QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 19 [QS. 41:19]

وَ یَوۡمَ یُحۡشَرُ اَعۡدَآءُ اللّٰہِ اِلَی النَّارِ فَہُمۡ یُوۡزَعُوۡنَ
Wayauma yuhsyaru a’daa-ullahi ilannaari fahum yuuza’uun(a);

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya.
―QS. 41:19
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Allah menepati janji
41:19, 41 19, 41-19, Fushshilat 19, Fushshilat 19, Fushilat 19, Fusilat 19, Fussilat 19

Tafsir surah Fushshilat (41) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad ﷺ agar menyampaikan kepada orang-orang yang ingkar itu keadaan mereka pada Hari Kiamat nanti, bahwa pada hari itu semua musuh-musuh Allah dan orang-orang yang ingkar kepada Nya akan dikumpulkan di dalam neraka.
Mereka dihalau ke dalamnya seperti orang menggiring dan menghalau binatang temak.
Tidak ada satu pun yang luput dan tertinggal di antara mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebutkan kepada mereka, wahai Nabi, saat musuh-musuh Allah dikumpulkan menjadi satu menuju neraka untuk diperlihatkan bahwa tuduhan yang memberatkan mereka itu adalah benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (hari ketika digiring) dapat dibaca Yuhsyaru atau Nahsyuru (musuh-musuh Allah ke dalam neraka lalu mereka dikumpulkan semuanya) yakni digiring semuanya ke dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan (semuanya).
(Q.S. Fushshilat [41]: 19)

Maksudnya, ceritakanlah kepada orang-orang yang mempersekutukan Allah itu hari ketika mereka dikumpulkan di dalam neraka.
Yakni Malaikat Zabaniyah (juru siksa) mengumpulkan mereka semuanya dari yang pertama hingga yang terakhir, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.
(Q.S. Maryam [19]: 86)

Yakni mereka digiring ke neraka dalam keadaan kehausan yang sangat.


Kata Pilihan Dalam Surah Fushshilat (41) Ayat 19

A’DAA
أَعْدَا

Lafaz jamak ini mufradnya adalah ‘aduww yang berarti musuh. Dari kata inilah terambil kata al ‘adi dan mu’nnatsnya adalah al ‘adiyah yang berarti orang yang melanggar atau orang yang menganiaya atau orang yang merampas hak milik orang lain.

Dari kata ini juga diambil kata al ‘adaa yang berarti melampaui batas dalam kezaliman atau kesibukan yang memalingkan dari sesuatu, atau bisa juga bermakna jauh.

Derifasi lafaznya yang lain adalah al ‘adawah yang berarti permusuhan dan al ‘udwah yang berarti tempat yang jauh atau tepi lembah, atau tempat tinggal yang tinggi.

Az ­Zamakhsyari menafsirkan lafaz a’daa’ dalam surah Ali Imran (3), ayat 103 dengan keterangan, “Sesungguhnya pada zaman jahiliyah berlaku antara mereka permusuhan dan peperangan yang berterusan, maka Allah menyatukan hati mereka dengan Islam.” la adalah isyarat bagi hal atau keadaan mukmin pada masa jahiliyah tersebut adanya permusuhan antara mereka, pertengkaran dan pertumpahan darah.

Ibn Katsir menafsirkan a’daa’ dalam surah Fushshilat ayat 19 dengan pengertian “orang musyrik'”

At ­Tabari juga menerangkan, a’daa’ dalam ayat ini adalah “orang musyrik karena mereka adalah musuh ­musuh Allah.” Sedangkan kata a’daa’ dalam surah Al­ Ahqaaf, ayat 6, beliau menafsirkan maksudnya adalah “ketika manusia dikumpulkan pada hari kiamat untuk dihisab, maka tuhan-­tuhan yang mereka memohon doa kepadanya di dunia menjadi musuh­musuh mereka, karena tuhan-tuhan itu akan melepaskan diri dari mereka.” Kata a’daa’ dalam ayat itu menunjukkan keadaan tuhan-tuhan berhala itu kepada penyembah ­penyembahnya.

Kesimpulannya, kebanyakan ayat-ayat di atas menerangkan makna a’daa’ adalah “musuh ­musuh Allah” baik dari kalangan orang musyrik ataupun tuhan-­tuhan yang mereka sembah. Dalam surah Ali Imran, ayat 103, kata a’daa’ mengingatkan tentang permusuhan yang berlaku antara mu’min pada masa jahiliyah mereka sebagaimana diuraikan sebelumnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:1-2

Informasi Surah Fushshilat (فصلت)
Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Mu’min.

Dinamai “Fushshilat” (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan “Fush­shilat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti “yang dijelaskan”.
Maksudnya ayat­ ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pe­kerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan “Haa Miim As Sajdah” karena surat ini dimulai dengan “Haa Miim” dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Al Qur’an dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya
kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah
semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung
anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat
azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Aad dan Tsamud
Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh
berita gembira dari malaikat kepada orang­ orang yang beriman
anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik
an­caman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah
sifat-sifat Al Qur’an Al Karim
manusia dan wataknya.

Ayat-ayat dalam Surah Fushshilat (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Fushshilat (41) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Fushshilat (41) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Fushshilat (41) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Fushshilat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 41:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, "Yang Dijelaskan") adalah surah ke-41 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
4.4
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim