QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 5 [QS. 35:5]

یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰہِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّکُمُ الۡحَیٰوۃُ الدُّنۡیَا ٝ وَ لَا یَغُرَّنَّکُمۡ بِاللّٰہِ الۡغَرُوۡرُ
Yaa ai-yuhaannaasu inna wa’dallahi haqqun falaa taghurrannakumul hayaatud-dunyaa walaa yaghurrannakum billahil gharuur(u);

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
―QS. 35:5
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Tahap dalam pembentukan janin
35:5, 35 5, 35-5, Faathir 5, Faathir 5, AlFathir 5, Al-Fathir 5, Fatir 5

Tafsir surah Faathir (35) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan kebenaran janji-Nya Apabila seorang taat kepada perintah-Nya akan diberi pahala, dan kepada orang yang mendurhakainya ia akan disiksa.
Janji Allah pada waktunya akan menjadi kenyataan.
Dia itu tidak akan pernah menyalahi janji-Nya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 9)

Oleh karena itu tidaklah pada tempatnya seorang terpedaya dengan kehidupan dunia yang mewah, sehingga ia lupa daratan, bahkan melupakan Tuhan.
Semua waktunya dipergunakan untuk menumpuk harta tanpa mengingat Allah sedikitpun, yang demikian itu dilarang oleh Allah sebagaimana firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.
(Q.S. Al-Munafiqun [63]: 9)

Begitu pula sekali-kali janganlah seseorang itu dapat tertipu dan terpedaya dengan bujukan dan godaan setan, dengan mudah menuruti bisikan dan ajakannya karena setan hanya mengajak kepada yang keji dan yang mungkar sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.
Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar.

(Q.S. An-Nuur [24]: 21)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai umat manusia, sesungguhnya janji Allah untuk membangkitkan, melakukan pembalasan dan memberi pertolongan adalah benar.
Janganlah kalian tertipu oleh kepentingan dunia dan meninggalkan kepentingan akhirat.
Janganlah pula setan sempat memperdaya kalian untuk tidak mengikuti jejak para rasul.
Setan ini akan selalu mengiming-imingi kalian dengan ampunan meskipun kalian terus-menerus melakukan kemaksiatan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai manusia! Sesungguhnya janji Allah) tentang adanya hari berbangkit dan lain-lainnya (adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian) sehingga kalian tidak mau beriman kepada adanya hari berbangkit dan lain-lainnya (dan sekali-kali janganlah memperdayakan kalian tentang Allah) tentang sifat dan Penyantun-Nya dan sifat Sabar-Nya yang menangguhkan kalian tidak diazab (orang yang pandai menipu) yakni setan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai manusia, sesungguhnya janji kebangkitan, pahala dan hukuman dari Allah adalah haq yang pasti terjadi.
Janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia dengan hawa nafsu dan tuntutannya, serta jangan sampai setan menipu kalian dari Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman selanjutnya:

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar.
(Q.S. Faathir [35]: 5)

Artinya, hari berbangkit itu pasti terjadi dan tidak bisa dielakkan lagi.

maka sekali-sekali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu.
(Q.S. Faathir [35]: 5)

Yaitu kehidupan yang rendah bila dibandingkan dengan pahala yang telah disediakan oleh Allah bagi kekasih-kekasih-Nya dan para pengikut rasul-rasul-Nya, berupa kebaikan yang sangat besar.
Karena itu, janganlah kalian melupakan kebahagiaan yang abadi itu karena adanya perhiasan duniawi yang fana ini.

dan sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu memper­dayakan kamu tentang Allah.
(Q.S. Faathir [35]: 5)

Yakni setan.

Ibnu Abbas r.a.
mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa sekali-kali jangan kamu biarkan setan menipu kalian dan memalingkan kalian dari mengikuti utusan-utusan Allah dan membenarkan kalimah-kalimah-Nya.
Karena sesungguhnya setan itu pada hakikatnya adalah penipu, pendusta, dan pembual.
Makna ayat ini sama dengan ayat yang ada di dalam surat Luqman melalui firman-Nya:

maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.
(Q.S. Luqman [31]: 33)

Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, bahwa yang dimaksud dengan penipu di sini adalah setan, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir kelak di hari kiamat ketika diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu.
Di sebelah dalamnya ada rahmat, dan disebelah luarnya dari situ ada siksa.
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata, “Bukankah kami dahulu bersama dengan kamu?”

Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.
(Q.S. Al-Hadid [57]: 14)


Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan “Alhamdulillah”.

Dinamakan “Faathir” (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan “Faathir” yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan “surat Malaikat” karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni’mat-ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu’min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Faathir (35) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Faathir (35) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Faathir (35) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Faathir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 35:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.8
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/35-5









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta