QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 6 [QS. 41:6]

قُلۡ اِنَّمَاۤ اَنَا بَشَرٌ مِّثۡلُکُمۡ یُوۡحٰۤی اِلَیَّ اَنَّمَاۤ اِلٰـہُکُمۡ اِلٰہٌ وَّاحِدٌ فَاسۡتَقِیۡمُوۡۤا اِلَیۡہِ وَ اسۡتَغۡفِرُوۡہُ ؕ وَ وَیۡلٌ لِّلۡمُشۡرِکِیۡنَ ۙ
Qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuha ilai-ya annamaa ilahukum ilahun waahidun faastaqiimuu ilaihi waastaghfiruuhu wawailul(n)-lilmusyrikiin(a);

Katakanlah:
“Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.
Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,
―QS. 41:6
Topik ▪ Takwa ▪ Ikhlas dalam berbuat ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup
41:6, 41 6, 41-6, Fushshilat 6, Fushshilat 6, Fushilat 6, Fusilat 6, Fussilat 6

Tafsir surah Fushshilat (41) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Mendengar alasan-alasan yang dikemukakan orang-orang musyrik pada ayat-ayat yang lalu itu, maka Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah menjawab ucapan mereka itu dengan mengatakan: “Aku ini bukanlah malaikat, bukan jin atau orang yang mempunyai kekuatan gaib.
Aku tidak lain hanyalah manusia biasa, seperti kamu juga.
Kenapa kamu mengatakan bahwa antara aku dan kamu terdapat dinding yang tinggi dan tebal sehingga tidak memungkinkan aku berhubungan dengan kamu.
Seandainya =akui bukan jenis manusia dan berbicara dengan bahasa yang bukan bahasa manusia, sehingga kamu tidak memahami bahasaku, maka hal itu tidaklah wajar.
Tidak ada sesuatu pun perbedaan antara aku dan kamu.
Aku adalah seorang Rasul yang diutus Tuhan untuk menyampaikan agama Nya kepadamu.
Pokok ajaran agama itu ialah bahwa Tuhan yang berhak disembah adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Karena itu aku diperintahkan agar menyampaikan kepadamu: “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Nya, hendaklah kamu beribadat kepada Nya saja, murnikanlah ketundukan dan ketaatan hanya kepada Nya saja.
Janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu pun.
Mohonkanlah ampun kepada Nya terhadap dosa-dosa yang telah kamu kerjakan”.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa kerugian dan kesengsaraan yang besar akan dialami oleh orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
Mereka akan kekal di dalam neraka di akhirat nanti.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan kepada mereka, wahai Rasul, “Aku hanyalah seorang manusia seperti kalian yang, melalui wahyu, diberitahu oleh Allah bahwa sembahan kalian yang sebenarnya adalah Tuhan yang Mahaesa.
Maka pergilah kalian kepada-Nya melalui jalan yang lurus, dan mintalah ampunan atas dosa-dosa kalian kepada- Nya! Azab yang kejam tersedia bagi orang-orang musyrik yang tidak membayar zakat kepada orang yang berhak menerima, dan mengingkari kehidupan akhirat.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya) yakni dengan beriman dan taat kepada-Nya (dan mohonlah ampun kepada-Nya.

Dan kecelakaan yang besarlah) lafal Al-Wail ini merupakan kalimat azab (bagi orang-orang yang musyrik.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah.
(Fushshilat : 6)

hai Muhammad, kepada orang-orang yang mendustakan lagi musyrik itu.

Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.
(Q.S. Fushshilat [41]: 6)

tidak seperti berhala-berhala, sekutu-sekutu, dan tuhan-tuhan yang berbeda-beda yang kalian sembah-sembah itu.
Sesungguhnya yang wajib disembah itu hanyalah Allah Tuhan Yang Maha Esa.

maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya.
(Q.S. Fushshilat [41]: 6)

Yakni murnikanlah penyembahanmu itu hanya kepada-Nya sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada kalian melalui lisan rasul-rasul-Nya,

dan mohonlah ampun kepada-Nya.
(Q.S. Fushshilat [41]: 6)

untuk dosa-dosamu di masa yang silam.

Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya).
(Q.S. Fushshilat [41]: 6)

Yaitu kebinasaan dan kehancuran bagi mereka.


Informasi Surah Fushshilat (فصلت)
Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Mu’min.

Dinamai “Fushshilat” (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan “Fush­shilat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti “yang dijelaskan”.
Maksudnya ayat­ ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pe­kerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan “Haa Miim As Sajdah” karena surat ini dimulai dengan “Haa Miim” dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Al Qur’an dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya
kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah
semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung
anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat
azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Aad dan Tsamud
Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh
berita gembira dari malaikat kepada orang­ orang yang beriman
anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik
an­caman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah
sifat-sifat Al Qur’an Al Karim
manusia dan wataknya.

Ayat-ayat dalam Surah Fushshilat (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Fushshilat (41) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Fushshilat (41) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Fushshilat (41) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Fushshilat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 41:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, "Yang Dijelaskan") adalah surah ke-41 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
4.9
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/41-6









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim