QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 30 [QS. 41:30]

اِنَّ الَّذِیۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰہُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا تَتَنَزَّلُ عَلَیۡہِمُ الۡمَلٰٓئِکَۃُ اَلَّا تَخَافُوۡا وَ لَا تَحۡزَنُوۡا وَ اَبۡشِرُوۡا بِالۡجَنَّۃِ الَّتِیۡ کُنۡتُمۡ تُوۡعَدُوۡنَ
Innal-ladziina qaaluuu rabbunaallahu tsummaastaqaamuu tatanazzalu ‘alaihimul malaa-ikatu alaa takhaafuu walaa tahzanuu wa-absyiruu bil jannatillatii kuntum tuu’aduun(a);

Sesungguhnya orang-orang yang berkata,
“Tuhan kami adalah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata),
“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati;
dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
―QS. 41:30
Topik ▪ Iman ▪ Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat ▪ Keluasan ilmu Allah
41:30, 41 30, 41-30, Fushshilat 30, Fushshilat 30, Fushilat 30, Fusilat 30, Fussilat 30
English Translation - Sahih International
Indeed, those who have said,
“Our Lord is Allah

and then remained on a right course – the angels will descend upon them, (saying),
“Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.
―QS. 41:30

 

Tafsir surah Fushshilat (41) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengatakan dan mengakui bahwa Tuhan Yang Menciptakan, Memelihara, dan Menjaga kelangsungan hidup, Memberi rezeki, dan yang berhak disembah, hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, kemudian mereka tetap teguh dalam pendiriannya itu, maka para malaikat akan turun untuk mendampingi mereka pada saat-saat diperlukan.
Di antaranya pada saat mereka meninggal dunia, di dalam kubur, dan dihisab di akhirat nanti, sehingga segala kesulitan yang mereka hadapi terasa menjadi ringan.

Dalam hadis Nabi ﷺ diterangkan bahwa teguh dalam pendirian itu merupakan hal yang sangat diperlukan oleh seorang mukmin:

Sufyan bin ‘Abdullah ats-saqaf meriwayatkan bahwa seseorang berkata,
“Ya Rasulullah,perintahkan kepadaku tentang Islam suatu pererintah yang, aku tidak menanyakan lagi kepada orang selain engkau.”
Rasulullah menjawab,
“Katakanlah:
Aku beriman kepada Allah, kemudian teguhkanlah pendirianmu.”
Aku berkata,
“Apa yang harus aku jaga?”
Maka Rasulullah mengisyaratkan kepada lidahnya sendiri.
(Riwayat Muslim)

Menurut Abu Bakar, yang dimaksud dengan perkataan
“istiqamah”
ialah tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.

Kepada orang yang beriman dan berpendirian teguh dengan tidak mempersekutukan-Nya, Allah menurunkan malaikat yang menyampaikan kabar menggembirakan, memberikan segala yang bermanfaat, menolak kemudaratan, dan menghilangkan duka cita yang mungkin ada padanya dalam seluruh urusan duniawi maupun urusan ukhrawi.
Dengan demikian, dadanya menjadi lapang dan tenteram, tidak ada kekhawatiran pada diri mereka.
Sedangkan kepada orang-orang kafir, datang setan yang selalu menggoda mereka, sehingga menjadikan perbuatan buruk indah menurut pandangan mereka.

Waki’ dan Ibnu Zaid berpendapat bahwa para malaikat memberikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman pada tiga keadaan yaitu, ketika mati, di dalam kubur, dan di waktu kebangkitan.

Kepada orang-orang yang beriman itu para malaikat mengatakan agar mereka tidak usah khawatir menghadapi hari kebangkitan dan hari perhitungan nanti.
Mereka juga tidak usah bersedih hati terhadap urusan dunia yang luput dari mereka seperti yang berhubungan dengan keluarga, anak, harta, dan sebagainya.

Menurut ‘Atha’, yang dimaksud dengan
“alla takhafu wa la tahzanu”
ialah:
janganlah kamu khawatir bahwa Allah tidak memberi pahala amalmu, sesungguhnya kamu itu diterima Allah, dan janganlah kamu bersedih hati atas perbuatan dosa yang telah kamu perbuat, maka sesungguhnya Allah mengampuninya.

Ayat ini selanjutnya menjelaskan bahwa para malaikat mengatakan kepada orang-orang beriman agar bergembira dengan surga yang telah dijanjikan para rasul.
Mereka pasti masuk surga, dan kekal di dalamnya.











41:30, 41 30, 41-30, Fushshilat 30, tafsir surat Fushshilat 30, Fushilat 30, Fusilat 30, Fussilat 30

▪ tafsir s fusilat 30


Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta