Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Faathir (Pencipta) - surah 35 ayat 6 [QS. 35:6]

اِنَّ الشَّیۡطٰنَ لَکُمۡ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوۡہُ عَدُوًّا ؕ اِنَّمَا یَدۡعُوۡا حِزۡبَہٗ لِیَکُوۡنُوۡا مِنۡ اَصۡحٰبِ السَّعِیۡرِ ؕ
Innasy-syaithaana lakum ‘aduu-wun faattakhidzuuhu ‘aduu-wan innamaa yad’uu hizbahu liyakuunuu min ashhaabissa’iir(i);
Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
―QS. Faathir [35]: 6

Daftar isi

Indeed, Satan is an enemy to you;
so take him as an enemy.
He only invites his party to be among the companions of the Blaze.
― Chapter 35. Surah Faathir [verse 6]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلشَّيْطَٰنَ syaitan

the Shaitaan
لَكُمْ bagi kalian

(is) to you
عَدُوٌّ musuh

an enemy,
فَٱتَّخِذُوهُ maka jadikanlah ia

so take him
عَدُوًّا musuh

(as) an enemy.
إِنَّمَا sesungguhnya hanyalah

Only
يَدْعُوا۟ mereka mengajak

he invites
حِزْبَهُۥ golongannya

his party
لِيَكُونُوا۟ supaya mereka menjadi

that they may be
مِنْ dari

among
أَصْحَٰبِ penghuni

(the) companions
ٱلسَّعِيرِ neraka yang menyala-nyala

(of) the Blaze.

Tafsir Quran

Surah Faathir
35:6

Tafsir QS. Faathir (35) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa setan itu adalah musuh abadi bagi manusia yang selalu membuat keraguan, membisikkan yang jahat dengan daya tariknya yang memesona, supaya manusia menuruti dan mengerjakannya.
Firman Allah:

وَعَادًا وَّثَمُوْدَا۟ وَقَدْ تَّبَيَّنَ لَكُمْ مِّنْ مَّسٰكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَكَانُوْا مُسْتَبْصِرِيْنَ

juga (ingatlah) kaum ‘Ad dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka.

Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam, (Al-‘Ankabut [29]: 38)

Oleh karena itu, hendaklah manusia menganggap dan menjadikan setan itu musuhnya yang sangat berbahaya, yang tidak perlu dilayani dan diikuti sama sekali, sebagaimana firman Allah:

وَمِنَ الْاَنْعَامِ حَمُوْلَةً وَّفَرْشًا كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih.
Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.

Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu, (Al-An’am [6]: 142)

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa maksud dan tujuan setan mendorong manusia berbuat yang bertentangan dengan perintah Allah adalah untuk mencari teman sebanyak-banyaknya, menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Firman Allah:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّبِعُوْا مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ قَالُوْا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَاۤءَنَا اَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطٰنُ يَدْعُوْهُمْ اِلٰى عَذَابِ السَّعِيْرِ

Dan apabila dikatakan kepada mereka,
"Ikutilah apa yang diturunkan Allah!"
Mereka menjawab,
"(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami."
Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (Neraka)?
(Luqman [31]: 21)

Tafsir QS. Faathir (35) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya setan adalah musuh besar kalian.
Maka janganlah kalian terpedaya oleh bujuk rayunya.


Tetapi, jadikanlah setan itu sebagai musuh kalian karena ia ingin menjajak para pengikutnya untuk menjadi penghuni neraka yang nyala apinya berkobar-kobar, bukan untuk sesuatu yang lain.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya setan adalah musuh bagi Bani Adam, maka jadikanlah dia sebagai musuh dan jangan menaatinya.
Karena dia hanya mengajak orang-orang yang mengikutinya kepada kesesatan, sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh) dengan cara taat kepada Allah dan tidak menaati setan


(karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya) yakni pengikut-pengikutnya yang sama-sama kafir dengannya


(supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala) yakni neraka yang keras siksaannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan permusuhan iblis terhadap anak Adam melalui firman-Nya:

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu).
(QS. Faathir [35]: 6)

Setan itu adalah musuh kalian yang terang, maka musuhilah setan itu oleh kalian dengan permusuhan yang keras.
Tentanglah mereka dan dustakanlah mereka bila membujuk kalian untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran.

karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
(QS. Faathir [35]: 6)

Yakni sesungguhnya tujuan setan menyesatkan kalian hanyalah agar kalian masuk ke dalam neraka yang menyala-nyala bersama-sama dengan mereka, setan adalah musuh yang jelas.
Kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan kita sebagai musuh-musuh setan dan hendaknyalah Dia memberi taufik kepada kita untuk mengikuti petunjuk Alquran-Nya dan mengikuti jejak Rasul-Nya.
Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas apa yang dikehendaki-Nya dan Mahakuasa untuk memperkenankan doa yang dipanjatkan kepada-Nya.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat,
"Sujudlah kamu kepada Adam,
"maka sujudlah mereka kecuali iblis.
Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.
Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu.
Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.
(QS. Al-Kahfi [18]: 50)

Kata Pilihan Dalam Surah Faathir (35) Ayat 6

HIZB
حِزْب

Lafaz hizb adalah bentuk tunggal yang bentuk jamaknya adalah ahzaab.

Dalam bahasa Arab ia digunakan untuk menunjukkan beberapa makna yaitu:
(1) Sekumpulan manusia yang hatinya bersatu dan tingkah lakunya sama meskipun antara mereka tidak saling bertemu;
(2) Wirid atau bacaan seperti bacaan Al Qur’an dan shalawat yang dibaca seseorang secara rutin dinamakan al hizbu.
(3) Bahagian,
(4) Aliran air.

Di dalam Al Qur’an, lafaz ini dalam bentuk tunggal (mufrad) diulang sebanyak delapan kali yaitu dalam surah:
• Al Maa’idah (5), ayat 56;
• Al Mu’minuun (23), ayat 53;
Ar Rum (30), ayat 32;
Faathir (35), ayat 6;
Al Mujaadalah (58), ayat 19 (dua kali), ayat 22 (dua kali).
Dalam bentuk ganda (mutshanna) jizbain diulang hanya sekali saja yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 12.
Dan dalam bentuk jamak diulang 11 kali yaitu dalam surah:
Hud (11), ayat 17;
Ar Ra’d (13), ayat 36;
Maryam (19), ayat 37;
• Al Ahzab (33), ayat 20 (dua kali), ayat 22;
Shad (38), ayat 11, ayat 13;
Al Mu’min (40), ayat 5, ayat 30;
• Az Zukhruuf (43), ayat 65.

Sedangkan makna hizbu syaithaan ialah kelompok orang yang mengikuti kehendak syaitan yaitu orang kafir dan munafik.
Dalam ayal-ayat itu diterangkan beberapa sifat hizbu syaithaan yaitu orang yang dilalaikan oleh dunia sehingga tidak mau mengingati Allah; menentang Allah dan rasul Nya, suka berkasih-sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul Nya.
Kelompok orang seperti ini ditetapkan sebagai orang yang rugi karena mereka diperdaya oleh bujuk rayu syaitan yang mengajak mereka masuk ke dalam neraka.

Bentuk ganda (mutsanna) yang ada dalam surah Al Kahfi (18), ayat 12 bermakna kaum Ashabul Kahfi yang terpecah menjadi dua kelompok dan saling berdebat dalam menentukan lamanya mereka tidur di dalam gua.
Diantara mereka ada yang mendapat petunjuk dengan kejadian yang dahsyat ini dan ada juga yang tersesat dari kebenaran.

Sedangkan lafaz al ahzaab dalam bentuk jamak digunakan untuk menunjukkan kelompok orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, mendustakan dan memerangi para nabi, baik nabi-nabi terdahulu maupun Nabi Muhammad.
Kesemua kelompok ini mempunyai nasib yang sama yaitu mereka dikalahkan, baik kalah dalam peperangan atau hancur binasa karena azab dan di akhirat nanti mereka semua akan disiksa di neraka.

Dalam surah Shad (38), ayat 13 dan surah Al Mu’min (40), ayat 5, 30, lafaz al ahzaab digunakan untuk menunjukkan kaum kafir terdahulu yaitu kaum Nuh, ‘Ad, Fir’aun, Tsamud, Luth dan Ashabul Aikah.
Mereka semua adalah kaum yang menentang kebenaran, mendustakan dan memerangi para rasul yang diutus kepada mereka.
Akhirnya, mereka semua diazab oleh Allah dengan berbagai jenis azab yang dahsyat dan pedih.

Sedangkan lafaz al ahzaab dalam surah Maryam (19), ayat 37 dan surah Az Zukhruuf (43), ayat 65 merujuk kepada kelompok yang berbeda pendapat mengenai kedudukan Nabi ‘Isa seperti kelompok dalam agama Yahudi dan Nasrani.
Sebahagian dari mereka mengatakan ‘Isa adalah Allah, sebahagian yang lain mengatakan beliau adalah anak Allah, ada juga yang mengatakan ‘Isa adalah salah satu dari tiga kesatuan (triniti), malah ada yang mengatakan ‘Isa adalah anak hasil zina.
Mereka semua akan mendapatkan kecelakaan yang besar karena di akhirat nanti mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Lafaz al ahzaab dalam surah Hud (11) ayat 17 dan surah Ar Ra’d (13) ayat 36 merujuk kepada kelompok orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an.

Ketika menafsirkan surah Hud (11), ayat 17, Imam Ibnu Katsir berkata,
"Maksudnya adalah semua penduduk bumi yang mengenal Al Qur’an, namun mereka tidak mau mempercayainya baik mereka adalah orang musyrik, kafir, Ahli Kitab maupun keturunan anak Adam lainnya dari berbagai jenis warna kulit dan rupa."

