Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 32 [QS. 41:32]

نُزُلًا مِّنۡ غَفُوۡرٍ رَّحِیۡمٍ
Nuzulaa min ghafuurin rahiimin;
Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Fushshilat [41]: 32

As accommodation from a (Lord who is) Forgiving and Merciful."
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 32]

نُزُلًا pemberian

A hospitable gift
مِّنْ dari

from
غَفُورٍ Maha Pengampun

(the) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٍ Maha Penyayang

(the) Most Merciful."

Tafsir

Alquran

Surah Fushshilat
41:32

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 32. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah menganugerahkan yang demikian itu sebagai suatu kemuliaan bagi mereka.
Dia mengampuni segala dosa-dosa dan mencurahkan rahmat kepada mereka.

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 32. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Para malaikat itu juga mengatakan,
"Kami adalah penolong-penolong kalian di dunia, dengan memberikan dukungan, dan di akhirat dengan memberikan syafaat dan penghormatan.
Di akhirat nanti kalian akan mendapatkan segala apa yang kalian sukai dan penghormatan yang kalian dambakan dari Tuhan yang ampunan dan kasih sayang-Nya amat luas. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


(31-32) Para malaikat berkata kepada mereka, “Kami adalah para penolong kalian di kehidupan dunia.
Kami menyokong dan menjaga kalian dengan perintah Allah.


Demikian pula kami akan menyertai kalian di akhirat.
Di surga ini kalian bebas mendapatkan apa yang kalian pilih dan inginkan.


Mata kalian akan menjadi sejuk.
Apa pun yang kalian inginkan akan hadir di hadapan kalian sebagai sambutan dan kenikmatan bagi kalian dari Tuhan yang Maha Pengampun atas dosa-dosa kalian dan Maha Penyayang terhadap kalian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sebagai hidangan) sebagai rezeki yang telah dipersiapkan bagi kalian, lafal ayat ini dinashabkan oleh lafal Ja’ala yang keberadaannya diperkirakan sebelumnya


(dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang") yaitu dari Allah subhanahu wa ta’ala

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ibnu Abu Hatim dalam ayat ini telah mengetengahkan sebuah hadis tentang pasar di dalam surga, yaitu pada tafsir firman-Nya:
di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. Fushshilat [41]: 31-32).
Untuk itu Ibnu Abu Hatim mengatakan:


telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Abdul Humaid ibnu Habib ibnu Abul Isyrin Abu Sa’id Al-Auza’i, telah menceritakan kepadaku Hassan ibnu Atiyyah, dari Sa’id ibnul Musayyab, bahwa ia bersua dengan Abu Hurairah r.a., lalu Abu Hurairah r.a. berkata,
"Aku memohon kepada Allah semoga Dia menghimpunkan aku dan kamu di dalam pasar surga."
Sa’id ibnu Jubair bertanya,
"Apakah di dalam surga terdapat pasar?"
Abu Hurairah dalam jawabannya mengiakan, lalu ia menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bercerita kepadanya:
bahwa para penghuni surga apabila telah dimasukkan ke dalam surga, mereka mendapat jamuan dari Allah berkat keutamaan amal perbuatan mereka.
Maka diizinkan bagi mereka selama satu hari seperti lamanya hari Jumat pada kalian;
dalam waktu itu Allah menampakkan bagi mereka ‘Arasy-Nya, dan Allah menampakkan diri bagi mereka di dalam suatu taman surga.
Kemudian dibuatkan bagi mereka mimbar-mimbar, ada yang dari cahaya, ada yang dari mutiara, ada yang dari yaqut, ada yang dari zabarjad, ada yang dari emas, dan ada yang dari perak.
Orang yang paling bawah kedudukannya dari ahli surga yang pada penampilannya tiada yang rendah di antara mereka, mereka duduk di atas tumpukan minyak kesturi dan kafur, dan mereka tidak memandang bahwa ahli surga yang mempunyai kursi kedudukan lebih utama kedudukannya daripada mereka.
Abu Hurairah r.a. bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat Tuhan kita?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya, apakah kalian berdesak-desakan saat melihat matahari dan rembulan di malam purnama?"
Kami menjawab,
"Tidak."
Rasulullah ﷺ bersabda, bahwa demikian pula kalian tidak berdesak-desakan saat melihat Tuhan kalian.
Dan tiada seorang pun yang ada dalam majelis tersebut melainkan Allah menjumpainya sekali jumpa.
Sehingga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada seseorang dari mereka,
"Hai Fulan bin Fulan, apakah engkau teringat hari anu ketika kamu mengerjakan anu dan anu,"
Allah mengingatkannya tentang sebagian dari kekeliruannya semasa di dunia.
Maka lelaki itu menjawab,
"Ya, benar Tuhanku, saya ingat, tetapi bukankah Engkau telah memberi ampun bagiku?"
Allah subhanahu wa ta’ala menjawab,
"Benar, maka berkat keluasan ampunan-Ku engkau mencapai kedudukanmu yang sekarang ini."
Ketika para ahli surga dalam keadaan demikian, lalu mereka ditutupi oleh awan dari atas mereka, dan turunlah hujan wewangian kepada mereka yang wanginya belum pernah mereka rasakan seharum itu.
Kemudian Allah berfirman,
"Bangkitlah kalian menuju tempat yang telah Kusediakan bagi kalian, yaitu tempat yang terhormat, dan ambillah apa saja yang kalian sukai."
Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, bahwa lalu kami mendatangi suatu pasar yang dikelilingi oleh para malaikat, di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata hal yang semisal dengannya, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terdetik di hati manusia.
Maka dibawakanlah bagi kami segala sesuatu yang kami sukai tanpa harus memakai transaksi jual beli, dan di dalam pasar itu sebagian ahli surga bersua dengan sebagian yang lainnya.
Datanglah seorang ahli surga yang mempunyai kedudukan yang tinggi menjumpai ahli surga yang kedudukannya berada di bawahnya, tetapi tiada seorang pun di antara mereka yang rendah.
Maka yang berkedudukan lebih rendah itu merasa terkejut dengan pakaian yang dikenakan oleh temannya yang lebih tinggi kedudukannya itu.
Belum lagi pembicaraannya habis, tiba-tiba yang berkedudukan rendah berubah dengan penampilan yang lebih baik daripada temannya itu.
Demikian itu karena seseorang tidak boleh merasa bersedih hati di dalam surga.
Setelah itu kami pulang ke tempat tinggal masing-masing dan disambut oleh istri-istri kami seraya mengatakan,
"Selamat datang, kekasih kami, sesungguhnya engkau datang dengan penampilan yang lebih tampan, lebih harum, dan lebih utama daripada sebelumnya saat engkau meninggalkan kami."
Maka suaminya menjawab,
"Sesungguhnya kami hari ini bertamu kepada Tuhan kami Yang Maha Mengalahkan, Mahasuci, lagi Mahatinggi, maka sudah sepantasnya bila kami kembali pulang dalam keadaan seperti ini berkat kemurahan-Nya."

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini di dalam Sifatul Jannah, bagian dari kitab Jami’-nya melalui Muhammad ibnu Ismail, dari Hisyam ibnu Ammar.

Ibnu Majah meriwayatkannya dari Hisyam ibnu Ammar dengan sanad dan lafaz yang semisal.
Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya kecuali hanya melalui jalur ini.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Addi, dari Humaid, dari Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang menyukai perjumpaan dengan Allah, maka Allah menyukai pula perjumpaan dengannya.
Dan barang siapa yang tidak suka perjumpaan dengan Allah, maka Allah tidak suka pula berjumpa dengannya.
Kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, kita semua tentu tidak suka mati."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu bukan berarti membenci kematian, tetapi seorang mukmin itu apabila menjelang kematiannya didatangi oleh malaikat pembawa berita gembira dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menceritakan kepadanya tempat yang bakal dihuninya.
Maka tiada sesuatu pun yang lebih disukainya selain dari perjumpaan dengan Allah subhanahu wa ta’ala Maka Allah pun suka menjumpainya.
Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, bahwa sesungguhnya seorang pendurhaka atau seorang kafir apabila menjelang kematiannya didatangkan kepadanya keburukan yang kelak akan menjadi tempat tinggalnya atau keburukan yang akan dijumpainya.
Karena itu ia membenci perjumpaan dengan Allah, maka Allah pun tidak suka berjumpa dengannya.

Hadis ini sahih, dan di dalam kitab sahih hadis ini telah diketengahkan melalui jalur yang lain.

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukumhukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amalamal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 32 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 32 - Gambar 2
Statistik QS. 41:32
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah41
Nama SurahFushshilat
Arabفصلت
ArtiYang dijelaskan
Nama lainHa Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu61
JuzJuz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’5 ruku’
Jumlah ayat54
Jumlah kata796
Jumlah huruf3364
Surah sebelumnyaSurah Al-Mu’min
Surah selanjutnyaSurah Asy-Syura
Sending
User Review
4.3 (15 votes)
Tags:

41:32, 41 32, 41-32, Surah Fushshilat 32, Tafsir surat Fushshilat 32, Quran Fushilat 32, Fusilat 32, Fussilat 32, Surah Fusilat ayat 32

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nahl (Lebah) – surah 16 ayat 99 [QS. 16:99]

Dengan memohon perlindungan secara tulus, Allah pasti akan melindungimu. Sungguh, setan itu dengan segala bisikan, rayuan, dan godaannya tidak akan berpengaruh negatif terhadap orang yang beriman deng … 16:99, 16 99, 16-99, Surah An Nahl 99, Tafsir surat AnNahl 99, Quran An-Nahl 99, Surah An Nahl ayat 99

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

+

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut

Pendidikan Agama Islam #8

Orang yang menceritakan hadits disebut … perawi tabi’in sanad tabi’ut tabi’in haditsain Benar! Kurang tepat! Sumber kedua hukum dalam menetapkan

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Ali ‘Imran ayat 173 Al-Fatihah ayat 4 Taha ayat

Instagram