Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 9 [QS. 41:9]

قُلۡ اَئِنَّکُمۡ لَتَکۡفُرُوۡنَ بِالَّذِیۡ خَلَقَ الۡاَرۡضَ فِیۡ یَوۡمَیۡنِ وَ تَجۡعَلُوۡنَ لَہٗۤ اَنۡدَادًا ؕ ذٰلِکَ رَبُّ الۡعٰلَمِیۡنَ ۚ
Qul a-innakum latakfuruuna biil-ladzii khalaqal ardha fii yaumaini wataj’aluuna lahu andaadan dzalika rabbul ‘aalamiin(a);
Katakanlah,
“Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya?
Itulah Tuhan seluruh alam.”
―QS. Fushshilat [41]: 9

Daftar isi

Say,
"Do you indeed disbelieve in He who created the earth in two days and attribute to Him equals?
That is the Lord of the worlds."
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 9]

قُلْ katakanlah

Say,
أَئِنَّكُمْ apakah sesungguhnya kamu

"Do you indeed
لَتَكْفُرُونَ sungguh kamu kafir

[surely] disbelieve
بِٱلَّذِى dengan yang

in the One Who
خَلَقَ menciptakan

created
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth
فِى dalam

in
يَوْمَيْنِ dua masa/hari

two periods
وَتَجْعَلُونَ dan kamu menjadikan

and you set up
لَهُۥٓ bagi-Nya

with Him
أَندَادًا sekutu-sekutu

rivals?
ذَٰلِكَ demikian itu

That
رَبُّ Tuhan

(is the) Lord
ٱلْعَٰلَمِينَ semesta alam

(of) the worlds."

Tafsir Quran

Surah Fushshilat
41:9

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar menanyakan kepada orang-orang musyrik Mekah kenapa mereka mengingkari Allah yang telah menciptakan bumi dalam dua hari.
Kenapa mereka menyembah tuhan-tuhan yang lain di samping menyembah Allah?
Padahal Allah Maha Suci dari segala sesuatu.

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menjadikan bumi pada ayat ini ialah menciptakan wujudnya, dan yang dimaksud dengan
"hari atau masa"
dalam ayat ini ialah waktu, karena hari dan malam belum ada di saat langit dan bumi diciptakan.

Makna pembentukan bumi dalam waktu dua hari, dapat ditafsirkan secara ilmiah bahwa pembentukan bumi ini terjadi pada dua periode atau dua masa.

Hari pertama adalah masa ketika sekitar 4,6 miliar yang lampau, awan debu dan gas yang mengapung di ruang angkasa mulai mengecil (lihat penjelasan dalam Al-A’raf [7]: 54 tentang pembentukan langit dan bumi dalam enam masa).
Materi pada pusat awan itu mengumpul menjadi matahari dan sisa gas dan debunya memipih berbentuk cakram di sekitar matahari.

Kemudian butir-butir debu dalam awan itu saling melekat dan membentuk planetisimal yang kemudian saling bertabrakan membentuk planet, di antaranya adalah bumi.
Hari kedua diawali ketika proses pemanasan akibat peluruhan radioaktif menyebabkan proto bumi meleleh, dan bahan-bahan yang berat seperti besi tenggelam ke pusat bumi sedangkan yang ringan seperti air dan karbondioksida beralih ke luar.

Planet bumi kemudian mendingin dan sekitar 2,5 miliar tahun yang lampau bumi terlihat seperti apa yang kita lihat sekarang ini.

Pertanyaan yang disampaikan kepada orang-orang musyrik pada ayat ini, tidak bermaksud untuk bertanya, tetapi untuk mencela perbuatan mereka menyembah berhala.

Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa bukankah mereka telah mengetahui dengan pasti bahwa berhalaberhala yang mereka sembah itu terbuat dari batu yang tidak dapat berbuat sesuatu pun, bahkan berhala itu mereka sendiri yang membuatnya, mengapa mereka sembah yang demikian itu.
Jika mereka mau menghambakan diri, maka hambakanlah kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan yang menentukan segala sesuatu.

