Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 44 [QS. 41:44]

وَ لَوۡ جَعَلۡنٰہُ قُرۡاٰنًا اَعۡجَمِیًّا لَّقَالُوۡا لَوۡ لَا فُصِّلَتۡ اٰیٰتُہٗ ؕ ءَؔاَعۡجَمِیٌّ وَّ عَرَبِیٌّ ؕ قُلۡ ہُوَ لِلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا ہُدًی وَّ شِفَآءٌ ؕ وَ الَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ فِیۡۤ اٰذَانِہِمۡ وَقۡرٌ وَّ ہُوَ عَلَیۡہِمۡ عَمًی ؕ اُولٰٓئِکَ یُنَادَوۡنَ مِنۡ مَّکَانٍۭ بَعِیۡدٍ
Walau ja’alnaahu quraanan a’jamii-yan laqaaluuu laulaa fush-shilat aayaatuhu aa’jamii-yun wa’arabii-yun qul huwa lil-ladziina aamanuu hudan wasyifaa-un waal-ladziina laa yu’minuuna fii aadzaanihim waqrun wahuwa ‘alaihim ‘aman uula-ika yunaadauna min makaanin ba’iidin;
Dan sekiranya Alquran Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan,
“Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”
Apakah patut (Alquran) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab?
Katakanlah,
Alquran adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman.
Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Alquran) itu merupakan kegelapan bagi mereka.
Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”
―QS. Fushshilat [41]: 44

Daftar isi

And if We had made it a non-Arabic Qur’an, they would have said,
"Why are its verses not explained in detail (in our language)?
Is it a foreign (recitation) and an Arab (messenger)?"
Say,
"It is, for those who believe, a guidance and cure."
And those who do not believe – in their ears is deafness, and it is upon them blindness.
Those are being called from a distant place.
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 44]

وَلَوْ dan jika
And if
جَعَلْنَٰهُ Kami jadikannya
We (had) made it
قُرْءَانًا bacaan
a Quran
أَعْجَمِيًّا bahasa asing/selain bahasa Arab
(in) a foreign (language),
لَّقَالُوا۟ tentu mereka mengatakan
they (would have) said,
لَوْلَا mengapa tidak
"Why not
فُصِّلَتْ dijelaskan
are explained in detail
ءَايَٰتُهُۥٓ ayat-ayatnya
its verses?
ءَا۬عْجَمِىٌّ apakah bahasa asing/selain bahasa Arab
(Is it) a foreign (language)
وَعَرَبِىٌّ dan orang Arab/bahasa Arab
and an Arab?"
قُلْ katakanlah
Say,
هُوَ ia/Al Qur’an
"It (is)
لِلَّذِينَ bagi orang-orang yang
for those who
ءَامَنُوا۟ beriman
believe,
هُدًى petunjuk
a guidance
وَشِفَآءٌ dan penawar/obat
and a healing."
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang
And those who
لَا tidak
(do) not
يُؤْمِنُونَ mereka beriman
believe,
فِىٓ pada
in
ءَاذَانِهِمْ telinga mereka
their ears
وَقْرٌ sumbat
(is) deafness,
وَهُوَ dan ia/Al Qur’an
and it
عَلَيْهِمْ atas mereka
(is) for them
عَمًى buta/kegelapan
blindness.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu
Those
يُنَادَوْنَ mereka dipanggil
are being called
مِن dari
from
مَّكَانٍۭ tempat
a place
بَعِيدٍ yang jauh
far."

Tafsir Al-Quran

Surah Fushshilat
41:44

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 44. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini merupakan jawaban dari sikap dan ucapan orang-orang musyrik yang terdapat pada ayat-ayat yang sebelumnya.
Kepada mereka disampaikan bahwa seandainya Allah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad dengan salah satu bahasa selain dari bahasa Arab, tentu orang-orang Quraisy Mekah akan berkata,
"Mengapa Alquran tidak diturunkan dalam bahasa Arab?
Sehingga kami mudah memahami hukumhukum dan ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalamnya.
"
Padahal dulunya mereka berkata,
"Apakah Alquran yang diturunkan itu berbahasa selain Arab, sedang rasul yang diutus itu berbahasa Arab."


Allah memerintahkan agar Rasulullah menjawab pertanyaan orang-orang musyrik yang tidak mau percaya kepada Alquran itu dengan berkata kepada mereka,
"Alquran ini bagi orang-orang yang percaya kepadanya, meyakini bahwa ia berasal dari Allah Yang Mahakuasa, dan percaya kepada rasul yang menyampaikannya, merupakan petunjuk ke jalan kebahagiaan, penawar hati, dan menghilangkan keragu-raguan.

Ayat ini sejalan dengan firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (Yunus [10]: 57)


Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, rasul-Nya, dan Alquran, pada telinga mereka ada sumbatan yang menutup pendengaran mereka dari mendengar ayat-ayat Alquran.

Mereka buta sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah dan tidak dapat menerima pelajaran yang disampaikan rasul.


Orang-orang yang tidak mendengar ayat-ayat Allah dan tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya diserupakan dengan orang yang diseru dari suatu tempat yang jauh, ia hanya dapat mendengar suara yang tidak jelas, sehingga ia tidak mengerti maksud suara itu.

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 44. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila Alquran Kami turunkan dalam bahasa selain bahasa Arab, sebagaimana diusulkan oleh para pembangkang itu, pasti mereka, dengan sikap ingkar, akan mengatakan,
"Mengapa ayat-ayat Alquran tidak diterangkan dengan bahasa yang dapat kami mengerti?
Mengapa Alquran tidak berbahasa Arab padahal diturunkan di kalangan bangsa Arab?"
Katakan kepada mereka, wahai Muhammad,
"Alquran itu hanya dapat dijadikan petunjuk, penyembuh, dan penyelamat dari kebingungan dan keragu-raguan bagi orang-orang Mukmin saja, bukan yang lain.
Sedang orang-orang yang tidak mempercayainya, seolah-olah menjadi tuli dan buta karena hanya melihat bagian Alquran yang, menurut mereka, dapat dijadikan bahan fitnah.


Mereka ini bagaikan orang yang diseru kepada keimanan dari tempat yang jauh dan tidak bisa mendengarnya."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, kalaulah Kami menjadikan Al-Qur’an yang diturunkan ini berbahasa selain Arab, orang-orang musyrik itu berkata,
"Mengapakah ayat-ayatnya tidak diterangkan sehingga kami bisa paham dan tahu?
Apakah patut Alquran disampaikan dalam bahasa asing, sedangkan rasulnya adalah orang Arab?
Ini sangatlah tidak mungkin."
Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka,
"Alquran ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai petunjuk dari kesesatan, obat hati dari keraguan dan penyakit.


Sementara itu, bagi orang-orang yang tidak memercayai Alquran, dalam telinga mereka ada sumbatan sehingga tidak bisa mendengar dan menadaburinya.
Hati mereka buta sehingga tidak dapat melihat petunjuk.


Orang-orang musyrik itu seperti orang yang dipanggil dari kejauhan sehingga tidak mampu mendengar dan menyahut panggilan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan jika Kami jadikan ia) yakni Alquran itu


(suatu bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab tentu mereka mengatakan,
"Mengapa tidak) kenapa tidak


(dijelaskan) diterangkan


(ayat-ayatnya?) sehingga kami dapat memahaminya.


(Apakah) patut Alquran


(dalam bahasa asing sedangkan) nabi


(adalah orang Arab) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna ingkar, yakni menunjukkan keingkaran mereka.
Dan lafal A’jamiyyun ini dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil.


(Katakanlah,
"Alquran ini bagi orang-orang yang beriman adalah petunjuk) dari kesesatan


(dan penawar) dari kebodohan.


(Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan) penutup, sehingga mereka tidak dapat mendengar


(sedangkan Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka) karena itu mereka tidak dapat memahaminya.


