Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 21 [QS. 41:21]

وَ قَالُوۡا لِجُلُوۡدِہِمۡ لِمَ شَہِدۡتُّمۡ عَلَیۡنَا ؕ قَالُوۡۤا اَنۡطَقَنَا اللّٰہُ الَّذِیۡۤ اَنۡطَقَ کُلَّ شَیۡءٍ وَّ ہُوَ خَلَقَکُمۡ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ اِلَیۡہِ تُرۡجَعُوۡنَ
Waqaaluuu lijuluudihim lima syahidtum ‘alainaa qaaluuu anthaqanaallahul-ladzii anthaqa kulla syai-in wahuwa khalaqakum au-wala marratin wa-ilaihi turja’uun(a);
Dan mereka berkata kepada kulit mereka,
“Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?”
(Kulit) mereka men-jawab,
“Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
―QS. Fushshilat [41]: 21

Daftar isi

And they will say to their skins,
"Why have you testified against us?"
They will say,
"We were made to speak by Allah, who has made everything speak;
and He created you the first time, and to Him you are returned.
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 21]

وَقَالُوا۟ dan mereka berkata

And they will say
لِجُلُودِهِمْ kepada kulit-kulit mereka

to their skins,
لِمَ mengapa

"Why do
شَهِدتُّمْ kamu menjadi saksi

you testify
عَلَيْنَا atas kami

against us?"
قَالُوٓا۟ (kulit-kulit) berkata

They will say,
أَنطَقَنَا menjadikan kami berkata

"Allah made us speak, *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

"Allah made us speak, *[meaning includes next or prev. word]
ٱلَّذِىٓ yang

the One Who
أَنطَقَ menjadikan berkata

makes speak
كُلَّ segala

every
شَىْءٍ sesuatu

thing;
وَهُوَ dan Dia

and He
خَلَقَكُمْ menciptakan kalian

created you
أَوَّلَ pertama

(the) first
مَرَّةٍ kali

time,
وَإِلَيْهِ dan kepada-Nya

and to Him
تُرْجَعُونَ kalian dikembalikan

you will be returned."

Tafsir Quran

Surah Fushshilat
41:21

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Tatkala mendengar dan melihat bahwa kulitnya sendiri menjadi saksi atas perbuatan-perbuatannya, orang-orang kafir mencela kulit mereka itu dengan mengatakan,
"Mengapa kamu menjadi saksi atas diri kami, padahal kamulah yang membantu dan mendorong kami berbuat maksiat selama hidup di dunia?"
Kulit-kulit mereka menjawab,
"Allah Yang Mahakuasa telah menjadikan kami pandai berbicara, sehingga kami dapat menerangkan dengan jelas dan lengkap segala yang pernah kamu perintahkan kepada kami untuk mengerjakannya."
Firman Allah:

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka;
tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Yasin [36]: 65)

Mengenai pertanyaan dan persaksian di akhirat ini diterangkan dalam hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata:

Ketika kami bersama Rasulullah ﷺ, beliau tertawa lalu berkata,
"Apakah kamu mengetahui kenapa aku tertawa?"
Kami menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui."
Beliau berkata,
"Aku tertawa karena pembicaraan seorang hamba dengan Tuhan (di hari Kiamat).

Hamba berkata,
"Hai Tuhanku Apakah Engkau tidak melindungi aku dari kezaliman?"
Rasulullah berkata,
"Tuhan berkata, ‘Benar."
Rasulullah berkata,
"Hamba itu mengatakan, ‘Maka saya tidak mengizinkan diriku kecuali saksi dari diriku sendiri."
Rasulullah ﷺ berkata,
"Allah ﷻ berfirman, ‘Cukuplah diri engkau menjadi saksi atas perbuatanmu sendiri pada hari ini, dan persaksian malaikat yang mencatat."
Rasulullah berkata,
"Kemudian ditutuplah mulut orang itu dan dikatakan kepada anggota-anggota badannya, ‘Berbicaralah, maka anggota-anggota badan itu menerangkan perbuatannya."
Rasulullah berkata,
"Kemudian dibiarkan orang itu berbicara terhadap anggota badan mereka."
Nabi berkata,
"Maka hamba itu berkata (kepada anggota badannya), ‘Celaka dan hancurlah kamu semua.

Aku ini berjuang untuk membela kamu."(Riwayat Muslim dan Ibnu Hibban)

Allah menerangkan bahwa Dialah Yang menciptakan manusia pada kali yang pertama, dari tidak ada kepada ada, dan Dia pula yang menjadikan untuk mereka dalildalil yang nyata.

Jika Allah sanggup menciptakan manusia pada kali yang pertama, tentu Dia sanggup pula mengulangi penciptaan itu pada kali yang kedua, dengan membangkitkan manusia sesudah matinya, kemudian Dia membalas semua perbuatan manusia dengan adil.

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Musuh-musuh Allah berkata kepada kulit-kulit mereka,
"Mengapa kalian memberikan persaksian yang memberatkan kami?"
Kulit mereka menjawab,
"Kami dijadikan dapat berbicara oleh Allah yang menjadikan segala sesuatu dapat berbicara.
Dia menciptakan kalian pada mulanya dari ketiadaan.


Hanya kepada-Nya kalian akan kembali setelah kebangkitan, kemudian Dia membalas perbuatan yang pernah kalian lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Musuh-musuh Allah yang digiring ke neraka itu berkata mengingkari kulit-kulit mereka:
Mengapa kalian bersaksi atas kami?
Maka kulit-kulit itu menjawab:
Allah yang membuat kami bisa berbicara.
Dia-lah yang membuat segala sesuatu bisa berbicara, Dia-lah yang menciptakan kalian pertama kali saat kalian bukan apa-apa, dan hanya kepada-Nya tempat kembali kalian setelah kematian untuk menghadapi hisab dan pembalasan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata kepada kulit mereka,
"Mengapa kalian menjadi saksi terhadap kami?"
Kulit mereka menjawab,
"Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai berkata) yakni segala sesuatu yang dikehendaki-Nya dapat berbicara


(dan Dialah Yang menciptakan kalian pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan") menurut suatu pendapat, dikatakan bahwa perkataan ini adalah perkataan kulit.
Menurut pendapat yang lain, perkataan ini adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana hal yang telah diterangkan sebelumnya, dan hal ini mirip sekali dengannya, yaitu:
Bahwasanya Tuhan Yang mampu menciptakan kalian pada kali yang pertama, lalu menghidupkan kalian kembali sesudah mati, Dia mampu pula untuk menjadikan kulit kalian dan anggota tubuh kalian lainnya untuk dapat berbicara.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata kepada kulit mereka,,
"Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?"
(QS. Fushshilat [41]: 21)

Mereka mencela anggota tubuh mereka dan kulit mereka sendiri karena semuanya bersaksi terhadap diri mereka.
Maka pada saat itu semua anggota tubuh mereka menjawab:

Kulit mereka menjawab,
"Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada yang pertama kali.
(QS. Fushshilat [41]: 21)

Yakni Dia tidak dapat ditentang, tidak dapat dicegah, dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.


Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahim, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Qadim, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Ubaid Al-Maktab, dari Asy-Sya’bi, dari Anas ibnu Malik r.a. yang menceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ kelihatan tertawa dan tersenyum, lalu beliau ﷺ bersabda,
"Tidakkah kalian menanyakan kepadaku mengapa aku tertawa?"
Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, mengapa engkau tertawa?"
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Aku merasa heran dengan bantahan yang dilakukan oleh seseorang hamba terhadap Tuhannya di hari kiamat.
Hamba itu berkata,
"Ya Tuhanku, bukankah Engkau telah berjanji kepadaku bahwa Engkau tidak akan aniaya terhadap diriku?-"
Tuhan menjawab,
"Benar."
Hamba itu berkata,
"Sesungguhnya aku tidak mau menerima saksi terhadap diriku kecuali dari pihakku."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berkata,
"Bukankah sudah cukup Aku sebagai Saksi (mu) dan para malaikat yang mulia juru tulis amal perbuatan?"
Ini diulangi berkali-kali.
Kemudian dikuncilah mulut si hamba itu dan berkatalah semua anggota tubuhnya, menceritakan apa yang telah diperbuatnya (selama di dunia).
Maka si hamba itu berkata (kepada semua anggota tubuhnya),
"Celaka dan siallah kalian semua, dahulu aku membelamu."

Al-Bazzar dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkan pula hadis ini melalui Abu Amir Al-Asadi, dari Ats-Tsauri, dari Ubaid Al-Maktab, dari Fudail ibnu Amr, dari Asy-Sya’bi.


Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa ia belum pernah mengetahui ada perawi yang meriwayatkan hadis ini dari Anas selain Asy-Sya’bi.
Imam Muslim dan Imam Nasai telah mengetengahkan hadis ini dari Abu Bakar ibnu Abun Nadr, dari Abun Nadr, dari Ubaidillah ibnu Abdur
"Rahman Al-Asyja’i, dari Ats-Tsauri dengan sanad yang sama.


Kemudian Imam Nasai mengatakan bahwa ia tidak mengetahui ada seorang perawi meriwayatkan hadis ini dari Ats-Tsauri selain dari Al-Asyja’i, padahal kenyataannya tidaklah seperti apa yang dikatakannya, sebagaimana yang telah pembaca saksikan sendiri.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Aliyyah, dari Yunus ibnu Ubaid, dari Humaid ibnu Hilal yang mengatakan bahwa Abu Burdah telah menceritakan,
"Abu Musa pernah mengatakan bahwa orang kafir dan orang munafik dipanggil untuk menjalani hisab (perhitungan amal perbuatan), lalu Allah subhanahu wa ta’ala memperlihatkan kepadanya semua amal perbuatan yang telah dikerjakannya (semasa di dunia).
Kemudian ia mengingkarinya seraya berkilah, ‘Ya Tuhanku, demi Keagungan-Mu, sesungguhnya malaikat ini telah mencatat terhadapku hal-hal yang tidak pernah kulakukan."

Malaikat pencatat amal perbuatan berkata kepadanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan anu dan anu di hari anu dan di tempat anu?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Keagungan-Mu, ya Tuhanku, aku tidak pernah melakukannya.’ Apabila si hamba itu berkata demikian, maka dikuncilah mulutnya (sehingga tidak dapat bicara, dan yang bicara adalah semua anggota tubuhnya)."
Al-Asy’ari mengatakan, sesungguhnya ia menduga bahwa anggota tubuhnya yang mula-mula berbicara adalah paha kanannya.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kami Hasan, dari Ibnu Lahi’ah yang mengatakan bahwa Darij telah meriwayatkan dari Abul Lais, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Apabila hari kiamat tiba, kepada orang kafir ditampakkan amal perbuatannya, lalu ia mengingkarinya dan membantahnya.
Lalu Allah berkata,
"Mereka itu adalah para tetanggamu yang bersaksi terhadapmu."
Ia mengatakan,
"Mereka dusta."Lalu Allah berkata,
"Mereka adalah keluarga dan kaum kerabatmu."
Ia menjawab,
"Mereka dusta."
Allah berkata,
"Bersumpahlah kamu,
"
lalu mereka (orang-orang kafir) bersumpah, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala membungkam mulut mereka dan bersaksilah terhadap mereka anggota-anggota tubuhnya, lalu Allah memasukkan mereka ke dalam neraka.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad ibnu Abdul Waris yang mengatakan bahwa ayahnya pernah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Muslim ibnu Sabih Abud Duha, dari Ibnu Abbas r.a., bahwa ia berkata kepada Ibnul Azraq,
"Sesungguhnya pada hari kiamat nanti akan dialami oleh semua manusia suatu saat yang dalam waktu itu mereka tidak dapat berpikir, tidak dapat beralasan, dan tidak dapat berbicara sebelum mereka diberi izin.
Setelah diberi izin bagi mereka untuk bicara, maka mereka melakukan bantahan;
orang yang mempersekutukan Allah mengingkari perbuatannya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian.
Maka pada saat mereka mengingkari perbuatannya, Allah membangkitkan saksi-saksi dari diri mereka sendiri (untuk bersaksi terhadap mereka), yaitu kulit mereka, mata mereka, tangan, dan kaki mereka, sedangkan mulut mereka dikunci.
Setelah itu dibukalah mulut mereka, maka mulut mereka membantah anggota tubuh lainnya, dan anggota tubuh lainnya berkata kepada mereka, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:
‘Allah yang telah menjadikan segala sesuatu pandai bicara telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada yang pertama kali dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.’ (QS. Fushshilat [41]: 21)
Maka lisan mereka pun mengakui perbuatannya yang pada sebelumnya mengingkarinya."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdah ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Amr, dari Abdur Rahman ibnu Jubair Al-Hadrami, dari Rafi’ Abul Hasan yang menceritakan tentang seseorang yang mengingkari amal perbuatannya.
Ia mengatakan bahwa lalu Allah subhanahu wa ta’ala berisyarat kepada mulut lelaki itu, maka dengan serta merta mulutnya bungkam karena lidahnya membesar sehingga memenuhi rongga mulutnya, maka ia tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berkata kepada anggota tubuh lain lelaki itu,
"Berbicaralah dan bersaksilah terhadapnya!"
Maka bersaksilah terhadapnya pendengarannya, penglihatannya, kulitnya, kemaluannya, kedua tangan dan kedua kakinya, menceritakan segala sesuatu yang telah dilakukannya (sewaktu di dunia).


Dalam pembahasan terdahulu telah disebutkan banyak hadis dan atsar mengenai masalah ini, yaitu dalam tafsir firman-Nya:

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka;
dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
(QS. Yasin [36]: 65)

sehingga tidak perlu lagi diulangi di sini.

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
▪ Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio Murottal

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia



QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 21 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 41:21
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
Sending
User Review
4.8 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

41:21, 41 21, 41-21, Surah Fushshilat 21, Tafsir surat Fushshilat 21, Quran Fushilat 21, Fusilat 21, Fussilat 21, Surah Fusilat ayat 21

Video Surah

41:21


More Videos

Kandungan Surah Fushshilat

۞ QS. 41:2 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 41:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:6 Tauhid Uluhiyyah • Ampunan Allah yang luas • Al Wahid (Maha Esa) • Ikhlas dalam berbuat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:7 Zakat rukun Islam

۞ QS. 41:8 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 41:9 Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 41:11 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala

۞ QS. 41:12 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 41:13 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:14 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:15 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:17 • Azab orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:18 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 41:19 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 41:20 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 41:21 Al Khaliq (Maha Pencipta) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:22 • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:23 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 41:25 • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya • Pahala jin dan balasannya • Jin yang berteman dengan manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 41:26 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:27 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:28 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:29 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 41:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:31 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya • Berangan-angan di dalam surga •

۞ QS. 41:32 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 41:33 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 41:34 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 41:35 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 41:36 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 41:37 Tauhid Uluhiyyah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 41:38 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 41:40 • Al Bashir (Maha Melihat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:41 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:42 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Hamid (Maha Terpuji)

۞ QS. 41:43 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:45 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 41:46 Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan tingkat amal saleh • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 41:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 41:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 41:50 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:53 Ar Rabb (Tuhan) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 41:54 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Mengingkari hari kebangkitan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Janganlah kamu bersikap lemah,
dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang-orang yang beriman.
QS. Ali ‘Imran [3]: 139

Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar & karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).
QS. Al-Mu’min [40]: 75

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu & kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
QS. Al-Anfal [8]: 60

“Tuhan kami ialah Allah”
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, malaikat turun kepada mereka dengan mengatakan:
“Janganlah kamu takut & merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”
QS. Fussilat [41]: 30

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Correct! Wrong!

+

Array

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Correct! Wrong!

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Ihsan

Apa itu Ihsan? Ihsan adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah meli...

Al-Bayyinah

Apa itu Al-Bayyinah? Surah Al-Bayyinah adalah surah ke-98 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan sesudah surah At-Talaq. Dinamai Al-Bayyinah...

Hindun binti Abi Umayyah

Siapa itu Hindun binti Abi Umayyah? Hind bint Abi Umayya adalah istri dari Nabi Muhammad, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin. Hind bint Abi Umayya, Hind al Makhzumiyah, Hind bint Suhayl, juga dipan...