Tuhan yang berhak mereka sembah ialah Allah yang menciptakan, menguasai, mengatur, memelihara kelangsungan adanya, dan yang menentukan akhir kesudahan semesta alam ini, bukan berhala yang mereka sembah itu.

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Katakan, wahai Rasulullah, kepada orang-orang musyrik,
"Mengherankan sekali kalian ini! Kalian mengingkari Allah yang menciptakan bumi dalam waktu dua hari.
Bersamaan dengan itu, kalian juga menyekutukan-Nya dengan hal-hal yang kalian anggap menyamai-Nya.


Pencipta bumi itu adalah Penguasa dan Pemelihara alam semesta. "[1].



[1] Satuan hari dalam Alquran yang kadang-kadang disebut dalam bentuk tunggal (yawm), dual (yawmayn) dan jamak (ayyam), seperti dapat kita lihat pada QS. al-Hajj: 47, al-Sajdah: 5 dan al-Ma’arij: 4, mengisyaratkan bahwa dimensi waktu bersifat nisbi.


Satuan-satuan waktu yang digunakan oleh manusia bertalian dengan rotasi dan revolusi bumi.
Dengan demikian, apabila seseorang meninggalkan bumi menuju planet lain, maka panjang dan pendek satuan-satuan itu di masing-masing planet akan berbeda.


Ayat ini menunjukkan fakta-fakta ilmiah ini, yaitu bahwa waktu adalah nisbi.
Dari situ, kita mengenal adanya beberapa tahun yang relatif berbeda-beda.


Tahun matahari, umpamanya, bagi bumi dihitung dengan lamanya waktu yang ditempuh oleh bumi dalam berevolusi mengelilingi matahari, yaitu lebih kurang 365 hari.
Sedangkan bagi planet-planet yang lebih dekat ke matahari, seperti Merkurius, putaran di sekeliling matahari hanya memakan waktu 88 hari saja.


Sebaliknya Pluto, planet yang paling jauh dan paling lambat, menempuh putarannya dalam 250 tahun bumi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin seraya menyalahkan dan memperihatkan ketakjuban terhadap perbuatan mereka :
Apakah kalian akan benar-benar kafir kepada Allah yang menciptakan bumi dalam dua hari, kalian mengangkat sekutu-sekutu dan tandingan bagi Allah dan menyembah mereka bersama-Nya?
Padahal sang Pencipta itu adalah Allah Rabb semesta alam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah,
"Sesungguhnya patutkah kalian) kedua huruf Hamzah pada lafal A-innakum dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil


(kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari) yaitu hari Ahad dan hari Senin


(dan kalian adakan sekutu-sekutu bagi-Nya") tandingan-tandingan bagi-Nya.


(Yang bersifat demikian itulah Rabb) yakni pemilik


(semesta alam) lafal Al-Aalamiina adalah bentuk jamak dari lafal Aalamun, maksudnya adalah segala sesuatu yang selain Allah.
Kemudian dijamakkan mengingat jenisnya yang bermacam-macam, dan jamak di sini memakai Ya dan Nun karena memprioritaskan makhluk yang berakal.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini merupakan keingkaran dari Allah subhanahu wa ta’ala terhadap orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyembah selain-Nya di samping Dia, padahal Allah-lah Yang menciptakan segala sesuatu, Yang Maha Mengalahkan segala sesuatu, Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah,
"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?"
(QS. Fushshilat [41]: 9)

Yakni kamu membuat-buat tandingan dan sekutu yang kalian sembah bersama dengan Allah subhanahu wa ta’ala

Yang demikian itulah Tuhan semesta alam.
(QS. Fushshilat [41]: 9)

Yaitu Yang menciptakan segala sesuatu itu adalah Tuhan semesta alam.
Dalam ayat ini terkandung perincian dari apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.
(QS. Yunus [10]: 3)

Dalam ayat ini diperincikan hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan bumi secara terpisah dari hal-hal yang berkaitan dengan penciptaan langit.
Disebutkan bahwa pada mulanya Allah menciptakan bumi karena bumi bagaikan fondasi, dan untuk membangun sesuatu itu dimulai dari fondasinya dahulu, setelah itu baru atap, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.
(QS. Al-Baqarah [2]: 29), hingga akhir ayat.

Adapun mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?
Allah telah membangunnya.
Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan kokoh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
(QS. An-Nazi’at [79]: 27-33)

Disebutkan padanya bahwa penghamparan bumi itu terjadi sesudah penciptaan langit.
Penghamparan itu dijelaskan oleh firman-Nya:

Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
(QS. An-Nazi’at [79]: 31)

Ini terjadi sesudah penciptaan langit.
Adapun penciptaan bumi, kejadiannya sebelum penciptaan langit menurut keterangan nas Alquran.
Dan dengan nas inilah Ibnu Abbas r.a. mengemukakan jawabannya (terhadap orang yang bertanya kepadanya), menurut apa yang diketengahkan oleh Imam Bukhari dalam tafsir ayat ini, bagian dari kitab sahihnya.


Disebutkan di dalamnya bahwa Al-Minhal telah meriwayatkan dari Sa’id ibnu Jubair yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki berkata kepada Ibnu Abbas r.a. bahwa dirinya benar-benar menemui hal-hal yang menyulitkannya di dalam Alquran karena menurutnya simpang siur.
Lelaki itu membaca firman-Nya:
maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 101);
Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.
(QS. As-Saffat [37]: 27)
Dan dalam ayat lain disebutkan:
dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) suatu kejadian pun.
(QS. An-Nisa’ [4]: 42)
Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.
(QS. Al-An’am [6]: 23)
Dalam ayat ini mereka menyembunyikan keadaan yang sebenarnya pada diri mereka.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?
(QS. An-Nazi’at [79]: 27)
sampai dengan firman-Nya:
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
(QS. An-Nazi’at [79]: 30)
Maka Allah menyebutkan penciptaan langit sebelum penciptaan bumi.
Lalu dalam ayat lainnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Katakanlah,
"Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa."
(QS. Fushshilat [41]: 9)
sampai dengan firman-Nya:
Kami datang dengan suka hati.
(QS. Fushshilat [41]: 11)
Dalam ayat ini disebutkan bahwa penciptaan bumi itu sebelum penciptaan langit.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Ahzab [33]: 5)
Dalam ayat yang lainnya disebutkan:
Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Fath [48]: 19)
Dan dalam ayat yang lainnya lagi disebutkan:
Dan adalah Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. An-Nisa’ [4]: 134)
Yakni memakai kana yang artinya dahulu, setelah itu tidak lagi menyandang sifat-sifat tersebut.


Maka Ibnu Abbas r.a. menjawab, bahwa firman Allah subhanahu wa ta’ala:
maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 101)
Kejadian yang disebutkan dalam ayat ini ialah di saat tiupan sangkakala yang pertama.
Disebutkan pula oleh firman-Nya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah.
(QS. Az-Zumar [39]: 68)
Maka tidak ada pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya.
Dan pada tiupan yang kedua disebutkan oleh firman-Nya:
Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan.
(QS. As-Saffat [37]: 27)
Adapun mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:
Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.
(QS. Al-An’am [6]: 23)
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
dan mereka tidak menyembunyikan (dari Allah) suatu kejadian pun.
(QS. An-Nisa’ [4]: 42)
Karena sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa orang-orang yang mengikhlaskan ibadah mereka hanya kepada Allah, lalu orang-orang musyrik berkata, (kepada sesama mereka),
"Marilah kita katakan, ‘Kami bukanlah orang-orang yang mempersekutukan Allah’."
Lalu dikuncilah mulut mereka dan berkatalah tangan-tangan mereka.
Maka pada saat itu diketahui bahwa mereka tidak dapat menyembunyikan dari Allah suatu kejadian pun.
Dan pada saat itu disebutkan oleh firman-Nya:
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah.
(QS. An-Nisa’ [4]: 42), hingga akhir ayat.
Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala:
menciptakan bumi dalam dua hari.
(QS. Fushshilat [41]: 9)
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan langit, lalu Dia menuju ke langit dan menjadikannya tujuh langit dalam dua hari yang lainnya.
Setelah itu baru dia menghamparkan bumi, yakni mengeluarkan airnya, tumbuh-tumbuhannya, dan menciptakan gunung-gunung, padang-padang pasir, dan lain-lainnya dalam dua hari berikutnya.
Hal inilah yang dimaksud dengan makna menghamparkannya.
Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
menciptakan bumi dalam dua hari.
(QS. Fushshilat [41]: 9)
Dia menciptakan bumi dan segala sesuatu yang ada padanya dalam empat hari, dan Dia menciptakan langit dalam dua hari.
Mengenai firman-Nya:
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Al-Ahzab [33]: 5)
dan ayat-ayat lainnya yang memakai ungkapan yang sama, yakni kana menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menyifati Zat-Nya dengan demikian.
Hal ini diungkapkan oleh firman-Nya yang berarti menunjukkan pengertian bahwa Dia masih tetap bersifat demikian.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala itu tidak sekali-kali menghendaki sesuatu, melainkan mendapatkan apa yang dikehendaki-Nya.
Karena itulah jangan sekali-kali Alquran di fahami olehmu dengan pemahaman yang keliru sehingga akibatnya akan memusingkan dirimu, karena sesungguhnya tiap-tiap Kalamullah itu (Al Qur’an) berasal dari sisi-Nya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Addi, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Amr, dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Al-Minhal (yakni Ibnu Amr).
Lalu disebutkan hadis yang telah disebutkan di atas.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

menciptakan bumi dalam dua hari.
(QS. Fushshilat [41]: 9)

Yakni pada hari Ahad dan hari Senin.

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
▪ Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio Murottal

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 9 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 41:9
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

41:9, 41 9, 41-9, Surah Fushshilat 9, Tafsir surat Fushshilat 9, Quran Fushilat 9, Fusilat 9, Fussilat 9, Surah Fusilat ayat 9

Video Surah

41:9


More Videos

Kandungan Surah Fushshilat

۞ QS. 41:2 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 41:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:6 Tauhid Uluhiyyah • Ampunan Allah yang luas • Al Wahid (Maha Esa) • Ikhlas dalam berbuat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:7 Zakat rukun Islam

۞ QS. 41:8 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 41:9 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 41:11 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala

۞ QS. 41:12 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 41:13 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:14 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:15 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:17 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:18 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 41:19 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 41:20 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 41:21 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:22 • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:23 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 41:25 • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya • Pahala jin dan balasannya • Jin yang berteman dengan manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 41:26 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:27 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:28 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:29 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 41:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:31 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya • Berangan-angan di dalam surga •

۞ QS. 41:32 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 41:33 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 41:34 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 41:35 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 41:36 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 41:37 Tauhid Uluhiyyah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 41:38 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 41:40 • Al Bashir (Maha Melihat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:41 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:42 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Hamid (Maha Terpuji)

۞ QS. 41:43 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:45 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 41:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan tingkat amal saleh • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 41:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 41:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 41:50 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:53 Ar Rabb (Tuhan) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 41:54 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Mengingkari hari kebangkitan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

“Tuhan kami ialah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, malaikat turun kepada mereka dengan mengatakan:
“Janganlah kamu takut & merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
QS. Fussilat [41]: 30

Apa mereka persekutukan (Allah dengan) berhala yang tak dapat ciptakan sesuatu pun? Sedang berhala itu sendiri buatan orang. Berhala itu tak bisa beri pertolongan pada penyembahnya & pada dirinya sendiri pun tak dapat memberi pertolongan
QS. Al-A’raf [7]: 191-192

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

+

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

At-Tur

Apa itu At-Tur? Surah At-Tur adalah surah ke-52 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat. Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat...

Fardu ain

Apa itu Fardu ain? Fardu ain adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hu...

tahiat

Apa itu tahiat? ta.hi.at bacaan dalam salat untuk menghormati Allah Subhanahu Wa Ta`ala., doa untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. beserta keluarga, dan doa untuk hamba Allah yang sal...