Ketika mentafsirkan surah Ar Ra’d (13), ayat 36, beliau berkata,
"Diantara kelompok manusia ada yang mendustakan sebahagian wahyu yang turun kepadamu (Muhammad).
Imam Mujahid mengatakan mereka adalah sebahagian Yahudi dan Nasrani yang tidak mempercayai kebenaran yang datang kepadamu (Muhammad). Imam Qatadah dan Imam ‘Abdur aRahman bin Zaid bin Aslam juga berpendapat demikian" Dalam ayat itu ditegaskan, Allah berjanji memasukkan mereka ke dalam neraka.

Sedangkan al ahzaab dalam surah Al Ahzab (33), ayat 20, 22 dan surah Shad (38), ayat 11 maksudnya kelompok yang bersekutu untuk menyerang dan menghancurkan umat Islam sewaktu Perang Ahzab atau Khandaq.
Mereka begitu kuat dan jumlahnya banyak.
Mereka terdiri dari Bani Ghatafan yang dipimpin oleh Malik bin ‘Auf dan ‘Uyainah bin Hisan Al Fazari, Bani Asad yang dipimpin oleh Tulaihah bin Khuwailid; penduduk Makkah dan kaum Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, Yazid bin Khalf dan Al• A’war Al Sulami dan juga kaum Yahudi Bani Quraizah yang dipimpin oleh Hayi bin Akhtab.
Mereka semua mengepung bala tentara muslimin yang berada di Madinah dari berbagai arah.

Para sahabat yang kuat imannya menghadapi peperangan ini dengan penuh keyakinan, sedangkan orang munafik mencari alasan untuk menghindarkan diri dari peperangan.
Akhirnya, musuh Islam yang kuat dan banyak itu tidak berhasil karena Allah mengirim angin besar yang memporak poranda dan menghancurkan kekuatan mereka sehingga mereka pulang dengan hampa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:197-200

Unsur Pokok Surah Faathir (فاطر)

Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al-Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Alquran yang dimulai dengan "Alhamdulillah".

Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikatmalaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikatmalaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya.
▪ Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Lain-lain:

▪ Kesenangan hidup di dunia adalah sementara.
▪ Menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasulrasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya.
▪ Seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan.
▪ Tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri.
▪ Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi.
▪ Gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mukmin dan orang-orang kafir.
▪ Tingkatan orang-orang mukmin.

Audio Murottal

QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 45 + Terjemahan Indonesia



QS. Faathir (35) : 1-45 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 45

Gambar Kutipan Ayat

Surah Faathir ayat 6 - Gambar 1 Surah Faathir ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 35:6
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala’ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala’ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

35:6, 35 6, 35-6, Surah Faathir 6, Tafsir surat Faathir 6, Quran AlFathir 6, Al-Fathir 6, Fatir 6, Surah Al Fathir ayat 6

Video Surah

35:6


More Videos

Kandungan Surah Faathir

۞ QS. 35:1 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 35:2 Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 35:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Uluhiyyah • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:4 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:5 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 35:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 35:7 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 35:8 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 35:9 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 35:10 • Siksa orang munafik • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 35:11 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 35:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:14 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:15 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 35:16 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 35:17 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:18 Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 35:22 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 35:24 • Hukum alam

۞ QS. 35:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:26 • Azab orang kafir

۞ QS. 35:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 35:28 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:29 • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 35:30 • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 35:31 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 35:32 • Keutamaan umat nabi Muhammad • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 35:33 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 35:34 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Syakur (Maha Penerima syukur) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 35:35 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Memasuki surga •

۞ QS. 35:36 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:37 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 35:38 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 35:39 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 35:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 35:41 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Al Halim (Maha Penyabar)

۞ QS. 35:42 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:43 • Hukum alam • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 35:44 • Kekuasaan Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 35:45 • Al Bashir (Maha Melihat) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

Ayat Pilihan

Segala puja & puji kita persembahkan kepada Allah semata,
karena Dialah Yang menciptakan & memelihara seluruh makhluk.
QS. Al-Fatihah [1]: 2

Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku & kepada ibu bapakku & untuk kerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh
QS. An-Naml [27]: 19

Mereka itu tidak sama,
di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus,
mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari,
sedang mereka juga bersujud (sembahyang).
QS. Ali ‘Imran [3]: 113

Belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli & tidak ada lagi syafa’at.
Dan orang-orang kafir itulah orang yang zalim
QS. Al-Baqarah [2]: 254

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

+

Array

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus Istilah Islam

inkarsunah

Apa itu inkarsunah? in.kar.su.nah aliran yang tidak menerima atau tidak mengakui sunah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. … •

Zainab binti Khuzaimah

Siapa itu Zainab binti Khuzaimah? Zainab binti Khuzaimah adalah istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang dikenal dengan kebaikan, kedermawanan, dan sifat santunnya terhadap orang miskin...

iwad

Apa itu iwad? imbalan atau tebusan yang diberikan istri kepada suami untuk minta khuluk; pampasan; ganti rugi … •