maka Lut menceritakan kejahatan yang dilakukan oleh kaumnya.
Lut berjalan sesaat dengan mereka, lalu ia menoleh kepada mereka dan berkata,
"Tidakkah kalian mengetahui apa yang dilakukan oleh penduduk kota ini?
Aku belum pernah mengetahui di muka bumi ini manusia yang lebih jahat daripada mereka.
Ke manakah aku akan membawa kalian pergi?
Kepada kaumku?
Mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk Allah."
Jibril menoleh kepada malaikat lainnya seraya berkata,
"Catatlah oleh kalian, ini adalah persaksian pertama.
Kemudian Nabi Lut berjalan sesaat lagi bersama mereka, dan ketika sampai ditengah kota, Nabi Lut merasa khawatir akan keselamatan mereka dan merasa malu kepada mereka.
Lalu ia berkata,
"Tidakkah kalian ketahui apa yang biasa dilakukan oleh penduduk kota ini?
Aku belum pernah mengetahui ada manusia yang lebih jahat daripada mereka di muka bumi ini.
Sesungguhnya kaumku adalah manusia yang paling jahat."
Jibril menoleh kepada malaikat lainnya dan berkata,
"Catatlah oleh kalian kedua persaksian ini."
Ketika Lut sampai di depan pintu rumahnya, ia menangis karena malu kepada mereka dan sekaligus merasa khawatir akan keselamatan mereka.
Lalu ia berkata,
"Sesungguhnya kaumku adalah makhluk yang paling jahat.
Tidakkah kalian tahu apa yang biasa dilakukan oleh penduduk kota ini.
Aku belum pernah mengetahui suatu penduduk kota pun di muka bumi ini yang lebih jahat daripada mereka."
Maka Jibril berkata,
"Catatlah oleh kalian ketiga persaksian ini, kini azab pasti diturunkan."
Setelah mereka masuk ke dalam rumah, ternyata istri Nabi Lut yang sudah berusia lanjut lagi berhati buruk itu pergi dan naik ke atas rumah, ia mengibarkan pakaiannya sebagai isyarat yang ditujukan kepada kaumnya.
Maka orang-orang fasik berlomba-lomba datang dengan cepat menuju ke arahnya, lalu bertanya,
"Apakah yang telah terjadi denganmu?"
Istri Lut berkata,
"Lut telah menerima suatu kaum sebagai tamunya, aku belum pernah melihat wajah yang setampan mereka dan belum pernah mencium bau yang sewangi bau mereka."
Maka mereka bersegera menuju pintu rumah Nabi Lut, lalu Nabi Lut menutup pintu rumahnya dan menahan mereka dari dalam, sedangkan mereka mendorong pintu dari luar.
Dalam keadaan demikian Nabi Lut mengingatkan mereka kepada Allah seraya berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian.
Maka Malaikat Jibril bangkit dan menyumbat pintu itu, lalu ia meminta izin kepada Tuhannya untuk menyiksa mereka, maka Allah mengizin­kannya.
Lalu Jibril bangkit dan berubah ujud seperti aslinya di langit, kemudian membeberkan kedua sayapnya.
Jibril mempunyai dua buah sayap, dan pada sayapnya terdapat kain selendang yang terbuat dari mutiara yang dianyam.
Malaikat Jibril mempunyai gigi seri yang berkilauan, keningnya lebar lagi bercahaya sedangkan (rambut) kepalanya ikal bergelombang berwarna mutiara yang sangat putih seperti salju, dan kedua kakinya berwarna kehijau-hijauan.
Lalu ia berkata,
"Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu."
(QS. Hud [11]: 81)
Pergilah kamu, hai Lut, menjauhlah dari pintu itu dan biarkanlah aku menghadapi mereka.
Maka Lut menjauh dari pintu, lalu Malaikat Jibril keluar menghadapi mereka dan merentangkan sayapnya, ia pukul wajah mereka dengan sayapnya dengan pukulan yang membuat mata mereka tidak dapat melihat, sehingga mereka menjadi buta, tidak dapat melihat jalan.
Kemudian Lut diperintahkan untuk pergi bersama keluarganya pada malam itu juga:

Sebab itu, pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam.

Telah diriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka’b, Qatadah, dan As-Saddi hal yang semisal dengan keterangan di atas.

Unsur Pokok Surah Hud (هود)

Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.

Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam, dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

▪ Adanya ‘Arsy Allah.
▪ Kejadian alam dalam 6 pase.
▪ Adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

▪ Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan.
▪ Tidak boleh berlaku sombong.
▪ Tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

▪ Kisah Nuh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Huud `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Shaleh `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Ibrahim `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Syuaib `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Luth `alaihis salam dan kaumnya.
▪ Kisah Musa `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi.
▪ Air sumber segala kehidupan.
▪ Sembahyang itu memperkuat iman.
▪ Sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum.

Audio Murottal

QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 123 + Terjemahan Indonesia
QS. Hud (11) : 1-123 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 123

Gambar Kutipan Ayat

Surah Hud ayat 81 - Gambar 1 Surah Hud ayat 81 - Gambar 2
Statistik QS. 11:81
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, “Nabi Hud”) adalah surah ke-11 dalam Alquran dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu’aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
Sending
User Review
4.3 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
11:81, 11 81, 11-81, Surah Hud 81, Tafsir surat Hud 81, Quran Hud 81, Surah Hud ayat 81
▪ QS HUD 81
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 11:81

More Videos

Kandungan Surah Hud

۞ QS. 11:1 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 11:2 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:3 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Islam menghapus dosa masa lalu • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:4 Al Qadiir (Maha Penguasa) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 11:5 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 11:6 • Keluasan ilmu Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:7 Arsy • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 11:8 • Segala sesuatu ada takdirnya • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:11 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 11:12 Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 11:13 • Mendustai Allah

۞ QS. 11:14 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:15 • Riyaa’ dalam berbuat baik • Perbuatan dan niat

۞ QS. 11:16 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Perbuatan orang kafir sia-sia • Riyaa’ dalam berbuat baik • Perbuatan dan niat • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 11:17 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Islam agama fitrah • Azab orang kafir

۞ QS. 11:18 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:19 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:20 Al Wali (Maha Pelindung) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:21 • Mendustai Allah • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 11:22 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:23 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 11:24 • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 11:26 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:27 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:28 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:29 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 11:30 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 11:31 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 11:33 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:34 Tauhid RububiyyahSifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 11:35 • Mendustai Allah • Rasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 11:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:37 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:38 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:39 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:41 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Minta tolong kepada Allah • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 11:43 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:44 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:45 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:46 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 11:47 Ar Rabb (Tuhan) • Memohon ampun

۞ QS. 11:48 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:49 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib

۞ QS. 11:50 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:51 • Balasan dan pahala dari Allah • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 11:52 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:54 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafirRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 11:56 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:57 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hafiz (Maha Penjaga) • Penghinaan orang kafir terhadap Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:58 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 11:59 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:60 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:61 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Qarib (Maha Dekat) • Al Mujib (Maha Pengabul doa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 11:62 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:63 Ar Rabb (Tuhan) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 11:65 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:66 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) •

۞ QS. 11:67 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:68 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 11:69 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:70 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:72 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 11:73 • Kekuasaan Allah • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Majid (Maha Bagus) • Doa malaikat untuk umat muslim

۞ QS. 11:76 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:77 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 11:79 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:81 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir

۞ QS. 11:82 • Kekuasaan Allah • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:83 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir

۞ QS. 11:84 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 11:87 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:88 Ar Rabb (Tuhan) • Taufiq dari Allah

۞ QS. 11:89 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:90 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Wadud (Maha Kasih sayang) •

۞ QS. 11:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:92 Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 11:93 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:94 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 11:97 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 11:98 • Setiap umat mengikuti apa yang telah mereka sembah • Azab orang kafir

۞ QS. 11:99 • Azab orang kafir

۞ QS. 11:101 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 11:102 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:103 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 11:104 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 11:105 • Derajat para pemeluk agama • Sifat hari penghitungan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 11:106 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:107 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Iradah (berkeinginan) • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 11:108 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya •

۞ QS. 11:109 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:110 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 11:111 Ar Rabb (Tuhan) • Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 11:112 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 11:113 Al Wali (Maha Pelindung) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:114 • Amal shaleh sebagai pelebur dosa-dosa kecil

۞ QS. 11:115 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 11:116 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:117 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 11:118 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 11:119 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 11:121 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:122 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 11:123 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan •

Ayat Pilihan

dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah & hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),
dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Hasyr [59]: 18

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dia telah ciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tak diketahuinya
QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari & Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari,
kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan,
kemudian kepada Allah-lah kamu kembali
QS. Al-An’am [6]: 60

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Correct! Wrong!

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

An-Nas

Apa itu An-Nas? Surah An-Nas adalah surah penutup dalam Alquran. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golong...

fir’aun

Siapa itu fir’aun? Fir’aun adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode. Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk penguasa ya...

Abdul Qadir al-Jailani

Siapa itu Abdul Qadir al-Jailani? Abdul Qadir Jaelani atau Abd al-Qadir al-Gilani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Ia a...