(Mereka itu adalah seperti orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh") karenanya mereka tidak dapat mendengar dan tidak dapat memahami panggilan yang ditujukan kepadanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah menyebutkan kefasihan, paramasastra, dan kekukuhan Alquran dalam lafaz dan maknanya, yang sekalipun demikian orang-orang musyrik tidak mau beriman kepadanya, lalu Allah mengingatkan bahwa kekafiran mereka kepada Alquran timbul dari keingkaran dan sikap menentang mereka.
Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan kalau Alquran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 198-199)

Demikian pula seandainya Alquran diturunkan dengan bahasa asing, tentulah mereka akan mengatakan dengan nada menentang dan ingkar.

Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?
Apakah (patut Alquran) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab?
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Yakni niscaya mereka akan mengatakan,
"Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan dengan bahasa Arab?"
Dan tentulah mereka mengingkarinya seraya berkata,
"Mengapa bahasa asing diturunkan kepada lawan bicara yang berbahasa Arab lagi tidak memahaminya?"
Ini sebagai terjemahan bebas dari ucapan mereka,
"Apakah patut Alquran diturunkan dengan bahasa asing, sedangkan rasul adalah orang Arab?"
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, dan As-Saddi serta lain-lainnya.

Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan ucapan mereka —"Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?
Apakah patut Alquran dalam bahasa asing, sedangkan rasul adalah orang Arab?"— ialah mengapa sebagiannya tidak diturunkan dengan bahasa asing dan sebagian lainnya dengan bahasa Arab?
Demikianlah menurut pendapat Al-Hasan Al-Basri, dan dia selalu membacanya demikian, yakni tanpa hamzah istifham pada lafaz ajamiyyun.
Hal yang sama disebutkan pula dalam suatu riwayat yang bersumber dari Sa’id ibnu Jubair.
Takwil seperti ini menunjukkan pengertian lebih tegas dalam sikap ingkar dan menentang.
Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Katakanlah,
"Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Yakni katakanlah, hai Muhammad, bahwa Alquran ini bagi orang yang beriman kepadanya merupakan petunjuk bagi kalbunya dan penawar bagi semua keraguan dan kebimbangan yang ada di dalam dadanya.

Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan.
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Maksudnya, mereka tidak memahami apa yang terkandung di dalamnya.

sedangkan Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Yaitu tidak memperoleh petunjuk dari keterangan yang terkandung di dalam Alquran.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
(QS. Al Israa [17]: 82)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.
(QS. Fushshilat [41]: 44)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah jauh dari pengertian hati mereka.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seakan-akan orang-orang yang diajak bicara oleh Alquran seperti orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh, yang artinya tentu saja mereka tidak dapat mendengar seruan itu dan tidak pula memahaminya.


Menurut hemat saya, ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja.
Mereka tuli, bisu, dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.
(QS. Al-Baqarah [2]: 171)

Ad-Dahhak mengatakan bahwa kelak di hari kiamat mereka diseru dengan nama panggilan yang paling buruk lagi paling hina.

As-Saddi mengatakan, dahulu Khalifah Umar ibnul Khattab r.a. sedang duduk di majelis seorang lelaki dari kalangan kaum muslim yang sedang melakukan peradilan.
Tiba-Tiba lelaki itu berkata,
"Kupenuhi panggilannya!"
Maka Umar r.a. bertanya,
"Mengapa engkau mengucapkan jawaban seruan, apakah engkau melihat seseorang atau ada seseorang yang memanggilmu?"
Lelaki itu menjawab,
"Ada seruan yang memanggil­ku dari balik laut."
Maka Umar r.a. berkata,
"Mereka itu orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh."
Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Fushshilat (41) Ayat 44

Diriwayatkan oleh Ibnu Jabir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa orang-orang Quraisy berkata: “Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan dalam bahasa ‘ajam (asing) dan bahasa Arab?”

Maka turunlah ayat ini (Fushshilat: 44) sebagai jawaban kepada mereka, bahwa walaupun al-Qur’an ini diturunkan bukan dalam bahasa Arab, pasti mereka akan menolak pula dengan meminta perincian lebih lanjut dengan bahasa ‘ajam dan bahasa Arab.
Kemudian turunlah ayat selanjutnya (Fushshilat: 45) yang menegaskan bahwa apa pun yang diturunkan Allah, mereka tetap akan memperselisihkannya, sebagaimana terjadi pada Kitab Taurat Musa.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Fushshilat (41) Ayat 44

A’JAM
أَعْجَم

Lafaz ini adalah bentuk mufrad, lafaz jamaknya adalah al ‘aajm yang bermakna nisbah kepada ‘ajam yaitu yang bukan bangsa Arab.
Contohnya, apabila lafaz ini disandarkan kepada satu perkataan lain seperti lisan a’jamiyy, maka maknanya ialah percakapan orang bukan Arab.

Di dalam Al Qur’an, terdapat tiga bentuk penggunaan lafaz ini yaitu :
a’jamiyy yang digunakan dalam ayat 103 surah An Nahl dan ayat 44 surah Ibrahim,
a’jamiyyan dalam ayat 44 surah Fushshilat,
al-a’jamin dalam ayat 198 surah Asy Syu’araa’

Dalam surah An Nahl ayat 103 , lafaz a’jamiyy bermakna bahasa ‘ajam yaitu bukan bahasa Arab.

Jika disebut lelaki a’jam ataupun perempuan a’jam, maka ia bermakna lelaki dan perempuan itu tidak fasih berbahasa Arab.

Al Farra’ menyebut, al a’jam adalah orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun dia adalah orang Arab, sedangkan al a’jamiy atau al ‘ajami adalah orang yang asalnya bukan berbangsa Arab.

Menurut Abu Ali pula, al a’jami merangkum makna bagi orang yang berbangsa ‘ajam sekalipun fasih berbahasa Arab dan orang yang tidak fasih berbahasa Arab meskipun asalnya adalah bangsa Arab.

Lafaz al a’jam juga memiliki makna yang pertama yaitu orang yang asalnya berbangsa ‘ajam baik fasih berbahasa Arab ataupun tidak.

Kesimpulan yang dapat dibuat berdasarkan pada ayat 103 surah An Nahl, lafaz al a’jamiyy tepatnya bermaksud tidak berbahasa Arab.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:3-4

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukumhukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
▪ Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio Murottal

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia
QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 44 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 44 - Gambar 2 Surah Fushshilat ayat 44 - Gambar 3
Statistik QS. 41:44
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
Sending
User Review
4.7 (13 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
41:44, 41 44, 41-44, Surah Fushshilat 44, Tafsir surat Fushshilat 44, Quran Fushilat 44, Fusilat 44, Fussilat 44, Surah Fusilat ayat 44
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 41:44

More Videos

Kandungan Surah Fushshilat

۞ QS. 41:2 Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 41:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:6 Tauhid Uluhiyyah • Ampunan Allah yang luas • Al Wahid (Maha Esa) • Ikhlas dalam berbuat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:7 Zakat rukun Islam

۞ QS. 41:8 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 41:9 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 41:11 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala

۞ QS. 41:12 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 41:13 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:14 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:15 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:17 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:18 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 41:19 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 41:20 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 41:21 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:22 • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:23 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 41:25 • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya • Pahala jin dan balasannya • Jin yang berteman dengan manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 41:26 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:27 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:28 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:29 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 41:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:31 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya • Berangan-angan di dalam surga •

۞ QS. 41:32 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 41:33 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 41:34 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 41:35 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 41:36 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 41:37 Tauhid UluhiyyahAl Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 41:38 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 41:40 Al Bashir (Maha Melihat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:41 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:42 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Hamid (Maha Terpuji)

۞ QS. 41:43 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:45 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 41:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan tingkat amal saleh • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 41:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 41:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 41:50 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:53 Ar Rabb (Tuhan) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 41:54 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Mengingkari hari kebangkitan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari & waktu kamu berada di waktu subuh,
QS. Ar-Rum [30]: 17

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan amal saleh & nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran & nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

QS. Al-‘Asr [103]: 1-3

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

+

Array

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kamus Istilah Islam

Dzihar

Apa itu Dzihar? Berikut beberapa batasan tentang Bab Dzihar Pertama, makna dzihar secara bahasa merupakan turunan dari kata ad-Dzahru yang artinya punggung. Karena hubungan badan ibarat menunggang. S...

Ad-Duha

Apa itu Ad-Duha? Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr. Nama...

Al-Muddassir

Apa itu Al-Muddassir? Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil. ...