Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 30 [QS. 41:30]

اِنَّ الَّذِیۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰہُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَیۡہِمُ الۡمَلٰٓئِکَۃُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَ لَا تَحۡزَنُوۡا وَ اَبۡشِرُوۡا بِالۡجَنَّۃِ الَّتِیۡ کُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
Innal-ladziina qaaluuu rabbunaallahu tsummaastaqaamuu tatanazzalu ‘alaihimul malaa-ikatu alaa takhaafuu walaa tahzanuu wa-absyiruu bil jannatillatii kuntum tuu’aduun(a);
Sesungguhnya orang-orang yang berkata,
“Tuhan kami adalah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati;
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
―QS. Fushshilat [41]: 30

Daftar isi

Indeed, those who have said,
"Our Lord is Allah
"
and then remained on a right course – the angels will descend upon them, (saying),
"Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 30]

إِنَّ sesungguhnya
Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
those who
قَالُوا۟ mereka mengatakan
say,
رَبُّنَا Tuhan kami
"Our Lord,
ٱللَّهُ Allah
(is) Allah,"
ثُمَّ kemudian
then
ٱسْتَقَٰمُوا۟ mereka meneguhkan pendirian
stand firm –
تَتَنَزَّلُ akan turun
will descend
عَلَيْهِمُ atas mereka
on them
ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ malaikat
the Angels,
أَلَّا janganlah
"(Do) not
تَخَافُوا۟ kamu takut
fear,
وَلَا dan janganlah
and (do) not
تَحْزَنُوا۟ kamu merasa bersedih
grieve
وَأَبْشِرُوا۟ dan gembirakanlah mereka
but receive the glad tidings
بِٱلْجَنَّةِ dengan surga
of Paradise
ٱلَّتِى yang
which
كُنتُمْ kalian adalah
you were
تُوعَدُونَ kamu dijanjikan
promised.

Tafsir Al-Quran

Surah Fushshilat
41:30

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 30. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengatakan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Menciptakan, Memelihara, dan Menjaga kelangsungan hidup, Memberi rezeki, dan yang berhak disembah, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kemudian mereka tetap teguh dalam pendiriannya itu, maka para malaikat akan turun untuk mendampingi mereka pada saat-saat diperlukan.
Di antaranya pada saat mereka meninggal dunia, di dalam kubur, dan dihisab di akhirat nanti, sehingga segala kesulitan yang mereka hadapi terasa menjadi ringan.


Dalam hadis Nabi ﷺ diterangkan bahwa teguh dalam pendirian itu merupakan hal yang sangat diperlukan oleh seorang mukmin:


Sufyan bin ‘Abdullah ats-saqaf meriwayatkan bahwa seseorang berkata,
"Ya Rasulullah,perintahkan kepadaku tentang Islam suatu pererintah yang, aku tidak menanyakan lagi kepada orang selain engkau."
Rasulullah menjawab,
"Katakanlah:
Aku beriman kepada Allah, kemudian teguhkanlah pendirianmu.
"
Aku berkata,
"Apa yang harus aku jaga?"
Maka Rasulullah mengisyaratkan kepada lidahnya sendiri.
(Riwayat Muslim)


Menurut Abu Bakar, yang dimaksud dengan perkataan
"istiqamah"
ialah tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.


Kepada orang yang beriman dan berpendirian teguh dengan tidak mempersekutukan-Nya, Allah menurunkan malaikat yang menyampaikan kabar menggembirakan, memberikan segala yang bermanfaat, menolak kemudaratan, dan menghilangkan duka cita yang mungkin ada padanya dalam seluruh urusan duniawi maupun urusan ukhrawi.
Dengan demikian, dadanya menjadi lapang dan tenteram, tidak ada kekhawatiran pada diri mereka.

Sedangkan kepada orang-orang kafir, datang setan yang selalu menggoda mereka, sehingga menjadikan perbuatan buruk indah menurut pandangan mereka.


Waki’ dan Ibnu Zaid berpendapat bahwa para malaikat memberikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman pada tiga keadaan yaitu, ketika mati, di dalam kubur, dan di waktu kebangkitan.


Kepada orang-orang yang beriman itu para malaikat mengatakan agar mereka tidak usah khawatir menghadapi hari kebangkitan dan hari perhitungan nanti.
Mereka juga tidak usah bersedih hati terhadap urusan dunia yang luput dari mereka seperti yang berhubungan dengan keluarga, anak, harta, dan sebagainya.


Menurut ‘Atha’, yang dimaksud dengan
"alla takhafu wa la tahzanu"
ialah:
janganlah kamu khawatir bahwa Allah tidak memberi pahala amalmu, sesungguhnya kamu itu diterima Allah, dan janganlah kamu bersedih hati atas perbuatan dosa yang telah kamu perbuat, maka sesungguhnya Allah mengampuninya.


Ayat ini selanjutnya menjelaskan bahwa para malaikat mengatakan kepada orang-orang beriman agar bergembira dengan surga yang telah dijanjikan para rasul.
Mereka pasti masuk surga, dan kekal di dalamnya.

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 30. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang berkata,
"Tuhan kami adalah Allah,"
sebagai pengakuan atas kemahaesaan-Nya, kemudian menjalankan syariat-Nya secara istikamah, benar-benar akan selalu dikunjungi oleh para malaikat dengan mengatakan,
"Kalian tak perlu merasa takut dengan kesusahan yang menimpa kalian, juga tak perlu bersedih dengan kebaikan yang tidak bisa kalian dapatkan.
Sebaliknya, bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepada kalian melalui para nabi dan rasul. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesunggunya orang-orang yang berkata :
Rabb kami adalah Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya.
Kemudian mereka beristiqamah di atas syariat-Nya, maka para malaikat turun kepada mereka saat kematian dan berkata kepada mereka:
Jangan takut mati dan apa yang sesudahnya, jangan bersedih atas perkara-perkara dunia yang kalian tinggalkan, dan berbahagialah dengan surge yang telah dijanjikan kepada kalian.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Rabb kami adalah Allah,"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka) dalam ajaran tauhid dan lain-lainnya yang diwajibkan atas mereka


(maka malaikat akan turun kepada mereka) sewaktu mereka mati


("Hendaknya kalian jangan merasa takut) akan mati dan hal-hal yang sesudahnya


(dan jangan pula kalian merasa sedih) atas semua yang telah kalian tinggalkan, yaitu istri dan anak-anak, maka Kamilah yang akan menggantikan kedudukan mereka di sisi kalian


(dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 30)

Yakni mereka ikhlas dalam beramal hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu dengan menaati apa yang telah diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka.


Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Jarrah, telah menceritakan kepada kami Salam ibnu Qutaibah atau Qutaibah Asy-Sya’iri, telah menceritakan kepada kami Suhail ibnu Abu Hazim, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas ibnu Malik r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membacakan ayat berikut kepada kami, yaitu firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Sesungguhnya ada segolongan manusia yang telah mengucapkannya, tetapi setelah itu kebanyakan dari mereka kafir.
Maka barang siapa yang mengucapkannya dan berpegang teguh kepadanya hingga mati, berarti dia telah meneguhkan pendiriannya pada kalimah tersebut.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Imam Nasai di dalam kitab tafsirnya, juga Al-Bazzar, dan Ibnu Jarir, dari Amr ibnu Ali Al-Fallas, dari Muslim ibnu Qutaibah dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari ayahnya, dari Al-Fallas dengan sanad yang sama.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Amir ibnu Sa’id, dari Sa’id ibnu Imran yang mengatakan bahwa ia pernah membaca ayat berikut di hadapan sahabat Abu Bakar As-Siddiq r.a., yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Lalu Abu Bakar mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun.


Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan melalui hadis Al-Aswad ibnu Hilal yang mengatakan bahwa Abu Bakar r.a. pernah mengatakan,
"Bagaimanakah menurut kalian makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya?"
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Maka mereka menjawab,
"Tuhan kami ialah Allah,"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya dengan menghindari dari perbuatan dosa.
Maka Abu Bakar r.a. berkata,
"Sesungguhnya kalian menakwiIkannya bukan dengan takwil yang sebenarnya.
Lalu mereka berkata,
"Tuhan kami ialah Allah,"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya, tidak menoleh kepada Tuhan lain kecuali hanya Allah.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Az-Zahrani, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Umar Al-Aqdi, -dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya mengenai suatu ayat di dalam Kitabullah yang paling ringan.
Maka Ibnu Abbas membaca firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
dalam bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah.


Az-Zuhri mengatakan bahwa Umar r.a. membaca ayat ini di atas mimbarnya, kemudian mengatakan,
"Demi Allah, mereka meneguhkan pendiriannya karena Allah dengan taat kepada-Nya, dan mereka tidak mencla-mencle seperti musang."

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
dalam menunaikan hal-hal yang difardukan oleh-Nya.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.
Qatadah mengatakan bahwa Al-Hasan selalu mengatakan dalam doanya,
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhan kami, maka berilah kami istiqamah (keteguhan dalam pendirian)."


Abul Aliyah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Yakni mengikhlaskan ketaatan dan beramal karena Allah subhanahu wa ta’ala

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Ata, dari Abdullah ibnu Sufyan, dari ayahnya, bahwa seorang lelaki berkata,
"Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku suatu perintah dalam Islam, yang kelak aku tidak akan bertanya lagi kepada seorang pun sesudahmu."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Katakanlah,
"Tuhanku ialah Allah,
"
kemudian teguhkanlah pendirianmu! Lelaki itu bertanya,
"Lalu apakah yang harus kupelihara?"
Rasulullah ﷺ mengisyaratkan ke arah lisannya (yakni menjaga mulut).

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui Syu’bah, dari Ya’la ibnu Ata dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa’d, telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab, dari Abdur Rahman ibnu Ma’iz Al-Gamidi, dari Sufyan ibnu Abdullah As-Saqafi yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, sebutkanlah suatu perkara kepadaku yang kelak akan kujadikan pegangan."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Katakanlah,
"Tuhanku ialah Allah,
"
kemudian teguhkanlah pendirianmu! Kemudian aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang engkau sangat khawatirkan terhadap diriku?"
Maka Rasulullah ﷺ memegang ujung lisannya dan bersabda,
"Ini"
(yakni jaga lisanmu).

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Majah melalui hadis Az-Zuhri dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Imam Muslim di dalam kitab sahihnya —juga Imam Nasai—telah mengetengahkannya melalui hadis Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Sufyan ibnu Abdullah As-Saqafi yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, katakanlah suatu urusan kepadaku tentang Islam, yang kelak aku tidak akan menanyakannya kepada seorang pun sesudah engkau."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Katakanlah,
"Aku beriman kepada Allah,
"
kemudian teguhkanlah pendirianmu.
hingga akhir hadis.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

maka malaikat akan turun kepada mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 30)

Mujahid, As-Saddi, Zaid ibnu Aslam, dan anaknya mengatakan bahwa yang dimaksud ialah di saat mereka menjelang kematiannya, para malaikat itu turun kepada mereka dengan mengatakan:

Janganlah kamu merasa takut.
(QS. Fushshilat [41]: 30)

Mujahid, Ikrimah, dan Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah janganlah kamu takut dalam menghadapi kehidupan masa mendatang di akhirat.

dan janganlah kamu merasa sedih.
(QS. Fushshilat [41]: 30)

terhadap urusan dunia yang kamu tinggalkan, seperti urusan anak, keluarga, harta benda, dan utang;
karena sesungguhnya Kami akan menggantikanmu dalam mengurusnya.

dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.
(QS. Fushshilat [41]: 30)

Para malaikat menyampaikan berita gembira kepada mereka akan lenyapnya semua keburukan dan akan memperoleh semua kebaikan.


Hal ini sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis Al-Barra r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya para malaikat berkata kepada roh orang mukmin,
"Keluarlah engkau, hai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik yang sebelumnya engkau huni, keluarlah engkau menuju kepada ampunan dan nikmat serta Tuhan yang tidak murka."

Menurut pendapat lain, para malaikat turun kepada mereka di saat mereka dibangkitkan dari kuburnya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Ibnu Abbas dan As-Saddi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zur’ah, telah menceritakan kepada kami Abdus Salam ibnu Mazhar, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Sulaiman yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sabit membaca surat Ha Mim As-Sajdah.
Dan ketika bacaannya sampai pada firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,
"Tuhan kami ialah Allah,
"
kemudian mereka meneguhkan pendiriannya, maka malaikat akan turun kepada mereka.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Maka dia berhenti dari bacaannya, kemudian berkata bahwa telah sampai suatu berita kepada kami yang menyebutkan bahwa seorang mukmin ketika dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari kuburnya, ada dua malaikat menyambutnya.
Kedua malaikat itu yang dahulunya selalu bersamanya ketika di dunia.
Lalu keduanya mengatakan kepadanya,
"Janganlah kamu takut dan jangan pula bersedih."
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah di janjikan Allah kepadamu.
(QS. Fushshilat [41]: 30)
Maka Allah menenteramkan rasa takutnya dan menyenangkan hatinya, dan tiada suatu peristiwa besar yang terjadi di hari kiamat yang ditakuti oleh manusia melainkan hal itu bagi orang mukmin merupakan penyejuk hatinya berkat petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya, dan berkat amal perbuatannya selama di dunia.

Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa para malaikat itu menyampaikan berita gembira kepada orang mukmin saat menjelang kematiannya dan saat ia dibangkitkan dari kuburnya.


Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Pendapat ini bila dibandingkan dengan semua pendapat yang telah disebutkan di atas merupakan pendapat yang sangat baik dan memang kenyataannya demikian.

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukumhukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
▪ Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio Murottal

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia
QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 30 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 30 - Gambar 2 Surah Fushshilat ayat 30 - Gambar 3
Statistik QS. 41:30
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
Sending
User Review
3.5 (2 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
41:30, 41 30, 41-30, Surah Fushshilat 30, Tafsir surat Fushshilat 30, Quran Fushilat 30, Fusilat 30, Fussilat 30, Surah Fusilat ayat 30
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 41:30

More Videos

Kandungan Surah Fushshilat

۞ QS. 41:2 Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 41:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:6 Tauhid Uluhiyyah • Ampunan Allah yang luas • Al Wahid (Maha Esa) • Ikhlas dalam berbuat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:7 Zakat rukun Islam

۞ QS. 41:8 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 41:9 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 41:11 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala

۞ QS. 41:12 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 41:13 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:14 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:15 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:17 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:18 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 41:19 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 41:20 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 41:21 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:22 • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:23 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 41:25 • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya • Pahala jin dan balasannya • Jin yang berteman dengan manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 41:26 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:27 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:28 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:29 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 41:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:31 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya • Berangan-angan di dalam surga •

۞ QS. 41:32 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 41:33 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 41:34 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 41:35 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 41:36 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 41:37 Tauhid UluhiyyahAl Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 41:38 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 41:40 Al Bashir (Maha Melihat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:41 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:42 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Hamid (Maha Terpuji)

۞ QS. 41:43 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:45 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 41:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan tingkat amal saleh • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 41:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 41:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 41:50 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:53 Ar Rabb (Tuhan) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 41:54 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Mengingkari hari kebangkitan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Bila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari & diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka jangan kamu duduk beserta mereka sampai mereka memasuki pembicaraan yang lain.
Karena (kalau kamu berbuat demikian), tentu kamu serupa dengan mereka
QS. An-Nisa’ [4]: 140

Bertakwalah kepada Allah & katakanlah perkataan yang benar,
niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu & mengampuni dosa-dosamu.
Barang siapa mentaati Allah & Rasul-Nya,
maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar
QS. Al-Ahzab [33]: 70-71

Kelak kamu (Muhammad) akan melihat & mereka (orang-orang ingkar) akan melihat.
Siapa di antara kamu yang gila.
Sungguh Tuhanmu, Dia Yang Paling Tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Yang Paling Mengetahui orang yang mendapat petunjuk.
QS. Al-Qalam [68]: 5-7

Jauhilah kebanyakan prasangka,
karena sebagian prasangka itu dosa.
Jangan mencari keburukan orang.
Jangan menggunjing satu sama lain.
QS. Al-Hujurat [49]: 12

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

Ibnu Sina

Siapa itu Ibnu Sina? Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai
“Avicenna”
di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penu...

Rabi’ah bin Farrukh

Siapa itu Rabi’ah bin Farrukh? Rabi’ah bin Abu Abdurrahman Farrukh at-Taimi al-Madani (bahasa Arab: ربيعة بن فرّوخ التيمى المدني‎), juga dikenal sebagai Rabi̵...

ibadah puasa

Apa itu ibadah puasa? ibadah wajib setahun sekali selama satu bulan yang dilakukan pada bulan Ramadan … •